Pendekar Phoenix Suci

Pendekar Phoenix Suci
Ch 101. Penyatuan Giok Sabit


__ADS_3

"Itu adalah kalung kesayangan ibu, kembalikan pada kami" ucap Chu kia dengan nada marah.


"Kalian tidak pantas memilikinya.." teriak Sing wei dia lalu mengeluarkan sesuatu dari saku bajunya.


Chu tian terkejut.


"Ternyata dia memiliki pasangannya, ini tidak baik Ling Yue aku harus membawa pergi Ling Yue" batin Chu tian sambil melirik Ling Yue yang masih tak sadarkan diri.


Sing Wei memakai Kedua liontin itu hingga keluar cahaya hitam dan putih menyelimuti seluruh tubuhnya.


"Tidak akan sempat, shi Long bawa ling Yue pergi menjauh dari sini" ucap Chu Tian pada Shi Long.


"Tapi pangeran bagaimana dengan an.."


"Jangan kau pikirkan tentangku bawa saja dia pergi, aku akan berusaha menahannya sekuatku" ucap Chu tian.


"Tapi pangeran Giok sabit itu bukan hal yang bisa diremehkan, dengan kekuatan pangeran saat ini tidak mungkin untuk mengalahkannya" ucap Shi Long sambil memandang Chu Tian.


"Aku tau tapi setidaknya aku bisa sedikit menghambatnya "ucap Chu Tian sambil bersiap untuk bertarung.


"Tapi pangerann ini.."


"Pergilah selamatkan dia untukku, jika dia disini dia tidak akan kuat dengan tekanan energi ini" ucap Chu Tian tanpa menoleh.


"Ba baik pangeran, kumohon jaga dirimu baik baik" ucap Shi long lalu melesat sambil mengendong Ling Yue.


"Huahahahaha mau pergi kemana kalian" ucap Sing wei yang melihat Shi Long dan Ling Yue pergi.


Swishh...


"Hadapi saja aku" ucap Chu Tian sambil menghalangi jalan Sing wei agar tidak mengejar Shi Long.


"Minggir kau dari hadapanku gadis itu mempunyai sesuatu yang aku inginkan" ucap Marah Sing Wei suaranya sudah berubah kini semakin terdengar berat.


"Jika begitu hadapi aku terlebih dahulu" ucap Chu Tian dengan tatapan tajam.


"Dengan giok sabit kau bukanlah tandinganku bocah, sebaiknya kau serahkan kristal sembilan warna dan gadis itu , maka aku akan mengampuni nyawamu" ucap sing wei dengan senyum mengerikan


"Meski harus mati pun aku tidak akan memberikan apa yang kau inginkan" ucap Chu Tian dengan nada dingin.


"Bodohh.. aku sudah memberimu kesempatan tapi kau malah menyia nyiakannya, maka mati adalah hal yang akan kau dapat." ucap Sing wei dengan sombong.


"jangan bicara omong kosong" ucap Chu Tian acuh.


"kauu..." Sing wei tidak melanjutkna kata katanya dia bergerak dengan pedang besarnya yang kini telah diselimuti asap hitam tipis.


Trangg....


Chu Tian mennagkis pedang besar itu dengan pedang elemennya.


Sing wei menarik pedangnya kembali lalu tersenyum ,dia mengangkat tinggi pedangnya, seketika awan hitam berkumpul tepat diatas pedang besar itu petir menyambar kesana kemari menambah kengerian .

__ADS_1


Chu Tian tau itu bukan hal yang baik baginya, namun untuk saat ini dia tidak bisa melakukan banyak hal.


"Pedang elemen besatu" ucap Pelan Chu Tian.


Pedang elemen masuk kedalam tubuh Chu Tian dan perlahan Chu Tian mulai berubah Rambut putih keperakan serta sekarang dia memiliki pedang biru terang dengan gagang berbentuk phoenix.


"Aku akan membantumu" ucap Sebuah suara didalam kepala Chu tian.


"Dewa Qing Yu, bagaimana kau bisa disini" tanya Chu Tian.


"Tidak ada waktu untuk menjelaskan, aku akan memberikan mu satu kali kesempatan nanti dan cobalah mengambil kalung Giok sabit itu" ucap Qing Yu.


"Baiklah aku mengerti" ucap Chu tian dengan serius.


"Ingat aku hanya bisa memberimu satukali kesempatan dan itu juga tidak akan lama" ucap Qing yu mengingatkan Chu Tian.


"Baiklah" ucap singkat Chu Tian kemudian dia kembali fokus kepada Sing Wei Yang kini telah berubah juga dengan tubuh berwarna hitam dengan kabut putih tipis disekitarnya serta dia sayap berwarna hitam dan putih.


"Apa dia langsung bertransformasi ke mode terkuat, sungguh diluar dugaanku" Batin Chu Tian


"ini tidak baik pangeran ,kekuatannya kini setara dengan seorang dewa tingkat rendah, kau yang masih ditingkat legenda bisa dia kalahkan dalam satu pukulan saja" ucap Qing Yu.


