Pendekar Phoenix Suci

Pendekar Phoenix Suci
CH 185. Muka Dua..!!


__ADS_3

Jhin Tian lalu pergi kesuku api bersama Qing Se, sementara yang lainnya menunggu diperbatasan.


"Pangeran sebaiknya kita waspada ada beberapa orang suku api telah mengintai kita" ucqp Qing se sambil terus berjalan.


"Tenanglah aku sudah menyadarinya dari awal, lagi pula kita kemari untuk damai jadi biarkan saja mereka selama tidak menganggu kita." ucap Jhin Tian dan diangguki oleh Qing Se.


mereka perlahan mendekati istana yang tampak mengerikan dengan nuansa merah dan Hitam dengan kawah lava disekitarnya menambah kengerian dari istana itu, istana itu juga dibangun tepat diatas lava panas.


"Pangeran apa kau tidak masalah jika masuk kesana" ucap Qing Yu saat di depan gerbang istana itu.


"Aku juga pemilik elemen api kau tidak perlu menghawatirkanku Qing se" ucap Jhin Tian.


mereka berjalan mendrkati penjaga gerbang, penjaga itu langsung menodongkan Senjatanya.


"Siapa kau berani beraninya memasuki kawasan istana api..!" teriak marah Penjaga itu.


"Aku jhin Tian putra mahkota kerajaan Es datang kemari untuk mengajukan tawaran damai krpada yang mulia Dewa api" ucap jhin Tian.


pengawal itu semakin waspada, apalagi Jhin Tian mengatakan bahwa ia adalah pangeran mahkota dari kerajaan Es yang sudah dianggap sebagai musuhnya sendiri.


pengawal itu saing oandang lalu menyerang Jhin Tian , jhin Tian menghindari setiap serangan tombak dari para pengawal itu, lalu Jhin Tian menendangnya hingga terpental ke belakang .


pengawal itu jatuh tepat dibawah kaki seorang pria .


Pria itu memandang prajurit yang terjatuh lalu memandang Jhin Tian.


"Biar kutebak kau adalah pengeran mahkota Jhin Tian yang baru saja kembali" ucap Pria itu.


"Terimakasih atas perkenalannya" ucap Jhin Tian .


"Cih.. ada urusan apa kalian kemari" tanya Pria itu dengan arogan.


"Apakah kerajaan Api tidak memiliki sopan santun dengan membiarkan tamu berdiri didepan gerbang" ucap Jhin Tian.


"Aku tidak butuh omong kosongmu, jhin Tian aku pasti membunuhmu" ucap Pria itu Bersiap menyerang.

__ADS_1


"Tenanglah pangeran Api, aku datang dengan damai, biarkan aku menemui Dewa api dan menawarkan apakah dia ingin benda ini" ucap Jhin Tian sambil mengeluarkan Dua benda yang ingin ia tawarkan, dia hanya mengeluarkannya sebentar lalu kembali memasukkannya.


"I ituu... pangeran mahkota maafkan aku, mari masuk aku akan membawamu menemui yang mulia" ucap pangeran api yang tiba tiba menjadi sangat baik.


"Dasar muka dua" kesal Qing Se sementara Jhin Tian hanya tersenyum.


mereka memasuki istana hawa panas pun terasa , disingga sana seorang pria dengan Ekspresi yang menyeramkan duduk sambil menatap Pangeran api dengan tajam.


"Aku memintamu untuk menjaga keamanan istana, kenapa kau membawa mereka kemarii...!!" suara jeras mengelegar keseluruh istana.


"Mohon ampuni hamba yang mulia, dia adalah pangeran mahkota kerajaan Es..."


"Aku tidak bodoh, aku tau dia siapa yanga ku tanyakan kenapa kau membawanya kemari...!" kemarahan Dewa api semakin mengelegar lava meletup letup mengikuti kemarahan sang dewa, Pangeran Api berlutut dan memohon ampun.


"Salam yang mulia, hamba memang pangeran dari suku Es namun hamba kemari dengan tawaran damai" ucap Jhin Tian.


"Tawaran apa yang kau maksud" tanya Dewa api dengan penasaran


"aku hanya ingin anda mengirim salah satu putra atau putri anda untuk ikut bersamaku, kami harus membuka segel dari tiga dunia" ucap Jhin Tian dengan santai.


