
Pagi Harinya Pria itu datang kembali, melihat Jhin Tian dan yang lainnya masih terlelap demgan posisi yang sama membuatnya merasa Lega.
"Cih Kufikir mereka itu Kuat, tapi fikiranku meleset jauh" ucap Orang Itu.
Dia mendekat Kearah Jhin Tian dan Yang Lainnya, dia menatap mereka dengan Senyum sinisnya, namun tak lama Setelah itu Jhin Tian dan yang lainnya membuka matanya membuat pria itu terkejut.
"Kalian Pasang Jaringnya" teriak Orang Itu Pada Prajuritnya.
Jaring dilempar Dan menangkap Jhin Tian dan Yang Lainnya.
"Hahaha kalian Tidak akan bisa lari Dariku" ucap Orang Itu.
"Memang siapa Yang akan lari Darimu" ucap Jhin Tian dan seketika Jaring Itu menghilang.
Jhin Tian turun dari ranjang dan berjalan Menuju pria itu.
"Apa kau fikir jaring Biasa itu bisa menangkap kami, apa kau lupa siapa kami atau kau yang bodoh" ucap Jhin Tian.
"Menjauh... menjauh dariku atau aku akan menghukummu" ucap Pria Itu.
"Bagaimana Caramau menghukumku sementara kau akan mati ditanganku" ucap Jhin Tian.
"Tentu saja dengan, ...ini..... Hahahha kau sungguh bodoh Mengangkapku lengah Pangeran" ucap Pria itu sambil menangkap Jhin Tian Dan satu tangannya memegang b3elati dan diarahkan ke leher Jhin Tian.
"Sunguuh...?" Tanya jhin Tian dengan santai dia tak seperti orang yang ditawan
"Kau menyandra orang yang salah, bukannkah kau sangat licik lalu bagaimana kau bisa tertipu" ucap Jhin Le.
"Apa yang... Arkhh.." Orang itu terkejut ketika Jhin Tian yang ia pegang adalah sebuah patung.
"Sekarang Siapa Yang Lebih licik" tanya Qi Val.
" kalian Akan Matii" ucap Pria itu, dia mengeluarkan pedang panjangnya dan Keluar menembus atap, Jhin Tian dan Yang lainnya juga Ikut Keluar dan mengeluarkan Senjata mereka.
Mereka bertarung Satu Lawan Sembilan, tidak adil namun Pria yang bertarung dengan mereka menginginkan nya jadi mereka menyerang bersamaan, Meski Begitu kekuatan dari pria itu luar Biasa enam pangeran Suku Utama dibuat kewalahan Dengan kecepatan satu pria itu.
Jhin Tian dan Jhin Le lalu menyatukan kekuatan mereka, Jhin Le mengeluarkan Alat musiknya yang menjadi senjata andalan suku peri dan Jhin Tian mengeluarkan Pedang Roh dewa nya, dia memasukkan kembali pedang Elemen yang sebelumnya ia gunakan untuk melawan orang itu.
Orang itu bernama sui ko.
"Arrrgghh pangeraan biarkan aku sendiri yang melawannya aku akan mengunakan Gada angkasa ku" ucap Gi Kung.
__ADS_1
"Jika kau mrnggunakan gada itu disini maka itu akan menghancurkan segalanya, aku akan berusaha bersama Jhin Tian" ucap Jhin Le dan Diangguki Oleh jhin Tian.
Jhin Tian memunculkan Jubahnya, sekarang jubah itu dapat keluar tanpa penyatuan karena memang Pedang Elemen Telah menyatu pada Diri Jhin Tian.
Jubah yang berkibar Dan Sebuah pedang ditangannya membuat Jhin Tian terlihat sangat Berwibawa.
Jhin Le duduk Dengan Sitarnya, dia lalu mrmainkan Sitarnya dengan Anggun meski terdengar anggun Bagi para sahabatnya namun itu merupakan senjata Mematikan untuk musuhnya.
Jhin Tian menggunakan Tarian phoenixnya dengan pedangnya, gerakannya yang lembut dan Anggun, Namun jika terkena Satu tepasan pedangnya dapat membuat hal yang Fatal.
"Tarian Phoenix bagaimana mungkin dia bisa mempelajari ilmu setinggi Itu" ucap Sui Ko.
Mesmi Tau bahwa itu ilmu tinggi namun Sui Ko tetap Melawan Jhin Tian, gerakan Jhin tian terlihat Tenang namun bagi Sui Ko gerakan Jhin Tian sungguh gesit dan Lincah.
