
ditempat Jhin Tian bersama dua saudaranya mereka terlihat berbicara dengan serius.
"Tidak mungkin... tidak akan kubiarkan kau pergi" ucap Jhin Le lalu berdiri dengan wajah marah sementara Jhin Tian masih terlihat tenang.
"Aku tidak punya banyak waktu untuk mendebatmu, aku harus mencarinya secepatnya" ucap Jhin Tian.
"aku setuju dengan Jhin le kita tidak ingin kau pergi, jika paman tau tentang ini mungkin dia juga tidak akan membiarkanmu pergi" ucap Jhin ze.
"Apa kalian pikir aku akan diam saja saat ayahku seperti sekarang, lagi pula aku harus mengambil penawarnya" ucap Jhin Tian.
"Huft kenapa kau keras kepala, kami semua saja bisa kalah telak hingga paman seperti sekarang, lalu kau akan pergi sendiri... apa kau sudah kehilangan akal sehatmu.!!" Marah jhin ze.
"Aku akan berusaha, kalian tenang saja dan ya jaga xian dan Xuan, serta jangan katakan apapun tentang kepergianku.. katakan saja bahwa aku kembali" ucap Jhin Tian.
"tapi itu akan membuat kepercayaan mereka runtuh padamu" ucap Jhin Le.
"Mereka akan selalu percaya padaku" ucap Jhin Tian sambil tersenyum lalu menghilang dan kembali muncul diluar perbatasan istana.
"Apa ini akan baik baik saja kak" tanya Jhin Ze.
"Kuharap seperti itu, dia sudah mempercayai kita, maka kita juga harus melakukan aa yang dia minta" ucap Jhin Le yang bergegas keruangan dimana jhin Suo terbaring lemas.
"Dimana Jhin Tian" tanya Ling Zhu.
"Emm bibi Jhin Tian kembali kedaratan tengah karena emm.."
"Karena tidak ingin meninggalkan Xian dan xuan lama lama" ucap Jhin Ze menyambung alasan Jhin Le.
"Disaat seperti ini apa yang dia pikirkan hanya anaknya" celetuk jhin She.
"Ayah kenapa kau berkata seperti itu" ucap jhin Ze
"Paman mungkin Jhin Tian belum berpamitan pada Xian dan xuan, paman tentu tau kan Xian dan xuan tidak bisa jika tidak ada Jhin Tian" Ucap Jhin Le mencoba menenangkan suasana.
"Tapi pangeran tadi sebelum kemari pangeran Tian telah berpamitan dengan Putri kecil Xuan dan Pangeran Kecil Xian."ucap Gi Kung.
"Sial aku lupa Gi Kung yang menjemput Jhin Tian tadi, tau begini tadi aku yang pergi, jhin tiann sekali lagi kau membuatku berada ditempat sulit" batin Jhin Le.
"Mungkin jhin Tian tidak ingin lagi berurusan dengan daratan suci, bukankah sebelumnya dia mengatakan itu" ucap Jhin Ze.
__ADS_1
"Jhin Ze...!!"
"Diamlah ini satu satunya cara, jika tidak bagaiman mereka bisa percaya" bisik Jhin Ze .
Setelah kata kata itu keluar Ling Zhu langsung terduduk lemah, dia tidak menyangka putra satu satunya akan melakukan itu, namun bagaimanapun dalam lubuk hatinya dia tentu tidak percaya akan hal itu.
"Bibi... bibi tenanglah, aku yakin Jhin Tian akan kembali kemari.. dia tidak mungkin setega itu kan" ucap Jhin Cha sambil memeluk Ling Zhu.
"Kuharap seperti itu" ucap Ling Zhu sambil menahan tangisnya.
"Jhin Tian kenapa kau jadi seperti ini" batin Jhin Cha dengan sedih.
"Apa tidak sebaiknya kita katakan yang sebenarnya saja" tanya Jhin Le.
"Tidak... kita..."
"Memang apa yang sebenarnya" tanya Qing Se.
