Pendekar Phoenix Suci

Pendekar Phoenix Suci
CH 171. Semoga saja...?¿


__ADS_3

"Sepertinya itu tidak akan mudah" ucap Chu Tian.


"Tentu saja sangat Sulit Qi Sau melindungi dirinya dengan kekuatan spiritualnya, dan dia juga sangat berbahaya, jadi kau harus berhati hati jika bertarung dengannya" ucap Lao Hei.


"Aku mengerti, Setidaknya aku sudah tau sedikit tentang itu sudah lebih dari Cukup" ucap Chu Tian.


"luar biasa kalian semua memikirkan rencana tanpa aku" ucap Jinfu yang baru saja datang dengan wujud kucingnya.


"Oh ya lalu siapa yang tertidur sepanjang hari tadi" ucap Zaein dengan kesal.


" aku ini hanya memejamkan mata tidak tidur seharusnya kau mengajakku" ucap Jinfu.


"Sudahlah kalian ini apa tidak bosan bertengkar terus" ucap Xiao Feng.


"Diamlah" ucap Zaein Dan Jinfu Bersamaan, namun seketika mereka sadar siapa yang mereka suruh diam.


"Eee Xiao Feng jangan diam seperti iti kau terlihat lebih mengerikan" ucap Zaein.


" ini semua salahnya yang tidak membangunkanku jadi jangan salahkan aku protes dengannya" ucap jinfu.


"Kalian yang diamm" marah Xiao Feng dan membuat zaein dan Jinfu seketika diam tanpa suara bahkan bernafas pun mereka berhati hati


"Ini lebih baik" ucap Lao Hei


"Lalu bagaimana selanjutnya" tanya Ji Kun dia tidak ingin terlibat dengan zaein lagi jika ada Xiao Feng ji Kun sudah cukup terkena pukulan Xiao Feng.


"Sementara hanya ini yang bisa kita lakukan, tombak naga langit milik Kak Lizheng, Pedang phoenix kembar milik paman Xiao Feng, Pedang penghisap darah milik Zaein dan Tombak samudra milik Ji Kun serta panah triganda milik Hwangji, Lima senjata utama kerajaan Chu ini pasti mampu setidaknya untuk menahan serangan dari hewan iblis" ucap Chu Tian.


"Kau memang benar, tapi untuk saat ini kita tidak punya banyak rencana karena serangan kali ini berbeda dengan perang biasanya, kali ini kita tidak bisa menebak berapa banyak musuh dan bagaimana serangan mereka" jelas Chu Lizheng.


"Yang bisa kita lakukan hanya melindungi orang orang yang kurang mampu dalam berperang " ucap Xiao Feng.


"Dengan jumplah kita ini apakah itu mungkin" tanya Chu Hwangji.


"Kita tidak akan tau jika kita tidak mencobanya, kalaupun tidak bisa setidaknya kita sudah berusaha yabg terbaik" ucap Xiao Feng.


Semua mulai sepakat dengan rancangan itu, mereka mungkin akan merubah rancangan nanti disaat pertempuran dimulai.


Semua kembali kekediamannya untuk beristirahat Tapi tidak dengan Chu Tian yang tidak dapat memejamkan matanya bahkan Ling Yue sudah tertidur pulas .

__ADS_1


"tubuhku terasa tidak nyaman apa yang aku lewatkan" ucap Chu Tian.


Chu Tian memikirkan sesuatu yang ia lupakan


"Kristal terakhir yang kudapatkan sepertinya belum kubuka" ucap Chu Tian lalu mengeluarkan Kristal Coklat Yang ia dapatkan dari Ve Wai, dia memang sudah membuka semuanya tapi tidak dengan kristal terakhir karena saat akan membukanya selalu saja ada yang datang dan membuatnya mengurngkan Niat.


"Kristal ini adalah peelambangan dari dewi kehidupan, jika aku membunuh adiknya apakah dia akan... Ash lebih baik aku tanyakan langsung padanya." ucap Chu Tian lalu memejamkan mata.


Sinar terang keluar dari kristal lalu sesosok wanita Cantik Dengan gaun indah nan anggun berdiri tepat didepan Chu Tian.


"Anda pasti dewi kehidupan, aku memberi hirmat kepada anda" ucap Chu Tian.


"Akhirnya anda memanggilku pangeran setelah sekian lama aku menunggu waktu ini" ucap dewi kehidupan.


"Aku merasa beruntung bisaa bertemu dengan dewi kehidupan secara langsung" ucap Chu Tian.


