Pendekar Phoenix Suci

Pendekar Phoenix Suci
CH. 67. kematian Li Chao


__ADS_3

"Tidak ini hanya hal kecil diluar sana masih ada banyak jenius yang melebihi diriku, aku hanya membuatnya agar kita bisa dengan mudah berkomunikasi tanpa mengeluarkan tenaga bukan untuk mendapat sanjungan" ucap Chu Tian lalu memberikan gelang komunikasi pada lin bai Raja Xin dan Xin Jun.


"Nah untuk kau Xin Lan maaf aku tidak Sempat membuat lagipun bahan bahannya aku juga kekurangn " ycap Chu Tian sambil mengaruk kepalanya.


"Tidak masalah kau sudah memberikan kalung ink untukku aku sudah sungguh sangat berterimakasih" uvqp Xin Lan wajahnya juga mulai bersemu merah.


"itu hanya hadiah kecil tapi aku pastikan itu bisa membuatku tau jika kau dalam bahaya" ucap Chu Tian.


"Emm terimakasih, apa kau akan segera kembali ke kerajaan Chu" tanya Xin Lan wajahnya mulai terlihat sedih.


"Aku tentu harus kembali kekerajaan Chu, mereka yang disana juga membutuhkanku" ucap Chu Tian yang tersenyum sambil mengusap rambut Xin Lan.


"Huh mereka mulai lagi" ucap lao Hei dengan pelan namun masih didengar oleh Xiao Feng dan langsung mendapat tatapan tajam oleh Xiao Feng.


"Apa ,aku tidak salah kan kenapa kau menatapku seperti itu" tanya Lao Hei saat melihat tatapan Xiao Feng.


"Sebaiknya kau diam jika tidak aku akan menyumbat mulutmu dengan api suci" ucap Xiao Feng.


"Hey apa kau ingin membunuhku" kesal Lao hei dan Xiao Feng mulai menciptakan bola kecil ditangannya dari energi api


"A a aku akan diam kumohon jangan lakukan itu padaku ,aku diam aku diam"ucap Lao hei lalu menutup mulutnya dengan kedua tangannya


Booommm, Bommmmm.


Dari kejauhan terdengar suara ledakan yang begitu kuat membuat Chu Tian dan lainnya terkejut.


"Apa itu tadi " tanya Xin Jun


"Sepertinya ada yang bertarung atau ada benda yang membuat ledakan" ucap Lin Bai


"Aku akan meemriksa bersama paman feng , lao Hei dan Xin Jun" ucap Chu Tian


"Aku ingin ikut" ucap Yan Sha nqmun malah mendapat tatapan tajam dari Chu Tian


"Apa kau tidak tau kondisimu hah, kau tetaplah disini jangan membuat ulah lagi atau aku akan meninggalkanmu disini selamanya" ucqp Chu Tian.


"Tapi energiku sudah kembali" ucap Yan Sha.


"Bisakah sekali saja kau menututi perkataanku" ucap Chu Tian dengan menghela nafas.


Yan Sha hanya menundukkan kepalanya.


"Kakak Chu Tian sangat perhatian dengan Yan Sha apa dia mencintainya" batin Xin Lan .


"Eee kakak jika aku yang ikut apakah boleh" Tanya Xin Lan.


"Tidak ,kau juga baru pulih dari lukamu dan aku ingin kau memastikan Yan Sha tidak berbuat yang aneh aneh lagi" ucap Chu Tian

__ADS_1


"Hah aneh aneh gimana kak" Tanya Xin Lan dengan memiringkan kepalanya


"Eh itu, kau pastikan saja dia baik baik saja, Baiklah ayo kita pergi" ucap Chu Tian dengan cepat kemudian melesat kearah ledakan.


Sesampainya ditempat ledakan Chu Tian dan teman temannya berdiri dibatang pohon tak jauh dari ledakan itu , Chu tian mengamati tempat itu dengan serius .


"Dari ledakan ini sepertinya barusaja ada pertarungan" ucap Chu Tian.


"Kau benar, tunggu aku mendengar sesuatu, dari arah sana" ucap Xiao Feng.


"Mari kita lihat" ucap Chu Tian dan diangguki oleh Xiao Feng dan yang lainnya.


"Hah bukankah itu li huan dan paman Li Chao ." ucap Chu Tian saat sampai ditempat suara yang didengar Xiao Feng.


