
mereka semua makan direstoran mewah disana dengan penuh canda tawa, Kemudian mereka juga mendapatkan penginapan yang mewah didesa itu, mereka bagaikan kembali kekerajaan mereka dimana mereka dihormati dan diberikan yang terbaik.
Dipenginapan mereka duduk bersama dengan Teh yang menemani mereka.
"Aku Tidak menyangka tempat inj sungguh sangat luar biasa" ucap Jhin Le.
" benar Sekali bahkan aku merasa seperti berada dirumah sendiri" ucap Qi Sau.
"Yang kutau para penduduk disini sangat ramah dan menyenangkan" ucqp Huang Tei.
"Entah mengapa aku seperti lupa akan sesuatu, tapi ayolah lebih baik kita nikmati ini" ucap Yan Sha.
" Kau tau aku sedari tadi juga memikirkan apa yang kulupakan, " ucap Jhin Tian.
" Kalian ini masih sangat Muda tapi sudah pelupa" ucap Jhin Le sambil tertawa.
mereka semua ikut tertawa lalu kembali berbincang bincang dan kembali bersendau gurau melupakan tujuan sesuangguhnya.
Malam Itu mereka semua terlelap kecuali Jhin Tian yang masih memikirkan apa yang ia lupakan.
"Sebenarnya apa yang kulupakan seperti sesuatu yang penting, arggh kenapa aku tidak memgingatnya" teriak Frustasi Jhin Tian Dia membanting Tubuhnya dikasur dan memejamkan matanya untuk menenangkan diri.
Saat matanya terpejam dia seperti teringat akan sesuatu.
"Astaga, Bagaimana bisa aku melupakan hal sepenting itu, aku harus mengatakan ini pada Jhin Le" ucap Jhin Tian dia bergegas kekamar Jhin Le, dia mengetuk cukup lama hingga akhirnya pintu Terbuka.
"Jhin Tian aa yanga kau lakukan ditengah malam begini" ucap Jhin Le dengan wajah mengantuk
"Ada hal penting yang harus kukatakan" ucap Jhin Tian.
"Selarut ini..? Pergilah katakan itu besok" ucap Jhin Le sambil menutup Pintu.
"Tapi Jhin le.. Huft terserah kau saja" ucap Jhin Tian lalu kembali Kekamarnya.
"MungKin Jhin Le benar sebaiknya aku mengatakannya besok" ucap Jhin Tian lalu membaringkan tubuhnya dan m3ncoba untuk tidur.
Pagi Hari Suasana Hangat menyelimuti para pangeran dan Putri Itu.
Pagi Itu sarapan sudah tersusun rapi dimenja makan, Aroma lezat tercim oleh para Pangeran Dan Putri Itu.
Seperyi dikerajaan Mereka, Semua keperluan mereka telah disiapkan dan para pelayan yang membantu mengenakan Pakaian pun telah tersedia. Setelah semua selesai bersiap mereka menuju Ruang Makan.
__ADS_1
"Ahhh rasanya tubuhku sangat segar setelah mandi" ucap Yan Sha.
"Kau Benar, aku bahkan merasa seperti di rumahku sendiri" ucap Muo Sie.
"Aku akan makan sepuasnya hari ini" ucap Gi Kung.
"Kau ini makan saja terus" ucqp Muo Sie sambil tersenyum bercanda.
"Tuan Putri Muo Sie jika kau ingin makan banyak juga boleh benarkan" ucap Huang Tei lalu melihat kearah Salah satu pelayan.
"Benar yang mulia, semua makanan disini khusus untuk anda semua" ucap Pelayan Itu dengan senyum manis.
Saat Mereka akan mulai makan semua pelayan pergi hilang entah kemana.
"Jangan Makan" ucap Jhin Tian saat Melihat Gi Kung sudah hampir memasukkan makanan itu kemulutnya.
"Ada apa pangeran apa ada masalah" tanya Gi Kung.
"Yu Nan apa kau membawa pendeteksi racun" tanya Jhin Tian dengan pelan.
"emm aku selalu membawanya" ucap Yu Nan sambil mengangguk dia juga mengerti apa yang harus dia lakukan.
mereka yang melihat itu terkejut Seketika menareka menaruh makanani itu kembali.
"Ini Racun Yang sangat ganas aku tidak akan mampu menahannya, racun ini membuat kita kehilangan kesadaran Dan Terjebak dalam alam mimpi" ucap Yu Nan.
