Pendekar Phoenix Suci

Pendekar Phoenix Suci
CH 198. pedang Pengganda.


__ADS_3

Serelah perbincangan itu mereka semua akhirnya masuk kedalam Bangunan tua itu, mereka menyusuri setiap sudut bangunan dengan penuh kewaspadaan.


"Tempat ini terasa sangat dingin" ucap Yan Sha.


"Itu Benar, aku juga merasakan hawa yang tidak enak disini" ucap Qi Val.


"sudahlah sebaiknya kita tetap waspada dan berhati hati" ucap Jhin Tian.


"Baik" jawab Mereka serentak.


Mereka terus berjalan disetiap lantai hingga mereka sampai ditempat paling atas dari gedung.


"Tempat ini lumayan indah" ucap Yu Nan sambil memandang pemandangan indah dari atas gedung.


"Yah ini tidak seperti yang kubayangkan tadi" ucap Yan Sha.


Swishh....


"Yan Sha Awas..!!" teriak Jhin Tian Dan langsung menangkis sebuah pedang yang mengarah ke Yan Sha.


"Aku tidak merasakan aura apapun tapi kenapa tiba tiba ada serangan seperti ini" tanya Gi Kung.


"Aku juga tidak merasa kan apapun" ucap Qing Se.


"Tetap Waspada...!!!" ucap Jhin Tian karena dia merasakan sesuatu.


"Baiklah" ucap Mereka serempak.


dan benar saja setelah jhin tian memperingati itu kilasan benda mengkilap terlihat begitu banyak.


"A apa itu" tanya Huang Tei dengan ketakutan.


"Pedang..?"ucap Qi Val entah dia bertanya atau memberi tau.


"Itu memang pedang, bersiaplah" ucap Jhin Tian sambil mengeluarkan pedang elemennya untuk menangkis pedang yang datang dari berbagai arah.


"Bagaimana bisa pedang sebanyak itu mengara ketempat kita" tanya Qing Se.


"Tidak ada waktu untuk memikirkan itu" ucap Jhin Le karena pedang pedang mulai berdatangan.


trang..trang..trang...


Suara dentingan pedang yang beradu dengan senjata mereka mulai terdengar.


"siall... kapan habisnya ini" ucap jhin Tian padahal hampir satu jam mereka menangkis pedang pedang itu, namun pedang pedang itu seperti tidak ada Habisnya.


"Arrrkkhhh...." Huang tei terkena pedang dilengan kirinya.


"Huang Teiiii.." teriak mereka bersamaan.


"Aku tidak apa apa, jangan pedulikan aku" ucap Huang tei.


Jhin Tian yang melihat itu mengepalkan tangannya.


" kita tidak bisa terus menangkis pedang pedang ini jika tidak kita akan kehabisa Energi" ucap Jhin Tian.


"Lalu apa yang harus kita lakukan...?" tanya Qi Val.

__ADS_1


"Huh Tidak Ada pilihan lain" ucap Jhin Tian dia memejamkan mata sejenak dan menghela nafas panjang.


Setelah itu dia mengeluarkan seruling putihnya.


"Ehh seruling itukan...?" ucap Jhin Le dengan wajah penuh tanya dan terkejut.


Jhin Tian melempar serulingnya keatas lalu dia membuat segel tangan dengan cepat. Seketika sebuah kubah pelindung terbentuk dari Seruling itu.


"Setidaknya untuk sekarang kita selamat" ucap Jhin Tian.


"Dari mana kau mendapatkan seruling itu" tanya Jhin Le.


"Akan kujelaskan nanti, Huang tei apa kau sudah baik baik saja" tanya Jhin Tian.


"Ya, Yu Nan sudah mengobati lukaku" ucap Huang Tei dengan wajah malu malu.


"Ehem, Jhin Tian sebaiknya kau jangan ganggu mereka dan ceritakan padaku dimana kau mendapatkan seruling itu, karna sepengetahuan ku seruling itu hanya dimiliki oleh dewi semesta.."


"Apa kau lupa Jhin Le aku ini adalah putranya" ucap Jhin Tian dengan senyum tipis.


Jhin Le terkejut dengan jawaban Jhin Tian namun didetik berikutnya dia tersenyum.


"Kau benar" jawab Jhin Le dengan senyum dan dibalas dengan senyuman oleh Jhin Tian.


"Kalian dua saudara yang aneh" ucap Qi Val.


"Apa yang aneh" tanya Jhin Tian dan Jhin Le bersamaan.


"Nah itu" ucap Qi Val.


"Itu apa, katakan dengan jelas" tanya Jhin Le dengan wajah seramnya.


"Kali ini aku percaya, kau memang aneh" jawab Gi Kung.


"Kalian ini, sebaiknya kita cari akar dari masalah ini" ucap Jhin Tian.


mereka mulia mengangguk, sementara diluar kubah ribuah pedang masih terus menghantam kubah yang dibuat Jhin Tian.


"Lihat disana, ada sebuah pedang yang mengeluarkan ribuah pedang" ucap Qing Se.


