
"Tepat sekali" ucap Chu Tian yang membuat Wajah Pang Bao kembai kebinggungan.
Orang itu kemudian muncul tepat didepan Chu Tian dan menyingkirkan pedang Chu Tian dari leher Pang Bao, Chu Tian hanya tersenyum saat orang itu menyingkirkannya.
"Tuan muda kenapa anda ingin membunuh tetua sekteku" tanya orang itu dengan ramah.
"Pemimpin Hyung Ta dia ituu..."
"Diammm tetua agung aku tidak sedang berbicara denganmu" teriak marah Hyung Ta sungguh berbeda dengan Caranya berbicara dengan Chu Tian.
"Tuan Hyung Ta bisa melihat sendiri bukan, saya sudah tau anda sedari tadi memperhatikan kami, dan untuk yang lainnya anda bisa tanyakan pada tetua agung ini dan murid ada itu" ucap Chu Tian sambil menunjuk Gong Zu yang kini sudah berkeringat Dingin.
"Gong Zu Sekarang ceritakan padaku apa masalahnya" tanya Huang Ta sambil melipat tangannya,
Huang Ta termasuk cukup muda untuk seorang pemimpin sekte dia baru memasuki umur 40 tahun.
"Ma maaf pemimpin aku hanya ingin membalaskan dendamku padanya" ucap Gong Zu dengan nada marah yang ditujukan pada Chu Tian.
Chu tian masih sangat tenang bahkan sesekali dia masih tersenyum tipis.
"Dendam, dendam apa yang kau pendam padanya bukankah guru besar sudah mengajarkan pada kita untuk tidak memiliki dendam pada siapapun" ucap Huang Ta sambil mengkerutkan keningnya.
"Maaf aku salah pemimpin tapi untuk dendam ini aku tidak bisa melupakannya, dia sudah membunuh Ayah dan Kakekku" ucap Gong yu matanya mulai memerah menahan amarah.
Huang Ta terkejut melihat penampilan Chu Tian yang seperti seorang yang berpendidikan tinggi dan tidak mungkin mampu Membunuh Orang.
"Apa itu benar Tuan Muda" tanya Huang Ta.
"Jangan tertipu dengan penampilan Tuan, aku memang membunuhnya namun karena aku ingin membela diri, bukankah sudah sewajarnya anak usia lima belas tahun membela dirinya saat melawan Seorang ketua klan dan leluhur klan, bukan kah itu berlebihan" ucap Chu Tian dengan tertawa kecil.
"Apa dia bilang tadi lima belas tahun, anak sekecil itu sudah membunuh seorang leluhur klan, meski bukan klan besar tapi itu sungguh luar biasa" batin Huang Ta.
"Sebenarnya kau tidak salah membela diri tapi bukankah tidak seharusnya kau membunuh mereka kan" ucap Huang Ta.
"Lalu aku harus bagaiman, jika anda diposisiku apakah anda akan memilih menyerah padahal yang salah adalah dia" ucap Chu tian sambil Melihat Gong zu.
__ADS_1
"Tentu, jadi ini bukan salahku kan, aku serahkan mereka berdua pada anda terserah ingin anda apakan, jika butuh jasa potong tubuh saya bersedia" ucap Chu Tian sambil tersenyum tapi itu membuat dua orang guru dan murid itu merinding.
"Eh tapi, jika boleh tau siapa namamu" tanya Huang Ta.
"Namaku Chu Tian kau boleh memanggilku Tian" ucap Chu Tian.
"Apa Chu Tiann..!" ucap Gong Zu dan Pang Bao serentak.
"Daaar murid tidak berguna bisa bisanya kau membuat gurumu berurusan dengan pangeran dari kerajaan Chu" teriak Marah Pang Bao pada Gong zu.
"Maaf Guru Aku hnya tau Namanya Tian tidak tau jika dia adalah pangeran kerajaan Chu" ucap Gong Zu dengan ketakutan.
