
"Yan Sha apa yang kau lakukan disini, sebaiknya kau beristirahat" ucap jhin Tian.
"Jhin Tian aku tidak..."
"Qing Se kenapa kau tidak mendengarkanku, aku menyuruhmu menjaganya dia harus beristirahat dengan baik" ucap Jhin Tian dengan wajah marah.
"Aku sudah melarangnya namun dia bersikeras kemari karena mendengar dari salah satu pengawal kalau ratu duyung datang" Ucap Qing Se.
"Cih aku tidak per...."
"Jhin Tian tenanglah aku baik baik saja kau tidak perlu khawatir, aku hanya ingin bertemu ibuku apa itu salah" Tanya Yan Sha dengan nada sedikit keras.
"Aku tidak menyalahkanmu ingin menemui ibumu tapi aku tidak akan membiarkan wanita itu mendekatimu lagi,"Ucap Jhin Tian dengan wajah serius.
"Ya yan Sha, jhin Tian maafkan aku, aku benar benar telah dibutakan kekuasaan, tapi tolong jangan pisahkan aku dari putriku, aku tidak bisa hidup tanpanya, " ucap Ratu Duyung.
"Lalu jika begitu kenapa kau tidak mrmikirkan perasaan putrimu sedikit saja, cih memuakkan jika aku mau aku sudah menghabisimu kemarin" ucap Jhin Tian dengan nada dinginnya.
"aku tau jikapun aku melawanmu aku juga tidak akan menang pangeran, tapi sungguh waktu itu entah apa aku benar-benar tidak bisa menguasai diriku... Yan Sha mau akn kau memaafkan ibu" ucap ratu Duyung dengan wajah sendunya.
"Jhin Tian.. kumohon" ucap Yan sha dengan wajah penuh Harap.
"Tch terserah kau saja.... Jaga dia dengan baik aku akan kembali ketempat Xian dan Xuan" ucap Jhin Tian lalu melangkah keluar.
"Apa dia marah padaku" batin yan Sha smbil melihat kepergian Jhin Tian.
Jhin Tian pergi ketempat ibunya untuk berpamitan, dan dia segera kembali kekerajaan Chu.
sementara ditimpat Yan Sha, dia menangis sejadi jadinya setelah mengetahui semuanya dari ratu duyung, yah Jhin Tian menyembunyikan semuanya dari Yan Sha karena takut akan kondisinya, dia juga meminta semua orang untuk diam, tapi jika ratu duyung sendiri yang membongkarnya apa boleh buat.
"Yan Sha ibu sungguh minta maaf, aku..."
"Pergiiii" teriak Yan Sha sambil menangis didekapan Qing Se.
"Ibu aku mohon anda kembalilah terlebih dahulu, biarkan aku menenangkan yan Sha terlebih dahulu" ucap Qing Se.
"Ibu sungguh minta maaf, ibu telah dibutakan tahta dan juga umur, ibu sung..."
"Diamlah, dan pergii... hiks aku tidak pernah punya ibu yang tega terhadap anaknya, ibuku adalah orang yang paling menyayangi ku dan juga selalu mengutamakan kebahagiaan ku."Ucap Yan Sha yang terus menangis.
"Yan Sha ibu..."
__ADS_1
"Ibu aku mohon, kembalilah lain waktu biarkan Yan Sha beristirahat dia baru saja mengalami masa sulit"ucap Qing Se dengan nada sedikit tinggi.
Air mata Ratu duyung tak tertahan lagi, dia lalu menghilang dari sana,
"Qing Se kenapa ibu begitu kejam Padaku hiks" yan Sha meluapkan semua keluh kesah nya pada Qing Se.
"Sudahlah kau tidak perlu memikirkan hal semacam itu, kau sekarang hanya perlu bersyukur karna Jhin Tian telah mengembalikan anak kita" ucap Qing Se dengan senyum dan mengelap air mata Yan Sha.
"Tentang jhin Tian, apa aku terlalu keras padanya tadi" tanya Yan Sha.
"Entah aku juga tidak tau tapi yang pasti, kau jangan melakukan hal itu padanya lagi, dia telah mengorbankan energi kehidupannya dan..."