"Alam Mimpi apa itu sama seperti Ramuan Mimpi" tanya Jhin Tian.
"Tidak pangeran, Ramuan mimpi Hanya bekerja selama Lima samapi sepuluh tahun saja sedangkan Racun ini Dapat membuatmu terjebak selama lamanya, dan Satu satunya cara Adalah memasuki mimpi dan membujuknya kembali kedunia nyata, didalam mimpi mereka seperti hidup dalam dunia yang mereka impikan dan itu yang membuat mereka sulit kembali" jelas Qing se
Sebagai pangeran dari suku mimpi dia tentu tau tentang ini, tapi tak bisa dipungkiri racun kali ini memabg sangat berbahaya bahkan Sang pangeran Suku Mimpi akan sangat kewalahan .
"Siapa Yang menaruh racun itu didalam makanan kita dan apa tujuannya" tanya Qi Val.
"Untuk mengetahuinya kita harus berpura pura tertidur, dan ya ingat tujuan kita kemari adalah untuk membuka segel penghubung tiga dunia Bukan yang lainnya" ucap Jhin Tian.
"Aku bahkan lupa tentang itu" ucap Huang Tei.
"Sekarang bukan saatnya kita membahas itu, orang orang itu sudah kembali" ucap Jhin Tian Dia Duduk dengan posisi mata terpejam bagai orang Yang sudah terhanyut dalam mimpi begitupun dengan yang Lain.
"Hahaha sudah kuduga para pangeran Dan Putri ini sangat tamak akan kekuasaan mereka merasa berada dikerajaannya sendiri sehingga Tidak menyadari bahwa aku akan menjadi penghalang Tujuan mereka" ucap Seseorang, dari suaranya dia adalah seorang laki laki.
__ADS_1
"Lalu apa yang akan kita lakukan pada Mereka yang Mulia" tanya Seorang pelayan.
"Bawa Mereka kekamar utama Besok kita akan membawanya pada Dewa agung Dan Mempersembahkan Mereka , dan Kita akanmendapat kekayaan dan Kekuasaan Yang Luar biasa hahahaha" ucap Orang itu Dengan tertawa keras.
Jhin Tian Dan Yang lainnya dibaringkan Disatu Ranjang Yang Sama, Saat Orang orang itu selesai mereka mengunci pintu dari Luar, Mendengar pintu telah terkunci Mereka membuka mata dan mendapati tubuh mereka terikat.
"Siapa Pria tadi kenapa dia ingin menjadikan kita sebagai tumbal" ucap Huang tei.
"Aku tidak tau tapi yang pasti dia adalah penjaga pintu Keempat " ucap Jhin Tian dengan yakin.
"Jika begitu kita Harus mengalahkannya" ucap Jhin Le.
"Kita harus mencari cara untuk mengalahkannya kulihat dia sangat licik" ucap Qi Val.
"Aku punya satu Rencana, " Ucap Jhin Tian.
Jhin Tian lalu membisikkan rencananya, Dia memastikan Semuanya mengerti karena salah satu langkah saja mereka akan tertangkap, bahkan mereka harus benar benar terlihat seperti orang yang tertidur pulas tanpa gerakan sedikitpun.
"Aku Mengerti, Aku pasti akan melakukan Yang terbaik" ucap Yan Sha dan Diangguki oleh semuanya.
"Bagus aku harap rencana ini akan berjalan dengan lancar," ucap Jhin Tian.
"Tapi Bagaimana Jika orang itu telah bersiap dengan Banyak perangkap" ucap Jhin Le.
"Kita gunakan kekuatan Gi Kung Untuk menerobos perangkap itu dan menjalannkan Rencana kita" ucap Jhin Tian.
"Baiklah sepertinya ini satu satunya cara" ucap Qing Se.
"Memang tidak ada cara lain selain memakai cara ini, sebaiknya kita bersiap sepertinya orang itu datang kembali untuk memeriksa keadaan kita" ucap Jhin Tian.
Dia mendengar suara langkah kaki menuju Ruangannya, Jhin Tian dan Yang lainnya Langsung bersiap memejamkan matanya, bahkan kadang mereka akan berpura pura mengigau, dan itu membuat sang pria yang meracuni mereka tersenyum Tipis.
.
.....
.
.
.
__ADS_1