"Emm bukankah sebentar lagi kau juga akan naik kedaratan suci untuk membuka semua segel penghalang" ucap Dewi kehidupan suara lembutnya membuat siapapun yabg mendengarnya menjadi tenang.


" yah mengenai itu bukankah aku harus..."


"Aku tau maksudmu pangeran, jika memang itu diperlukan lakukanlah, aku tidak berhak melarangmu, bahkan jika aku melarangmu aku hanya akan menghambat takdir" ucap dewi Kehidupan.


"Dewi katakan padaku dengan jujur, apakah kau inginkan hal itu" tanya Chu Tian.


"Aku dengan segenap kepercayaanku selalu yakin dengan ucapanku pangeran, Aku selalu Suci dan murni tidak akan membohongimu sebagai putra dari junjunganku" ucap Dewi Kehidupan dengan tersenyum lembut.


"Aku cukup lega mendengarnya, jika kau memintaku ubtuk tidak membunuhnya maka aku juga tidak akan membunuhnya entah bagaimana caranya nanti untuk tidak membunuhnya namun juga tidak membuatku terhambat" ucap Chu Tian.


"Lakukan apapun yang menurutmu benar pangeran, aku dan seluruh klan suku kehidupan telah mengiklaskannya semenjak dia melakukan kejahatan luar biasa hingga membuat tiga dunia terguncang begitu hebat" ucap dewi Kehidupan.


"Baiklh jika itu sudah keputusanmu dewi, maka aku tidak akan merasa ragu lagi" ucap Chu tian.


"Sebaiknya pangeran segera menemui dewa Qing Yu saat ini sepertinya dia peelu bicara banyak denganmu, aku akan mengundurkan diri sekarang juga" ucap Dewi Kehidupan.


"Baiklah" jawab Chu Tian dan dewi kehidupan kembali menjadi cahaya dan memasuki kristal sembilan warna sementara Chu Tian memejamkan matanya dan memasuki Kota bunga Es.


Chu Tian melangkahkan kakinya tanpa ragu untuk menemui Dewa Qing Yu.


"Pangeran akhirnya kau datang, kenapa ku tidak segera membuka kristal terakhir" kesal Qing yu.

__ADS_1


"Ada apa ini dewa kenapa wajahmu terlihat panik dan untuk itu aku benar benar lupa" ucap Chu tian.


" untung kau membukanya sebelum Dewa Matahari dan dewa bulan bergerak bersama" ucap Qing Yu.


"Lalu ada apa" Tanya Chu Tian.


"aku hanya ingin memperingatimu untuk berhati hati dengan Qi Sau, kami para dewa saja kewalahan ,meski kau juga seorang dewa namun kau masih terlalu muda berhati hatilah kami sungguh hanya bisa mengandalkanmu" ucap Dewa Qing Yu sambil memegang pundak Chu Tian.


"Qing Yu benar putraku kau harus berhati hati dengan Qi Sau, kekuatanmu sebnarnya masih kalah jauh dari Qi Sau" ucap Jhin Suo yang tiba tiba ada disana.


"Ayah.."


" yang mulia" ucap Qing Yu yang langsung membungkuk hormat.


"Ayah kenapa ayah bisa disini" tanya Chu Tian.


" tentu saja bisa, aku akan berada dimanapun putraku berada" ucap Jhin Suo dan ditanggapi dengan senyuman oleh Chu Tian.


"Jhin Tian dengarkan ayah baik baik, jika nanti kau tidak mampu melawannya maka jangan lawan Kurung dia di kurungan Cahaya," ucap Jhin suo.


"Kurungan Cahaya Dimana aku bisa mendapatkannya" tanya Chu Tian.


"pangeran kau hanya pwelu menggunakan energi cahayamu padanya, seperti iblis dia juga rentan terhadap cahaya, jika ada kesempatan Tusuk Jantungnya dengan tombak Cahaya itu akan memusnahkannya dan jika tak berhasil dia akan tetap lemah karena energi cahaya yang menjalar keseluruh tubuhnya" jelas Qing Yu.


"Jadi seperti itu, Ayah apa pedang Roh dewa bisa digabungkan dengan elemen" tanya Chu Tian.


"Aku belum pernah mencoba hal itu, tapi kemungkinan jika kau mengabungkannya dengan kekuatan pedang elemen kau bisa, kulihat para Roh itu sangat menyukaimu mereka pasti akan membantumu" ucap Jhin Suo.


"kuharap seperti itu" jawab Chu Tian


(Nama Jhin Tian akan digunakan saat didaratan Suci... sekian dan terimakasih:)  ^∇^


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2