Pendekar Phoenix Suci

Pendekar Phoenix Suci
CH 129. Hanya bercanda..!?


__ADS_3

Ling Yue dibawa kekamar asrama milik Yin Yin, dia dipaksa membereskan kamar Yin Yin yang sebelumnya telah dibuat berantakan oleh dua teman Yin Yin .


" kalian ini seperti kurang kerjaan Saja tadi bukankah sudah rapi kenapa dibuat berantakan lagi" ucap Ling Yue.


"Kau tinggal merapikannya ulangkan kenapa begitu ribut" ucap yin yin.


" kau.. eghh lihat saja nanti" ucap Ling Yue


" heh memangnya kau bisa berbuat apa" ucap Yin Yin.


Ling yue sudah mendengar suara langkah kaki yang semakin mendekat dengan sengaja dia memecahkan Sebuah gelang Giok dan itu ternyata adalah gelang giok kesayangan Yin Yin.


" tidakkk gelang kesayanganku.. kau yaa.." teriak Yin Yin.,


Yin Yin dengan marah mengeluarkan Cambuknya dan mengarahkannya pada Ling Yue.


Ling Yue menjatuhkan dirinya dan menangis.


Tap...


Sebelum Cambuk itu mengenai Ling Yue seseorang menangkapnya.


" lepaakan cambukku, aku harus memberi pelajaran pada orang yang telah memecahkan gelang giok kesayanganku" ucap Yin Yin tanpa melihat kebelakang.


"Yin Yin....! jangan keterlaluan dengan tamu pentingkuu..!" teriak marah Huang Ta.


" pe pemimpin, tapi dia memecahkan gelang Giokku" ucap Yin Yin dengan takut, kali ini cambuknya masih ditangan Chu Tian, Chu Tian dengan marah memutus cambuk itu.


" kau berani melukai Ling Yue" ucap Chu Tiqn dengan nada marah.


setelah cambuk itu terputus Chu Tian menghampiri Ling Yue dan ling yue menyambut Chu tian dengan pelukan Ling yue memeluk erat Chu Tian seakan dia sedang sangat ketakutan.


"Apa yang dia lakukan kepadamu" tanya Chu Tian.


"Dia memintaku membersihkan asramanya dan saat aku ingin melakukannya tanpa sengaja gelang itu terjatuh" ucap Ling yue sambil berpura pura menghapus ingusnya dan itu hampir membuat Chu Tian tertawa.


"Yin Yin kau itu seharusnya menjadi contoh yang baik bagi juniormu, mulai hari ini kau dan dua temanmu diturunkan seperti Gong zu menjadi murid luar." tegas Huang Ta.


" tapi pemimpin aku..."


" jangan membantah Yin Yin" ucap Huang Ta dengan nada marah.


" Chu Tian lihatlah Tanganku terluka karena pecahan gelang itu" ucap Ling Yue dengan nada memelas.

__ADS_1


"Tunggu Apa dia adalah pangeran dari kerajaan Chu , Chu Tian" ucap Yin Yin dengan terkejut.


" tentu saja, kau pikir dia siapa" ucap Ling Yue dengan nada sombong sementara Chu Tian sibuk mengobati Tangan Ling Yue tanpa memperdulikan Yin Yin.


"Ta tapi , tidak dia yang salah dia yang memaksaku melakukan ini semua dan dia sendiri yang melukai tangannya bukan aku " bela Yin Yin.


Plak plak plak...


Tiga tamparan keras mendarat ditiga pipi murid Sekte harimau suci.


" Apa kau fikir Ling Yue akan melukai dirinya sendiri hah" teriak marah Chu Tian.


" saudaraku aku mohon maaf atas kelancangan muridku, aku akan menghukumnya karena telah melukai nona Ling Yue" ucap Huang Ta, sedangkan Ling Yue tersenyum mengejek yin yin dan teman temannya yang saat ini sedang kesakitan karena tamparan Chu Tian.


"Aku tidak berharap hal ini terus berlanjut pemimpin, ajari murid muridmu untuk menghargai tamu, maka mereka akan lebih dihargai nanti, jangan pernah menyepelekan siapaun mereka bahkan seorang pengemis juga berkesempatan menjadi tuan rumah kan" ucap Chu Tian.


