Pendekar Phoenix Suci

Pendekar Phoenix Suci
Ch 42. Guru pertama 'Cang He'


__ADS_3

Disisi lain Chu Tian tiba tiba Chu Tian membuka matanya dia melihat sekeliling hanya kegelapan yang dia lihat tidak ada setitik cahayapun yang ada disana dia mencoba menggunakan energinya namun anehnya energi miliknya itu seperti tersegel sesuatu.


"Apakah ada orang, dimana inii....?" teriak Chu Tian


"Akhirnya kau datang juga hahahaha" Ucap suara dari kegelapan.


"Siapa kau" tanya Chu Tian dia benar benar tidak melihat apapun


Tiba tiba Chu Tian melihat setitik cahaya yang mulai mendekatinya cahaya itu semakin lama semakin besar membuat Chu Tian memasang sikap siaga.


"Chu Tian anak dari penguasa alam dan ratu elemen mempunyai delapan elemen murni dengan sangat sempurnya, dijuluki pendekar Phoenix Suci di dunia binatang suci maupun di benua timur ini , juga sudah mencapai ranah Dewa diumur yang belum genap rmpat brlas tahun. , akhirnya aku bisa menemuimu" ucap cahaya itu yang berubah menjadi sosok paruh baya dengan jenggot agak panjang serta kumis tebal.


Chu Tian membelalakkan matanya dia tidak menyangka ada orang yang mengetahui identitasnya selain ayah angkatnya dan tidak ada seorangpun yang tau sedetail itu selain Xiao Feng dan Lao Hei.


"Siapa Kau sebenarnya kenapa kau bisa tau semua itu..?" Tanya Chu Tian dengan dingin dan penuh selidik.


"Hahaha sikapmu benar benar mirip manusia es itu sangat dingin" Orang itu berkata sambil tertawa kecil.


"Aku bertanya sekali lagi padamu siapa kauu...?" ucap Chu Tian dengan tegas.


"Putra dari penguasa alam memang sangat tidak sabaran hahaha" Orang itu tidak menjawab apa yang ditanyakan Chu Tian dia malah terus tertawa membuat Chu Tian kesal.


"Tenanglah nak aku akan memberitahu siapa aku jika kau mau menjadi muridku" ucap orang itu dengn wajah serius namun sedikit senyum terukir diwajahnya.


" kenapa aku harus jadi muridmu ,bahkan kau siapa saja aku tidak tau ..?" ucap Chu Tian dengan serius.


"Kau tidak akan rugi menjadi muridku, lagi pula aku tau banyak tentang orang tuamu apa kau ingin menyia nyiakan kesempatan langka ini" ucap pria itu dengan senyum tipisnya.


Chu Tian nampak merenungkan sesuatu, memang benar jika dia tidak akan dirugikan sedikitpun bahkan mungkin itu akan menguntungkan untuknya.


"Baiklah aku akan menerimamu jadi guruku"ucap Chu Tian


" Hormat murid kepada guru" Ucap Chu Tian .


"Hahahaha pilihan yang bagus ,kau akan menjadi murid pertama dan terakhirku" ucap Pria itu dengan tertawa puas.


"murid pertama..? Apa guru tidak pernah memilikimurid sebelumnya" tanya Chu Tian, dia mencoba menerima kenyataan bahwa sekarang dia sudah menjadi seorang murid.

__ADS_1


" Ratusan tahun aku hidup aku hidup tapi akubelum pernah mendapatkan seseorang yang pas untuk ku jadikan murid, hingga akhirnya suatu ramalan mengatakan bahwa aku akan memiliki murid yang sangat hebat, dia adalah putra terakhir dari penguasa alam" ucap Pria itu .


"Ratusan tahun itu sungguh sangat lama ,Siapa yang membuat ramalan seperti itu" Tanya Chu Tian.


"Aish kau ini sangat banyak tanya bisakah kau diam" ucap Pria itu dengan kesal.


"Hehehe aku kan hanya bertanya saja" ucap Chu Tian dengan senyum tanpa doasanya.


Chu Tian benar benar sangat penasaran bagaimana gurunya bisa tau semua itu bahkan rahasia yang ia tutupi pun gurunya bisa tau padahal mereka baru saja bertemu.


"Aku tau kau sangat penasaran tapi untuk saat ini kau belum saatnya mengetahuinya, kau akan mengerti seiring berjalannya waktu, untuk saat ini aku hanya akan memberitahumu namaku adalah cang he."Ucap pria itu yang bernama Cang He


"huft baiklah,lalu bagaiman sekarang ..?" ucap Chu Tian di sedikit tidak bersemangat karena Cang He tidak memberikan jawaban yang memuaskan.


