Pendekar Phoenix Suci

Pendekar Phoenix Suci
CH 156. Ada Apa...?


__ADS_3

mereka semua terus membahas apa yang akan terjadi dana kan mereka lakukan, para pelayan juga sibuk menghidangkan makanan dan minuman untuk para raja dan pangeran.


Hari sudah semakin siang matahari semakin terik bersinar, para Raja dan pangeran mulai bersiap untuk kembali ke kerajaan mereka masing masing.


Chu Tian dan Lao Hei telah menyiapkan portal teleportasi,


"Terimakasih karena telah hadir di kerajaan Chu kami, semoga selamat sampai kekerajaan kalian semua" ucap Chu lizheng sambil memberikan hormat.


"Kami sama sekali tidak merasa khawatir Yang mulia, bagaimana kita bisa dalam bahaya jika portal ini langsung menuju gerbang istana kami" ucap Raja Xin.


Chu Tian hanya tersenyum, Ling Yue bahkan menatap Chu Tian dengan kagum, kekagumannya selalu bertambah disetiap harinya.


"Berhentilah menatapku aku tau aku tampan" bisik Chu Tian pada Ling Yue.


Ling Yue merasa kesal dan menyubit pinggang Chu Tian dan Chu Tian dengan Reflek sedikit membungkuk.


kejadian itu tak luput dari pandangan para raja dan pangeran yang belum sempat memasuki portal.


"Lihatlah pengantin baru itu, kau juga harus segera menyusul" ucap Raja Xin pada Xin Jun.


"Ayah aku sudah memiliki calonnya, dan langkah terakhirku adalah membuatku jatuh cinta" ucap Xin Jun.


"Sungguh siapa wanita yang berhasil mengambil hati putraku ini" ucap Raja Xin.


"Ayah akan tau nanti" ucap Xin Jun dengan tersenyum


Sementara ditempat Chu Tian ling Yue yang merasa malu menengelamkan wajahnya didada bidang Chu tian sementara Chu tian hanya tersenyum tanpa dosa dengan menunjukkan deretan gigi putihnya.


Semuanya tertawa melihat tingkah dua orang pengantin baru itu.


mereka semua akhirnya pamit dan kembali kekerajaan mereka masing masing.


kerajaan Chu Kini mulai terasa sepi karena para raja sudah pergi.


"yang mulia terimakasih karena telah memberikan pesta terbaik " ucap Ling Yue.


"Hmm kau sudah menikahi adikku dan kau masih terus memanggilku Yang Mulia" ucap Chu Lizheng dengan tersenyum


"Ups kakak" ucap Ling Yue.


merek kembali tertawa bersama kemudian masuk kedalam istana.


Hari hari terus berlalu Dua Bulan pun telah berlalu begitu cepat, Chu Tian sekarang hanya fokus pada keluarga kecilnya dan kultivasinya bahkan sekarang jarang ada orang yang bisa menemui Chu Tian, karena Chu Tian sudah berada dititik terakhir kultivasi Daratan tengah yaitu tingkat suci tahap Akhir, dan Hanya tinggal satu langkah lagi Chu Tian akan melewati Tingkat Suci.


"Suamiku jangan paksakan dirimu lagi, kau juga perlu beristirahat" ucap Ling Yue yang kini sedang menghidangkan makanan pada Chu Tian dikediaman mereka.


"Yue'er aku hanya punya waktu satu bulan lagi sebelum ulang tahunku yang ke 20" ucap Chu Tian.

__ADS_1


"Aku tau tapi lihatlah dirimu kau bisa saja sakit karena terlalu keras berlatih" ucap Ling Yue.


"Bagaimana Bisa aku sakit disaat Istriku ada disampingku" ucap Chu Tian.


"Kau selalu saja mengodaku, cepat habiskan makananmu setelah ini aku akan pergi bersama kakak Ying untuk membeli beberapa pakaian untuk calon pangeran mahkota" ucap Ling Yue.


"Emm bukankah kemarin kalin sudah pergi" tanya Chu Tian.


"Kemarin kita hanya membeli beberapa dan belum cukup" ucap Ling Yue.


Chu Tian mengelengkan kepalanya.


"Baiklah pergilah, tapi tetap berhati hati" ucap Chu Tian.


"Astaga suamiku kau tidak tau kah kakak Lizheng akan menempatkan puluhan Prajurit untuk menjaga kakak Ying dan aku jadi kau tenang saja" ucap Ling Yue


"Emm baiklah, kau makanlah juga " ucap Chu Tian dia masih terus memakan makanannya


"Tidak, entah mengapa hari ini aku tidak berselera makan" ucap Ling Yue.


