Pendekar Phoenix Suci

Pendekar Phoenix Suci
CH 141. Tepat sekali..


__ADS_3

karena ahari semakin larut mereka makan malam dan setelah itu beristirahat, mereka telah melakukan banyak hal didesa itu.


malam telah berlalu dengan cepat mentari kembali menyambut dengan memancarkan sinarnya membangunkan para pemalaa yang masih terus berada didunia mimpi.


"Chu tiann bangunn, kau ini semalam mengatakan padaku bahwa kita akan berangkat pagi" ucap Ling Yue


"Iya iya aku bangun" ucap Chu Tian lalu beranjak dari tidurnya.


Chu tian segera membersihkan dirinya , dia kini memakai baju putih yang terlihat sangat elegan .


"Kalian sungguh akan pergi sekarang" tanya Nenek Bing.


"Kami tidak punya banyak waktu lagi, laik kali kita akan berkunjung kemari" ucap Chu Tian dia sudah bersiap untuk pergi dari sana.


"Jika itu sudah keputusan kalian aku tidak bisa menolak lagi, ambilah ini aku tidak bisa memberikan banyak aku hanya pu ya ini untuk kalian" ucap nenek Bing sambil memberikan buah buahan.


"Lebih baik nenek memakannya, kami masih punya persediaan" ucap Ling Yue.


Nenek bing terlihat sedih saat Ling Yue menolak.


"Baiklah kami akan membawanya, dan sebagai balasan kami memberikan ini pada nenek, tolong jangan ditolak ini hadiah dari kami" ucap Chu Tian pada nenek Bing sebelumnya nenek bing memang ingin menolak.


Tangan nenek bing bergetar melihat apa yang Chu Tian berikan.


"Nak ini terlalu banyak untuk aku yang sudah terlalu tua ini" ucap Nenek Bing.


"Aku ingin nenek hidup dengan layak dan nenek tidak perlu bekerja lagi" ucap Chu Tian dengan senyum


"Nek Bing..." panggil seseorang dari depan rumah.


"Siapa yang datang begitu pagi" tanya nenek Bing karena selama ini memang jarang ada orang yang datang kerumahnya.


"Ah ada apa nyonya Cin Wan " ucap Nenek Bing Cin Wang merupakan istri dari kepala desa.


"Suamiku mengatakan untuk mengantar makanan ini untuk anda dan tamu anda" ucap Cin Wan.


"Terimakasih banyak Nyonya, tapi sayang sekali tamuku akan segera pergi" ucap nenek bing dengan Tersenyum


"Kenapa begitu cepat, tinggalah bebberapa hari disini " ucap Cin Wan.

__ADS_1


"Kami ingin tapi tidak bisa, oh ya nyonya mohon maaf bisakah saya titip nenek Bing dia begitu kesepian disini" ucap Chu Tian.


"Tentu saja tuan muda, saya berjanji nenek Bing tidak akan kesepian lagi, suamiku juga sudah membicarakan ini denganku semalam" ucap Cin Wan dengan tersenyum


Setelah berbincang bincang Chu Tian dan yang lainnya pergi dari desa itu tidak banyak warga yang tau kepergian Chu Tian.


perjalanann mereka kembali berlanjut kini mereka harus melewati hutan yang lebat dan gelap hari masih pagi namun sudah sangat gelap dan dingin.


"Aku merasa ada aura yang sangat familiar" ucap Ling Yue.


"Aku juga merasakannya tapi aku tidak ingat itu aura apa" jawab Shi Long.


"Kufikir hanya aku yang merasakannya ternyata kalian juga merasakannya" ucap Chu Tian.


"Ya aura yang sangat besar, tapi dari mana" tanya Shi Long.


"Aku tidak tau pasti, namun kita kedatangan beberapa pengacau" ucap Chu Tian sambil menatap tajam sekelilingnya.


"Karena terlalu fokus dengan aura besar itu aku sampai tidak merasakan Aura orang lain" ucap Shi Long.


"Apakah mereka orang yang sama dengan waktu itu" tanya Ling Yue.


