
Hang Yo lalu melesat menyerang Chu Tian dengan kecepatan tinggi,melihat itu Chu Tian hanya tersenyum tipis dia tidak berniat mengulur waktu lagi.
Chu Tian membuat jarum kecil dari elemen cahaya dan di lemparkan pada hang yo yang sedang melesat.
Booomm....
"Arrrghhh ,kenapa ini..!!" teriak heng Yo kesakitan
Chu Tian maaih tetap tenang seperti tidak terjadi apa apa dia juga langsung berbalik meninggalkan Heng Yo yang masih berteriak kesakitan dan perlahan suara itu hilang bersamaan dengan tubuh Heng Yo yang mulai menjadi asap dan kini hanya tinggal kerangkanya saja yang tersisa.
"Apa kalian sudah selesai" tanya Chu Tian pada Xiao feng dan Zaein yang masih melonggo dengan mulut terbuka lebar.
" Ah iya sudah selesai" ucap Xiao feng dengan malu malu.
"Kalau begitu mari kita pergi , Aku sudah tidak punya banyak waktu" ucap Chu Tian lalu menjentikkan tangannya kemudian semua mayat yang ada diasana terbakar habis oleh api bitu milik Chu Tian.
"Baik" ucap Xiao feng dan Zaein serentak mereka lalu melesat dengan cepat menembus rimbunnya hutan .
Lalu setelah beberapa saat mereka sampai di sungai yang jernih tempat Chu Tian dan Xin Lan bertemu waktu itu.
"Tempat ini masih sama sejak terakhir kali aku kemari" ucap Chu Tian .
" Baiklah mari kita cari aura milik phoenix merah " Ucap Chu Tian dengan serius.
Dia lalu duduk bersila dan memejamkan mata untuk mencari keberadaan aura milik phoenix Merah.
Melihat Chu Tian memulai pencarian Xiao Feng merasa sangat senang dia lalu membantu Chu Tian mencari aura,meski kekuatannya belum pulih dia masih bisa merasakan aura phoenix merah karena jiwa mereka adalah satu.
Setelah beberapa saat mencari...
"Ketemuu..!!" Ucap Chu Tian membuka mata dan menatap kearah air terjun.
"Kalian berjaga disini aku akan menyelesaikannya jangan biarkan siapapun mendekat" Ucap Chu Tian serius kepada Xiao Feng dan Zaein.
"Baik tuan" ucap mereka serempak, mereka tidak berani membantah saat Chu Tian sedang serius.
Chu Tian lalu melesat kearah air terjun, sekilas air terjun itu terlihat biasa saja namun jika melihat dengan teliti ada sebuah formasi yang melindungi daerah itu.
Chu Tian melihat ke arah formasi dia lalu meletakkan tangannya dipermukaan formasi.
Booomm...
formasi itu pecah seketika ,Chu Tian lalu melesat masuk kedalam air terjun yang ternyata ada sebuah goa besar dan aura yang sangat panas.
"Disini ternyata kau selama ini aku benar benar tidak pernah menyangka kau akan berada begitu dekat denganku jika bukan karena Xiao Feng aku tidak akan menemukanmu karena Formasi itu" guman Chu Tian.
__ADS_1
ArrrrRrr....
Seekor burung phoenix merah dengan mata berwarna merah menraung keras karena marah.
"Kau manusia beraninya memasuki wilayahku dan menganggu tidurku" Ucap Burung Phoenix merah itu dengan marah lalu menyerang Chu Tian dengan bola api yang sangat panas.
"Hey apa kau tidak ingin mendengar apa yang akan kukatakan..?" tanya Chu Tian sembari menghindar dari serangan api milik Burung Phoenix merah.
mendengar itu burung phoenix menghentikan serangannya lalu menatap dengan lekat Chu Tian yang masih terlihat santai itu.
"Aku mencium aura saudaraku dari tubuhmu , apa yang kau lakukan padanya...!!" Phoenix merah itu semakin marah .
"Tidak ada" ucap Chu Tian singkat.
phoenix merah itu marah dia lalu mulai menyerang Chu Tian dengan brutal.
Boomm booom Boommm..
ledakan terus terjadi saat phoenix merah itu menyerang Chu Tian namun Chu Tian terus melesat kesana kemari dengan cepat sehingga sang phoenix semakin marah.
Sedangkan diluar Xiao Feng dan zaein nampak khawatir karena mereka mendengar ledakan ledakan yang terus terjadi dan hanya berhenti beberapa saat lalu terdengar lagi.
Boooommm....
"Zaein kau tunggulah disini aku takut tuan dalam masalah" Kata Xiao feng tanpa menunggu jawaban Zaein langsung melesat ke arah air terjun.
Disisi Chu Tian masih terus bertahan dan Phoenix merah semakin marah lalu menciptakan bola api yang sangat besar lalu melemparkannya ke arah Chu Tian.
