
Serangan mereka bertiga meledak saat mengenai perisai tipis milik Zaein ,perisai milik zaein hanya sedikit retak dan mereka bertiga terpental jauh dan memuntahkan seteguk darah, diantara mereka gu hang yang masih terlihat baik baik saja sedangkan yang lain wajah nya sudah pucat pasi.
"Sekarang giliranku menyerang" Ucap Zaein dengan sinis
Dia lalu bergerak dengan cepat sambil mengayunkan pedang tipis miliknya .
Crash crash...
Seketika itu dua kepala telah terpotong dalam hitungan detik saja. Kini hanya tinggal Gu hang saja yang tersisa.
Melihat kawannya mati dengan begitu cepat Gu Hang menelan ludahnya dengan susah payah badannya gemetar keringat dingin mengucur di dahinya.
"Tu tuan tolong ampuni aku, aku hanya mengikuti tetua saja aku bukanlah musuh Tuan Muda Chu Tian" Ucap Gu Hang mencoba mencari alasan.
"Hahahaha apa kau kira aku ini bodoh..! aku sudah tau bahwa kau lah yang berniat balas dendam atas kematian adik bodohmu" Ucap Zaein dengan tertawa lebar melihat kebodohan Gu Hang.
Mendengar itu wajah Gu Hang pucat pasi.
"Ka kau akan menyesal pemimpin sekte akan membalaskan dendam kami hahahaha" ucap Gu Hang
"Bawa kemari pemimpin sekte yang kau banggakan itu akan kupastikan dia mati dengan sangat tenang" ucap Zaein dengan senyum sinisnya.
"Pemimpin sekte ku ada di ranah dewa dan kau hanya diranah kaisar tahap pertama, kau akan mati ditangannya" Ucap Gu hang dengan arogan.
"Siapa yang akan mati itu tidak ada yang tau tapi yang pasti kau akan mati dengan kesombonganmu itu" Ucap Zaein lalu melesat hilang dari pandangan Gu Hang lalu muncul disamping Gu Hang
Gu Hang yang terkejut pun reflek menangkis dengan tangannya namun karena gerakan cepat dan ketajaman pedang milik Zaein tangan beserta kepalanya terpisah begitu saja.
Gu Hang mati dengan mata melotot karena terkejut.
Setelah membunuh ketiga murit elit itu Zaein mulai membantai murid murid yang tersisa .
Disisi lain Xiao Feng juga sudah mulai menguasai jalannya pertarungan ,dilihat dari kondisi Hao Yan yang tidak bisa disebut baik karena tubuhnya penuh dengan luka dan bajunya sudah ternodai oleh darahnya sendiri rambutnya begitu acak acakan bagai tak terawat, wajahnya pucat pasi seperti tidak ada darah lagi yang mengalir di tubuhnya.
"seperti ini saja kau sudah kalah bagaimana kau ingin menjadikanku beast spiritmu sungguh lelucon yang mengelikan" ucap Xiao feng terkekeh geli melihat kondisi Hao yan yang sudah sangat memprihatinkan
__ADS_1
"Diamm.!! aku masih belum kalah aku pasti akan membuatmu berlutut dasar burung sialann..!!!" ucap Hao Yan yang masih tetap arogan meski kondisinya sangat parah.
"Dasar bodoh..!!! kau akan mati dengan kesombonganmu itu" Ucap Xiao Feng dengan senyum tak berdaya, dia sungguh dibuat kesal dengan kesombongan Hao Yan yang tidak tau batasannya sendiri.
"Aku akan mendapatkanmu !!" Hao Yan masih tidak ingin menyerah.
"Kalau begitu lakukanlah jika kau mampu..!!" Ucap Xiao Feng dengan sinis.
"Cih" Hou Yan berdecih lalu menggunakan energinya untuk memyerang Xiao Feng.
"Elemen tanah ....duri penghancur" ucap Hou Yan memulai lagi serangannya, tanah dibawahnya tiba tiba terangkat lalu berubah menjadi begitu banyak duri yang sangat tajam lalu melesat ke arah Xiao Feng.
melihat serangan yang datang Xiao Feng tersenyum tipis.
