Pendekar Phoenix Suci

Pendekar Phoenix Suci
CH. 74 kematian Raja Chu


__ADS_3

"Siapa dia" tanya Hong Di keringat dingin keluar dari tubuhnya


"Heh kau tidak berhak mengenal dia, yang pasti dialah yang akan menghancurkanmu" ucap Xiao Feng.


Disisi Chu tian langsung melest kearah Raja Xin dan disetiap jalan yang dia lewati langsung membekukan musuh yang ada didekatnya ,mereka bahakan belum sempat menyadari apa yang terjadi pada mereka.


"Ayah bertahanlah " ucap Chu Tian kemudian mengambil pedang dan bersiap untuk mengores tangannya


"Tidak An'er jangan lakukan apapun untukku, aku sudah cukup bahagia bisa memiliki putra sepertimu meski kau bukan darah dagingku ,tapi kau menganggapku seperti orang tua kandungmu, maafkan ayah karena selama ini aku tidak memperlakukanmu dengan baik, setelah ini jagalah semua saudaramu.


Aku Tau kau punya takdir besar, tetaplah jadi baik meski keadaan mengharuskan kau berjalan di jalan kegelapan" ucap Raja Chu Pada Chu Tian.


"Tidak ayah tidak kumohon biarkan aku menyembuhkanmu" ucap Chu tian meski Raja Chu bukan ayah kandungnya namun Chu Tian sangat menyayanginya Air mata Chu Tian tumpah begitupun dengan Chu Lizheng dan Chu yun.


"Heng'er kenapa kau menangis kau paling besar dari mereka seharusnya kau tidak menangi, setelah ini jadilah raja yang baik dan jagalah adik adikmu " ucap Raja Chu suaranya juga sudah mulai memah


"Ayah jangan bicara lagi biarkan adik menyembuhkanmu, adik cepat sembuh kan ayah cepat" ucap Chu Lizheng sambil mengosok tangan Raja Chu.


Raja Chu masih tersenyum seolah dia melupakan rasa sakitnya


"Ayah tidak apa apa, Chu Yun Hanya kau anak perempuan ayah saat ini, ayah berharap kau menjasi gadis yang baik dan anggun kurangi bermain pedang mu kau mengerti, dan dapatkan pasangan yang baik tidak perlu pangeran yang terpenting adalah yang mampu melindungimu dan menerimamu" ucap Raja Chu dengan tersenyum.


"aku akan dengarkam perkataan ayah tapi kumohon jangan tinggalkan aku , ayah kumohon, hiks hiks" Chu yun adalah yang paling histeria dibanding saudara saudaranya.


"Aku tau ini sudah takdirku jangan menyalahkna diri kalian, aku tidak ingin melawan takdir An'er tetaplah bahagia nak dan jangan pernah menyerah" ucap Raja Chu Matanya mulai sayu sebelum benar benar menghembuskan nafas terakhir Raja Chu Memberikan sebuah kunci ke tangan Chu tian tanpa diketahui siapapun.


"Ayaahhhhhhh" ucap Chu tian ,Chu lizheng dan Chu Yun bersamaan saat Raja Chu telah menghembuskan Nafas terakhirnya.


"Hahaha sungguh drama keluarga yang menarik untuk disaksikan" ucap Hong Di dengan tertawa dan bertepuk tangan.


Energi dingin kembali menyelimuti


Chu tian berdiri dia tertunduk dengan mata terpejam dan kedua tangan terkepal.


"Beraninya... beraninya kau membunuh ayahku, aku pastikan kau juga harus menemaninya kealam baka" ucap Chu Tian yang masih tertunduk energinya semakin meningkat semua musuh yang berada ditingkat kaisar kebawah langsung mati seketika dengan tubuh hancur menjadi bongkahan es.


" siapa kau sebenarnya " tanya Hong Di dengan wajah ketakutan.


"kau tidak berhak tau" ucap Chu Tian langsung menyerang Hong Di.


"Tingkat Legenda tahap awal" ucap Hong Di dengan terkejut


Bukan Hanya Hong Di yang terkejut semua juga terkejut selama ini tidak ada yang tau tingkat kultivasi Chu Tian.


"Kapan dia beelatih hingga bisa sekuat ini" tanya Yan Sha

__ADS_1


"Dia tidak pernah tidur dimalam hari dia selalu memasuki ruang dimensinya untuk berlatih bersama gurunya" ucap Lao hei menjelaskan.


"Guru..?" tanya Chu lizheng dan Yan sha bersamaan.


"Yah dia bernama Cang he , hanya aku tuan xiao feng dan Zaein saja yang tau" ucap Lao Hei.


"Aku sepergi pernah mendengar nama Cang He."ucap Yan Sha.


"mungkin Chu Tian pernah menceritakannya padamu" ucap Xiao Feng.


"Entahlah" ucap Yan Sha.


"Apakah kita harus menolong Tuan" ucap Zaein dengan wajah khawatir.


"Kurasa tuan tidak akan menerima bantuan kita saat ini lihatlah dia seperti sedang meluapkan emosi nya pada orang itu.


