Pendekar Phoenix Suci

Pendekar Phoenix Suci
CH 205. Mimpi buruk


__ADS_3

"Aku pernah menjadi orang paling tak berguna, aku tau rasanya disakiti dan aku juga mengerti rasanya tidak dilindungi siapapun, tapi yah aku tidak ingin ini terjadi pada kalian" ucap Jhin Tian.


"Ribuan kali aku mendengar ceritamu mungkin aku tidak akan pernah bosan" ucap Qing Se.


"hahaha Qing Se kau terlalu berlebihan, aku bahkan ingin sekali menghilangkan semua kenangan buruk itu" ucap Jhin Tian.


"Semua ada masanya pangeran, memang tidak semua seauai dengan ekspektasi namun terkadang kenyataan akan menjadi sesuatu yang luar biasa melebihi semua ekspektasi kita" jelas Qing se.


"Kau memang benar. huh sudah lah sebaiknya kau tidur ini sudah larut, aku akan berjaga disini" ucap Jhin Tian masih tetap menatap hamparan pasir.


"tapi panger.."


"Sudahlah, bwristirahatlah bwritau yangblainnya juga agar tak khawatir" ucap Jhin Tian.


"hah baiklah, aku siap melaksanakan perintah pangeran" ucap Qing se lalu membungkuk hormat dan pergi.


"Entah mengapa aku jadi khawatir dengan Ling yue" ucapnya pelan.


"Huh bagaimana keadaanmu disana kuharap kau baik baik saja" ucap Jhin Tian sambil menatap langit malam yang indah.


Angin berhembus kencang membuat pasir berterbangan, dengan reflek jhin Tian menutup matanya dengan tangan.


Tak lama angin mulai berhenti jhin Tian mulai membuka matanya, dari kejauhan dia melihat seseorang dibalik pasir pasir yang berterbangan dia mengambil pedangnya dan bersiap.


Jhin Tian masih diam, dengan pedang yang siap menebas kapan saja, orang itu mulai mendekat dan badai pasir mulai menghilang.


Orang itu sampai didepan Jhin Tian dengan senyumnya.


Jhin Tian lalu menjatuhkan pedangnya, dia menata orang itu dengan tatapan tajam.


"Apa kau tidak akan menyambutku... suamiku" ucap wanita itu yang tak lain adalah Ling Yue.


"Li ling yue apa yang kau lakukan disini tempat ini sangat berbahaya" ucap Jhin Tian, dia masih belum bisa mempeecayai matanya.


"hei kau meremehkan ku aku ini adalah wanita yang kuat" yah kata kata yang sering Jhin Tian dengar saat dia tidak mengijinkan Ling Yue pergi.


Setetes air mata luntur begitu saja melewati pipi mulus jhin Tian


kreppp....


ling yue memeluk Jhin Tian dengan erat.


"ling yue kau.." * mengusap air mata nya sendiri.


"Tolong, biarkan ini sebentar saja aku sangat merindukanmu biarkan aku mencium wangi tubuhmu agar selau kuingat selamanya" ucap Ling yue air matanya tumpah di dekapan Jhin Tian..

__ADS_1


Jhin Tian masih mematung, dia tidak mengerti apa yang Ling yue katakan.


"Apa ini Ling Yue, hahaha kau bicara seakan kau akan pergi meninggalkanku, jangan bercanda Ling yue" ucap Jhin Tian.


"Tidak.. sampai kapanpun aku tidak akan meninggalkan mu, tapi tolong biarkan aku merasakan kenyamanan ini, aku sangat merindukanmu suamiku" ucap Ling Yue sambil mendongak untuk menatap wajah Jhin Tian dengan air mata yang berurai.


Jhin Tian membawa Ling yue duduk dan masih dalam posisi Ling yue memeluknya, Jhin Tian mulai memeluk kembali Ling Yue dan mengusap air matanya.


"Jika begitu maka lakukanlah" ucap Jhin Tian.


"Kau tau suamiku, jika suatu saat aku harus pergi bisakah kau menjaga Malaikat kecil kita" twnyq Ling Yue.


degh..


