
Tak Disangka Xian Dan Xuan jatuh tepat kearah portal Jhin Tian berhasil menangkap Xuan karena didorong dari belakang oleh Xian, Jhin Tian hanya berhasil menyentuh ujung Tangan Dari Xian sebelum Xian masuk kedalam portal.
"Ayahhhhh..." teriak Xian dengan wajah takut dan Khawatir
"Xiaannnnn.....!!!!" teriak Jhin Tian setelah Xian masuk kedalam portal dan portal menghilang.
"Hiks kakakk..." Xuan menangis dia turun dari gendongan Jhin tian dan berusaha mencari portal yang membawa Xian Tadi.
Jhin Tian berlutut ditanah kepalanya menunduk, sementara Dan Li Tersenyum puas, Chu Lizheng berusaha bangkit sambil memegang perutnya dia menatap Jhin Tian dengan Tatapan Yang sulit diartikan.
"Hahaha Sudah Kuduga Kelemahanmu adalah bocah bocah ini" ucap Dan Li dengan tertawa mengelegar.
Jhin Tian diam Sambil mengepalkan Tangannya, dia lalu menatap Dan Li dengan tatapan tajam, mata birunya terlihat lebih terang, wajahnya mencerminkan kemarahannya.
Kilatan petir mulai menyambar langit yang tadinya penuh dengan bintang bintang kini tertutup awan hitam angin berhembus lebih kencang.
"Jhin Tian kendalikan dirimu" teriak Chu Lizheng sambil menahan sakit diperutnya, serangan seorang prajurit dewa tentu tidak main main.
Kembali Ketempat Jhin Tian Kilatan Petir ungu mendarat ditangan Kiri Jhin Tian dan berubah menjadi sebuah pedang, Ditangan kanan Jhin Tian terdapat pedang biru dengan api disekitarnya sebuah cahaya keemasan pun muncul dibelakang kepala Jhin Tian jubahnya juga mulai berubah Asap hitam tipis juga mengelilingi tubuh Jhin Tian.
Dan Li Terkejut sampai membelalakkan matanya, itu juga terjadi pada prajurit lainnya.
"I..itu... Ti-tidak mungkin" Dan Li Tercengang tak percaya .
"Gawat" ucap Chu Lizheng, Dia cukup terkejut dengan perubahan Jhin Tian yang satu ini, selama bersama Jhin Tian dia belum pernah melihat hal ini.
"Kau boleh membunuhku asal jangan pernah sekalipun kau menyentuh anak anakku" ucapan Jhin Tian mengelegar Suaranya tampak berbeda, Aura dewa yang kuat pun menyebar membuat semua orang disekitar Hutan itu bergridik ngeri.
Bahkan para prajurit pilar Dewa Selain Dan Li dipaksa berlutut oleh aura intimidasi dari Jhin Tian.
Jhin Tian memandang Dan Li dengan Tajam , dia menodongkan pedang ditangan kirinya ke arah Dan Li.
jarak mereka cukup Jauh tapi Dan Li sudah bergridik ngeri kakinya seakan tidak mampu menopang berat tubuhnya.
"Sambaran Petir Surgawi" ucap Jhin Tian dengan suara pelan namun penuh tekanan.
Mata Dan Li membelalak dia mencoba membuat dinding Pelindung, Serangan Cepat Jhin Tian tepat mengenai Perisai Dan Li, Sayang sekali Perisai Dan Li tak cukup Kuat menahan Serangan Jhin Tian.
Krackkk.... Dan Li terkejut perisainya retk begitu cepat ia membelalakkan matanya saking terkejut akan kekuatan Jhin Tian.
"Hegh"Jhin tian tersenyum sinis sebelum akhirnya.
__ADS_1
Booommmmm.......Perisai Dan Li meledak, Melihat itu Jhin Tian tersenyum puas sebelum akhirnya dia terkejut.
"Huft hampir saja aku terlambat, seranganmu tadi bukankah cukum berlebihan hmm" Ucap Seseorang yang menhaan serangan Jhin Tian hanya dengan satu tapak tangan.
Jhin Tian Mengertakkan Giginya.
"Cih.. Dewa Shin Lie Fa" ucap Jhin Tian dengan tidak senang sementara itu semua orang selain Jhin Tian berlutut.
"Ternyata masih mengenaliku meski aku merubah penampilanku waktu itu " Ucap Dewa Shin Lie Fa.
"Berhenti mengangguku dan biarkan aku membunuh para hama itu"ucap Jhin Tian sambil menunjuk Dan Li
Tubuh Dan Li bergetar, dia ketakutan tapi dia juga sedikit lega karena dewa Shin Lie Fa ada didekatnya, tak ada seorangpun yang berani menolak keinginan Dewa Shin Lie Fa.
"Bagai manapun mereka adalah prajurit Pilar Dewa yang harus kulindungi, kau jangan gegabah seperti ini aku akan membantumu mencari jalan atas masalahmu" ucap Dewa Shin Lie Fa dengan senyum dan terlihat ketenangan dimatanya.
"Sungguh..?"Jhin Tian menaikkan Alisnya lalu tersenyum dingin.
"Kalau begitu menyingkir dari sana dan biarkan aku membunuh mereka" ucap Jhin Tian sambil bersiap melesat.
"Bagaimanapun Yang terjadi pada putramu adalah sebuah Takdir kau harus menerimanya....!!"Dewa Shin Lie Fa sedikit menaikkan Suaranya.
