
" Ehem kalau begitu paman sekarang sudah bebas dan paman tentu bisa kembali keakhirat dan tenang disana ,jika masih diizinkan berreingkarnasi maka berusahalah menjadi lebih baik dikehidupan berikutnya" kata Chu Tian dengan tersenyum dia bertekad dalam hatinya tidak akan membiarkan dia kehilangan keluarganya dia akan berusaha untuk melindungi mereka semua.
"Kau tau aku berharap dikehidupanku berikutnya aku menjadi bagian dari dirimu entah itu temanmu atau bahkan anakmu, ah ya terimalah ini sebagai ucapan terimakasih" ucap Peng Li sambil menyodorkan sebuah kotak kecil.
" Apa ini " Tanya Chu Tian sambil mencoba membuka kotak itu dan didalamnya ada sebuah cincin berwarna biru terang.
pria itu tersenyum .
"Didalam kotak itu ada cincin penyimpanan yang berisi inti dari pohon kehidupan dan juga seluruh harta yang selama ini aku kumpulkan dari para kultivator yang mati didalam jurang ini" ucap pria itu dengan tersenyum tubuhnya juga mulai menghilang.
" yah jika kau memberikannya aku tidak akan menolak lagi anggap saja ini keberuntunganku" kata Chu Tian tertawa kecil lalu memandang Peng Li yang mulai menjadi transparan.
"Terimakasih pangeran Tian semoga kita bertemu lagi " ucap Peng Li yang terus tersenyum sampai tubuhnya benar benar hilang.
Melihat Peng Li yang sudah menghilang Chu Tian menghela nafas lalu memandang kearah pintu hitam dan memasukinya, Chu Tian mulai melangkah menjauh dari pintu hitam itu disaat itu dia juga merasakan aura yang sangat mengerikan .
Chu Tian masih terus melangkah dengan santainya dia juga melihat sekeliling apabila ada sesuatu yang mencurigakan, tempat gelap bukan menjadi penghalang bagi Chu Tian yang memiliki pandangan tajam.
Saat chu Tian maaih terus mengamati sekitar, dia merasakan ada yang mengikutinya dari belakang, Chu Tian masih terlihat tenang seperti tidak merasakan apapun, namun semakin lama semakin banyak yang mengikuti Chu Tian.
"Ini Tidak Baik" ucap Chu Tian dalam hati .
Chu Tian langsung berbalik dan menembakkan laser cahaya kearah yang dia rasa tempat persembunyian mereka yang mengikutinya sedari tadi.
Booommm...!
Ledakn terjadi saat tembakan laser cahaya milik Chu Tian mengenai sesuatu.
Setelah ledakan mereda tiba tiba Chu Tian dikepung oleh lima roh.
"Bagaimana ditempat seperti ini dihuni oleh para roh, apakah mereka dibangkitkan" tanya Chu Tian dalam hati dia sedari tadi sudah mencoba menghubungi Cang He untuk bertanya namun tidak bisa, itu berawal saat Chu tian bertemu Peng Li saat itu pula dia dan Cang He seperti tidak bisa terhubung.
"Hahaha makanan kakak berikan makanan ini padaku hahaha" ucap salah satu roh suara nya mirip dengan gadis kecil yang terdengar sangat ceria.
__ADS_1
"Tidak makanan ini hanya milikku" ucap marah roh yang dipamggil kakak.
" hiks bagaimana jika itu untuku hiks aku benar benar sangat lapar hiks" ucap Lainnya dengan menangis.
"Hentikan tangisan bodohmu itu, itu benar benar sangat menjijikan" ucap Lainnya dengan kesal.
"Sudahlah mari kita bagi energi orang ini dengan adil untuk makanan kita" ucap salah satu dari mereka dengan lembut
Chu Tian melihat perdebatan itu sedikit mengkerutkan keningnya, para roh ini memiliki emosi masing masing dan mereka memakan energi, bagaimana mungkin.
Biasanya para roh hanya akan menyerap esensi kehidupan namun tidak dengan energinya, namun kali ini Chu Tian benar benar terkejut,
saat Chu tian masih tengelam dalam pikirannya seklebat bayangan muncul dikepalanya ,dua orang yang berambut putih sedang bertarung dengan sengit namun salah satu dari mereka seperti terlihat menahan diri saat dia hampir menang dan akan menusuk perut lawannya tanpa disangka dia terlihat tersenyum lalu menancapkan pedangnya ke perutnya sendiri hingga menembus punggungnya lalu terjatuh dengan bersimbah darah.
