
Chu Tian Yang tak sadarkan diri bersama dua temannya kini berada didalam suatu Ruangan dengan kondisi terikat.
"Dimana ini" ucap Chu Tian yang baru saja terbangun.
"Ling Yue, Shi Long Bangun" ucap Chu Tian sambil mencoba mengoyangkan merek berdua.
"Eghh.. dimana kita, kenapa aku terikat seperti ini" ucap Ling Yue dengan wajah takut.
"Hahaha, kalian akhirnya bangun juga, apakah tidur kalina nyenyak" ucap Orang itu.
"Nenek , kenapa kalian mengikat kami" ucap Ling yue saat melihat orang yang mirip nenek Chu Tian.
"Siapa yang kau pangil nenek, hahaha" ucap Orang yang mirip Wen Sio.
Mereka bertiga lalu merubah kembali penampilan mereka, terlihat dua wanita cantik dan seorang pria.
Chu Tian terkejut melihat mereka
"Selir wu mei, Chu Fei dan Chu Kia kalian bagaimana kalin bisa ada disini" ucap Chu Tian.
"Memang ini yang diharapkan dari seorang pangeran sampah, sangat mudah ditipu hahaha" ucap Chu Fei dengan Tertawa.
"Chu Tian apa kau mengenal mereka" tanya Ling Yue.
"Mereka adalah penghianat kerajaan" ucap Chu Tian dengan wajah marah.
"Lalu apa yang bisa kau lakukan hah, adik kecilku yang malang" ucap Chu Kia sinis
Chu Tian menundukkan keplanya.
"Hahaha apa kau telah menyerah pangeran, setelah kematianmu aku akan membunuh kakakmu dan kami akan kembali menguasai kerajaan Chu" ucap Wu Mei dengan tertawa.
"Aku... aku tidak akan membiarkan itu terjadi" ucap Chu Tian lalu melepas semua tali yang mengikatnya.
"Kau, bagaimana kau bisa melepas tali energi itu" ucap Wu Mei dengan gugup.
Chu tian mengarahkan energinya kearah teman temannya dan melepas semua tali yang mengikat mereka.
"Apakah itu penting" ucap Chu Tian sambil mengeluarkan pedang nya.
"Cih memang apa yang bisa dilakukan sisampah ini" ucap Chu Fei lalu berlari dengan tombak ditangannya dan bersiap menyerang chu Tian.
Trangg...
"Jika ingin melawan pangeran maka lawan aku dulu" ucap Shi Long sambil menangkis tombak Chu Fei.
__ADS_1
"Ck jika pangeranmu itu lemah, apalagi kau hagaha"ucap Chu Fei dengan sombong.
"Aku memang lemah...! tapi setidaknya aku tidak buta tahta sepertimu"Ucap Chu tian lalu menendang perut Chu Fei hingga dia terpental jauh kebelakang.
"Putrakuuu...!! beraninya kau dasar sampah tak berguna" teriak Wu mei lalu menyerang Chu Tian dengan dua belati ditangannya.
Disisi lain Chu Fei berusaha bangun , setelah itu dia berlari kearah Shi Long dan menyerangnya.
"Gadis manis ,kau sungguh sangat cantik dan itu membuatku tidak senang, aku akan mengambil kecantikanmu,hahahaha" Chu Kia tertawa dengan keras membuat Ling Yue gemetar ketakutan
"Bagaimana ini Apakah aku harus memukulnya atau bagaimana Aku sangat takut ,oh astaga apa yang harus aku lakukan"Batin Ling Yue dia mengingat setiap gerakan yang Chu Tian lakukan saat latihan namun di takut untuk mempraktekannya.
" waktunya kau untuk mati "ucap chu kia dan berlari ke arah Ling yue dan menyerangnya
Ling yue terkejut saat Chu Kia menyerangnya dengan kecepatan tinggi menggunakan kan panjang ling Yue menutup matanya saat pedang itu tampir menyentuh kepalanya.
Trangg....
"Jangan berharap kau bisa menyakitinya Selama ada" aku ucap chu Tian sambil menangkis pedang chu Kia
"Ohoho adik kecilku sudah belajar menjadi pahlawan ternyata" ucap Chu Kia sambil tersenyum sinis.
"Hey sampah musuhmu tidak hanya dia saja" ucap Wu mei sambil memandang tajam Chu Tian.