"aku tidak menyangka mereka akan mengikuti kita hingga sampai kesini" ucap ling Yue.


"Aku sudah menduganya dari awal karena laporan Zaein mereka memang merencanakan untuk terus mengikuti kita dan mencari tau apa yang sebenarnya kita cari" ucap Chu Tian.


"Lalu siapa mereka sebenarnya" tanya Shi Long.


"Sing Wei" jawab Chu Tian dan iti membuat Shi lOng dan Ling yue terkejut.


"Bagaimana mungkin, ramuan dewa Qing Yu pasti tidak akan gagal kan" tanya Shi Long.


"Memang tidak tapi Sing Wei bukan orang bodoh dia mang masih tertidur namun sepertinya dia telah memberikan perintah, atau dia menggunakan kekuatan jiwanya dan memasuki benda atau hewan karena dia tidak akan sangup untuk memasuki manusia karena saat itu kekuatannya sudah sangat lemah karena seranganku" Ucap Chu Tian.


"Lalu apa yang harus kita lakukan" tanya Ling Yue.


"Membunuh mereka adalah hal yang sia sia karena mereka akan terus ada Sing wei telah menyiapkan banyak anak buah dan kita hanya akan kehabisan tenaga dan waktu untuk melayani mereka" ucap Chu Tian.


"Jadi sebaiknya kita mengelabuhi mereka" ucap Shi Long.

__ADS_1


"Tepat sekali" ucap Chu Tian.


mereka menggunkan ilmu meringankan tubuh melewati pohon pohon dengan cepat, sambil memperhatikan pijakan mereka juga meminum satu pil pemberian Chu Tian, itu adalah pil penghilang aura. setelah meminum pil itu mereka melaju semakin cepat agar Tidak ketauan oleh orang orang Sing Wei.


mereka berhenti di dekat sebuah laut, ternyata untuk sampai ke tempat gua long sai mereka harus menyebrangi lautan yang lumayan luas.


"Woahh tempat ini sangat indah" ucap Ling Yue.


"Iya indah tapi bagaimana kita bisa kesebrang sana jika tidak ada kapal" ucap Shi Long .


Chu Tian memikirkan sesuatu dia mendekati air laut dan menyentuhnya, dia kembali merasakan aura besar yang beberapa saat lalu sempat menghilang, saat ini tatapan Chu Tian terkunci pada tengah laut dia melihat ada sesuatu yang akan muncul dia berdiri lalu menatap semakin tajam kesana.


Shi Long dan Ling yue juga menatap kearah yang sama dan Seekor burung terlihat kesulitan.


Chu Tian terkejut dia langsung membekukan air laut dibagian atasnya dan berlari menghampiri burung berwarna merah lalh membawanya kembali ketepi.


"Burung ini memiliki aura yang besar" ucap Shi long dia mengingat ingat tentang sesuatu.


Ling Yue langsung merawat burung itu dengan mengeringkan bulu bulunya, burung itu terlihat sangat lemas didahinya ada sebuah permata kecil berwarna coklat .


Sementara Chu Tian segera menghilangkan es yang dia ciptakan, karena air laut mengandung garam dia khawatir hawa dingin akan cepat menyebar dan mengancam kehidupan laut.


Chu Tian yang terlihat agak kurang baik menghampiri Ling Yue untuk menanyakan tentang burung yang ia selamatkan, kondisi Chu Tian juga karena menghisap kembali eneegi yang telah ia keluarkan dan itu bukanlah hal yang baik.


"Bagaimana dengan Burung itu" tanya Chu tian.


"Burung ini hanya kehabisan tenaga saja, sebenatar lagi dia pasti pulih" ucap Ling Yue.


"Syukurlah kalau begitu" ucap Chu Tian.


"Tapi bagaimana Seekor burung ada didalam laut" tanya Ling Yue.


"Kemungkinan ada ikan atau predator lain yang melihat byurung ini terbang begitu rendah dan me nariknya hingga kedalam air dan burung ini berhasil menyelamatkan diri dan muncul lagi kepermukaan dan ditolong pangeran" jelas Shi Long.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2