"Apa kau sakit, biar aku periksa" ucap Chu Tian.


"Tidak aku tidak sakit, hanya saja sedang tidak ingin makan" ucap Ling Yue.


"Kau harus tetap makan, sedikit saja" ucap Chu Tian sambil menyodorkan tangannya untuk menyuapi Ling Yue.


"Kau harus makan jika tidak aku tidak akan mengijinkanmu pergi bersama kakak ipar" ucap Chu Tian.


"Baiklah aku makan" ucap Ling Yue sambil menerima Suapan dari Chu Tian dengan tersenyum.


Chu Tian menyodorkan makanan lagi tai ditolak oleh Ling Yue.


"Sudah sudah, aku tidak ingin makan lagi" ucap Ling Yue.


"Kalau begitu aku akan meminta pelayan membawakan kue octopus " ucap Chu Tian.


"Tidak aku sungguh sedang tidak berselera" ucap Ling Yue.


"aku akan memanggil Lao Hei kemari kalau begitu" ucap Chu tian.


"untuk apa" tanya Ling Yue.


"untuk memeriksamu, tidak biasanya kau menolak kue octopus" ucap Chu Tian sambil mengkerutkan keningnya.


"Aku sungguh tidak apa apa, " ucap Ling yue sambil menyender kebahu Chu Tian namun yang terjadi selanjutnya Ling Yue tak sadarkan diri.


"Ling Yue, jangan bercanda disaat seperti ini" ucap Chu Tian sambil menepuk pelan pipi Ling yue.

__ADS_1


Chu Tian lalu mengangkat Ling Yue dan membaringkannya diranjang. Chu Tian lalu terburu buru keluar kediaman dan menemui seorang pengawal untuk memanggil Lao Hei.


Prajurit dengan tergesa gesa pun pergi ke kediaman Lao Hei.


"Tuan Lao Hei, pangeran Tian memanggil anda kekediamannya" ucap Prajurit itu setelah sampai dihadapan Lao Hei yang sedang sibuk melihat tanaman obat disamping kediamannya.


"Pangeran Tian memanggilku, ada apa dia memanggilku" tanya lao Hei masih dengan santainya sambil melihat lihat tanamannya yang tumbuh subur.


"Mohon ampun Tuan, hamba tidak tau tapi tadi hamba melihat Tuan Putri Ling Yue tak sadarkan Diri"ucap Pengawal itu.


Lao Hei langsung berbalik dan menatap tajam pengawal itu, sementara pengawal itu terus berlutut dan menundukkan kepalanya.


"Bodohh kenapa kau tidak mengatakannya dari tadi" ucap Lao Hei.


Lao Hei lalu berlari menuju kediaman Chu tian bersama pengawal dibelakangnya, bahkan lao hei sampai tidak menyadari bahwa ia melewati Chu Lizheng begitu saja karena panik.


Chu Lizheng menghentikan Pengawal yang tadi menyampaikan peerintah Chu Tian.


"Ada apa, kenapa Lao ahei terlihat begitu khawatir" tanya Chu Lizheng, dia tadi sedang melihat keadaan istana bersama Dua pengawal pribadinya dibelakang.


"Ampun yang mulia, istri Pangeran Chu Tian, tak sadarkan diri dan Tuan Lao Hei pergi untuk memeriksanya" ucap Pengawal Itu dengan sikap Hormat.


"Putri Ling Yue kenapa, aku akan pergi melihatnya juga" ucap Chu Lizheng, dengan jalan cepat dia pun pergi kekediaman Chu Tian bersama para pengawalnya.


Sementara Dikediaman Chu Tian Lao Hei sudah sampai dan langsung menerobos masuk kediaman Chu Tian.


"Chu Tian ada apa dengan Ling yue" tanya Lao Hei dia lalu duduk dan memeriksa denyut nadi Ling Yue.


"Aku tidak tau kak setelah makan dia tak sadarkan diri padahal dia hanya makan sesuap, aku sudah memeriksa semua makanannya dan tidak ada racun diasana" jelas Chu Tian.


Lao Hei mengkerutkan keningnya.


"Kurasa ini bukan karena racun" ucap Lao Hei ekspresinya sulit ditebak.


"Lalu kenapa , apakah karena sejak tadi dia belum makan karena dia berkata padaku bahwa dia sedang tidak berselera" ucap Chu Tian.


"Salah satunya memang karena itu" ucap Lao Hei.


"Apa maksudnya salah satu.." tanya Chu Tian dengan binggung.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2