"Aku tidak akan membiarkannya terus berada didunia ini" ucap Chu Tian dengan mantap


"Aku sarankan kau pergi dari sini" ucap Qing Yu.


"Sudah disini maka harus dilawan, Dewa mimpi mohon bantuannya" ucap Chu Tian dia kemudian berlari kearah Sing Wei.


"Rarrrr, kau masih sangat berani," teriak Sing wei lalu mengibaskan pedangnya kearah Chu tian.


Chu Tian terpental kebelakang namun dia segera mendapatkan keseimbangannya dan langsung kembali melaju kearah Sing wei.


"Tujuh tebasan cahaya surga" teriak Chu tian sambil menebaskan pedangnya sekali namun ada tujuh tebasan yang tercipta.


Bommm...bommmm....bommmmm


Serangan Chu tian tidak berpengaruh banyak hanya membuat goresan kecil di tubuh Sing Wei.


"Pedang tumpulmu itu tidak akan mampu membunuhku"ucap Sing wei dengan suara beratnya.


Sing Wei menghilang dari tempatnya dan muncul tepat didepan Chu Tian dan nelayangkan pukulan tapak.


Chu Tian sedikit terkejut dengan reflek Chu Tian menghindari pukulan Sing Wei.


Meski berhasil menghindar tapi pukulan tapak Sing wei sungguh tidak main main Chu Tian sedikit terhempas karena ledakan energi yang digunakan Sing wei sangat besar.


"Dimana letak titik lemah nya, aku harus mencarinya dengan cepat" ucap pelan Chu Tian


Chu tian kembali memposisikan dirinya, dia melesat kearah Sing wei , mereka beradu ratusan jurus pedang


Chu tian kini terdesak, dengan luka dipunggungnya dan perbandingan kekuatan Yang jauh Chu Tian sungguh sangat kesulitan dibuatnya.

__ADS_1


Bammmm....


"Argghh..." Chu Tian terlempar kebelakang dan menabrak beberapa pohon sekalipun.


"Kekuatannya sungguh bukan tandinganku, " ucap Chu Tian sambil memegangi dadanya yang terasa nyeri karena pukulan Sing Wei.


"hahaha kau sudah berubah tapi kekuatanmu masih sangat lemah, hanya dengan pukulan kecilku kau kalah" ucap Sing wei dengan tertawa sombong.


Chu tian mengepalkan tanganya.


"tidak aku tidak akan kalah darimu" ucap Chu Tian penuh tekad.


"Ho setelah kalah dariku kau masih mempunyai nyali juga ternyata" ucap Sing wei dengan sinis.


"aku tidak akan membiarkanmu, dunia ini bisa hancur jika aku tidak menghentikanmu" ucap Chu tian sambil kembali berdiri dan memegang erat pedang birunya.


"Tujuanku adalah menguasai dunia ini, dengan kekuatan dewa ini aku bisa melakukan hal itu hahaha" ucap sing wei dengan tawa jahat.


"Maka aku akan menjadi orang pertama dan terakhir yang akan menghambatmu" ucap Chu Tian kemudia berlari kearah Sing wei.


Sing wei sangat marah dengan perkataan Chu Tian.


"Maka aku akan menjadi orang yang membunuhmu" teriang Sing wei sambil melayangkan pukulan tapak.


Chu tian menahan pukulan Sing wei dengan tapaknya, sing wei tidak sampai disitu saja dia menendang Chu Tian keatas hingga Chu Tian melayang keudara.


Diudara Sing wei kembali melayangkan pukulan Kearah perut Chu Tian.


Bommmmm....


Chu Tian terjatuh dengan sangat keras bahakan pedang elemen sampai terpental keluar dari dalam tubuh Chu Tian.


"Tidakk Chu Tiaann..." teriang Ling Yue yang terbangun beberapa saat sebelum Chu Tian terjatuh ketanah.


Pedang Elemen jatuh tepat di Depan Ling Yue, padahal saat itu Jarak antara pertarungan dan tempat Ling Yue lumayan jauh.


"Shi Long selamatkan Chu Tian kumohon" ucap Ling yue sambil menangis.


"Aku, aku sudah berjanji untuk menjagamu" ucap Shi Long dengan menundukkan kepalanya.


"Aku bisa menjaga diriku dengan pedang ini" ucap Ling yue sambil mengambil pedang elemen milik Chu Tian.


Shi Long Terkejut dengan tindakan Ling Yue tapi dia tidak menayakan lebih lanjut kini dia fokus untuk menyelamatkan Chu Tian.


Saat Shi Long ingin pergi dari sana, Dia melihat seseorang yang berada di depan Chu Tian dan melindunginya dari serangan Sing Wei.


"Siapa pria itu, kenapa aku merasa sangat familiar dengan aura nya" batin Shi Long yang tidak jadi menghampiri Chu Tian.


.


.

__ADS_1


__ADS_2