
pertandingan masih terus berlanjut diamana sekarang Xian Da masih berjalan Menyusul yang lainnya meski jalannya sudah sangat berat namun tekadnya masih kuat membuatnya masih bisa terus melangkah, berbeda dengan para murid lainnya yang semakin mereka menggunakan energi spiritual mereka maka semakin besar juga tekanan yang mereka dapatkan dan itu membuat tenaga mereka terbuang sia sia.
Keringat mengucur deras ditubuh para murid serta nafas yang terengah engah masih belum membuat mereka menyerah, apalagi saat mereka melihat Xian Da yang masih gigih berjalan dibawah tekanan dengan tertatih tatih meski tanpa energi spiritual namun mereka merasa Dikalahkan oleh anak sekecil Xian Da.
"Lihatlah Pemimpin Yu Hong anak itu semakin mendekat bahkan dia sudah melewati banyak peserta lainnya" ucap Tan Si.
"Sungguh aku tidak bisa mempercayai mataku, sihir apa yang kau gunakan pada anak itu tuan muda" tanya Yu Hong dengan beberapa kali mengusap matanya.
"Pemimpin aku tidak pernah mengunakan sihir, lagi pula untuk apa aku mengunakan sihir anak itu memang sudah kuat dari segi fisik meski tidak mempunyai energi spiritual namun dia memiliki tekad yang kuat " ucap Chu tian sambil terus memperhatikan Xian da yang semakin maju dan melewati semua murid sekte.
"Tubuhku rasanya seperti tertimpa gunung,aku bahkan tidak sangup melangkahkan kakiku, energi spiritualku hampir habis" ucap Salah satu murid dengan rambut berwarna merah
"Kau benar, apakah Tuan muda Jhin Itu ingin membunuh kita dengan cara seperti ini" ucap Murid lainnya yang memiliki rambut panjang berwarna hitam.
"Tidak pasti ada sebuah kunci atau sesuatu, kalian lihatlah anak kecil itu dia tidak memiliki energi spiritual namun dia bisa melangkah sejauh itu" ucap Seorang wanita dia merupakan anggota dari sekte tirai angin.
mereka bertiga melihat kearah Xian Da yang sedikit lagi mengapai Bedera paling ujung.
"Apa yang dimiliki anak itu hingga Bisa sampai kesana" tanya murid berambut Hitam.
"Tidak bukan dia yang memiliki tapi dia yang tidak punya" ucap Murid berambut merah yang membuat keduanya binggung.
"Apa maksudmu" tanya murid wanita.
"Kita memiliki energi spiritual namun dia tidak, namun dengan itu dia bisa melewati ini semua, jadi pertandingan kali ini adalah menguji fisik kita bukan energi kita, jika kita terus menggunakan energi spiritual itu akan membuat kita semakin kehabisan energi dan semakin lemah" ucap Murid berambut merah.
__ADS_1
"Tapi jika kita melepas energi spiritual kita, bukankah tekanan ini akan semakin menekan kita" ucap Murid wanita.
"Kita tidak akan tau jika kita tidak mencoba ucap murid berambut hitam dan diangguki oleh Murid berambut merah.
Perlahan mereka melepas energi spiritual mereka dan perlahan juga tekanan yang ada pada mereka mulai berkurang, dengan perlahan mereka bertika bangkit meski masih terasa berat namun itu masih lebih baik dari pada tadi.
"Berhasil, kita harus segera sampai kesana" ucap Murid berambut Hitam.
mereka berjalan perlahan dengan kaki sedikit gemetar dan keringat yang membanjiri tubuh mereka, perlahan mereka mulai menyusul Xian Da meski ditiap langkah tekanannya semakin besar namun mereka tetap berusaha berjalan, melihat Xian da yang mulai sering terjatuh namun tetap kembali bangkit membuat mereka ikut bersemangat begitupun murid yang lainnya, saat menyadari hal yang terjadi mereka semua perlahan melepas energi spiritualnya namun ada juga yang masih bersikeras untuk melangkah dengan sisa sisa energi mereka.
"Emm jadi seperti itu, ini melatih fisik, jika menggunakan energi spiritual maka tekanan semakin berat cara satu satunya adalah dengan melepas energi spiritual dan berjalan dengan tenaga kita sendiri bukan dengan energi spiritual" ucap Gong Zu sambil menyilangkan tangan dan menatap kearah tempat pertandingan.
