
" Ling Yue.....!!!" teriak Jhin Tian sebelum akhirnya dia terbangun.
"pangeran ini aku Fu Cang " ucap Fu cang yang terkejut dia baru saja ingin membangunkan Jhin tian yang tertidur dikursinya.
"Ternyata hanya mimpi... huft " ucap pelan Jhin Tian sambil mengusap wajahnya.
" Ah Fu cang kau sudah kembali " ucap jhin Tian sambil memegang pelipisnya.
"Pangeran apa anda baik baik saja"tanya Fu Cang.
"Aku Tidak apa apa, Aku baru saja meminta Yan Yan untuk memeriksa keadaanmu malah kau sudah disini"ucap jhin Tian.
"Sungguh.. biarkan saja kalau begitu wanita itu bisa punya pekerjaan lebih" ucap fu cang dengan tertawa kecil.
" Lalu bagaimana Dengan Putriku" Tanya Jhin tian.
"Tuan putri sudah baik baik saja, Tapi aku telah membawanya ke kerajaan Chu lagi"ucap Fu cang bersiap dengan segala resiko yang akan dia tanggung.
" Kenapa" tanya Jhin Tian sambil menaikkan sebelah alisnya.
"Ada sedikit masalah dan itu membuat Sekte Bintang Surga hancur" ucap Fu cang dengan ragu ragu.
Jhin Tian mengkerutkan alisnya.
"Ceritakan Dengan Jelas" perintah Jhin Tian dengan tatapan Tajam.
Fu Cang menceritakan Semuanya dengan Susah payah sementara Jhin Tian mendengarkan dengan wajah serius.
"Ma maaf pangeran hamba tidak bisa mencegah putri Xuan" ucap Fu cang setelah menceritakan Semuanya.
Jhin Tian menyandarkan Tubuhnya ke kursi dan memejamkan matanya.
" Bagaimanapun Cepat atau lambat kekuatan Putriku pasti akan terbuka... begitupun dengan ingatannya" ucap Jhin Tian dengan wajah rumit.
" Apa kita akan menyegel kekuatan Putri...?" Tanya Fu Cang.
" Tidak... dia sudah besar itu hanya akan melukainya, keputusanmu sudah tepat membawa Xuan kembali jika tidak maka akan ada banyak orang yang tau "ucap Jhin tian.
"lalu selanjutnya kita harus apa" Tanya Fu Cang.
"biarkan Xuan berada Dikerajaan Chu, Setidaknya kakakku tidak akan membiarkan hal yang buruk terjadi pada putriku" ucap Jhin tian dan diangguki oleh Fu cang.
"Lalu pangeran apa anda sudah mendapat petunjuk tentang Pangeran xian"tanya Fu Cang.
"Masih belum perpustakaan itu telah kuitari tapi tak ada satupun buku yang menjelaskan ini... cih aku merasa tertipu oleh dewa tua itu" ucap Jhin Tian dengan wajah kesal.
"Apa dewa shin Lie Fa menyembunyikannya" tanya Fu cang sambil menebak nebak.
"Mungkin saja ... dia cukup pandai jika buku itu belum ku dapatkan maka aku juga belum pergi dari sini dan itu membuatnya memiliki kesempatan untuk membuat aku menjadi Kaisar dewa" ucap Jhin Tian.
"Sudahlah Fu cang aku akan pergi keluar mencari angin.. sebaiknya jangan sampai ada yang tau" ucap Jhin tian.
__ADS_1
"Tapi pangeran Dewa shin..."
"Aku tidak menerima bantahan"ucap Jhin tian lalu melenggang pergi.
"Aish aku berharap tidak mendapat masalah dari Dewa Shin lie Fa lagi" Fu Cang menghembuskan nafas kasar sebelum akhirnya pergi mengikuti Jhin Tian.
Saat ini Jhin tian dan fu cang berada disebuah desa yang tak jauh dari istana.
"Suasana disini tidak beda dengan daratan tengah... bahkan sepertinya banyak dari mereka yang tak memiliki energi spiritual" ucap Fu Cang.
Jhin Tian terus berjalan menyusuri tempat itu.
Brakkk....
"Awww... maaf tuan aku tidak senga...ja" Seorang wanita menabrak Jhin tian hingga dia terjatuh.
Jhin Tian hanya melihatnya sekilas lalu pergi begitu saja.