Ledakan besar terjadi ,Chu Tian masih tetap bertahan meski diserang oleh bola raksaksa, melihat itu Phoenix merah menjadi geram dia bersiap untuk memyerang lagi.
Swishhh..
"Tunggu duluuu" xiao feng yang baru saja sampai berteriak kepada Phoenik merah agar tidak menyerang Chu Tian.
"Paman feng..!! kenapa kau kemari aku sudah bilang tunggu aku diluar" ucap Chu Tian kesal.
"Maafkan aku an'er aku merasa kau dalam bahaya ,bagaimana pun phoenix merah adalah serpihan jiwaku yang hampir sama kuatnya denganku" ucap Xiao Feng merasa sedikit bersalah karena melanggar perintah Chu Tian.
disamping itu Phoenix merah menatap tajam pada Xiao feng lalu berubah menjadi sesosok manusia dengan rambut yang sama putihnya dengan Xiao feng bahkan wajah nya pun sangat mirip yang membedakan hanya baju dan warna bola matanya.
"Phoenix biru..!! "ucap phoenix merah dengan bahagia.
"Tentu saja ini aku..! dan kau beraninya melawan tuannn..!!" ucap Xiao Feng dengan marah , bagaimana pun phoenix merah adalah jiwa Xiao Feng jadi dia juga termasuk bawahan dari Chu Tian.
"A..aku tidak tau, kukira dia hanya manusia yang ingin membunuhku dan mengambil inti jiwa" kata Phoenix merah merasa bersalah.
__ADS_1
"Ah Sudahlah ,sudah saatnya kita bersatu lagi dan membantu tuan untuk mendaki kejayaannya" ucap Xiao Feng pada Phoenix merah.
Chu Tian hanya diam mengamati sambil mempersiapkan dirinya karena yang dia tau penyatuan phoenix yang sudah terikat kontrak akan berdampak juga pada pemiliknya bisa menjadi berkah dan bisa juga menjadi petaka tergantung keberuntungan yang dimiliki.
Phoenix merah menatap kearah Chu Tian lalu memberi hormat pada Chu Tian dengan menekuk sebelah kakinya.
"Tuan maafkan aku yang tidak menyadari tuanlah yang ada dihadapanku, dan untuk penyatuan kami apa tuan sudah mengerti akan resikonya..?" Phoenix merah meminta maaf sekaligus bertanya.
"Aku memaafkanmu dan dangan pernah berlutut lagi seperti itu aku tidak suka, dan untuk resiko dari penyatuan kalian aku sudah mengetahuinya jadi lakukanlah aku tidak masalah" ucap Chu Tian dengan senyuman.
"An'er maaf tapi setelah kupikir lagi mungkin kami tidak perlu bersatu, aku khawatir itu akan membuatmu tersiksa..!" ucap Xiao Feng yang terlihat ragu untuk melakukan penyatuan.
"Tidak tidak , paman lakukanlah jika kalian tidak melakukannya maka kalian tidak akan pernah lagi mencapai tingkat puncak yang pernah kalian miliki dahulu" Ucap Chu Tian meyakinkan Xiao feng.
Xiao feng terlihat bimbang dia menatap Chu Tian dengan beribu pertanyaan yang sulit dia dapat kan jawabanya.
Melihat Xiao Feng menatapnya penuh tanya Chu Tian hanya tersenyum tipis dan mengangguk.
Melihat Chu Tian memberikan jawaban Xiao Feng menundukkan kepalanya .
"Tuan aku akan melakukan yang terbaik jika kami berhasil bersatu aku pastikan tuan akan mencapai puncak kejayaan tuan dan aku akan berusaha agar proses ini tidak akan terlalu menyakitkan bagi tuan aku akan menahannya" ucap Xiao Feng dengan mantap.
"Jangan bodoh..!!! jika kau menahannya itu sama saja kekuatanmu tertahan dan aku juga akan sia sia jika kau menahannya" ucap Chu Tian sedikit marah.
Xiao feng termenung memang benar yang dikatakan Chu Tian Jika kekuatannya tidak akan sempurna jika dia menahannya dan Chu Tian juga tidak akan mendapatkan apapun dari penyatuan mereka.
"Baiklah sudah kuputuskan..! aku akan melakukannya demi kejayaan tuan dimasa depan" ucap Xiao Feng dengan mantap
mendengar itu chu tian tersenyum dia sangat berharap proses itu berlangsung lancar karena jika berhasil maka ranah dewa akan dia tembus , entah karena apa Kultivasinya tertahan di ranah kaisar tahap puncak dan tidak bisa menembus ranah dewa .
Karena itulah setiap dia berlatih di ruang dimensi tidak menghasilkan apapun ,jadi dia memilih berlatih teknik formasi dan alkemis ,dia berharap dengan penyatuan phoenix ini akan bisa membantunya menembus Ranah Dewa yang sempat tertahan.
.
.
.
.
.
.
... "SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA " Bagi yang merayakan:)
__ADS_1