"Aku merasakan energi Tuan begitu kacau tidak seperti biasanya yang tenang dan beraturan " ucap Zaein.


"Kau benar kuharap Tuan baik baik saja, mari bawa Raja Chu ketempat yang aman." ucap Xiao Feng.


Ditempat Chu tian berada chu Tian terus memukul Hong Di tanpa ampun wajah Hong Di Bahkan sekarang sudah tak beraturan, Chu Tian benar benar tidak memberikan Hong Di kesempatan untuk menyerang balik.


Hong Di Juga semakin terdesak ,hingga pada akhirnya Hong di melepaskan energinya untuk menjauhkan dirinya dari Chu Tian.


"Pei Wo sekarang" teriak Hong Di dan Pei Wo segera berlari kearah Hong Di.


Hong Di dan Pei Wo berdiri saling membelakngi sebelum akhirnya tubuh mereka menyatu .


"Jurus apa itu, kenapa begitu menjijikan" tanya Chu Yun yang kini mulai tenang di pelukan Chu Lizheng


"Itu adalah teknik penyatuan tubuh luar, jika tuan dan pedang elemen adalah penyatuan dalam yang artinya Tuan mendapatkan kekuatan dan kesadarannya sepenuhnya diambil oleh tuan kecuali jika pedang Elemen belum terkendali mungkin tuan bisa dikendalikan oleh pedang Elemen.


Sedangkan untuk teknik itu yaitu mengabungkan dua afau lebih orang tanpa menghilangkan salah satu kesadaran mereka namun seluruh indra mereka saat ini terhubung satu sama lain dan cara satu satunya mengalahkan mereka adalah memisahkan kedua orang itu, karena setelah terpisah tubuh mereka akan melemah beberapa saat dan itu dapat dimanfaatkan untuk membunuh" ucap Xiao Feng menjelaskan.


"Kita Harus memberitau Chu tian tentang ini" ucap Chu Lizheng .


"apa kau pikir tuanku tidak tau, dia masih ingin bermain main, emosinya belum mereda jadi dia masih butuh pelampiasan" ucap Xiao feng.


"Bagaimana kau tau" tanya Zaein.


"Tentu saja aku dan Tuan sudah terhubung jadi aku tau" ucap Xiao Feng.


Disisi Chu tian.


"Kau pikir dengan bersatu seperti itu bisa menghentikanku" ucap Chu tian denga sinis.

__ADS_1


"Elemen Cahaya pedang cahaya" ucap Chu tian lalu sebuah pedang bersinar muncul ditangannya.


"Teknik petir ,kecepatan petirrr" ucapnya lagi


Chu tian lalu berlari kearah Hong Di dan Pei Wo dengan sangat cepat lalu mengitari mereka hingga terlihat seperti angin dengan sinar keemasan berputar mengelilingi mereka.


Chu tian terus menyerang dengan pedang cahaya dan masih dengan kecepatan maksimalnya. bahkan Hong Di Dan Pei Wo sampai binggung karena setiap mereka menyerang hanya mengenai udara kosong sedangkan tubuh mereka kini sudah penuh dengan luka sayatan.


"Berhenti kau jangan hanya bersembunyi ..!?" teriak Hong Di pandangannya tertutup debu yang dihasilkan saat Chu Tian berlari.


Saat Debu menghilang Hong Di melihat Chu Tian sedang duduk dikursi yabg terbuat dari es dan ada Jinfu dipangkuannya juga segelas anggur ditangannya.


Chu tian tersenyum Sinis.


"Apa kalian lelah pusing apakah luka itu sakit,oh sungguh memprihatinkan, ahh aku tau kalian paati butuh duduk dan minum segelasl anggur yang menyegarkan ini." ucap Chu Tian dengan tersenyum.


"Sayangnya aku hanya punya satu kursi saja bagaimana, dan kursi ini tidak mungkin muat untuk kalian berdua" lanjutnya.


"Aku bosnya aku yang akan duduk dikursi indah dan berkilau itu" ucap Hong Di lalu berjalan kearah Chu Tian.


"Tidak aku sudah sangat lelah selalu kau perintah jadi biarkan aku duduk dan menikmati anggur disana" ucap Pei Wo menarik Hong Di kearah sebaliknya.


Sebenarnya Chu tian kini sedang menggunakan teknik bayangan jadi dia terlihat ada dua dan sama persis dari penampilannya dan gayanya.


"cih dasar bodoh" guman Chu tian dengan senyum sinis


"Kalau begitu siapa yang cepat dia yang bisa duduk di kursi indahku ini disini sangat nyaman dan luka kalian itu pasti akan sembuh" ucap Chu Tian


Kedua orang itu terpancing mereka saling menarik kearah yang berlawanan


"Aaaarrrgggghhhh" teriak Hong Di dan Pei Wo dengan keras


"penyatuan memang mudah namun perpisahan akan selalu menyakitkan"batin Chu Tian.


.


.


.


.


.


thanks semuanyaa:)

__ADS_1


__ADS_2