
"nenek, kenapa nenek bisa berada disini kakak bilang nenek berada dikediaman Wen karena ada serangan" tanya Chu tian.
"Yah nenek memang melakukan itu , tapi terlambat seluruh keluarga wen telah habis dibantai termasuk Bibimu juga telah tiada sekarang hanya tersisa aku kakekmu dan juga pamanmu saja" ucap Nenek ming dengan sedih.
"Maafkan aku yang tidak bisa membantu nenek saat dalam kesulitan, sungguh aku benar benar tidak berguna" ucap Chu tian bahkan tanpa dia sadari air matanya keluar dia sungguh merasa bersalah atas kematian istri pamannya dan seluruh keluarganya.
"Jangan salahkan dirimu, aku tau kau melindungi kerajaan, nenek dan kakek sangat mengerti akan hal itu " ucap Nenek ming menenangkan Chu Tian.
"Sudah sudah apa kau merindukan paman dan kakekmu, mereka ada dipenginapan rencananya besok nenek akan ke ibukota untuk menemui Kakek Chen say" ucap Nenek Ming mencoba mencairkan suasana.
Mereka akhirnya berjalan menuju penginapan dimana nenek dan kakek Chu tian Menginap.
"ini tempat nenek menginap" ucap Nenek Ming setelah sampai didepan semua penginapan.
Chu tian dan yang lainnya terdiam melihat penginapan didepan mereka.
"Eee Chu tian bukankah ini penginapan tempat kita menginap" bisik Ling Yue.
"memang iya" jawab Chu Tian dengan menyilangkan tangannya.
"Nenek sungguh menginap disini" tanya Chu Tian
" tentu saja disini, bukankah kau juga berada menginap disini" ucap Nenek Ming.
"bagaimana nenek bisa tau" ucap Ling Yue.
"Emm gadis cantik kau tidak berpikir nenek tua ini akan salah mengenali cucunya kan" ucap Nenek Ming dengan tersenyum.
"Eehh ti tidak tentu saja tidak" jawab Ling Yue dengan gugup.
"Baiklah ayo masuk dan bertemu dengan Wen Han dan wen Sio" ucap Nenek Ming dan membawa mereka masuk.
Didalam penginapan itu ada sebuah ruangan mirip aula kecil yang memang biasa digunakan untuk pertemuan, Chu Tian dan yang lainnya kini berada disana sedangkan nenek Ming pergi untuk memanggil Kakek Han.
"Kenapa aku tidak tau jika disini ada nenekmu sebelumnya" tanya Ling Yue.
"jangankan kau aku saja tidak merasakan auranya, aku hanya merasakan saat kita sampai digerbang desa setelah itu menghilang" ucap Chu tian dengan santai.
"Entahlah aku merasa familiar dengan aura nenekmu itu pangeran" ucap Shi Long.
"Apa nenek juga pernah kehutan yang kau tinggali itu" tanya Chu Tian sambil memperhatikan Shi Long.
"kurasa tidak, selama ini tidak ada yang selamat dari ilusi yang ku buat, aku selallu mengambil energi spiritual dan energi kehidupan mereka agar aku bisa tetap hidup" ucap Shi Long.
"Jadi itu alasan kenapa hewan disana tidak memiliki energi spiritual" tanya Chu Tian.
"benar, tapi untuk hewan aku masih menyisakan energi kehidupan mereka dan memberikan racun sebagai senjata " ucap Shi Long
"Nah lihat mereka ada disini" ucap nenek Ming.
__ADS_1
"An'er" Ucap Wen Han dan wen Sio bersamaan.
"kakek, paman" ucap Chu Tian dengan senang.
"bagaimana kau bisa disini" tanya Wen Sio sambilmemeluk Chu Tian.
"Aku sedang dalam perjalanan menuju benua barat" ucap Chu Tian dengab senyuman.
"Lalu dimana Chu Lizheng kenapa dia tidak ikut" tanya Wen Han.
"Itu... kakak sekarang sudah menjadi raja , tentu sekarang dia sangat sibuk" ucap Chu tian.
"Apa Raja Kai sudah turun tahta" tanya Wen Sio.
Chu Tian sedikit mengkerutkan keningnya tapi dengan cepat dia mengubah ekspresinya.
"Ayah memang sudah menyerahkan tahtanya kepada kakak" ucap Chu Tian dengan senyum.