"Tidak ada.. kak Le aku harus mengurus yang lainnya kau jaga disini" ucap Jhin Ze lalu pergi dengan cepat.
"Ada apa dengan pangeran Ze" tanya Qing Se.
"Kalian berdua ini aneh sekali" ucap Qing Se.
"Sudahlah jangan membahas itu sebaiknya kita mempersiapkan semuanya, aku takut makhluk itu menyerang lagi... sebenarnya apa masalahnya" ucap Jhin Le mencoba mengalikkan pembicaraan.
"Aku juga heran, aku tidak bisa memasuki alam bawah sadar makhluk itu.. tapi aku punya firasat ada sesuatu yang baik dibalik insiden ini" ucap Qing Se.
"Kuharap seperti itu" ucap Jhin Le namun ekspresinya benar benar tak bisa ditebak.
"Apa ada yang kau khawatirkan pangeran Le" tanya Qing Se.
"Ah Tidak ada" jawab Jhin Le.
"Aku merasa ada yang disembunyikan oleh pangeran" batin Qing Se.
"Pa..."
"aku sudah tau" ucap Huang Kei yang baru saja datang membuat semua orang menoleh kearahnya.
__ADS_1
Ling Zhu Langsung berdiri dan menghampiri Huang Kei.
"Dewa obat bagaiman keadaan suamiku apa dia baik baik saja" tanya Ling Zgu Dengan wajah penuh harapnya bahkan airmatanya belum kering yang membuatnya terlihat menyedihkan. bahkan sekarang Huang Kei menjadi tidak tega mengatakan semuanya.
"Ini aku emm... sebenarnya yang mulia terkena sebuah racun yang bernama tiga purnama"Ucap Huang kei.
"Hah kenapa namanya seperti itu, lalu apakah paman bisa membuat penawarnya" tanya Jhin Le.
"Ya aku kurang paham dengan racun ini, jika kita beruntung kita punya waktu 3 tahun namun jika tidak,.. kita hanya punya waktu tiga bulan dan... sayang sekali aku tidak bisa membuat penawarnya, racun ini memiliki tingkat kesulitan tinggi bahkan dewa sepertiku tidak bisa melakukan aapun" ucap Huang Kei.
"Lalu apa yang akan terjadi, bagaimana dengan suamiku" ucap Ling Zhu sambil kembali menangis.
"racun itu... mengerogoti tubuh yang mulia dari dalam seluruh organ akan hancur dan membusuk... kalaupun bisa sembuh mungkin yang mulia....."
"Tidakkkk huang kei apapun caranya tolong buat suamiku" ucap Ling Zhu sambil memegang tangan Huang Kei sambil menangis sedih.
"Aku... huft jujur saja untuk saat ini aku tidak bisa menjanjikan Apapun.. aku akan mencari solusinya pastii..! Dan mungkin aku akan bertanya pada pangeran Tian" ucap Huang kei dengan nada sedih.
Ling Zhu melepaskan tangannya dengan lemah kini harapannya hanya ada pada Jhin Tian namun saat ini jhin Tian tidak ada disisinya.
"Bibi Percayalah Jhin Tian pasti akan melakukan yang terbaik bagi paman " ucap jhin Le.
Ling Zhu Hanya mengangguk dan Masih terus menangis.
"Aku sungguh tidak tega tapi... hah aku hanya berharap kau tetap baik baik saja " batin Jhin Le dengan wajah penuh kesedihan dan lagi lagi itu di lihat oleh Qing Se.
"Apa yang sebenarnya disembunyikan oleh pangeran Le dan Pangeran Ze.. aku harus mencari tau" batin Qing Se.
Sementara Itu ditempat Jhin Tian dia terus mengikuti aura yang dia dapat di kerajaan Es.
"Anak Muda...."
Seseorang memanggil dari belakang membuat Jhin Tian Berbalik dan melihat siapa yang memanggilnya...
.
.
.
__ADS_1
.