Saat melawan Chu Tian tadi Chu Tian tiba tiba menghilang saat dia menyadari ternyata Chu Tian menahan serangan Chu Kia dan itu membuatnya kesal.
"Tentu saja " jawab Chu tian singkat pandangan tajamnya tetap mengarah kearah musuh musuhnya.
"Bisa pinjamkan padaku, aku akan menahan perempuan ini sementara kau mengalahkan wanita tua itu." ucap Ling Yue yang sontak membuat Chu Tian terkejut.
"Kau bisa bermain pedang" tanya Chu Tian.
"Ti tidak tau hanya saja aku pernah melihatmu beberapa kali berlatih dan aku masih mengingat semua gerakanmu" ucap Ling yue dengan sedikit Gugup.
"Beraninya kalian tidak mendengarkan ucapanku, kalian harus mati saat ini, hiaaaa" wu Mei berteriak marah karena sedari tadi dia terus berbicara namun Chu Tian dan Ling Yue malah asik sendiri.
Wu mei berlari kerah Chu Tian bersamaan Dengan Chu Kia yang juga ikut bersiap menebaskan pedangnya.
Chu Tian juga bersiap untuk maju dengan pedang elemennya.
"Baiklah aku serahkan Chu Kia padamu, beri aku sedikit waktu aku percaya padamu" ucap Chu Tian sambil mengibaskan tangannya dan berlari Keraah Wu Mei.
Ling Yue memandang pedang merah ditangannya dengan gagang hitam dan juga ada ukiran bunga lotus di gagangnya.
"Aku tidak akan mengecewakanmu" ucap Ling Yue pelan lalu bersiap dengan pedangnya untuk menyerang Chu Kia.
__ADS_1
Disisi Chu Tian dia dan Wu Mei beradu pedang dengan sengit wanita itu benar benar sangat kuat, dan entah apa yang membuatnya sangat berani.
"Hahaha sampah tetaplah sampah kau begitu lemah" tawa Wu Mei mengelegar.
"Penghianat tetaplah penghianat, hukuman yang tepat untuk penghianat adalah mati" ucap Chu Tian membalik kata kata Wu Mei.
Wu Mei mengertakan giginya karena marah namun kemudian dia tersenyum mengerikan.
"Dan kau Pangeran terbuang apa kau sudah merasa hebat sekarang karena kembali kepelukan Yang mulia, andai aku masih disana aku pasti bisa membuatmu lebih menderita dari yang pernah kau alami" ucap Wu Mei
"Jika kau mampu lakukanlah sekarang" ucap Chu Tian dengan senyum Tipis.
"Dasar bocah aku akan membunuhmu dengan tanganku" ucap Wu mei lalu mengayunkan pedangnya dengan cepat kearah Chu Tian.
Tap... krackkk... boommm
Chu Tian menangkap pedang Wu Mei dengan satu tanganya lalumengengam pedang itu hingga patah kemudian Chu tian menendang perut Wu Mei hingga dia terpental kebelakang dan menabrak dinding.
"arggh sakitt" ucap Wu Mei sambil memegang perutnya sedikit darah juga mengalir dibibirnya tanda organ dalamnya juga ikut terluka
"Ups maaf wu mei ah atau aku harus memanggilmu Ibunda selir agung yang terhormat" ucap Chu Tian sambil pura pura memberi hormat dan tersenyum tipis.
Wu Mei begitu terkejut saat mengetahui pedang kesayangannya patah dengan sangat mudah ditangan Chu Tian dan kini dia dengan mudahnya kalah .
"Ka kau bukan manusia aku aku yakin kau bukan manusia" ucap Wu Mei dengan gugup dan takut.
"bukankah aku putramu kenapa kau tidak tau" ucap Chu Tian sambil memperhatikan pedang elemennya.
"Aku akuu..... hahahahaaha putraku, sungguh kau putraku yang paling kusayangi dan sekarang berikan nyawamu untuk ibundamu " ucap Wu Mei yang semula terpuruk kini jelas menunjukkan raut wajah bahagia.
"Sing wei bantu aku" ucap Wu Mei sambil mengankat tanganya.
Setelah mengatakan ituTiba tiba seorang lelaki dengan zirah Hitam muncul dia memegang pedang besar berwarna hitam juga.
Chu tian Tidak terkejut saat lelaki ini muncul dia memang sudah merasakannya dari awal itulah mengapa dia membuat Wu Mei kalah dengan Cepat
.
.
.
.
.
__ADS_1
.