Pendekar Phoenix Suci

Pendekar Phoenix Suci
CH 128. Aku Tidak bertanya..!


__ADS_3

"Tidak mungkin hewan iblis sudah tersegel ratusan tahun lalu didunia bawah" ucap.Shi Long.


"Ini mungkin saja terjadi, Sekitar lima tahun lalu dibenua timur mendapat serangan dari binatang iblis kemungkinan besar ada beberapa yang menyebar keseluruh benua untuk bersembunyi dan memberikan informasi pada ratu mereka" ucap Chu Tian.


"Tunggu jadi binatang iblis memiliki ratu" tanya Huang ta dengan serius.


"Tentu saja bahkan mungkin Ratu mereka jauh lebih kuat dari orang paling kuat dibenua ini" ucap Chu Tian.


"Kenapa bisa seperti itu" tanya Huang Ta dia mengambil segelas anggur dan meminumnya


"Karena dia adalah seorang dewi" ucap Chu Tian dan Itu membuat Huang Ta menyemburkan Kembai Anggur yang dia minum.


"ka kau serius" tanya Gong zu Yang juga ikut terkejut.


"Tentu saja memang apa yang membuatmu meragukanku" ucap Chu Tian sambil memakan kue milik Ling Yue yang berhasil membuat Chu Tian mendapat pelototan tajam dari Ling Yue.


"Aku akan membelikanmu lagi nanti" bisik Chu Tian dan itu membuat Ling Yue tidak jadi marah.


"Tapi Pange.. huft Saudara Tian siapa yang memberitaumu tentang ini" tanya Huang Ta.


"Seorang temanku, dia adalah seorang jenius dan pendekar hebat" ucap Chu Tian


"Jadi Apa yang harus kita lakukan sekarang, kita tidak mungkin bisa mengalahkan seorang dewi kan" ucap Huang Ta.


"Memang Tidak tapi aku punya solusi yang lumayan" ucap Chu Tian dengan santai.


"Dia bisa sesantai itu padahal dunia bisa hancur kapan saja" batin Huang Ta.


"Aku Tidak sesantai yang kau kira pemimpin, aku juga memikirkan banyak hal kau tenang saja" ucap Chu Tian dengan tertawa kecil yang membut Huang Ta terkejut.


"Ee ituu.."


"Lupakan tentang ini, katakan padaku kenapa kau menginginkan Jinfu" tanya Chu Tian masih dengan sikap santainya.


"Huft aku akan jujur padamu, Dua hati lagi di sekte harimau Suci kami akan diadakan turnamen antar sekte dibenua barat, namun syarat utama adalah beast Spirit Harimau suci harus ada disana sebagai tanda bahwa kami menyambut dan menghormati tamu dengan Baik tanpa harimau suci Kami dianggap menghina tamu karena tidak menyambut dengan layak" jelas Huang Ta.


"Turnamen kenapa harus sepeeti itu sangat aneh" ucap Chu Tian.


"Memang ini adalah tradisi dari dulu bahkan setiap sekte pasti akan membawa beast spirit kebanggan mereka dan menunjukkannya diawal Turnamen" ucap Huang Ta.


"Aku merasa mereka hanya ingin pamer saja" celetuk Shi Long.


Chu Tian menggelangkan kepalanya pelan sbil melihat Shi Long.


"Lalu jika Kalian Tidak memiliki lagi Harimau Suci kenapa menyetujui turnamen itu" tanya Chu Tian.


"Saat Itu guru besar sedang bermeditasi kami tidak bisa membicarakannya padanya dan kami menyetujuinya tanpa berunding dengan Guru besar, namun saat Guru besar selesai bermeditasi dia mengatakan bahwa Harimau Suci Telah menghilang bahkan dia juga telah mencarinya namun sama sekali tidak ada jejak yang ditinggalkan harimau suci" jelas Huang Ta.

__ADS_1


"Aku akan membantumu tapi ada satu syarat" ucap Chu Tian.


"Tapi pangeran bukankah kita harus.." Chu Tian mengangkat tangannya sebelum Shi Long menyelesaikan perkataannya .


"percayalah padaku, lagi pula Aku masih menunggu seseorang " ucap Chu Tian dengan Senyum.


"Apa syarat yang anda beeikan " tanya Huang Ta.


Chu Tian tersenyum sambil memandang Huang Tu dan mengatakan apa syaratnya, mendengar Syarat yang diberikan Chu Tian Huang Ta dan Gong Zu Terkejut namun mereka tetap menyetujuinya demi nama baik sekte mereka.


Pada Akhirnya mereka semua pergi kesekte Harimau suci, perjalanannya tidak terlalu jauh dan dalam waktu singkat mereka sampai kesekte Harimau Suci.