"Apa energi kehidupan, tapi bagaimana mungkin, aku aku aku harus segera menemuinya" ucap Yan Sha.
"Percuma saja dia telah kembali kekerajaan Chu, dia mengunakan teknik terlarang yang aku pun tak tau teknik itu, yang jelas itu membuat energi kehidupan jhin Tian semakin melemah" ucap Qing Se.
"Ta tapi dia tadi terlihat baik baik saja kan" yan sha masih tidak percaya dengan perkataan Qing Se.
"Aku juga berharap yang kurasakan tentangnya tadi hanya sekedar perasaanku saja, yan Sha kali ini aku mohon jangan mendebatnya, kita berutang nyawa padanya" ucap Qing Se sambil menatap serius Yan Sha.
"Kenapa dia melakukan hal seperti itu hanya untukku" ucap Yan Sha, air mata yan Sha terus keluar tanpa henti.
"Aku tidak melakukan sesuatu yang harus membuatnya mengorbankan ini semua, biarakan aku menemuinya" ucap Yan Sha dan ingin berlari keluar.
"Percuma saja dia sudah pergi, sebaiknya kau beristirahat dan jaga baik baik anakmu itu, jangan sia siakan apa yang Jhin Tian berikan, Qing Se jaga dia dengan baik aku harus kembali" ucap Jhin Le.
"Baik pangeran" jawab Qing Se dengan menunduk hormat, dan Jhin Le keluar dari ruangan itu.
kembali ketempat jhin Tian, kini dia sudah ada didaratan tengah, dia tidak langsung ke kerajaan Chu, dia kini berada di air terjun dimana itu adalah jalan masuk ke kota Phoenix.
"Salam pendekar, aku merasa sangat bahagia melihat pendekar datang kemari" ucap Phoenix bulu biru.
"Terimakasih sambutannya, apa Xiao Feng ada disini" tanya Jhin tian dengan senyumnya.
phoenix itu tertegun, dia menatap Jhin Tian dengan serius.
"Jin ki kenapa kau memandangku seperti itu" tanya Jhin Tian.
"ah maaf pendekar aku hanya sedikit terkejut, dan tuan Xiao Feng ada Didalam" ucap Phoenix biru bernama Jin Ki.
Jhin tian masuk kedalam untuk membicarakan sesuatu kepada Xiao Feng.
__ADS_1
"Tadi itu aku berhalusinasi atau apa" ucap Jin Ki masih dengan wajah bingung.
"Heii..!!" ucap seseorang sambil menepuk bahu Jin Ki.
"Astaga..!!! kau membuatku terkejut!!" ucap Kesa Jin Ki.
"Hahaha maaf maaf kiKi "Ucap Seseorang yang baru datang.
"Tch.. apa yang kau lakukan disini" tanya Jin Ki.
"Tidak aku hanya melihatmu berdiri kebingungan jadi aku datang kemari, apa kau ada masalah" tanya orang itu yang bernama Fin Sya sang phoenix putih.
"Huh tadi pendekar kemari, dia menanyakan keberadaan xiao Feng" ucqp Jin Ki.
"Lalu apa yang salah" tanya Fin Sya.
"Ck dengarkan penjelasanku sampai akhir, dasar bodoh" kesal Jin Ki.
"Iya maaf kan aku " ucap Fin Sya sambil mengaruk tengkuknya dan tersenyum tanpa dosa.
"Aku melihat pendekar jhin tian tersenyum hangat" ucap Jin ki
"oh hanya itu.... ehhhhh tungguuu... Apaaaaaa"
"Ssstt pelankan suaramu pendekar ada didalam" ucap Jin Ki sambil menutup mulut Fin Sya.
"Emmmmmmmmm.... hah hah hah.... ka kauberniat membunuhku ya" kesal Fin Sya sambil mengambil nafas dengan rakus.
"jika boleh memang iya" ucap Jin Ki dengan memutar bola mata malas.
"Kejam sekali kau jadi teman" Ucap Fin Sya dengan wajah sedihnya.
"Kalian berdua,apa yang kalian ributkan di sini" ucap seseorang yang baru saja datang dan membuat mereka berdua terkejut
.
.
.
.
__ADS_1