
mereka lalu kembali berjalan kali ini mereka berfikir kemana mereka akan pergi.
Cukup lama mereka berjalan hingga menemukan sebuah danau besar disana.
"Danau tapi tidaka da petunjuk disini" ucap Yu Nan.
"kuharap kita berada dijalan yang benar" ucap Jhin Le.
"Tunggu sebentar aku mendengar sesuatu" ucwp Jhin Tian.
mereka semua diam mencoba mendengarkan apa yang terjadi.
"Itu adalah suara Burung api" ucap Muo Sie.
"Apa burung api, tapi apa yang mereka lakukan ditempat seperti ini" ucap Gi Kung.
"Aku tidak tau" jawab Muo Sie sambil mengangkat bahunya.
"Lihat diatas sana" ucap Yan Sha.
"kenapa mereka hanya berputar putar ditempat itu, apa dibawahnya ada sesuatu" tanya Jhin Le.
"Kita tidak akan tau jika kita tidak melihatnya, ayo kita kesana" ucap Qi Val.
Mereka berlari mengelilingi sungai Hingga sampai ditempat Burung Api berterbangan.
"aku tidak pernah tau bahwa burung api memakan sesama" ucap Muo Sie, mereka semua bersembunyi dibelakang pohon dan mengintai apa yang terjadi.
"Jika itu bukan sifat alami mereka berarti mereka tidsk mendapat makanan dan hanya bisa memakan saudara mereka sendiri" ucap Jhin Tian.
"Mungkin saja itu benar, tapi kenapa harus saudara mereka sendiri kenapa tidak hewan lain saja" tanya Qing Se.
"Ini Adalah teka teki yang sulit, Apa yang kau lakukan jika kau berada ditempat terpencil tanpa makanan dan hanya ada temanmu apa kau akan bertahan atau memakan saudaramu untuk menambah tenaga agar bisa keluar dari tempat terpencil itu" ucap Qi Val.
"Bukankah jika kita bersama sama maka kita akan menemukan solusinya" jawab Gi Kung.
"Memang benar tapi tanpa makanan maka daya fikir akan berkurang dan itu adalah kelemahan bagi setiap makhluk mereka menjadi hilang kendali dan satu hal yang ada difikiran mereka adalah makan" ucap Huang Tei.
"Jadi penyelesaiannya" tanya Qi Val.
"Ini adalah tentang nafsu, bagaimana kita menahannya dengan kondisi seperti itu" ucap Qing Se.
"Hal pertama untuk meredakan lapar adalah danau itu" ucap Jhin Tian.
"Tapi didanau itu tidak ada ikan ataupun hewan lainnya" ucap Yan Sha.
"Aku tidak membicarakan hewannya, aku berbicara tentang Airnya" ucqp Jhin Tian.
"Air..? Aku mengerti sekarang, Jika kita meminum banyak air bukankah kita akan kenyang, yah meski kita akan sedikit kesulitan namun setidaknya kita tidak perlu memakan saudara kita" ucao Qing Se.
"Tepat sekali, dan Cara Yang kedua adalah pohon dan rumput, itu jug alternatif yang cukup masuk akal jika tidak ada apapun" ucap Jhin Tian.
"Itu cukup masuk akal dari pada memakan saudara sendiri," ucap Huang Tei.
__ADS_1
"Kalian Lihat burung burung itu pergi" ucap Gi Kung.
"Apa kita harus mengejarnya" tanya Muo Sie.
"Kurasa tidak lihat dibangkai butung itu, ada sesuatu" ucap Qi Val.
"Kau benar ayo kita lihat" ucap Yan Sha.
mereka mendekat dan mengamati benda yang berkilau.
"Bukankah ini Kuncinya" tanya Yu Nan.
"memang tapi Benda disamping itu apakah telur" ucap Huang tei .
"Telur apa ini,Muo Sie apakah itu telur burung api" tanya Jhin Tian.
"Kurasa bukan tidak ada aura panas dari sana" ucap muo Sie.
"Lalu telur apa" tanya Huang Tei.
"Sebaiknya kita bawa telur ini, tidak mungkin juga kita tinggalkan disini, biar Lao Hei yang menjaganya" ucap Jhin atian dan membawa Telur itu keruang Dimensi.
Diruang dimensi..