"Kau berkata soal takdir, maka aku katakan takdir mereka adalah mati ditanganku" ucap Jhin Tian ditengah lesatannya dia mengayunkan pedangnya menebas setiap Prajurit Pilar Dewa yang ada dengan Cepat, mereka mati tanpa tau bagaimana nyawa mereka meninggalkan raga.
Jhin Tian selesai menebas semua Prajurit dan kini Ia berhadapan dengan Dewa Shin Lie Fa. Darah menetes dari ujung pedang Jhin Tian, tatapan tajam Jhin Tian kini beradu dengan wajah tenang dewa Shin Lie Fa
"Sekarang bawa kembali putraku, Dia tak seharusnya berada ditempat itu" ucap Jhin Tian dengan serius.
"Tidak.. putramu itu sekarang tidak ada didunia itu, hah ya dia adalah putramu tentu takdirnya tidak akan semudah yang kau rencanakan" ucwp Dewa Shin Lie Fa dengan tenang dan sedikit senyuman.
Jhin Tian Mengertakkan Giginya.
"tch Siall.. apa maksudmu, katakan dengan Jelas dimana putraku.. aku bisa saja membunuhmu meski kau dewa tertinggi sekalipun" ucap Jhin Tian , ekspresinya benar benar Terlihat marah.
"sayang sekali aku tidak tau dimana posisi Putramu saat ini, tapi yang jelas bukan berada di dunia yang kau pikirkan" ucap Dewa Shin Lie Fa masih dengan sikap tenangnya.
mendengar Itu Jhin Tian mengepalkan tangannya saat ini Dia benar benar tidak tau apa yang Harus ia lakukan. Meski bagaimanapun Jhin Tian Tau kata kata Dewa Shin Lie Fa adalah suatu kebenaran.
"Aku memiliki sebuah tawaran baik untukmu, Yah setidaknya kau bisa mendapatkan beberapa informasi tentang putramu" ucap Dewa Shin Lie Fa.
"katakan dengan jelas tujuanmu" ucap jhin Tian .
__ADS_1
"Kau pasti lebih tau dari yang lain Pangeran... hah ya satu hal yang pasti kau bebas memasuki perpustakaan Langit jika kau mau tentang itu, setidaknya kau bisa mendapatkan sedikit informasi dari sana" ucap Dewa Shin Lie Fa.
"Cih.."Jhin Tian berdecih dia melirik Xuan perlahan juga prnampilannya kembali seperti semula.
"Aku akan membantumu tentang itu" ucap dewa Shin Lie Fa sambil mengangkat tangannya kearah Xuan, sinar terang mulai mengelilingi Xuan yang saat itu sedang terduduk dan menangis sejadi jadinya.
Perlahan Sinar Itu menghilang Xuan juga terlihat tenang namun tak lama kemudian Xuan Pingsan , dengan sigap Liyan memegangi tubuh Xuan yang hampir terjatuh.
"Apa yang kau lakukann...!!!" Jhin tian mengertakkan Giginya.
"Xuan" ucap Chu Lizheng pelan.
Dewa Shin Lie Fa memandang Chu Lizheng dan mengangkat tangannya dan seketika Semua luka ditubuh Chu Lizheng Menghilang.
"Aku telah menyegel Ingatan putrimu tentang Putramu, Anak sekecil itu masih tak seharusnya merasakan ini, sebisa mungkin Jangan memancing untuk mengingatnya dan selebihnya aku serahkan padamu Lizheng, aku harus membawa Jhin Tian ketempatku" ucap Dewa Shin Lie Fa.
"Tapi aku.."
"Bawa Anakmu dan gadis kecil itu ketempat yang kau tuju Tadi, sisanya terserah kau" ucap Dewa Shin Lie Fa.
"anda memang dewa Penguasa tapi tidak bisakah anda mrminta ijinku untuk itu.. dia putriku" ucap Jhin Tian marah bagaimanapun Jhin Tian Tidak ingin Putrinya tidak Mengingat apapun tentang saudaranya.
"Karna dia putrimu lah aku melakukan semua ini" ucap Dewa Shin Lie Fa sambil berbalik, sementara Jhin Tian menatap Punggung Dewa Shin Lie Fa dengan tatapan Rumit.
"Jangan Menatapku seperti itu, Sebaiknya kita bergegas" Ucap Dewa Shin Lie Fa tanpa Menoleh perlahan Tubuhnya dan Tubuh Jhin Tian mulai menghilang.
"kakak maaf Merepotkanmu" ucap Jhin Tian sebelum tubuhnya sepenuhnya menghilang
Chu Lizheng mengangguk, dia menatap tempat dimana Jhin Tian dan Dewa Shin Lie Fa menghilang
"Seberapa lama pun aku bersamamu, sepertinya aku tidak akan pernah mengerti apa yang kau rencanakan, kuharap Kau baik baik Saja.... Huh Liyan kau baik baik saja nak" Tanya Chu Lizheng.
"Emm tapi Xuan dia..."
"Tidak apa apa, ayo kita lanjutkan perjalanan, setelah ini berjanjilah pada ayah bahwa kau akan Melindungi Xuan seperti Xian, dan jangan sekali kali kau mengungkapkan identitas asli Xuan apa kau mengerti" Ucap Chu Lizheng sambil menatap serius putranya.
"Aku berjanji ayah" ucap Liyan dengan mantap Dia menatap Xuan yang masih mrnutup matanya.
"Aku pasti melindungimu apapun yang terjadi" batin Liyan Mantap.
.
__ADS_1
.
.