Disekte harimau suci semua orang menyambut dengan baik.


Seluruh murid wanita berteriak histeris melihat ketampanan Chu Tian, dan Murid pri terpesona dengan kecantikan Ling Yue.


"Astaga apakah dia seorang dewa aku i gin menjadikannya suamiku" ucap Seorang murid wanita.


"Kau tidak lihat ya wanita disampingnya itu sepertinya kekasihnya" Ucap Teman dari wanita itu.


"Tenang saja Aku akan mendapatkan wanita itu dan kau sisanya" ucap Murid pria yang tergila gila dengan paras cantik Ling Yue.


Chu Tian mendengar semua perkataan murid murid itu namun dia tak menghiraukannya.


"Silahkan Masuk Saudaraku ,tunggulah disini sebentar aku akan memanggilkan Guru Besar" ucap Huang Ta.


"Eh Pemimpin sekte bolehkan aku berkeliling sekte ini" ucap Ling Yue.


Huang Ta memanggil muridnya yang bernama Ji gia dia adalah murid yang baik dan juga cukup pandai disekte.


"Ji Gia tolong ajaklah Nona inj berkeliling, cobalah untuk membuatnya terhindar dari masalah" pinta Huang Ta.


"Baik Pemimpin" jawab Ji gia.


"Maaf Merepotkanmu pemimpin" ucap Chu Tian.


" tidak masalah saudaraku, kalu begitu aku permisi sebentar." ucap Huang Ta.


Huang Ta meninggalkan Chu Tian dan Shi Long Disebuah Ruangan yang cukup besar dengan meja besar ditengahnya, tempatnya bisa dibilnag seperti Ruang Rapat.


Sementara disisi Ling Yue berjalan dengan Anggunya mengelilingi sekte yang sangat besar itu.


"Bukankah ini lebih dari indah untuk disebut sekolah" ucap Ling Yue.


"Nona apa itu sekolah" Tanya Ji Gia.


"Em masudku sekte ini sangat indah " ucap Ling Yue

__ADS_1


"Sebenarnya disekte ini ada sebuah taman yang dipemuhi dengan pohon persik dan kebetulan buah persik saat ini sedang berbuah apakah nona ingin melihat kesana" tanya Ji Gia.


"Sungguh, tentu saja, ayo kita kesana" ucap Ling Yue.


Mereka berdua berjalan menuju taman persik, aroma bunga pesik yang harum dan sedikut manis menambah kesegaran udara disana.


"Belum sampai saja aromanya sudah sangat harum" ucap Ling yue.


"Anda benar nona buah persik disini adalah yang terbaik guru besar sendiri yang menanamnya" jelas Ji Gia.


"Ohoho lihat lah siapa yang disini" ucap Seseorang dari belakang


"yin yin kali ini saja jangan mengangguku" ucap Ji Gia.


"Cih siapa juga yang mau menganggumu, aku hari ini sedang ingin berurusan dengan wanita ini" ucap Yin Yin sambil tersenyum sinis bersama dua teman yang ia bawa.


"Oh bergitukah, apa yang anda inginkan dariku" tanya Ling Yue dengan tersenyum, dia masih mencoba ramah.


"tidak usah sok anggun seperti itu, kau bukan seorang putri disini" ucap yin yin dengan Sinis.


"Yin Yin sopanlah pada tamu kita" ucap Ji Gia yang ingin melamgkah kearah Yin Yin namun dihentikan Ling Yue.


Ling Yue membisikkan sesuatu kepada ji Gia.


"Tapi Nona bukankah itu terlalu berbahaya" tanya Ji Gia


"Tidak kau pergilah biar aku yang mengurusnya" ucap Ling Yue dengan tersenyum


"Hoho jangan sok berani, disekte ini akulah yang palong cantik dan hebat, dan karena adanya dirimu semua orang menjadi memandangmu dan mengagumimu" ucap Yin Yin dengan mengepalkan tangannya.


"Aku tidak belajar disini dan aku tidak bertanya siapa kau disini, aku disini hanya sebagai tamu untuk aa kau iri" ucap Ling Yue.


"Kau bilang aku iri denganmu Hegh Tidak mungkin... ah ya sebagai tamu kau harus menghargai tuan rumah bersihkan kmar asramaku" ucap yin yin.


"Kamar kau yang menempati kenapa aku yang membersihkan" tanya Ling Yue.


"Menurut saja, jika tidak aku akan membuat mu mencoba cambuk petirku" ucap Yin Yin.


Ling Yue merasa kesal tapi dia ingin membuat hukuman Yin Yin lebih sepadan jadi dia hanya menurut.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2