
pagi harinya setelah insiden itu, seperti biasa Jhin Tian membangunkan putra putrinya itu.
"Xian Xuan bangun dan segera bersiap, ayah akan bergi ke aula istana" ucap Jhin Tian setelah Xian dan Xuan membuka matanya.
"Ya ayah" ucap Mereka berdua setengah sadar sambil mengusap kedua mata mereka.
"Baiklah jika ada apa apa panggil pelayan mengerti" ucap Jhin Tian sambil mengusap kepala kedua anaknya.
"Umm" xian dan Xuan mengangguk pelan.
Jhin Tian pergi meninggalkan kedua anaknya itu yang dan pergi menuju Aula istana.
Di Aula istana Jhin Tian memberikan hormatnya saat datang.
"pamaann.." ucap Chu Liyan yang langsung memeluk Jhin Tian.
"Kenapa Liyan sangat bahagia hari ini, apa ada sesuatu" tanya Jhin Tian.
"Tentu paman, hari ini kakek dan nenek buyut Liyan akan datang, jadi liyan sangat bahagia" ucap Liyan yang membuat Jhin Tian termenung.
"Emm benarkah itu Liyan, kalau begitu liyan bersiap sekaligus bawa adik adikmu Xian Dan Xuan" ucap Jhin Tian dengan senyum tipis.
"Baik paman, Liyan perlmisi dulu" ucap Liyan Yang langsung berlari keluar aula.
"Hei kau tidak minta Izin pada ayahmu ini hah" teriak Chu Lizheng.
Seketika Liyan Berhenti dan berbalik.
"Maaf ayahanda, Liyan pelmisi dulu" ucap Liyan Sambil membungkuk dan berbalik kembali dan lari.
"Dasar anak itu, Ah ya adik apa yang ingin kau sampaikan" Tanya chu Lizheng.
Jhin Tian lalu memandang Chu Lizheng dengan serius, tatapannya sungguh berbeda dengan saat dia memandang Liyan.
"Aku akan katakan terus terang" ucap Jhin Tian sambil duduk dikursi kehormatannya.
"Aku curiga ada orang dibelakang Sing Wei" ucap Jhin Tian dengan wajah serius.
"Apa maksudmu musuh kita belum berakhir" tanya Chu Lizheng dengan wajah serius pula.
"Ya itu benar, Sing Wei tidak mungkin berani terang terangan menantangku, lagi pula dia mempunyai Zirah dewa yang tidak sembarangan orang dapat memilikinya" ucap Jhin Tian.
"Jadi Apa yang kita harus lakukan" tanya Chu Lizheng.
"Selidiki" ucap Jhin Tian dengan dingin.
"Mohon Ampun pangeran, tapi bagaimana cara kita menyelidiki tentang mereka, sedangkan kita tidak memiliki petunjuk" tanya Sang Penasehat istana.
"Itu benar pangeran, kami tidak punya petunjuk apapun tentang ini" ucap Mentri.
jhin Tian memangku dagunya dan memandang oramg orang itu dengan malas, mereka semua terus berdebat.
"Tapi kita masih bisa berusaha dengan mencari informasi informasi terkait mereka" ucap sang panglima.
"Itu benar, ditambah mereka telah membuat onar dibeberapa daeran mungkin kita bisa mencari informasi disana" ucap Jendral kerajaan yang tak lain adalah Ji Kun.
berbagai pendapat pun diutarakan oleh beberapa orang, Namun itu semua membuat Jhin Tian merasa bosan, Chu Lizheng yang melihat Adiknya merasa bosan langsung angkat bicara.
"Kalian semua tenanglah" ucap Chu Lizheng dengan sedikit berteriak.
Semua yang ada disana seketika terdiam.
__ADS_1
"Baik terimakasih, Dan pangeran Tian kulihat kau paling tenang apa kau mempunyai rencana" tanya Chu Lizheng dengan senyumnya.
Jhin Tian meminta pengawal yang dibelakangnya untuk memberikan sebuah bola kecil kepada Chu Lizheng, Saat itu Jhin Tian tidak berkata sepatah katapun, bahkan dia memerintahkan prajurit itu hanya dengan Isyaratnya.
Chu Lizheng menerima bola itu dengan gaya yang berwibawa, Dia lau mengalirkan energinya pada bola itu, seketika beberapa tulisan terlihat pada Sebuah papan transparan.
"Jadi mereka berasal dari organisasi, Iblis api" ucap Chu Lizheng dengan terkejut.
" Tapi Yang mulia, bukankah organisasi itu sudah lama menghilang" tanya Sang Jendral Ji.
"Benar juga, tapi kemungkinan besar mereka mendapatkan suatu kekuatan untuk bangkit" ucap Chu Lizheng.
"itu memang benar, Dan perlu kalian tau Sing Wei adalah pion dan bukan pemain utama" ucap Jhin Tian dengan Wajah Dinginnya.
"A apa, Sing Wei itu hanya pion, lalu sekuat apa pemimpin mereka" tanya Sang penasehat istana.
"Kita tidak akan tau jika kita tidak melawannya, tapi aku sarankan kalian mempersiapkan diri Firasatku tidak baik tentang ini" ucap Jhin Tian dengan Dingin.
"Aku akan tambahkan pelatihan para prajurit inti dan prajurit biasa " ucap Jendral Ji sambil membungkukan badannya.