" Aku mengerti saudaraku, aku pasti akan mendidik muridku lebih baik lagi" ucap Huang Ta dan diangguki Oleh Chu Tian.


"Baiklah mari saya antar ketempat anda" ucap Huang ta dia juga meminta beberapa murid nya untuk membawa yin Yin keruang hukuman.


Sampai disebuah bangunan yang cukup besar tempat mereka beristirahat.


" jika ada yang anda perlukan bisa meminta pada murid yang ada disekitar atau padaku langsung" ucap Huang Ta.


"Tidak masalah " jawab Huang Ta dengan tersenyum lalu pergi meninggalkan bangunan tempat Chu Tian berada.


Chu Tian menatap Ling Yue dengan intens.


"Sudah puas bermain main" tanya Chu tian dengan tersenyum


"Jadi kau sudah tau ya hehe" ucap Ling yue dengan senyum tanpa dosa.


"Tentu saja dari detak jantungmu saja aku tau kau tidak ketakutan" ucap Chu Tian sambil duduk disebuah kursi.


"Aku kan hanya bercanda saja" ucap Ling Yue.


"Ehem aku akan keluar mencari udara segar" ucap Shi Long dia sedari tadi hanya diam tidak ingin ikut campur urusan Dua sejoli itu.


"Shi Long bisa kau belikan kue osmatus" ucap Ling Yue dengan mengedipkan matanya beberapa kali.


"ya Baiklah" ucap Shi Long dengan ekspresi malasnya,


"Memang kau sudah lapar" tanya Chu Tian sambil melihat Ling Yue duduk dikursi sampingnya.

__ADS_1


"Tidak, tapi aku tidak akan melewatkna kelezatan ynag tiada duanya ini kan" ucap Ling Yue sambil menuangkan Secangkir Teh untuk Chu Tian.


"Terimakasih, emm ngomong ngomong kenapa kau membuat Yin Yin sampai seperti itu tadi" tanya Chu Tian.


"Dia ingin mengambilmu dariku, jadi aku beri dia pelajaran" ucap Ling Yue sambil fokus mengupas buah.


"Emm sungguh kenapa Seperti itu" tanya Chu Tian untuk mengoda Ling Yue.


"Tentu saja karena kau emmm... makan ini" ucap Ling Yue mengalihkan perhatian.


"Karena aku apa" tanya Chu Tian.


"Tidak ada, berhentilah mengodaku" ucap Ling Yue dengan wajah memerah dan Malu malu.


"Dasar kau ini, lain kali jangan seperti itu, kau punya kekuatan maka lawan mereka yang pantas kau lawan" ucap Chu Tian sambil menyentuh hidung Ling Yue.


"Emmm... tapi kan aku punya kau yang melindungiku" ucap Ling Yue dengan tersenyum menunjukkan Deretan gigi putihnya.


"lalu jika aku tidak ada bagaimana" tanya Chu Tian.


"Tidak kau akan selalu bersamaku" ucap Ling yue tanpa melihat kearah Chu Tian.


Chu tian tersenyum sambil melihat kearah Ling Yue dan memakan buah yang sudah dikupas Ling yue sebelumnya.


"kenapa kau melihatku seperti itu" tanya Ling Yue.


"Tidak ada" ucap Chu Tian mengalihkan wajahnya.


"Ah ya aku akan masuk kekamarku, jika shi long datang Katakan aku akan menemui Guru Besar dan dia harus ikut" ucap Chu Tian.


"Ya baiklah, apa kau mau makan sesuatu" tqnya Ling Yue.


"Tidak aku masih kenyang" jawabChu Tian kemuadian dia memasuki satu ruangan disana yang memang disediakan untuknya.


Chu Tian membuka kristal yang tersisa, selesai dengan kristal sembilan Warna Chu Tian melanjuutkan berlatih di Ruang Dimensi, dengan perbandingn waktu yang cukup banyak membuat Chu Tian bisa berlatih dengan tenang, dia juga menyempatkn berkultivasi dengan menyerap sumberdaya yang ada di dalam Ruang dimensinya.


Malam Itu Chu Tian keluar dari ruangannya dan menghampiri Shi Long dan mereka berdua pergi Kekediaman Guru Besar yang memang tak terlalu jauh dari bangunan yang mereka tempati, mereka membahas tentang turnamen yang akan diadakan dua hari lagi.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2