"Yah Kau benar jika dilihat dari sudut pandang kita mungkin ini terlihat seperti jebakan mematikan yang akan menguras energi tapi jika dilihat dari sudut pandang Tuan muda sepertinya ini adalah latihan, dengan adanya Xian Da disana membuat semua murid menjadi bertekad dan bersemangat, mereka tidak mungkin ingin dikalahkan dengan bocah sekecil itu kan" ucap Ying Ze sambil memandang kearah Chu Tian yang seperti tersenyum puas.
"Kau puas sekarang" tanya Ling yue.
"Emm kau benar mereka hanya perlu sedikit latihan keras" ucap Ling Yue dengan mengangguk dan tersenyum pada Chu Tian.
"Emm maaf tuan muda Jhin Tian memang sebenarnya apa yang mebuat anda begitu senang" tanya Rin La yang melihat Chu Tian tersenyum
"Ah ya Ling Yue kau bilang akan membeli kue octopus untuk semua orang, bagaimana dengan itu" tanya Chu Tian tanpa menghiraukan Rin La.
"Tentu saja aku sudah memesannya sebelum malam tiba kue octopusku akan sampai, bukankah Guru besar mengatakan akan membuat pesta " ucap Ling Yue.
"Nona Iing benar sekali, Malam ini akan diadakan pesta disini untuk merayakan kemenangan para murid "ucap Tan Si.
__ADS_1
"Emm apakah sebelumnya ada seperti ini" tanya Chu Tian.
"Tidak pa egh saudaraku ini baru pertama kali karena hadiah turnamen ini lebih banyak darimu maka kami sebagai tuan rumah akan membuat jamuan besar agar hadiah yang seharusnya kita berikan bisa kita makan bersama dengan murid murid sekalian" ucap Tan Si.
"Keputusan yang sangat luar biasa Guru Besar Tan Si." ucap Qwang Ca, mereka semua sepakat akan bergabung dengan pesta itu termasuk Rin La yang mempunyai rencana lain dibalik pesta itu.
mereka kembali fokus pada pertandingan dimana sedikit lagi Xian da mengapai bendera meski sekarang dia tidak berjalan lagi namun merangkak
"Demi ibu aku harus kuat, ayo Xian Da kau kuat sedikit lagi" batin Xian da menyemangati dirinya sendiri dia berusaha dengan sisa sisa tenanganya ujung tangannya sudah hamoif menyentuh bendera itu, semuanya tampak tegang dan haapp.. Xian Da berhasil mengapai bendera yang berada dipaling ujung begitu pun murid yang lainnya juga mulai mengapai bendera yang ada paling dekat dengan mereka.
Setelah menyentuh bendera itu seketika tubuh mereka terasa seringan kapas karena tekanannya telah menghilang dan tenaga mereka langsung kembali pulih, wajah pucat dan kelelahan mereka kini berganti dengan wajah berseri seri mereka sangat puas dengan pertandingan kali ini, selain mendapat hadiah yang lumayan mereka juga mendambah kekuatan mereka serta fondasi kultivasi mereka yang sebelumnya rapuh kini menjadi sangat kokoh karena kekuatan fisik mereka meningkat.
"Selamatt atas kalian 175 orang yang mendapat hadiah, sungguh tekad yang luar biasa, dan untuk kalian yang tidak mendapat bendera kami menyediakan 50 koin emas untuk kalian masing masing" jelas Chu Tian dengan tersenyum
"Terimakasih Tuan muda, bahkan jika tuan muda tidak memberikan kami hadiah itu tidak menjadi masalah, kami sudah mendapatkan kekuatan besar dari pertandingan kali ini" ucap Salah seorang murid dan diiyakan oleh semua yang ada diasana.
"Bukankah setiap perjuangan wajib dihargai, angap saja ini hasil dari tekad dan semangat kalian" ucap Chu tian.
Mereka yang ada disana semakin bersemangat dan kini mereka memiliki tekad bukan hanya sekedar untuk mengharumkan nama sekte namun juga untuk mereka sendiri dan orang orang disekitar mereka.
.
.
.
__ADS_1
.