"Hahaha jhin Tian, apa kau fikir aku ini bodoh, aku tidak akan sebodoh itu dengan membantumu membuka segel tiga dunia" ucap Dewa api dengan tertawa keras.


"Ayah, aku setuju dengannya, ayah tidak akan rugi ..."


"Diammm..." teriak Dewa api kepada putranya.


"Dewa Api kau akana mendapatkan Dua hadiah istimewa dari kami dan ya jika anda mengirim salah satu putra atau putri anda dalam hal ini maka anda akan mendapat kehormatan karena telah membantu Daratan suci yang sedang dalam krisis, dan anda juga akan dipuji karena ikut ambil bagian dalam penyatuan Tiga dunia, bukankah dengan itu anda akan mendapat banyak keuntungan" ucap Qing se menjalankan siasatnya.


Dewa api berfikir cukup lama . dia berfikir untuk mengirim Muo sie anak perempuannya namun dia juga tidak ingin rugi meski Muo Sie buaknlah anak kesayangannya namun dia tidak ingin Rugi.


"Apa yang kau tawarkan untukku" tanya Muo Xi atau dewa Api.


"Aku hanya mempunyai sesuatu yang kurang berharga bagiku tapi mungkin akan berguna untuk anda yang mulia" ucap Jhin Tian sambil mengeluarkan sebuah bola dan Sebuah Guci.


Muo Xi melotot dia tak pwrcaya apa yang ditawarkan oleh Jhin Tian, dua benda itu adalah benda paling langka diistana Api.

__ADS_1


"Bola ini aku dapat dari kakek leluhur anda tentu tau apa kegunaannya, didalam bola itu juga masih ada sedikit energi leluhur suku api bukankah anda juga merasakannya, jadi Bagaimana yang mulia" tanya Jhin Tian dengan tersenyum.


"Ya, ya pangeran aku menyetujuinya, ehem bukankah aku juga tidak rugi, tapi aku hanya akan mengirim putriku Muo Sie untuk membantumu" ucap Muo Xi


"Kurasa itu pertukaran yang cukup adil yang mulia, Terimakasih atas kebaikan anda" ucap Jhin Tian lalu menaruh kedua benda kenampan yang beralaskan kain merah yang dibawa oleh pelayan Suku Api.


Dewa api meminta pelayan itu untuk membawakannya benda itu kehadapannya, Dewa Api mengamati kedua benda itu sambil tertawa .


"Hahahha kedua benda ini asli, aku sunghuh tidak menyangka pangeran mahkota Tiga dunia memiliki benda benda ini, kali ini aku berterimakasih padamu hari ini, tapi mungkin tidak untuk lain kali" ucap Muo Xi dengan sentum sinis.


"Aku sudah cukup tersanjung dengan ini yang mulia, jika tidak ada masalah lagi hamba mohon undur diri" ucap Jhin Tian dengan tersenyum


"Hahahhaha aku suka sikap mu itu pangeran, pergilah sampaikan pada ayahmu bahwa aku taka kan membiarkannya duduk disinggasana tiga Dunia lebih lama lagi" ucap Muo Xi.


"Pasti akan hamba sampaikan salam yang berharga dari yang mulia" ucap Jhin Tian masih dengan senyumnya.


"Muo Fi antar mereka keluar" perintah Muo xi Pada pangeran Api


"Akan hamba laksanakan ayahanda" ucap Muo Fi.


Jhin Tian keluar dari istana Api itu.


"Aku tidak tau anda bisa berbicara semanis itu pangeran" ucap Qing Se.


"pamanku pernah berkata padaku bahwa seorang oangeran harus bisa melakukan apapun jika dibutuhkan" ucap Jhin Tian.


"itu memang benar, bahkan kadang siasat licik juga diperlukan untuk menghadapi orang yang licik pula" ucap Qing Se dan diangguki oleh Jhin Tian.


mereka lalu berjalan menuju perbatasan mengampiri teman temannya yang sudah menunggu mereka .


.


.


.

__ADS_1


.Kadang ide suka lancar kadang ide macet ditengah jalan ╥﹏╥


.


__ADS_2