"Kau gila ya aku ini bukan induk ayam mengapa kau memintaku menjaga telur itu" kesal Lao Hei.
"aku mohon kak, kau tidak mau menolongku" ucap Jhin Tian.
"Ashh bagaima cara aku menolakmu, baiklah tapi sekali ini saja kau memintaku menjaga telur, aku lebih memilih menjaga Jinfu dari pada telur itu" ucap Lao Hei.
"Sudah selesai" tanya Jhin Le dan diangguki oleh jhin Tian.
"Sekarang waktunya mencari cawannya" Ucap Qi Val.
"Ayo kita cari" ucap Yan Sha.
"Tapi tunggu dimana kita akan mencarinya" ucap Jhin Tiqn.
"Aku mengingat sesuatu...! danau tadi!!!" ucap Huang Tei.
mereka berjalan kembali kedanau, ditengah danau itu ada sebuah cawan Yang berada diatas batu.
"Sungguh..? cawan itu Ditengah danau" ucap Muo Sie.
"Kita harus menyebrang ketengah danau itu" ucap Huang tei dengan wajah ngeri.
"Aku lebih baik tidak" ucap Muo Sie.
"Aku saja, kalian tunggu disini" ucap Yan Sha.
"Tapi Yan Sha apakah kau.."
"Jangan pikir putri duyung akan tengelam Gi Kung" ucap Yan Sha.
__ADS_1
"Aku bahkan luoa kalau dia putri duyung" ucap Gi Kung.
Jhin Tian mengelengkan kepalanya melihat tingkah Gi Kung
"Yan Sha Kau yakin bisa melakukannya" tanya Jhin Tian.
"Apa kau meragukanku,berikan kuncinya padaku" ucap Yan Sha.
"Emm baiklah Tuan Putri Kita akan segera beraksi" ucap Jhin Tian dengan sedikit candaan.
"Aku akan mencekikmu nanti" ucap Yan Sha dengan tersenyum.
Yan Sha menyeburkan Dirinya kedalam Danau, dia seketikaberubah menjadi duyung dia berenang menuju Tengah danau. Yan Sha segera Meletakkan kuncinya kedalam cawan, dan seketika itu juga cahaya terang menghampiri mereka semua , Keadaan kembali berubah mereka semua berada ditempat kering dengan hamparan pohon sakura, bahkan jalanan disana dipenuhi dengan kelopak bunga sakura.
"Tempat ini sangat indah" ucap Yu Nan.
"Benar benar sangat indah" ucap Huang Tei.
"Entah mengapa tempat ini terasa nyaman" ucap Jhin Tian.
"Sepertinya jika didaratan dewa ada tempat sepeeti ini mungkin akan menjadi tempat kesukaanmu " ucap Jhin Le pada Jhin Tian.
"tentu saja namun keindahan bunga sakura di kota bunga salju juga sangat menawan" ucap Jhin tian.
" dari pada kita terus mengagumi tempat ini lebih baik kita jelajahi tempat ini" ucap Qing Se.
Mereka mulai menjelajahi tempat yang indah itu, setelah melewati hutan penuh bunga sakura itu mereka sampai disebuah desa yang indah.
mereka mulai memasuki Desa itu.
"Selamat datang Tuan Tuan dan Nona, kami sangat senang menyambut anda didesa kecil kami, Terutama anda Pangeran Mahkota Jhin Tian." ucap Salah seorang warga desa.
"Bagaimana kau bisa tau nama kami" ucap Jhin Le.
"Oh pangeran Jhin Le siapa yang tidak tau tentang oara Putra dan Putri Jenius dari setiap suku utama didaratan Suci, Silahkan masuk " ucap Orang itu.
mereka semua akhirnya masuk kedalam desa dan terlihatlah desa yang ramai , para rakyat disana selalu memberikan hormat disaat Jhin Tian dan yang lainnya lewat.
"Aku sedikit merasa aneh dengan tempat ini" ucap Qi Val.
"Itu memang benar tapi bisakah kita makan terlebih dahulu aku sungguh lapar" Ucap Gi Kung.
"Kau ini makan terus, tapi sebenarnya aku juga lapar" ucap Huang tei.
"Kau pun sama saja" ucap Gi Kung.
"Hahahaha baiklah baiklah , sebaiknya kita makan terlebih dahulu" ucap Jhin Tian.
.
.
.
__ADS_1
.