"Apakah namaku tidak penting hingga dia tidak terlalu peduli dan malah terlihat tidak semangat" ucap Dalam hati Cang He dia ingin sekali menghajar murid barunya ini benar benar tidak menghargai perkenalannya.


"Sekarang kau kembalilah banyak yang menunggumu saat ini aku akan memberitahumu kapan kita akan berlatih" ucap Cang He dengan menjentikkan jarinya , chu tian yang ingin menjawab pun mengurungkan niatnya.


Didunia nyata Chu Tian yang tidak sadar selama sehari penuh kini mengerakkan jarinya tanda dia akan segera sadar


Chu Tian yanh sudah sadar namun masih memejamkan matanya, Chu Tian tau bahwa Chu Lizheng ada disampingnya dia pura pura masih pingsan namun siapa sangka Chu Lizheng bisa mengetahui kebohongannya.


"Aih kakak kenapa kau bisa tau" ucap Chu Tian dengan cemberut dia menjadi lebih manja dari biasany.


"adik apa kemarin kepalamu terbentur..?" Ucap Chu Lizheng dengan serius


Chu Tian lalu memegang kepalanya " Tidak" ucap Chu Tian.


"lalu kenapa kau bersikap begitu manja, hahahaha" Chu lizheng tidak bisa menahan tawanya melihat raut wajah kebinggungan adiknya.


Tawa Chu Lizheng membuat semua orang yang ada diluar ruangan langsung masuk begitu saja tanpa permisi begitupun dengan raja Chu Kai.


"An'er kau sudah sadar syukurlah, maafkan ayah aku sebagai ayah tidak bisa melindungimu malah aku yang berlindung padamu sungguh memalukan" ucap Raja Chu Kai dengan memeluk erat Chu Tian yang masih ada di ranjang milik Chu Lizheng.


"A ayah bisakah lepaskan pelukanmu aku tidak bisa bernafas" ucap Chu tian dengan terbata bata.


"eh maafkan aku " ucap raja Chu Kai dengan tersenyum canggung.

__ADS_1


Chu Tian hanya tersenyum dia melihat mata Raja Chu Kai sedikit sembab mungkin karena penyesalannya jadi dia merasa sedih.


Sambil berjalan keluar Chu tian mencoba menenangkan ayahnya.


"Ayah tenang lah aku hanya kelelahan saja dan butuh tidur, dan untuk kemarin aku hanya melakukan yang terbaik untuk melindungi keluargaku, yah meski aku gagal setidaknya aku telah mencoba" ucap Chu Tian dengan senyum ,dia merasa sedikit bersalah karena meski tidak ada korban jiwa namun yang terluka cukup banyak.


Mendengar perkataan Chu Tian semua orang disana merasa terkesan dan juga malu, bagaimana pun mereka pernah merendahkan Chu Tian dan sekarang orang yang mereka rendahkan ternyata sangat tulus menolong mereka disaat mereka dalam keadaan susah.


Semua orang yang ada disana langsung berlutut kecuali Chu Lizheng dan Raja Chu Kai yang hanya tersenyum lembut ,Chu tian bahkan sangat terkejut saat dihalaman kediaman Chu Lizheng ada begitu banyak orang.


"ehh ehh kalian apa yang kalian lakukan berdirilah aku tidak suka diberi penghormatan seperti itu" ucap Chu tian dia merasa terkejut sekaligus tidak enak bagaimanapun usia mereka semua jauh diatas Chu Tian yang belum genap ber usia empat belas tahun.


"Yang mulia mohon ampuni kami atas kesalahan kami, dan kami berjanji akan setia pada kerajaan Chu serta pangeran ketiga" ucap semua orang secara serempak.


"Sudahlah kalian semua adalah bagina dari kerajaan ini dan kalian semua adalah keluargaku , aku tidak akan mempermasalahkan apa yang sudah lalu ,itu akan menjadika pelajaran bagi kalian semua agar tidak lagi menghina mereka yang lemah. " ucap Chu Tian dengan senyuman


"Baik pangeran" ucap semua orang serempak.


"Kalian kembalilah kerumah kalian besok pagi berkumpullah dihalaman istana aku akan menyampaikan sesuatu yang penting" Ucap Chu tian dengan serius.


Semua orang mengangguk lalu membubarkan diri sambil bertanya tanya apa yang akan Chu Tian sampaikan besok pagi kenapa terlihat begitu serius.


"An'er Sebaiknya sekarang kau istirahat agar besok kau benar benar pulih." ucap Raja Chu Kai


Chu Tian hanya mengangguk, dia sama sekali tidak berniat untuk kembali berbaring tapi dia akan melakukan sesuatu untuk persiapan besok pagi.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


😴😴


__ADS_2