
Ditempat Jhin Tian dia kembali keluar istana dia kini berada disebuah pavilium xiyanji itu memang salah satu pavilium milik Jhin Tian.
"Tuan muda sebenarnya apa yang anda Fikirkan, Kenapa anda terlihat sangat khawatir" Tanya Fu cang.
"Entahlah fu cang hari ini perasaanku tidak baik... Fikiranku hanya tertuju pada Xian dan xuan" Ucap Jhin tian.
" mungkin anda hanya meindukan mereka" Ucap Fu Cang.
"hmm mungkin Saja" Jawab jhin tian.
" hmm... sudahlah ayo kita pergi" ucsp Jhin Tian lalu banhkit dari duduknya dan pergi.
Setiap pelayan yang ada disana selallu menyapa Jhin Tian.
" Hei kau " teriak seseorang dari belakang Jhin Tian setelah Jhin Tian berjalan cukup Jauh dari paviliun.
"Aku..?" Tanya Fu Cang.
"Tidakk tapi dia" ucap orang itu sambil menunjuk Jhin tian.
"Ada apa tuan tuan memsnggilku" ucap Jhin Tian dengan wajah santai.
" Pertama perkenalkan aku adalah pi yoi no panggil aku paman pi" ucap Pi Yoi No.
"Baiklah paman Pi apa yang anda inginkan" Tanya Jhin Tian sambil menyipitkan matanya melihat paman itu dengan seksama.
"Anak muda bisa ikuti aku sebentar" Tanya Paman Pi.
Jhin tian menatap Fu cang lalu mengangguk.
Mereka berjalan menuju sebuah Rumah kayu yang cukup bagus.
" Selamat datang dirumahku duduklah" Ucap paman Pi sambil mempersilahkan Jhin tian Dan Fu Cang duduk.
Jhin Tian hanya tersenyum dan mengagguk.
" Pangeran menurutmu kenapa orang itu meminta kita kemari" Tanya Fu cang sambil berbisik.
"entahlah aku juga kurang mengerti" ucap Jhin Tian.
"Aih pangeran ini sudah hampir malam pangeran pertama pasti akan mencarimu" ucal Jhin Tian.
"kau tenang saja kni masalah kecil " ucap Jhin Tian dengan Santai.
__ADS_1
" Maaf membuat kalian menunggu... nikmatilah" ucap Paman Pi sambil menuangkan Teh kedalam cangkur yang baeu saja ia bawa.
" Anda tidak perlu serepot itu paman.. sekarang apa yang ingin paman katakan " Tanya Jhin Tian sambil mengambil cangkir teh didepannya.
" Itu.... dimana kau mendapatkan Phoenix Suci Itu" Tanya paman Pi terus terang.
" Pfftt... ehemm maaf , Anda mengatakan Phoenix Suci.. hahaha anda bercanda hewan itu tidak mungkin ada di sini itu hanya hewan dari daratan suci bukan" ucap Jhin Tian dengan Canggung setelah memutahkan kembali teh yang ia minum.
"Aku lihat dengan jelas phoenix itu ada didalam dirimu.. kau tenang saja aku tidak akan mengatakannya pada siapapun" Ucap Paman Pi.
" ah maaf Hari mulai gelap aku harus segera kembali" Ucap Jhin Tian mengalihkan perhatian.
"Tapi anak muda aku..."
" Maaf paman aku tidak punya cukup waktu untuk membicarakan hal konyol seperti itu" Ucap jhin tian Lalu melangkah pergi.
Malam Itu Jhin Tian seperti biasa berada dikediamannya membac buku dan ditemani oleh Fu Cang dan Yan Yan.
" Hari ini aku dibuat heran Dengan paman itu bagaimana dia bisa tau banyak" Ucap Kesal Fu Cang.
" Tuan tian sebaiknya anda lebih berhati hati lagi... orang orang ini kita tidak tau baik buruknya" Ucap Yan Yan.
" Aku Tau itu.. haih padahal Xiao Feng sedang jauh dariku tapk tetap saja aku juga seekor phoenix sekarang" Ucap Jhin Tian.
" Pangeran Ketiga hamba membawa pesan dari kaisar" Teriak sang pengawal dari luar pintu Jhin Tian.
Jhin Tian memberi kode dan Fu Cang langsung membuka kan pintu.
" Katakan"Ucap Jhin Tian yang masih ada di tempt dudukya tanpa beranjak sedikitpun.
