
"Ya dia memang lemah karena belum makan apapun, namun ada satuhal lagi yang membuat dia seperti ini" ucap Lao Hei masih dengan ekspresi yang tidak meyakinkan.
"Katakan Terus terang kak" ucap Chu tian dia kesal dengan Lao Hei yang berbelit belit.
Lao hei lalu tersenyum dan memandang Chu tian.
"Kau akan segera menjadi ayah" ucap Lao Hei.
"A ayah.. kak aku tidak bercanda kan" ucap Chu Tian.
"Ya dia mengandung anakmu dan usia kandungannya baru memasuki umur dua minggu" ucap Lao Hei.
"Kau tidak bercanda kan , aku sungguh akan menjadi seorang ayah, sungguh" Chu tian masih tidak percaya dengan apa yang dia dengar, air mata kebahagiaan mengalir begitu saja dari mata Chu tian.
"Tapi kenapa Ling yue belum juga sadar" tanya Chu Tian.
"Dia akan segera sadar, kau masih menyimpan daun dewa kan, berikan itu padanya, agar Kandungannya kuat" ucap Lao Hei.
"Siapa yang mengandung" tanya Chu Lizheng yang baru saja datang.
"Kakak, aku akan segera menjadi ayah" ucap Chu Tian dengan wajah bahagia
"Jadi ling Yue..."
"Ya kakak,dia mengandung anakku" ucap Chu Tian dan Chu Lizheng langsung memeluk Chu Tian untuk mencurahkan kebahagiaannya.
semua orang yang mendengar kabar itu langsung bahagia bahkan Chu Lizheng langsung memerintahkan para pelatan dan pengawalnya untuk membagika hadiah atas nama calon keponakannya itu kepada seluruh rakyat kerajaan Chu, semua orang bersuka cita hanya Ling yue saja yang belum mengetahui apa yang terjadi.
Dikediaman Chu Tian Ling Yue mulai membuka matanya dan melihat Wajah Chu Tian yang terlihat begitu bahagia.
Ling Yue bangun dari tidurnya.
"Kenapa kau menatapku begitu, dan apa yang terjadi padaku" tanya Ling yue.
Tanpa menjawab Chu Tian lalu memeluk istrinya.
"Terimakasih" satu kata dari Chu Tian membuat Ling Yue semakin Binggung.
"Kenapa kau berterimakasih padaku" ucap Ling yue dia bahkan tidak membalas pelukan Chu Tian karena dia binggung dengan tingkah suaminya itu.
"Kau tau didalam sini ada pangeran kecil kita" ucap Chu Tian sambil mengelus perut Ling Yue.
Ling Yue terkejut bahkan dia tidak percaya diperut kecilnya tumbuh seorang pangeran kecil.
"katakan kau sedang tidak bercanda" ucap Ling yue senyum mengembang di wajahnya air mata bahagia juga mulai terurai.
__ADS_1
"Aku sama sekali tidak berbohong" ucap Chu Tian dia lalu mencium kedua pipi Istrinya itu.
"Aku akan menjadi seorang ibu" ucap Ling yue dengan bahagia, ling yue memang sangat senang dengan anak kecil dan kini dia kaan segera memilikinya sendiri.
" dan aku akan menjadi seorang ayah, berjanjilah padaku kau akan menjaga dirimu dan calon anak kita, dan aku juga berjanji padamu bahwa aku akan menjadi lebih kuat lagi agar aku bisa menjaga kalian berdua" ucap Chu tian dengan bahagia.
"Aku pasti akan menjaga Calon anak kita, aku tidak akan membiarkan apapun terjadi padanya" ucap Ling yue dan Chu Tian memeluk istrinya lagi.
Setelah mendengar kehamilan Ling yue, esok harinya orang orang mulai mengirim hadiah untuk calon bayi Ling Yue dan untuk Ling Yue, bahkan kini kediaman Chu Tian dipenuhi banyak hadiah, bahkan ada beberapa rakyat yang memberikan hewan peliharaan mereka untuk Calon Pangeran mereka, dan Chu tian menerimanya dengan senang hati.
Chu tian juga meminta banyak pelayan untuk membantunya membereskan hadiah hadiah yang ada karena dia tidak ingin istrinya bekerja keras.
"Biarkan aku membantu mereka" ucap Ling yue.
"Aku bilang tidak ya tidak, duduk disini dan aku akam mengambilkanmu makan" ucap Chu Tian.
"Aku sudah makan sangat banyak, kau mau membuatku gendut" ucap Ling yue dengan kesal.