"Petir abadii..." teriak Sui Ko dan menyerang Jhin Tian dengan elemen Petirnya, namun Jhin Tian dengan mudah menghindarinya, suara musik Jhin Le juga semakin keras Membuat Sui Ko Menutup telinganya. Jhin Le melayang Diudara dengan Sitar masih dia mainkan, Dia menyerang Sui Ko dengan Energi musik yang dihasilkan dasi setiap Petikan Sitar.
Sui Ko masih sanggup menghindarinya, Kemudian Jhin Le dan Jhin Tian saling pandang lalu mengangguk secara bersamaan.
Kolaborasi yang hebat permainan musik Jhin Le diimbangi dengan Serangan serangan Jhin Tian, Jhin Le juga ikut menyerang dengan Seulas energi dingin dari dalam sitarnya.
"Aku Belum pernah melihat pertarungan yang indah seperti ini" ucap Huang Tei.
"Kau ini kenapa selalu Marah marah padaku" keluh huang Tei.
"Apa kau fikir aku marah tanpa alasan, Dasar Bodoh" ucap Yu Nan.
"Sudahlah apa yang kalian Permasalahkan Sebaiknya Kita bantu Pangeran mengunci lawannya ini bukan pertandingan Arena jadi kita bisa masuk kapan Saja" ucap Qing Se lalu terbang Kearah Jhin Tian.
"Aku akan membantumu Pangeran" ucap Qing Se.
" Terimakasih" ucap Jhin Tian dia lalu maju kembali untuk Menyerang Sui Ko.
Melihat dia diserang dari segala arah dia tidak tajut malah tertawa.
"Hahaha serang Lagi aku sudah sangat lama ingin merasakan Tubuhku diserang hahahha" ucap Sui Ko.
"Kurasa ada masalah dengan Otaknya" ucap Huang Tei.
"Kau bisa diam atau Tidak" gertak Yu Nan dan Seketika Huang Tei Terdiam.
"Aku sangat lelah melihat mereka berdua" ucqp Muo Sie.
__ADS_1
"Kali Ini aku sepakat dengan mu Muo Sie" ucqp Yan Sha.
"Kalian membicarakan apa" tanya Qi Val.
"Kau laki laki tidak akan mengerti" ucap Yan Sha dengan Kesal.
"Apa yang Kutanyakan Salah" tanya Qi Val pada Gi Kung Dan Gi Kung Hanya mengangkat bahunya tanda ia tak perduli.
Ditempat Jhin Tian Dia masih terus menyerang Sui Ko, Tak bisa dipungkiri Sui Ko sangat kuat entah mendapat kekuatan Darimana tapi energinya tidak pernah habis.
Jhin Tian mundur kebelakang ketempat Qing Se.
"Jika seperti ini terus maka energiku akan habis, Pedang Roh Dewa sungguh menguras energiku" ucap Jhin Tian.
"sekarang hanya tinggal satu rencana yang harus kita lakukan mengurungnya, kau hanya perlu menjatuhkannya dan Aku akan mengurus semuanya bersama teman teman yang lain" ucap Qing se.
"Baiklah aku akan berusaha dengan sebaik mungkin, dan aku serahkan semuanya padamu Qing se" ucap Jhin Tian.
"Baik Pangeran" ucap Qing Se dan langsung turun menemui teman teman yang lainnya.
"Kalian berhentilah bertengkar dengarkan rencanaku" ucap Qing se dan langsung mengatakan Rencananya.
Jhin Tian dengan sekuat tenaga menyerang Sui Ko, dia berhasil mengores Dada Sui Ko, dan itu membuat Kekuatan Sui Ko melemah.
"Arrrrkkhh.. Keparat kauu" ucap Sui Ko dengan marah menatap Jhin Tian dengan tajam.
Jhin Tian tersenyum Tipis.
"Pedangku sudah merasakan Darahmu dan dia menginginkan lebih" ucap Jhin Tian sambil menatap pedangnya .
"Sebelum pedangmu menyentuhku katanaku akan lebih dulu menusuk jantungmu" ucap Sui Ko dengan senyum sinisnya.
mereka kembali menyerang Dentingan benda tajam yang saling berbenturan Semakin keras terdengar Seulas cahaya Saling bertabrakan Diatas, mereka yang menyaksikan Itupun Takjub ditambah dengan alunan musik yang seakan ingin memakan hidup hidup musuhnya membuat suasana semakin tegang.
.
.
.
...
__ADS_1