" Yang Mulia Kaisar meminta kepada Pangeran Ketiga Jhin Tian untuk menghadap Dikediaman Kaisar dengan membawa Permata Tujuh samudera " Ucap Sang pengawal menyampaikan titah sambil berlutut dan menunduk.
" Malam malam Seperti ini...? " Jhin Tian bertanya tanya..
"Hmm. baiklah kau pergilah aku akan segera kesana" ucap Jhin tian sambil mengibaskan tangannya tanda ia meminta pengawal itu pergi.
Jhin tian beranjak dari duduknya mendekati ssbuah Laci meja yang ada di dekat tempat tidurnya dia membuka Laci itu dan mengambil sebuah kotak yang terlihat Tua.
" Dimalam malam begini Kaisar dewa tidak mungkin ingin meningkatkan elemen Airnya kan" tanya Fu Cang dengan binggung.
" memang siapa yang tau apa yang dia pikirkan" Ucap jhin tian.
" kalian berdua beristirahatlah Jangan menunggu aku kembali" lanjutnya.
__ADS_1
" Baik" jawab Yan Yan Dan fu cang bersamaan.
Jhin Tian keluar kediamannya, jika ke kediaman Kaisar jhin Tian harus melewati dua kediaman saudaranya terlebih dahulu.
" Didepan kediaman Yi fian, Jhin tian hanya mrlihat ketenangan suasana di kediaman Yi fian Sangat Tenang meski hari itu belum terlalu larut. Biasanya disaat Begini Yi fian mempelajari Buku bukunya dan membuat suasana kediamannya menjadi sangat tenang.
Sementara Saat dikediaman Lu ziqan adalah kebalikan dari yi fian sorakan dan tawa begitu mengelegar bau Anggur yang begitu kuat juga sangat menyengat diseluruh kediaman.
"Aih.." Jhin Tian hanya mengelengkan kepala melihat dua kepribadian berbeda dsri dua saudaranya.
Jhin tian sampai didepan kediaman Kaisar dan disambut dengan Dua pengawal yang memberinya hormat lalu membuka kan pintu.
" Membawa barang ini ditengah malam begini... apa yang ingin anda lakukan" Tanya Jhin Tian sambil meletakkan kotak itu perlahan di meja Kaisar.
"Permata Tujuh samudra kau tau kenapa di panggil seperti itu" Tanya Kaisar Shen Lie Fa sambil membuka kotak dan mengambil permata Tujuh Samudra
" Satu permata yang berhasil mengarungi tujuh samudra mengumpulkan kekuatan di setiap bagian samudra siapa yang tidak tau tentang itu.. permata yang tidak ada yang tau kegunaannya untuk apa anda memintanya"Tanya Balik Jhin Tian.
Dewa Shin Lie Fa membuka telapak tangannya terlihat batu biru itu bersinar dan melayang diatas telapak tangannya.
" Batu ini tercipta karena tangis dari tujuh saudara mereka saling menyanyangi seluas samudra Tujuh air mata bersatu dan membentuk sebuah batu" Jelas Dewa shin Lie Fa sambil berdiri dan melangkah mendekati Jhin Tian.
" Selain untuk menjngkatkan kekuatan elemen Air Batu ini juga bisa menjadi kehancuran untuk elemen Air.." dewa Shin Lie fa mengarahkan batu itu ke perut Jhin Tian setelah selesai dengan kata katanya.
" Arrrrrrkkkkkkhhhhhhhh" Teriak Jhin Tian yang membuat semua orang terkejut sebelum Akhirnya dewa Shin Lie Fa mengibaskan satu tangan yang lainnya untuk membuat Formasi kedap suara.
pffttt.....
Darah segar keluar dari mulut Jhin Tian.
" ke na.. pa" Jhin Tian dengqn susah payah bertanya rasa sakit diperutnya benar benar sangat menyiksanya.
Dewa Shin Lie Fa melepaskan Telapak tangannya permata Tujuh Samudra juga menghilang bersamaan dengan itu.
" Hah... hahh.. hahh.. arkh... sebenarnya.... apa yang kau lakukan.."Jhin tian dengan terbata bata masih menanyakan Apa tujuan Dewa Shin Lie Fa.
" Aku telah membuat kesucianmu sempurna" Ucap dewa Shin Lie Fa dengan Santai.
Jhin Tian mengelap Bibirnya dengan Tangannya seketika itu pula tangan Jhin Tian sudah penuh dengan darah.
"Ka ... Kauuu....."
.
__ADS_1
.