"Sekarang yang makan bukan hanya kau saja namun juga calon anak kita, jadi kau tharus makan banyak, lagi pula walaupun kau gendut aku masih akan mencintaimu" ucap Chu Tian dengan tersenyum.
"Jangan berulah lagi" ucap Ling yue dengan tersenyum malu karena diruangan itu ada begitu banyak pelayan .
"Pangeran yang mulia memanggil anda dan Tuan putri untuk makan siang bersama" ucap pelayan dengan hormat.
"Baiklah aku akan kesana, kau bisa memabantu mereka jika tidak ada pekerjaan" ucap Chu Tian dia lalu mengendong istrinya ala Bridal style.
"memang kenapa aku tidak ingin istri dan calon anakku kelelahan" ucap Chu Tian.
"Astaga tempatnya tidak jauh lagi pula aku masih sangat kuat, perutku belum terlihat besar saat ini" ucap Ling yue.
" biarkan saja" ucap Chu Tian dia bahkan terlihat sangat membanggakan istrinya didepan para pengawal dan pelayan.
Sementara Ling Yue terlihat sangat malu.
"Turunkan aku atau aku tidak akan makan sesuap pun" ucap Ling Yue.
"Aku yang akan menyuapimu" ucap Chu Tian
"Kumohon turunkan aku" ucap Ling yue dengan kesal bahkan ia memukul dada Chu tian.
"Tidak mau" ucap Chu Tian.
"Baiklah aku akan berteriak " ucap Ling yue.
"Teriak lah sepuas hatimu aku suamimu" ucap Chu tian sambil menatap ling Yue dengan tersenyum manis.
__ADS_1
Ling yue kehabisan akal, dia benar benar merasa malu karena dilihat begitu banyak orang.
"Kau tau wanita hamil itu harus banyak berjalan jalan juga, dia tidak boleh terlalu lama beristirahat juga karena itu sangat tidak baik" ucap Ling yue .
" benarkah" tanya Chu Tian.
"Emm benar maka turunkan aku, lagi pula sebentar lagi kita sampai kan" ucap Ling Yue akhirnya Chu Tian menurunkan Ling yue tapi tetap memegang tangan Ling yue takut jika Ing yue terjatuh.
"Oh ayolah aku bukan bayi yang baru belajar berjalan" ucap Ling yue.
"aku hanya melindungi mu agar tidak terjatuh" ucap Chu Tian.
"Aku bahkan masih sangup berlari seperti biasanya" ucap Ling Yue.
"Aku percaya padamu, tapi aku tidak ingin mengambil resiko" ucap Chu Tian.
" Terserah kau saja" ucap Ling Yue yang kini pasrah dengan Tingkah Chu Tian yang berlebihan, dia tentu paham dengan keadaan Chu Tian yang sangat menghawatirkan anak pertamanya, bagaimanapun Sekarang Ling yue dan calon anak mereka adalah dunia bagi Chu tian.
Di ruang makan semua orang telah menunggu Ling yue dan Chu Tian, mereka juga mengucapkan selamat pada Chu Tian dan Ling yue.
"Wah wah dua pangeran kecil akan segera hadir dikerajaan Ini" ucap Zaein.
"Tentu saja, bahakan anakku tidak perlu waktu lama untuk mendapatkan adik" ucap Chu Lizheng.
"Dan Aku juga berharap putraku kelak memiliki Cinta sebesar ayahnya untuk adik adiknya kelak" ucap Han Ying.
"Tentu saja dia akan sepertiku" ucap Chu Lizheng.
"Emm tentu saja, kakak adalah yang terbaik, dan aku pastikan pangeran mahkota kerajaan Chu Akan memiliki kekuatas seperti pamannya karena aku sendiri yang akan mengajarinya" ucap Chu Tian sambil tersenyum.
"ide yang bagus" ucap Chu Lizheng sambil tertawa.
"Kerajaan Chu Pasti akan lebih makmurdan berjaya setelah para penerus kerajaan Lahir" ucap Xiao Feng.
"seluruh kekayaan, kejayaan dan kekuatan kerajaan Chu Pasti akan bertambah saat mereka lagir kelak" ucap Lao Hei.
mereka semua sangat bahagia dengan hadirnya calon pangeran mahkota kerajaan Chu Dan penerus dari tiga alam dari Klan Jhin didaratan Suci.
.
.
.
.
__ADS_1
.
mon maaf di percepat karena sudah kehabisan ide :(