Pendekar Phoenix Suci

Pendekar Phoenix Suci
CH 247. Palsu


__ADS_3

"Diaa , kau akan tau jika saatnya tiba" ucap Orang itu


Dia lalu berjongkok untuk memeriksa denyut nadi Xuan.


"Aku belum memperbolehkanmu untuk...mmmmm" orang Itu geram dia langsung membungkam mulut pangeran Liyan dan mengikatnya.


Orang itu melanjutkan pemeriksaanya terhadap xuan.


Dahinya mengkerut, wajahnya penuh kekhawatiran.


Dia beranjak lalu mendekati Liyan dan membuka penutup mulutnya.


"Apa sebelum pertandingan itu putri Xuan sempat memakan atau meminum sesuatu" tanya Orang itu.


"Y ya tapi para guru dan tetua telah memeriksa semuanya dan tidak ada apapun.


" putri Xuan terkena racun pembeku" ucap Orang itu.


"Ra racun.. Lalu bagaimana apa paman punya obatnya, aku mohon sembuhkan Xuanku aku mohon paman" ucap Liyan dengan air mata yang telah membasahi pipinya.


" untuk saat ini aku memang tidak punya obatnya tapi mungkin pangeran punya" ucap Orang itu yang tak lain adalah Fu Cang.


"Ah tunggu, mungkin Raja Chu Mempunyainya" Fu Cang memandang Liyan.


"Aku akan segera kembali, jangan biarkan siapapun masuk" ucap Fu Cang.


"Tapi.."


"Aku akan menjemput ayahmu, ssh terlalu lamban dengan kereta kuda itu" ucap Fu Cang lalu menghilang dari hadapan Liyan.


Liyan tertegun sesaat sebelum Akhirnya.


"Paman kau belum melepaskankuu" teriak Liyan.


Fu Cang Muncul kembali.


"Ah iya maaf aku sedikit pelupa" ucap Fu Cang yang kemudian melepas Liyan dan kembali pergi.


Ditempat Chu Lizheng berada kereta kuda tiba tiba berhenti secara mendadak.


"Ada apa ini" ucap Chu Lizheng.


" maaf yang mulia ada seorang pemuda menghalangi kereta" ucap seorang pengawal.


" Cih siapa yang berani menganggu perjalananku, aku benar benar harus cepat sampai, aku harus segera menemui Xuan" ucap Chu Lizheng.


"yang mulia biar aku yang memeriksanya" ucap zaein yang saat itu ikut bersama Chu Lizheng


Zaein melompat keluar dari kereta dan berdiri tepat dihadapan Fu Cang


"siapa kau, minggir dari jalan kami" ucap Zaein.


"Huh aku lelah menunggu kalian di sekte, kalian terlalu lambat, dan kau pasti zaein" ucap Fu Cang.


Zaein terkejut


"Sebenarnya siapa kau, aku merasa tidak asing dengan wajahmu" ucap Zaein

__ADS_1


Fu Cang tersenyum.


"Aku Fu Cang pengawal pribadi pangeran Jhin Tian." ucap Fu Cang.


"Apa..!?"


" Dimana Jhin Tian dimana" ucap Chu Lizheng yang juga ikut keluar dari kereta


"Aku akan menceritakannya nanti, tapi untuk saat ini, yang mulia apakah kau punya biji teratai api, putri Xuan harus segera mendapatkannya" ucap Fu Cang.


"sepertinya aku punya, tapi Apa ysng terjadi pada Xuan" tanya Chu Lizheng dengan khawatir.


" Kau terlalu banyak bertanya, kita tak punya banyak waktu" geram Fu Cang.


Fu Cang memegang bahu Chu Lizheng dan Zaein mereka langsung menghilang dari sana dan muncul di depan gerbang sekte.


Murid yang menjaga gerbang begitu terkejut bahkan sampai melongo.


"ehemm bisa aku bertemu pemimpin sekte" tanya Chu Lizheng setelah menormalkan Ekspreksi terkejutnya.


"Ah itu pemimpin sekte dia..."


"Maaf tidak menyambut anda dengan baik yang mulia" Seorang pria dengan tergesa gesa mendekati Chu Lizheng.


"hormat ketua sekte" ucap para murid.


" Yang mulia raja Maaf ssat ini pemimpin sekte sedang berada diluar, beliau sedang mencari tanaman herbal untuk menyembuhkan murid kami" ucap ketua sekte.


"Maksudmu Xuan" tanya Chu Lizheng.


"Ah anda benar, kami masih belum bisa menganalisis dengan jelas apa yang membuat Xuan begitu, dan maaf yang mulia sejak Xuan tak sadarkan diri pangeran liyan juga tak mau memakan apapun" ucap ketua sekte.