"Aih dia itu.. nona maafkan Tuanku" Ucap Fu cang sambil membantu Wanita itu berdiri lalu bergegas menyusul Jhin Tian.
"Pang.. eh Tuan Muda kenapa anda meningalkan wanita tadi" tanya Fu Cang.
"Dia sendiri yang menabrakku... sudahlah ayo kita cari tempat untuk bersantai" ucap Jhin Tian.
mereka masuk ke sebuah restoran yang cukup mewah, ada begitu banyak mata menatap Jhin Tian Dengan Tidak Senang entah apa masalahnya.
"Tuan muda sedari tadi banyak mata yang tak suka apa perlu kubereskan" tanya Fu Cang.
Jhin Tian menuangkan Minuman yang baru saja Pelayan antarkan.
Fu Cang hanya mengangguk pasrah meski ia sangat risih ditatap begitu lama.
" Tuan muda bukankah itu wanita tadi" tanya Fu Cang smabil menunjuk seorang wanita yang sedang dipaksa meminum Anggur.
"Ayo satu gelas lagi dan aku akan mengampunimu" Ucap seorang lelaki dengan perut buncitnya.
Wanita itu meremas pakaiannya dia sudah tak sanggup lagi minum namun jika dia tak melakukannya maka Orang orang itu akan menyakitinya.
"Aku...."
"Aku akan mengantikannya" Ucap sebuah suara yang tak lain adalah Jhin Tian.
Jhin tian merampas Gelas anggur lalu menegaknya sampai habis
" Siapa kau,Berani Beraninya merusak kesenangan kami" ucap Pria gendut .
"Aku ... kalian tidak perlu tau aku siapa yang jelas aku datang untuk nona ini"ucap jhin tian sambil mentap tajam para pria itu.
"Tuan muda tap..." Jhin Tian mengangkat tangannya sebelum Fu cang menyelesaikan Kata katanya.
" Tch kalau begitu baiklah temani kami minum" Ucap pria gendut dengan senyum sinis.
__ADS_1
Jhin Tian mengangkat gelasnya sambil membalas senyum sinis dan menaikkan sebelah alisnya tanda persetujuan.
Jhin tian bersama Tiga pria yang mengganggu nona itu meminum banyak anggur sementara Fu cang merasa Khawatir dan disisi lain nona itu sudah tampak lemas karena terlalu banyak minum.
Tak lama setelah Itu Para pria itu sudah tak sanggup dan terlelap di dalam restoran.
"Fu cang Bawa Dia" ucap jhin Tian sambil menunjjuk nona muda yang sudah pingsan.
Mereka membawa Wanjta itu kesebuah penginapan, Penginapan itu merupakan satu dari banyak penginapan milik Jhin Tian.
"Ughh... Dimana aku" Wanita itu membuka matanya setelah seharian penuh tertidur.
Wanita itu mengerjapkan matanya beberapa kali berharap menghilangkan pusing yang masih menyerang kepalanya.
" nona Minumlah ini"ucap Fu Cang sambil menyodorkan mangkuk Ramuan.
" ini...."
" Ini akan menghilangkan rasa pusingnya" ucap fu Cang.
Wanita itu Meminum Ramuan itu sambil melirik Ke arah Jhin Tian yang duduk didekat jendela sambil membaca sebuah buku.
" Terimakasih karena telah membantuku" ucap wanita itu sambil menunduk menatap sisa ramuan didalam mangkuk.
"hmm" Jhin Tian tanpa melihat wanita itu.
" Fu Cang ayo kita pergi sekarang.." Ucap jhin tian.
" Baik Tuan Muda" jawab Fu cang sambil sedikit membungkuk.
" Tapi ak..."
"Kau bisa pergi setelah kondisimu membaik"ucap Jhin Tian sambil melNgkah menuju pintu.
" Tunggu Tapi aku..."
" Ini Adalah penginapanku kau tidak perlu mencemaskan bayarannya" ucap Jhin Tian tanpa menoleh.
" Sebenarnya siapa kau" tanya Wanita itu sedikit berteriak.
" Xi Tianyi " Jawab Jhin tian kemudian keluar dari Ruangan itu tanpa menunggu jawaban wanita itu lagi.
" Xi Tianyi... Tuan Muda klan Xi..? pantas saja" Guman Pelan wanita itu.
.
.
.
.
__ADS_1
.
paapayyy