Pendekar Phoenix Suci

Pendekar Phoenix Suci
CH 210. Pemakaman


__ADS_3

Naga Jhin Tian dan Juga phoenixnya melesat melawan Sang naga api, Sementara Muo Xi berusaha keras untuk memberikan seluruh energinya untuk naga Api,agar bisa mengalahkan Jhin Tian, Dalam jurus ini, hewan yang mereka keluarkan adalah jiwa mereka sendiri jadi apabila kalah maka orang yang memanggilnya pun akan terluka parah, dan salah satu resikonya adalah kehilangan kekuatan spiritual mereka dalam waktu yang lama.


"Jhin Tian hentikan" teriak Jhin Le namun tidak didengar oleh Jhin Tian, naga dan phoenix itu terus beradi satu sama lain, tak jarang naga Muo Xi Terlempar begitupun dua hewan milik Jhin Tian, Muo Xi telah kehabisan energinya darah terus mengalir dari ujung bibirnya.


berbeda dengan Jhin Tian yang amsih terlihat Baik baik saja.


"Jhin Le tolong hentikan pangeran Jhin Tian" ucap Muo Sie dengan air matanya.


"Maaf Muo Sie saat ini Jhin Tian sedang dikendalikan amarahnya, kekuatan besar yang selama ini bersemayam dalam tububnya meledak begitu saja, aku akan berusaha agar dia tidak membunuh ayahmu" ucap Jhin Le.


"Hiks semoga saja, ayahh... aku tidak tau kau sebodoh ini" ucap Muo Sie dan Qi Val langsung memeluknya untuk menenangkannya.


"Sie'er tolong keluarkan kami" ucap Muo Fi.


"Ka kakak" teriak Muo Sie.


Muo sie berusaha membuka Jeruji itu.


"Percuma saja Putri Sie.. jeruji itu terbuat dari es abadi yang tidak akan mencair, dan yang bisa menghancurkannya hanyalah yang membuatnya, kalaupun ada orang lain yang bisa menghancurkannnya dia adalah jenius yang lahir sepuluh ribu tahun sekali" ucap Qing se.


"Lalu bagai mana" ucap Muo sie dengan air matanya.


"kita hanya bjsa menenagkan pangeran Tian,hanya itu satu satunya cara" ucap Qing se.


"Bersabarlah Putri Sie" ucap gi Kung.


"Adikku, maafkan aku selama ini memperlakuaknmu dengan buruk, aku sungguh menyesal, aku tidak menyangka kau yang kami anggap lemah malah bisa selamat dari gunung tujuh harapan, maafkan kami kami bahkan berfikir kau telah tiada" ucap Pangeran Fi dan dianghuki oleh yang lainnya.


"Kalian tetaplah kakakku aku tidak mungkin untuk tidak memaafkan kalian" ucap Muo Sie dengan tersenyum.


"Terimakasih adikku" ucap Pangeran Fi tanpa sadar setetes air mayanya jatuh.


"Dia benar benar menyesal" ucap Jhin Le.


" ya aku bersyukur untuk itu" ucap Qi Val.


"Apa kau menyukainya hmm" tanya Qing Se.


"Ti tidak" jawab Qi Val.

__ADS_1


Kembali ke pertarungan jhin Tian.


naga api milik Muo Xi sudah tidak bisa bergerak lagi tubuhnya mengaga diberbahai tempat lava menetes dari setiap bagian tubuhnya yang terluka.


"uhuk uhuk" muo Xi terbatuk batuk penuh darah.


Kedua hewan Jhin Tian saling berputar .


"Serangan terakhir" ucap Jhin tian


Hewan hewan Jhin Tian langsung melesat dengan cepat menghantam naga api milik Muo Xi.


Bommmmmmm.........


Seluruh istana bergetar, naga api itu langsung berubag menjadi butiran api yang menghilang diudara, Muo Xi terpental menabrak Dinding, Jhin tian menghampirinya dengan perlahan, tubuh Muo Xi yang tidak bisa lagi digerakkan membuatnya hanya bisa pasrah.


"Ini adalah hukuman karena kau telah merenggut irang yang ping aku cintai" ucap Jhin Tian dengan aura yang menyeramkan.


Jhin tian berjalan dengan menyeret pedangnya. jhin Tian mulai mengangkat pedangnya dan bersiap untuk mengayunkannya.


Swishhhhhh.....