Chu Tian tidak meperdulikan pertengkaran Mereka dia memanggil Jinfu yang saat itu sudah selesai dengan harimau hitam.
"emm apa kau sudah kenyang" tanya Chu Tian pada Jinfu dan Jinfu mengeluskan kepalanya pada kaki Chu Tian.
"I itu harimau suci " ucap Huang Ta dengan Gugup.
"Tuan mud ah tidak pangeran bolehkan aku tau dimana tempat anda tinggal aku ingin berbicara hal.penting dengan anda" ucap Huang Ta.
Sementara Pang bao Masih meratapi nasipnya karena beast spirit yang selama ini dia rawat mati begitu saja.
Chu tian kembali kepenginapan baru saja sampai dipintu Sudah ada Shi Long yang sudah menunggu.
"Pange... eh Emm dari mana saja aku mencarimu keseluruh tempat" ucap Shi Long dia hampir lupa jika mereka ada ditempat umum.
"Akan aku ceritakan nanti ayo kita naik" ucap Chu Tian .
mereka kembali kekamar namun belum sempat sampai Chu Tian menabrak seorang wanita Cantik.
"Aduhh.." wanita itu terjatuh dan Chu tian segera membantunya berdiri.
"Maafkan aku" ucap Chu Tian.
Wanita itu terpesona dengan wajah Chu Tian bahkan dia tidak berkedip sedikitpun membuat Chu Tian heran.
__ADS_1
"Ada apa dengannya" tanya Chu Tian pada Shi Long dan Shi Long hanya menaikkan bahunya .
"Nona hei nonaaaa" teriak Chu tian membuyarkn lamunan Wanita itu.
"Ah apa, emm ehemm maafkan aku telah menabrakmu, aku mohon undur diri" ucap Wanita itu dan dia menunjukkan Sikap Hormat dengan menekuk sedikit kakinya dan menaikkan sedikit gaunnya serta sedikit menunduk lalu pergi dari sana.
"Ada apa dengan wanita itu, jika dilihat dari penampilannya kurasa dia seoarang putri" ucap Chu Tian.
"Pangeran benar, kurasa dia terpesona dengan ketampanan pangeran" ucap Shi Long.
"Jangan asa bicara kau" ucap Kesal Chu Tian
Chu Tian melanjutkan menuju kamarnya dengan membawa Jinfu ditangannya dia tertidur lelap bak Kucing manis yang baru selesai bermain, namun nyatanya dia baru saja membunuh dan memakan energi mangsanya .
Chu tian meletakkan Jinfu di kasur dan dia menghampiri Shi long dan juga menceritakan semua kejadian yang dia alami hari ini, membuat shi Long mengelengkan kepala karena setiap mereka singgah selalu saja ada masalah yang datang.
"kurasa orang itu akan datang" ucap Shi Long.
"Tentu saja aku sudah memberitaunya bahwa aku ada dipenginapan ini" ucap Chu Tian.
"Baiklah sebaikny apangeran beristirahat aku akan kembali kekamarku, jika ada masalah panggil aku saja" ucap Shi Long dan diangguki oleh Chu Tian.
Shi Long keluar dari kamar Chu Tian namun Chu Tian tidak segera beristirahat dia melihat kearah Jinfu yang saat inj masih tertidur nyenyak.
"Aku tidak tau apa reaksi ling yue jika aku punya kucing jadi jadian " ucap Chu tian pelan.
Saat ini penginapan begitu ramai membuat Chu Tian tidak nyaman beristirahat jadi diahanya bersantai didekat jendela dan meminta Pelayan mengantar teh untuknya, karena jika minum anggur dia akan mendapat masalah yang lebih besar yang tidak bisa diselesaikan dengan kekuatan apapun termasuk Energinya yang besar.
"Huft kurasa mulai sekarang selamat tinggal anggur dan aku harus seperti orang tua yang selalu meminum teh" ucap Chu pelan Chu Tian dia memandang keindahan desa itu yang menurut Chu Tian bisa disebut sebagai kota karena sangat besar
.
.
.
__ADS_1
.