Pria yang tadi bertarung dengannya berlari kearah jatuhnya pria itu lalu berteriak dan menangis dia terlihat begitu kehilangan dan begitu kecewa namun terlihat orang yang tertusuk terus tersenyum lalu memejamkan matanya dan mati, dan saat itu dia melihat orang yang menangis itu membawa pedang elemen milik Chu Tian dan yang tertusuk pedangnya sendiri memakai pedang berwarna biru bercorak hitam dengan gagang yang terlihat sangat indah.
Setelah itu Chu Tian kembali tersadar dari ingatan itu dia bahkan tanpa sadar meneteskan air mata nya.
Chu Tian mengeluarkan pedang elemennya lalu seketika para roh yang tadi masih terus berdebat terdiam mereka seperti melihat sesuatu yang mengejutkan.
"Pedang elemen bagaimana kau bisa memilikinya " ucap roh yang dipanggil kakak
"Aku menemukannya tanpa sengaja" kata Chu Tian dengan santai.
"Tidak kau pasti orang yang membunuh tuan dan menyebabkan kami keluar dari dalam pedang " Ucap roh itu lagi.
"Bagaimana itu bisa aku ..?" tanya Chu Tian lalu dia teringat akan bayangan yang ada di kepalanya.
"apa kalian bawahan dari orang yang bunuh diri dengan pedangnya" Tanya Chu Tian
"Apa maksudmu dengan bunuh diri hah tuan kami adalah Dewa Es, orang yang sangat hebat dan tidak mungkin bunuh diri..!" bantak roh itu.
Chu Tian lalu menceritakan apa yang dia lihat dikepalanya dan itu membuat semua roh itu kembali terdiam.
__ADS_1
"Bukankah kalian roh pedang bagaimana mungkin kalian tidak mengetahui kejadian itu" tanya Chu Tian dengan binggung
"kami disegel pada saat itu dan saat darah tuan menetes kepedang saat itulah kami terbebas dari segel yang tuan buat namun saat kita terbebas tubuh tuan sudah tertusuk oleh pedangnya sendiri dan seorang pria berada disampingnya , saat tuan mati kami terlempar keluar dari dalam pedang dan jatuh le dunia ini" ucap roh pedang dengan sedih.
"Jadi begitu lalu apa yang kalian lakukan disini" Tanya Chu Tian lagi.
"Kami hanya mengumpulkan energi dari orang orang agar kekuatan kami pulih dan kami bisa kembali kedunia dewa" ucap salah satu roh pedang.
"sepertinya ini akan menarik , apa kalian juga membutuhkan energi kegelapan" Tanya Chu Tian.
"Tentu saja namun itu akan sedikit sulit, Tuanku adalah orang yang sangat baik rendah hati dan juga sangat adil, Tuanku begitu menyayangi adik satu satunya ,tuanku adalah orang yang rela melakukan apapun demi kebahagiaan orang lain dia bahkan tidak sungkan memberikan tahtanya kepada adiknya dan karena tuan kami tidak pernah melakukan kejahatan maka daru itulah energi yang selalu kami hisap adalah energi murni bukan kegelapan jadi meski sekarang tuan kami telah tiada namun energi murni masih ada didalam roh kami ini" ucap salah satu mereka.
"Aku masih binggung bagaimana orang bisa senaif itu merelakan semuanya demi adik saja bahkan kebahagiaan pun dia berikan pada orang lain, tapi aku sangat kagum dengannya" ucap Chu Tian mengagumi tuan dari roh pedang itu
dia benar benar dibuat terkesima saat melihat orang yang ada difikirannya itu merelakan dirinya demi orang lain bahkan dia tidak terlihat menyesal bahkan malah tersenyum
.
.
.
.
.
.
.
maaf semuanya jarang up karna masih banyak masalah yang belum terselesaikan🙏🏻 bukan bermaksud tidak menamatkan cerita, saya akan berusaha menyelesaikan cerita hingga akhir😁
Terimakasih
__ADS_1