Xiao Feng lalu memutar tubuhnya lalu dari tapak kanannya menyembur hawa dingin ,lalu membuat semua duri yang sedang melesat itu membeku dan jatuh lalu hancur begitu saja.
"Sekarang giliranku menyerang" Kata Xiao Feng dengan serius.
"pembeku jiwa" ucap Xiao Feng singkat lalu mengarahkan energinya ketelapak tangaan lalu melemparnya ke arah Hou Yan
BOOOMMM...
Ledakan keras terjadi saat bola energi milik Xiao Feng menghantam tubuh Hao Yan dan mampu membuat tubuh Hao Yan hancur tak bersisa bahkan setetes darahnya pun tak terlihat karna membeku begitupun dengan jiwanya yang ikut hancur tanpa sisa.
"Huft Akhirnya ,selesai Zaein aku akan membantumu karna aku yakin tuan akan segera menyelesaikannya dengan cepat" Ucap Xiao Feng dengan sedikit berteriak pada Zaein.
Zaein yang maaih fokus melawan lima puluh murid yang tersisa pun hanya sedikit tersenyum dan mengangguk pada Xiao Feng.
Disisi lain kondisi Chu Tian masih terlihat begitu baik hanya sebagian bajunya yang robek, kapak penyerang jiwa juga tidak mampu melukai kulit permata naga milik Chu Tian yang telah terbentuk dengan sempurna.
"Ayo akhiri dengan cepat" ucap Chu tian dengan dingin.
"Kau akan mati ditanganku bocah" ucap heng yo lalu menyerap esensi yang ada di kapaknya.
Tubuh Heng Yo berubah menjadi lebih besar bagai sosok iblis dengan aura hitam yang sangat menjijikkan.
__ADS_1
"Lagi lagi bersekutu dengan iblis sungguh hina..!! " Chu Tian benar benar merasa muak dengan mereka yang menyembah iblis dan mengorbankan jiwanya hanya demi kekuatan yang tak seberapa.
"Hahahaha ternyata seperti ini rasanya kekuatan ditingkat dewa dan aku akan membunuhmu..!!!! " ucap Heng yo dengan tawa mengelegar bagai guntur.
Xiao Feng dan Zaein terkejut saat merasakan aura menjijikkan di dekat Chu Tian ,mereka lalu berpandangan satu sama lain dan mengangguk
Mereka berniat mengalahkan para murid yang tersisa dengan cepat, berharap mereka dapat membantu Chu Tian. Tapi sayangnya mereka tidak tau disaat mereka menghawatirkan Chu Tian Chu Tian sendiri malah sedang tersenyum kecil.
"Kau ingin menyerangku dengan energi kegelapan ah yang benar saja " Ucap Chu Tian dengan wajah aneh
Heng Yo merasa aneh dengan Chu Tian yang masih terlihat santai dan tenang padahal dia sudah bertransformasi menjadi iblis karena kekutan jiwa yang ada di kapak penyerang jiwa.
"Apa kau tidak takut mati..! " tanya heng yo merasa aneh dengan Chu Tian yang masih setia dengan senyum kecilnya.
"hmm ,kau ini kenapa bertanya begitu aku ini masih memiliki tanggung jawab yang besar dan aku tidak mungkin mati ditangan iblis rendahan sepertimu..!" Chu Tian menjawab dengan sedikit menaikkan alisnya.
" kami memiliki kekuatan yang luar biasa ,yang pantas dianggap rendahan adalah kalian..!!" Ucap Heng Yo dengan sikap arogan nya.
"cih..!! untuk apa memiliki kekuatan besar tapi tidak mempunyai jiwa dan akan berakhir menjadi orang gila" ucap Chu Tian dengan senyum mengejek.
"Kauu...!! " Heng yo yang sudah termakan emosi tidak bisa berkata kata lagi dadanya naik turun wajahnya merah padam menahan amarah yang akan segera meledak.
.
.
.
.
.
.
See you next chapter readers👋🏻🤗
__ADS_1