
Kay selesai dengan dokter Hendry tapi kay dibuat jengah dengan sifat dokter hendry yang semakin ngelantur.
"Ada apa dengan dokter itu, gila apa aku diapnggil pangeran" ucap Kay dengan kesal dia lalu menuju kedalam mobil dan pergi kekantor secepat mungkin karena ayahnya sedari tadi sudah menelfon.
Dikantor perusahaan Darel Company ramai orang yang ingin mengajukan diri sebagai sekertaris tuan muda terkaya dan paling tampan dinegara ini.
"Kay akhirnya kau datang juga papa kira kau melarikan diri lagi" ucap Edward dengan menghela nafas.
"tenanglah pah sekarang mari kita mulai interviewnya" ucqp kay.
" dark persilahkan mereka masuk satu persatu" perintah kay.
" baik tuan muda" ucap Dark.
Satu persatu orang mulai diinterview oleh Kay namun belum ada satupun yang membuat kay tertarik.
"kay apa yang tadi itu kurang barus untukmu" ucap edward
"Ya" ucap kay singkat
" huft anak ini" Edward hanya bisa menghela nafas panjang.
kini adalah giliran orang terakhir.
"Tuan ini adalah yang terakhir" ucap Dark.
"Bawa dia masuk" ucap Kay dengan malas.
"Kau masuklah" ucap Dark pada seorang wanita.
Kay dan wanita itu terkejut
"kau..!!" teriak mereka bersamaan.
"Apa kalian saling mengenal" tanya Edward.
"Tidak " jawab Kay dengan cepat sebelum wanita itu menjawab.
"ck dasar pria arogan" gerutu wanita itu.
"Apa kau mengumpatiku hah" tanya Kay.
"Ti tidak tuan aku tidak berani" ucap wanita itu.
" baiklah cepat perkenalkan dirimu aku sudah capek nih." ucap Kay dengan malas
"Ehem, perkenalkan namaku kaira liyana aku berumur 20 tahun dan aku lulus dari universitas star world dan aku masih belum memiliki pengalaman dalam menjadi sekertaris ak.."
"cukup, kamu diterima" ucap Kai memotong penjelasan kaira.
"Apa , benarkah terimakasih pak aku akan berkerja dengan baik" ucap Kaira dengan tersenyum.
" baiklah kau bisa kembali sekarang dan bekerja besok" ucap Kai lalu mengulurkan tangannya untuk menjabat sekertaris baru.
Kaira menjabat tangan Kay dan saat tangan kay dan Kaira bersentuhan ,ingatan ingatan Kay tentang masalalunya saat menjadi Chu Tian mulai mengalir.
"Argh" teriak Kay sambil melepaa tangannya dan memegang kepalanya.
" Kay apa kau baik baik saja kay kay kay" ucap Edward sebelum akhirnya kay jatuh pingsan.
__ADS_1
Kay membuka matanya dia sekarang berada dikamarnya.
"kay apa kau baik baik saja nak" ucap karin dengan khawatir
" Aku tidak apa apa ma hanya sedikit pusing" Ucap kay.
"Sebenarnya apa yang terjadi padamu kay" tanya Edward.
Kay terdiam dia mengingat ada seorang anak kecil yang selalu disiksa dia juga melihat berbagai kejadian yang sangat aneh.
"Ahh kepalaku" ucap kay.
" kau jangan bertanya yang aneh aneh pada putraku dia baru saja sadar" ucap karin memarahi edward.
" iya iya maafkan aku" ucap Edward.
Kay masih terdiam dia memikirkan berbagai pertanyaan di dalam fikirannya.
"sebenarnya apa ini, apakah benar kata dokter hendry jika aku seorang pangeran dan anak kecil itu memang sangat mirip denganku apakah itu aku" batin Kay.
" yasudah kay beristirahatlah, mama dan papa harus kembali kekantor ,masih ada meting yang kutunda tadi " ucap Edward
"Iya pa tenang aja deha ku udah gapapa kok" ucap kay .
Edward dan karin keluar dari kamar kay dan bergegas kembali ke kantor .
"Dimana ponselku" kata kay mencari ponselnya dan ternyata ada dimeja.
kay turun dari ranjangnya dan mengambil ponselnya dia ingin menelfon seseorang.