"Baik yang mulia mari ikuti hamba" ucap ketua sekte.


Mereka semua mengikuti ketua sekte.


"Huh jika bukan karna harus menyembunyikan identitas putri Xuan aku sudah masuk lebih dulu tanpa harus berbasa basi" batin Fu Cang.


"Ini Ruangannya yang mulia" ucap Ketua sekte sambil membukakan pintu.


Liyan yang saat itu berada didalam langsung menengok.


"Ayahhh..." ucap Liyan yang langsung mendekati Chu Lizheng.


"Liyan Kau baik baik saja" tanya Chu Lizheng sambil mengusap pucuk rambut putranya


"Aku tidak apa apa, tapi... Maaf ayah aku tidak menjaga Xuan dengan baik" ucap Liyan dengan menunduk sedih.


Ketua sekte mengkerutkan keningnya, bahkan para murid yang mendengar atau melihat menjadi sangat penasaran, ada hubungan apa Xuan dengan raja besar kerajaan Chu itu.


"Tidak apa apa liyan, ayah tau ini bukan salahmu, Fu Cang bagaimana" tanya Chu Lizheng.


"Seperti yang kukatakan Put... Emm Xuan terkena racun pembeku" ucap Fu Cang.


"Racun Pembeku, aku baru pertama kali mendengarnya" ucap Ketua sekte.


"Sebaiknya anda menghubungi pemimpin sekte untuk kembali, percuma saja karena semua bahan untuk membuat obat hanya ada didaratan Suci." ucap Fu Cang.

__ADS_1


"hah apa..? Tapi bagaimana mungkin itu terjadi" ucap Ketua sekte.


" apa yang tidak mungkin, racun pembeku adalah racun tingkat tinggi, dia membekukan seluruh organ secara perlahan, meski begitu didunia atas itu hanya racun tingat rendah" Jelas Fu cang.


" Tapi bagaimana Xuan bisa mendapat Racun itu" tanya ketua sekte.


"Sepertinya aku yang harus bertanya begitu"ucap Fu Cang sambil melirik, dia juga mempersiapkan Ramuan dari bahan yang sudah ada.


"A aku.. Baiklah aku akan kembali menyelidiki semuanya, tuan tenang saja" ucap Ketua sekte.


" Itu bagus" ucap Fu Cang tanpa melihat Ketua sekte, matanya terus melihat ke arah ramuan yang sedang ia buat.


"Semoga ini berhasil" ucap Fu Cang Saat Ramuan selesai.


"Raja Lizheng tolong bantu aku" pinta Fu Cang.


Chu Lizheng dengan sigap membantu Fu Cang memegang Kepala Xuan agar Xuan dapat meminum ramuan dengan baik.


Swiisshhh.....


Hap


Fu Cang Menangkap sesuatu yang terbang ke arah Xuan dan membalikkannya dengan Jarum petir yang ia buat.


"Arrrkhh....."orang itu berteriak kesakitan karna tak sempat menghindari jarum milik Fu Cang, ya orang itu tak lain adalah ketua Sekte.


"Fu Cang apa yang kau lakukan" ucap Zaein


Fu Cang tidak menjawab dia terus meminumkan ramuan untuk Xuan.


Setelah Selesai Fu Cang berbalik dan menatap dengan serius Ketua Sekte.


"Dimana ketua sekte yang Asli" ucap Fu Cang dengan tatapan tajam.


"Apa maksudmu bukankah dia yang asli" ucap Chu Lizhenh Dengan Binggung.


Fu Cang Membuka telapak tangannya yang sempat mrnangkap sesuatu tadi.


"benda menjijikan apa yang kau pegang" tanya Chu Lizheng Dengan memandang jijik.


"Aku ingat xuan pernah mengatakan ada benda menjijikkan di kamarnya, mungkinkah beda itu" ucap Liyan sambil mengingat ingat.


"Apa kau tidak melihat kekamar Xuan waktu itu pangeran" tanya Zaein.


"Tidak paman Zaein.... Aku waktu itu hanya mengejek Xuan karna malas bersih bersih...kupikir hanya kotoran biasa" ucap Liyan.


"Jadi Fu Cang Apakah ini yang menyebabkan Xuan Tak sadarkan Diri" tanya Chu lizheng.


"tidak sepenuhnya benar, dia tau identitas sebenarnya putri Xuan.... Bukan begituuuu" ucap Fu Cang Penuh penekanan.


"Hahahahha bagus jika kalian sudah tau maka aku tak akan segan Segan lagi" ucap Ketua sekte palsu.


Uhukk...uhukkk.....


Xuan yang terbatuk batuk membuat semua orang menoleh padanya..


.

__ADS_1


.


__ADS_2