"Kuharap yang kupikirkan salah, aku akan melihat kalian yang sebenarnya" Batin Chu Tian.
"Baiklah aku akan menyiapkan makanan untuk kalian" ucap Nenek Ming lalu berjalan keluar.
"Tapi nenek kami baru saja makan" ucap Ling Yue.
"Benarkah, kalau begitu aku akan menyiapkan camilan untuk kalian" ucap nenek Ming yang membuat kecurigaan Chu Tian semakin membesar.
"Apapun yang dia berikan jangan memakannya sebelum aku memerintahkan" ucap Chu Tian melalui telepati.
Ling yue yang terkejut seketika berteriak.
"Aaaaa" teriaknya.
"Ada apa, kenapa kau berteriak nak" tanya Wen Han dan diangguki oleh wen Sio.
Chu tian memjamkan matanya dia lupa jika Ling Yue belum mengerti tentang hal ini.
"Eee tidak tidak apa apa kakek paman, aku hanya melihat tikus tadi" ucap Ling Yue dengan gugup dia melihat kearah Chu tian yang tersenyum tipis mendengar jawaban Ling Yue.
"kukira ada apa, tidak apa apa nanti aku akan meminta pelayan penginapan untuk menangkap Tikus itu" ucap Wen Sio mencoba menenngkan Ling Yue.
" te terimakasih paman, aku sangat takut dengan tikus maafkan aku" ucap Ling Yue.
"Tidak masalah"jawab Wen Sio.
"Lihat nenek membawa camilan enak , dan ini untukmu kue octopus kesukaanmu An'er" ucap Nenek Ming Pada Chu tian.
"Nenek memang selalu tau apa yang kuingginkan" ucap Chu Tian dengan tersenyum namun perkataan dan fikirannya sungguh berbeda.
"Tentu saja, untuk cucu kesayanganku" ucap Nenek ming sambil mengelus kepala Chu Tian.
__ADS_1
Tangan Chu Tian mengeluarkan energi hitam lalu membuat seekor tikus kecil .
"Bukankah itu tikus yang kau lihat tadi Ling Yue" tanya Chu Tian sambil menunjuk kepojok Ruangan.
Seketika semua orang menengok kearah yang ditunjuk Chu Tian. Setelah semua perhatian mereka teralihkan Chu Tian menganti makanan yang berada dihadapannya dan kedua temannya.
Selesai menganti makanan itu, Chu Tian mengerakkan tanganya ke arah Tikus buatannya kemudian tikus yang ia buat seakan berlari pergi dari sana.
"Kau benar ada tikus disini, sungguh tempat yang kotor" ucap Wen Han dengan kesal.
"Sudahlah lagi pula tikus itu sudah pergi, sekarang ayo makan camilannya" ucap nenek ming dengan senyum lebar.
Ling Yue dan Shi Long melirik kearah Chu Tian ,kemudian chu tian mengangguk kecil.
Mereka memakan kue dan camilan yang diberikan nenek Ming,
"Emm ternyata kue ini sangat lezat aku baru pertama kali merasakannya" ucap Shi Long.
"Benarkan, kau bisa menghabiskannya, nenek akan membuatkan untukmu nanti" ucap nenek ming dengan senyum anehnya.
"Benarkan terimakasih " ucap Shi Long sambil terus memakn kue octopus dan kue bulan.
"An 'er bagaimana menurutmu" tanya Nenek Ming.
"Tentu buatan nenek adalah yang terbaik" ucap Chu Tian namun wajah terlihat seperti sangat mengantuk
"kau pasti kelelahan , kembalilah kekamarmu dan tidur" ucap Nenek ming dengan Tersenyum.
Ling Yue dan Shi Long juga sama mereka terus menguap setelah memakan begitu banyak kue.
"Kalian juga lekas beristirahat , nanti saat makan malam nenek akan membangunkan kalian" ucap nenek ming.
"Baiklah nenek, kami akan kembali ke kamar kami" ucap Ling Yue.
Chu Tian dan dua temannya berjalan keluar dengan sempoyongan, dan mereka terus menguap seakan telah melewati hari hari tanpa tidur.
"berhati hatilah " ucap Wen Han.
"Ba.." Chu Tian tidak melanjutkan kata katanya.
Brukkkk....
Chu Tian dan Dua temannya jatuh tak sadarkan diri sebelum mencapai pintu Ruang aula.
.
.
.
__ADS_1