"Kaira kamu kemarilah aku ingin berbicara" ucap Kay
"Tapi pak kan waktu kerjaku besok" ucap kaira
"Dasar pria arogan" gerutu pelan kaira
"Apa kau mengatakan sesuatu " tanya kay.
" tidak pak aku akan datang kesana sekarang" ucap kaira.
" baguslah" ucap kay lalu menutup telefonnya.
Kay turun keruang tamu dia menunggu kedatangan kaira
" tuan apa ada yang tuan perlukan" tanya cecil seorang pembantu disana.
"Tidak kembalilah bertugas aku hanya menunggu seorang tamu Spesial" ucap Kay.
"apakah nona viola akan datang tuan" tanya cecil dengan senang.
"Aku tidak akan memangilnya kemari dia selalu menempel padaku seperti benalu aku sangat risih" ucap kay dengan kesal.
"Baiklah tuan aku akan pergi" ucap cecil lalu kembali kedapur.
Ting tong
"Masuklah" kata kay dari dalam.
Seorang wanita cantik masuk dari pintu besar nan mewah lalu menghampiri kay yang saat itu sedang duduk disofa.
__ADS_1
"Apa yang ingin anda bicarakan pak" tanya kaira.
"Jangan panggil aku pak ini dirumah bukan dikantor panggil aku kay "ucap kay tanpa meluhat kaira.
" baiklah kay apa yang ingin kau bicarakan"Tanya kaira yang mulai kesal.
"Hei hei santai dong, duduk dulu disini" ucap kay.
" gausah basa basi deh kay" ucap kaira.
" oke oke kalau gitu ikut aku sekarang" ucap kay menarik Kaira kelantai atas lebih tepatnya kekamarnya.
"Jangan macam macam ya kay" kata kaira mencoba melepaskan cengkraman tangan Kay.
"Diam lah apa kau pikir aku akan melakukan apa padamu" ucap kay.
"Yah siapa yang tau tuan muda terkaya sangat suka bermain wanita bukan" ucap kaira dengan memutar bola matanya
"ah diam lo itu udah masalalu lagian aku gaakan ngelakuin hal bejat begitu" ucap kay.
"Ha ha ha aku percaya" ucap kaira dengan mengejek.
"Sudahlah jangan banyak omong ayo masuk " ucap Kay dia sudah menahan rasa sakit dikepalanya karena ingatan ingatan terus muncul dikepalanya saat dia menyentuh Kaira.
"Duduk lah disini dulu" ucap kay dia memegang kepalanya sebentar lalu mengambil sesuatu almarinya.
"Apa itu" tanya kaira penasaran.
"seruling, dokter hendry yang memberikannya padaku dia bilang aku adalah seorang pangeran" ucap kay.
"Puft hahahaha pangeran oi ini udah abad ke berapa gamungkin ada pangeran disini" kaira tertawa keras.
"Lihat ini" ucap kay lalu menciptakan bola salju ditangannya apa kau bisa melihatnya.
"salju apa itu salju bagaimana kau bisa melakukan sulap itu" tanya Kaira.
"Kau adalah orang pertama yang tau tentang ini semua orang mengatakan aku berhalusinasi tapi ini benar benar nyata kan" tanya Kay.
"Bagaimana itu bisa terjadi lo jangan bercanda ya" ucap Kaira .
"Aku gaakan bercanda tentang hal kayak gini tau gak, Apa kamu inget waktu aku pingsan tadi" tanya Kay.
"ya inget lah kamu pikir aku pikun apa" ucap kaira dengan kesal.
"Aish kau ini berhentilah marah marah ,aku ingin menceritakan sesuatu." ucap Kay.
"Hemm ceritakan" ucap kaira bagai bos.
"ka.. ah sudahlah, aku binggung tentang ini setiap aku mengang tanganmu pasti difikiranku muncul seorang pangeran wajahnya mirip denganku tapi dia ada ditempat yang aku tidak tau, apa kau tau maksudnya" tanya kay.
kaira menguap seakan tidak peduli dengab cerita Kay.
Kay kesal dia lalu menarik tangan kaira dan akhirnya mereka berdua terjatuh dan kaira ada diatas Kay.
.
.
.
__ADS_1
.
.