Jhin Tian menyipitkan matanya.


"Kau benar, aku akankesana dan menghentikan pedang itu" ucap Jhin Tian.


"Tidakk... diluar sangat berbahaya" ucap Yan sha.


"tidak akan terjadi apapun padaku" ucap Jhin Tian.


" biar aku ikut bersamamu pangeran" ucap Gi Kung.


"Tidak kalian tetaplah disini, biar aku yang pergi kesana" ucap Jhin Tian.


"Tapi aku...."


"Jangan membantah ini perintah, aku tidak akan membiarkan kalian semua terluka" ucap Jhin Tian


"Tapi Jhin..."Sebelum Jhin Le mengatakan apapun Pada jhin Tian, Jhin Tian telah melompat dari atas gedung itu dan berlari kearah pedang yang letaknya cukup jauh.

__ADS_1


jhin tian Terus Berlari sambil menghindari pedang-pedang yang terus berdatangan ke arahnya. Jhin Tian melompat kesana kemari untuk menghindari pedang, dia juga berusaha menangkis dengan menggunakan pedangnya.


"Menyebalkan pedang pedang ini terlau banyak" keluh Jhin Tian.


"Jhin Tian berhati hatilah" teriak Jhin Le dari atas gedung, dia ingin menyusul namjn Jhin Tian tidak membiarkan seorangpun keluar dari kubahnya.


Jhin Tian mempercepat larinya.


"Sedikit lagi" ucap Jhin Tian dengan senyum meski sambil menghindari pedang pedang yang terus melaju tanpa henti.


Semakin Jhin Tian mendekati Pedang itu, semakin banyak pula pedang yang menghadangnya.


meski begitu jhin Tian terus melaju, yap beberapa pedang juga berhasil melukai tangan dan kaki Jhin Tian meski begitu itu tidak seberapa bagi Jhin Tian karena dia sudah pernah mendapat luka yang lebih parah dari itu.


"Pedang yang merepotkan huh" Jhin Tian sudah sampai disamping pedang itu.


Dia bertanya tanya bagaimana bisa satu pedang dapat mengeluarkan Ribuan pedang sekaligus.


Jhin Tian dengan perlahan mencabut pedang itu, ternyata diluar dugaan pedang itu sangat sulit dicabut seperti ada sesuatu yang menyangkut.


Jhin Tian mengamati pedang itu mencari titik lemahnya, berada didekat pedang itu memiliki keuntungan yaitu pedang yang keluar tidak akan menyerang kearah pedang.


"ketemu..!" ucap jhin Tian dia menemukan sebuah kertas segel dibadan pedang yang tertancap.


Jhin Tian langsung duduk didepan pedang itu dia langsung mengunakan segel tangan yang rumit, lalu mengarahkan tangannya ke segel itu. Seketika itu pula segel itu menghilang perlahan, Jhin Tian juga kembali bangkit dari duduknya dan kembali memegang gagang pedang itu.


Jhin Tian menghela nafas, lalu dengan perlahan mencabut pedang itu.


Dengan sekuat tenaga Jhin Tian berhasil mencabut pedang itu lalu jhin Tian mengangkat pedang itu keatas dan seketika semua pedang yang sudah terlontar dan sudah terjatuh menghilang begitu saja, Jhin Tian juga mengambil kembali serulingnya dari jauh dan Semua teman temannya langsung menghampirinya.


"Woah itu adalah pedang Penganda" ucap Qing Se dengan wajah kagumnya.


"Pedang pengganda..?" tanya Jhin Le.


"Ya pedang ini sudah lama hilang dan banyak yang mengatakan bahwa pedang ini telah disimpan oleh dewa agung, pedang ini juga memiliki kemampuan pengganda yang luar biasa, dia bisa mengandakan diri sebanyak yang ia mau tanpa batas, bahkan pedang ini memiliki kemampuan lain yaitu dia bisa menyerang dari bawah tanah, bukankah itu luar biasa" jelas Qing Se dengan bersemangat.


"Woah kau tau banyak soal pedang ini" ucap Jhin Tian.


" tentu saja aku sudah sangat lama mengagumi pedang ini, aku bahkan mempunyai Beberapa buku tentang pedang pengganda ini" ucap Qing Se.


"Kalau begitu pedang ini untukmu,apa kalian keberatan..?" ucap Jhin Tian sambil bertanya pada yang lain.


" Tentu saja tidak pangeran untuk apa kita semua merasa keberatan, benarkan" ucap Gi Kung dan diangguki oleh yang lainnya.


"Baiklah kalau begitu Qing Se ambil ini" ucap Jhin Tian sambil menyerahkan pedang itu dengan kedua tangannya.


"Be benarkah ini untukku, aku sungguh berterimakasih padamu pangeran dan kalian semua" ucap Qing Se dengan wajah bahagia.


"Kau tidak perlu berterimakasih kita disini adalah teman kau tau itu" ucap Huang tei dan diangguki oleh Qing se.


.


.


.


..

__ADS_1


.


__ADS_2