"Aku senang dengan keputusanmu itu jendral, " ucap Chu Lizheng Dengan Wajah Bangga.
"Teriamaksih yang mulia" hawab Jendral Ji.
"Jika aku bisa memberikan saran, sebaiknya kita turun tangan dan melihat informasi lebih lanjut" ucap Jhin Tian dengan serius.
"kukira perkataanmu benar pangeran, Aku akan bawa anak anak dalam hal ini, Agar tidak ada yang tau tentang misi kita ini" ucap Chu Lizheng.
"terserah saja" ucap Jhin Tian dengan dingin.
"Baiklah kalian semua boleh bubar, dan ingat jangan biarkan siapapun tau tentang informasi ini" ucap Chu Lizheng dengan wajah tegas.
" baik laksanakan yang mulia" ucap Mereka semua lalu membungkuk hormat kepada Chu Lizheng.
"Ayahhhh..." teriak Xuan.
"Ya, ada apa xuan terlihat sangat cantik hari ini" ucap Jhin Tian sambil berlutit dengan satu kaki didepan putrinya.
"Emm jadi biasanya Xuan Tidak cantik ya" ucap Kesal Xuan dengan mengembungkan pipinya.
"Hahaha bukan begitu sayang, putri ayah selalu cantik tapi hari ini dia terlihat seperti bidadari" ucap Jhin Tian dengan senyum.
"Ayah kata paman Zaein kita akan jalan jalan ya" tanya Xian dengan wajah gembira.
"Tentu saja, kita akan jalan jaan bersama Liyan Dan paman Lizheng" ucap Jhin Tian sambil emmegang kedua pipi Anaknya itu.
"yeaahhh akhilnya kita jalan jalan, telimakasih ayah kalau behitu kami pelgi belsiap" ucap Xuan sambil mengecup pipi Jhin Tian .
"Ayo kakak aku halus memakai baju yang cantik" ucap Xuan sambil menarik tangan Xian.
"Kau ini senang sekali menalik tanganku" ucap kesal Xian.
"Bialkan saja, siapa suluh kakak lambat" ucap Xuan Sambil terus berlari dan menarik tangan Xian.
"Mereka benar benar terlihat seperti malaikat kecil yang manis" ucap Seseorang dibelakang Jhin Tian.
"Mereka memang malaikat ku" ucap Jhin Tian dengan senyum tipis tanpa melihat siapa yang ada dibelakangnya.
"paman Feng" ucap Jhin Tian setelah berbalik.
"Tentu saja ini aku ,kau ini apa kau melupakanku" tanya Xiao Feng.
__ADS_1
"Tidak" jawab Jhin Tian dengan Dingin.
"Hah seperti biasanya, Ah ya ada sesuatu yang ingin aku tanyakan padamu" ucap Xiao feng.
"Ya" jawab Jhin Tian singkat.
"kemarin aku merasakan aura phoenix yang begitu kuat, sepertinya bukan seekor saja, apa kau mengetahuinya" tanya Xiao Feng dengan wajah serius.
"Hmm" jawab Jhin Tian sambil mengangguk pelan.
"Jadi kau tau ya, dari mana asal mereka semua itu" tanya Xiao Feng.
"Ck apa paman lupa Jika aku adalah pendekar phoenix suci" ucap Kesal Jhin Tian.
"Ah ya kau benar lalu apa yang mereka lakukan didaratan tengah..?" tanya Xiao Feng dengan wajah binggung.
"Raja Tiga dunia memerintahkan para Phoenix untuk tinggal didaratan tengah bersamaku, dengan alasan Agar aku bisa dengan mudah memimpin mereka" jelas Jhin Tian dengan malas.
"Jadi mereka ada disinii" ucap Girang Xiao Feng.
"Ya " jawab singkat jhin Tian.
"Boleh aku menemui mereka" tanya Xiao Feng.
"Tentu" jawab Jhin Tian.
"Boleh ak.."
"Sudahhh... Kau boleh melakukn apapun,jika kau ingin pergi kesana maka besok aku akan mengantarmu paman" ucap Jhin Tian dengan kesal mendengar banyak pertanyaan Xiao Feng.
"Kau memang tuan terbaik pangeran" ucap Xiao Feng dengan senyum khasnya.
"hmm" jawab Jhin Tian sambil melirik Xiao Feng yang terlihat bahagia, dan terlihat senyum tipis terukir dibibir Jhin Tian.
"mohon ampun pangeran Tian.." seorang prajurit datang dan langsung berlutut didepan jhin tian dan menundukkan kepalanya.
"Katakan" ucap Jhin Tian dengan Dingin.
"Yang mulia telah menunggu anda digerbang istana bersama Tuan putri dan pangeran kecil" ucap Sang Prajurit.
"Eh memang kau mau kemana" tanya Xiao Feng.
"Mencari informasi... dan kau katakan pada Yang mulia bahwa aku akan datang sebentar lagi" ucap Jhin Tian dengan nada dinginnya.
"Informasi tentang apa" tanya Xiao Feng.
"Organisasi iblis api" ucap Jhin Tian singkat.
"Hah apa itu, dan kenapa kau tidak meminta Zaein" tqnya Xiao Feng.
"Aku sudah memberinya pekerjaan lain" jawab Jhin Tian.
"Kalau begitu aku permisi" ucap jhin Tian lalu pergi meninggalkan Xiao Feng yang tampak masih bertanya tanya.
.
.
.
.
__ADS_1
.