"Apa yang kau maksud Yue'er aku ingin kita merawat malaikat kecil kita bersamaan, aku tidak ingin sesuatu terjadi padamu" ucap Jhin Tian.


"hmm hahaha aku hanya bercanda saja, lagipula aku akan terus berada disisimu selamanya dan disetiap kehidupan aku akan terlahir sebagai istrimu" ucap Ling Yue dengan senyumnya.


"Aku tidak tau apa yang kau bicarakan tapi tolong berjanjilah kau jangan pernah meninggalkanku, aku bisa menahan apaoun selain kehilanganmu" ucap Jhin Tian dengan air matanya.


"Suamiku, aku mencintaimu lebih dari apapun jadi tolong percayalah padaku, suatu hari pasti aku akan kembali" ucap Ling Yue dan mencoba bangkit


" hah ling Yue kau mau kemana, jangan pergi" ucap Jhin Tian sambil menahan tangan Ling Yue.


"kau percaya akan takdir, maka ini juga adalah takdir, suamiku berjanjilah untuk menyayangi Malaikat kecil kita" ucap Ling yue.


"Maafkan aku, ingatlah aku akan selalu disisimu pangeranku" ucap Ling yue dan perlahan Tubuhnya menghilang dan pergi terbawa debu yang berterbangan.


Keesokan harinya.


"Ling Yueee..........hah hah hah" Jhin tian langsung bangkit dari tidurnya dengan nafas terengah engah


"Pangeran ada apa" tanya Qi Val dengan khawatir.


Keringat dingin membasahi tubuh Jhin Tian terlihat wajahnya yang ketakutan dan sembab seperti habis menangis.


"Ap apa aku barusan mimpi" ucap Jhin Tian.


"mungkin iya, kau baru saja bangun, padahal aku baru akan membangunkanmu karena makanan telah siap dan Yan Sha serta yang lainnya telah sadar., tapi apa anda baik baik saja" tanya Qi Val


"emm baiklah aku akan kesana, aku tidak apa apa hanya mimpi buruk" ucap Jhin Tian pikirannya masih sangat kacau.


"Kuharap itu semua benar benar hanya mimpi, tidaka akn kubiarkan itu semua terjadi" batin Jhin Tian.


Jhin Tian bangkit lalu berjalan menuju ketempat teman temannya dengan tatapan kosong, dia melamun disepeanjang jalannya.

__ADS_1


"Pangeran awas" teriak Gi Kung saat Jhin Tian mau menabrak sebuah batu.


"Astaga, sejak kapan batu ini disini" ucap Jhin Tian dengan kesal.


Mereka yang ada disana saling berpandangan.


"Jhin Tian apa kau sakit" tanya Jhin Le.


"Tidak, memang kenapa" tanya Jhin Tian.


"Tidak aku hanya takut kau sakit, dan ya batu itu uadah ada disana sejak kita memasuki tempat ini" ucap Jhin Le.


"emm begitu"Jhin Tian mulai duduk.


mereka mulai memakan makanan mereka masing masing kecuali Jhin Tian di masih masih saja melamun memikirkan mimpi yang baru saja dia dapat.


"Jhin Tian kenapa kau tidak memakannya, apa kau tidak suka" tanya Yan Sha.


"..."


"Jhin Tian" pqngil Yan sha Lagi.


"......"


"JHINNNNNNN TIAAAAAANNNNNNNNNN" teriak Yan Sha mengelegar keseluruh gua bahkan suara gema nya bisa terdengar berulang kali.


"Astaga Yan Sha kau ini kenapa, aduhh kupingku " ucqp Jhin Tian sambil mengusap kupingnya.


"Kau ini kenapa ..? kau yang kenapa dipanggil tidak menjawab,apa kau ada masalah " tanya Yan sha.


"Tidak... emm yan Sha apa tubuhmu sudah baik baik saja" tanya Jhin Tian mengalihkan perhatian.


"emmm ya, aku hanya sedikit trauma dengan yang kemarin, dan itu membuatku pingsan" ucap Yan Sha.


"Nanti saja ceritanya, Jhin Tian cepat makan makananmu,kau juga yan sha" ucap Jhin Le dengan nada tegas.


"baik" jawab yan sha dan Jhin Tian bersamaan.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2