"Siapa mereka apa kau mengenalnya" ucap xin Jun


"Aku akan menjelaskannya nanti sekarang aku harus menolongnya terlebih dahulu" ucap Chu Tian.


"hahaha gadis cantik serahkan barang itu sekarang atau aku akan membunuh ayahmu ini hahaha" ucap Orang berbadan tinggi dan berkulit hitam


"huan'er larilah jangan pedulikan ayah bawa pergi barang itu temukan Chu tian dia akan melindungimu kelak" ucap Li Chao


"Diam kau kakek tua" ucap orang itu lalu memukul li Chao dengan menggunakan gada nya.


"Ayahhh...!!!" teriak Li Huan


"Li Huan bawa paman pergi dari sini , xin Jun tolong dia" ucap Chu Tian dan diangguki oleh Xin Jun dan Li huan.


Chu Tian menatap orang itu dengan tajam.


"Beraninya kau melukai mereka apa kau sudah bosan hidup" ucap Chu Tian energi nya yang besar keluar begitu saja mengimtidasi semua yang ada disekitarnya .


"Tu tuan tenanglah kau membuatku tidak bisa bernafas" ucap Lao Hei sambil berlutut begitupun dengan Xiao Feng nafas mereka sudah terengah engah.


Chu Tian mengontrol kembali energinya.


"Maaf" ucap Singkat Chu Tian lalu melesat kearah pria berbadan tinggi yang barusaja mencoba untuk kembali berdiri.


"Bocah beraninya kau ikut campur urusanku kembalikan gadis itu padaku" ucap pria itu.


"Jangan terlalu bermimpi" ucap Chu tian dengan sinis


Chu Tian lalu mengepalkan kedua tangannya dan mengumpulkan energi api birunya, kedua pupil matanya berubah warna menjadi kebiruan dia terlihat sangat marah apalagi saat ini dia mendengar suara tangisan Li Huan membuatnya semakin marah.


"Aku harus berhati hati dengan bocah ini, " batin Pria berbadan tinggi itu.


"Aku bertanya padamu apa yang kau inginkan darinya dan siapa sebenarnya kau ini" tanya Chu Tian namun tatapanya masih setajam pisau.

__ADS_1


"Heh memangnya siapa kau berani bertanya padaku" ucap Pria itu dengan sombong.


"Aku benci orang yang sombong katakan padaku sekarang ...!"Teriak Chu Tian marah dia melepas energi ditangannya dan diarahkan pada Pria berbadan tinggi itu.


Booommmm.


Orang itu termundur jauh kebelakang dan menabrak banyak pepohonan.


"Uhuk uhuk ,aku akan kembali untukmu ingatlah namaku sio yi, hahahahaha" ucap Orang itu yang tiba tiba menghilang.


"Kemana dia pergi, apa perlu kita kejar" tanya Lao Hei.


"Tidak" jawab Singkat Chu Tian.


"Apa kau baik baik saja" tanya Xiao Feng


"Ya, aku tidak apa apa" ucap Chu Tian lalu melangkah kearah Li Huan meninggalkan Xiao Feng dan Lao Hei dibelakang.


"Apa kau juga merasa dia sedikit aneh" ucap Lao Hei pada Xiao Feng dan Xiao Feng hanya mengangkat bahunya.


"Saudari huan bagaimana keadaan paman Chao" tanya Chu Tian.


Li Huan hanya mengeleng dan terus menangis membuat Chu Tian semakin khawatir.


Chu Tian lalu memeriksa denyut nadi Li Chao dan ternyata jantung Li Chao sudah berhenti berdetak nafasnya juga sudah tidak ada.


"Tidak Tidak, ini tidak mungkin aku pasti salah" ucap Chu Tian kemudian melukai tangannya dan meneteskan kemulut Li Chao.


"Saudara Tian apa yang kau lakukan" tanya Li Huan yang melihat Chu Tian yang begitu panik.


"Didalam darahku ada energi kehidupan paman harus baik baik saja " ucap Chu Tian terus meneteskan darahnya namun tidak ada perubahan sama sekali


Xiao Feng ,Lao Hei Xin Jun dan Juga Li Huan terkejut mendengar pengakuan Chu Tian


"Hentikan itu Tidak ada yang bisa kita lakukan lagi" ucap Li Huan kemudian kembali menangis.


"Tidak aku tidak akan membiarkan ini aku harus menyelamatkannya" ucap Chu Tian lalu mengalirkan energinya kedalam tubuh Li Chao.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2