"Jhin tian sadarlah, "teriak Jhin Le.


"Dia telah membunuh istriku, dia membuat anak anakku menjadi yatin sebelum tau apapun, aku tidaka akan mengampuni orang keji sepertinya" teriak Jhin tian penuh Penekanan.


"Tolong Jika bukan untukku, setidaknya pikirkan Muo sie, dia tidak punya ibu juga dan apa kau juga akan merenggut ayahnya juga, dia sudah tak berdaya, dia tidak bisa lagi melakukan apapun, kekuatan spiritualnya telah menghilang sepenuhnya dari tubuhnya dia sekarang tak lain hanya manusia biasa yang hidup abadi" ucap jhin Le.


"Pikirkan Jhin Tian, setidaknya kau telah membuatnya menderita dan malu selama sisa hidupnya, lagipun Ling yue tidak ingin kau membunuh" ucap Jhin Le membuat Jhin Tian tersadar.


Dia menjatuhkan pedangnya dan terduduk lemas disamping Muo Xi.


"Pa pangeran maafkan aku, aku begitu membenci suku Es, dan aku melihat kebahagiaan suku Es berada ditangan istrimu itu, jadi untuk memuaskan benciku aku membunuhnya saat keadaannya masih lemah karena habis melahirkan" ucap Muo xi.


"Diam kau keparat... kau telah merengut hidupku, dia yang telah membuatku mampu melewati semua inj, dan kau kau benar benar menghancurkan hidupku." ucap Jhin tian dengan nada serak menahan tangis.


Ma maafkan aku pangeran aku..."


"Diammm..!!!! aku tidaka kan pernah memaafkanmu, angap saja ini keberuntunganmu karena memiliki putri sepertinya" teriak Jhin Tian dengan air mata yang membasahi pipinya.

__ADS_1


Jhin le langsung menghampiri Jhin Tian.


"Kakak dia pergi, dia tidak menyayangiku, aku berusaha membuat semua cepat selesai agar aku bisa segera bertemu dengannya, tapi sekarang dia dia, dia malah pergi dariku tanpa menungguku" jhin Tian menangis dengansejadi jadinya.


"Jhin Tian dengarkan aku, biarkan dia tenang dialam sana dia akan bahagia, angaplah putra dan putrimu sebagai prngantinya , mereka sudah kehilangan ibunya jangan sampai mereka merasa kehilangan ayahnya juga" ucap Jhin le sambil mengelus punggung Jhin tian.


"Mari kita kembali pangeran" ucap Gi kung Dan diangguki oleh jhin Tian. langkah jhin Tian tak lagi penuh semangat kini langkah pelan dan lemas mengiringi kesedihannya.


"Pangeran " panghil Muo sie.


"Hmm" jawab Jhin tian dengan dingin.


"Maafkan aku, tapi aku mohon Bebaskan kakakku" ucap Muo sie.


jhin Tian tidak menjawab Dia mendekati jeruji dan menyentuhnya seketika jeruji itu meleleh dan membuat delapan bersaudara itu Bebas.


mereka langsung bersujud didepan Jhin tian untuk meminta maaf.


Jhin tian menatap kosong kedepan dan langsung melangkah tanpa menghiraukan mereka semua.


"Maaf biarkan dia tenang terlebih dahulu, dia sangat terpukul atas kehilangan istrinya" ucap Jhin le.


"Baik Pangeran" jawab Mereka serampak.


"Kalian semua terimakasih" ucap Muo Sie.


"Bukan masalah putri" ucap Qi Val dengan senyumnya.


Jhin tian dan yang lainnya kembali keistana untuk mengadakan upacara pemakaman untuk Ling Yue, acara itu dihadiri hampir seluruh penghuni daratan suci dan beberapa dari mereka berasal dari daratan tengah dan dunia bawah, yah portal sudah terbuka, mereka semua telah terhubung kembali kedamaian telah hadir namun kesedihan masih terus menghantui sang pangeran tampan itu, tak ada lagi senyum kecuali senyum untuk anak anaknya, anak anaknya lah yang membuatnya bertahan selama ini.


"Ling yue pergilah dengan tenang, tapi kumohon kembalilah untukku dan anak anak kita" ucap Sendu Jhin tian didepan makam Istrinya itu.


.


.


.sipp 3 Ch Dong gaada yang mau kasih banyak banyak like Vote komen dan hadiahnya nih>^<


.

__ADS_1


__ADS_2