Pendekar Phoenix Suci

Pendekar Phoenix Suci
CH.70. Bertemu Qing Yu lagi..!


__ADS_3

"Terimaksih dewa" ucap Chu tian


"Kau tidak perlu sesungkan itu panggil aku paman maka aku akan senang" ucap Dewa obat.


"Baik paman" ucap Chu tian menurut saja.


"Haahaha,baiklah kalau begitu saatnya kau bertemu Qing Yu" ucap Dewa obat lalu sebuah cahaya keunguan muncul dan menyilaukan Chu Tian


Chu tian menutup matanya lalu saat membuka matanya lagi dia sudah berada ditempat yang berbeda.


"Dimana dewa mimpi" ucap Chu Tian.


"Aku disini pangeran" ucap Qing Yu dari belakang


"Kau mengejutkanku" ucap Chu Tian


"Maafkan aku pangeran, apa kau siap untuk misteri selanjutnya" tanya Qing Yu


"Aku tidak ingin misteri namun aku ingin misteriku terjawab" ucap Chu tian dengan tenang.


"Hahaha baiklah baiklah "Ucap Qin Yu dengan tertawa kecil.


"Katakan padaku apakah ibuku masih hidup" tanya Chu Tian


"Hem pangeran kau begitu terburu buru jalanmu masih sangat panjang saat ini masih belum saatnya pangeran, bukankah Huang kei tadi sudah memberitahumu sejarahnya" kata Qing Yu dengan tersenyum


"Dia hanya menceritakan sedikit dan hanya menceritakan tentang ayahku saja tidak dengan ibuku" ucap Chu Tian


"Jika begitu berarti kau belum saatnya tau bersabarlah pangeran carilah kristal berikutnya suatu saat kau pasti menemukan kebenaran tentang semuanya." ucap Qing Yu


"Aku tau aku tidak akan menyerah lagi dan aku akan mencapai puncakku tanpa mengorbankan orang yang kusayangi lagi" ucap chu Tian dengan mantap


Qing Yu tersenyum mendengar perkataan Chu Tian


"Saudaraku lihatlah anakmu benar benar mirip denganmu kuharap kau bangga padanya, dia akan menjadi dewa yang lebih kuat darimu suatu saat nanti" Batin Qing Yu


"baiklah akan kutunjukan bagian dari istana suku es apa kau mau" ucap Qing Yu.


"Baiklah" jawab Chu Tian


"Ku harap aku bisa menemukan petunjuk soal ayah dan ibuku kali ink" batin Chu Tian


Qing Yu melirik kearah Chu Tian lalu tersenyum Tipis.


Mereka sampai dihalaman istana kerajaan Es ,Chu tian dibuat tekesima istana dengan nuansa putih sangat besar dan mewah.

__ADS_1


"Selamat datang dirumah pangeran" ucap Qing Yu dengan senyum hangatnya.


"Apakah ayah dan ibuku tinggal disini" tanya Chu Tian


"Tentu saja ayahmu adalah penguasa Suku Es yang artinya adalah penguasa dari semua suku disini" ucap Qing Yu


"Bisakah kita masuk" tanya Chu tian.


"Tentu saja pangeran tapi jika kau ingin mencari ayah dan ibumu saat ini mereka sedang tidak berada diistana"ucap Qing Yu sambil melirik Chu Tian dia seperti sudah tau apa ynag difikirkan Chu tian.


"Huft aku mengerti sepertinya semua memang sudah kau atur dengan sangat baik" ucap Chu tian dengan kesal.


"Aku tidak bisa melakukan apapun ini juga ada kaitannya dengan takdir kau paham"kata Qing Yu


"Aku mengerti aku akan bersabar untuk ini" ucap Chu Tian.


"Baguslah kalau begitu ayo kita masuk aku akan memperkenalkanmu dengan bagian dalam seluruh istana ini" ucap Xing Yu.


Mereka memasuki istana ynag besar didalamnya sungguh sangat luas dan mewah Chu Tian selalu terpesona dengan keindahan setiap bagian istana suku Es. Qing Yu menceritakan dan mengenalkan seluruh bagian dari istana itu.


Saat sampai diruangan kediaman ayah Chu Tian ada sebilah pedang yang sangat indah juga mengerikan .


"Dewa mimpi apakah ini pedang Roh Dewa" tanya Chu Tian.


"benar sekali bagaimana kau mengetahui tentang pedang itu luar biasa" ucap Qing Yu.


"Yah bagaimanapun tebakanmu tepat" ucap Qing Yu dan hanya diangguki oleh Chu Tian


Chu Tian terus menatap pedang itu seakan dia ingin menginggat setiap detail dari pedang Roh Dewa.


"Ehem pangeran mari kita lanjutkan " ucap Qing Yu menyadarkan Chu Tian.


"Baik" ucap Chu Tian.


mereka keluar dari kediaman itu namun sebelum benar benar keluar Chu Tian melihat serulingnya


"Tunggu dulu" ucap Chu Tian


"Ada apa" tanya Qing Yu.


"Ini seperti serulingku lihatlah miripkan" ucap chu Tian sambil mengeluarkan serulingnya


"Ah ini adalah seruling milik yang mulia ratu yang diberikan untuk ayahmu, ayahmu sangat senang bermain seruling dan ibumu memberikan Seruling ini untuk ayahmu ,dan ayahmu selalu memainkan seruling untuk ibumu dan sejak saat itu mereka saling mencintai lalu menikah dan hingga kau hadir" ucap Qing Yu


"Jadi begitu pantas saja seruling ini ada dikotak kayu itu" guman Chu Tian

__ADS_1


"Apa kau mengatakan sesuatu" tanya Qing Yu


"Tidak, ayo kita lanjutkan lagi" ucap Chu Tian


"Baiklah jika begitu" ucao Qing Yu sambil tersenyum


mereka terus menelusuri setiap bagian dari istana dan Qing yu sibuk menjelaskan apa saja itu entah apa maksudnya kenapa dia begitu antusias namun Chu Tian tidak peduki dengan maksud Qing Yu dia hanya mendengarkan semua cerita Qing Yu dengan tenang.


"Pangeran Jhin Tian apa kau punya pertanyaan kulihat kau banyak diam tidak seperti biasanya" tanya Qing Yu.


"Tidak aku hanya penasaran Siapa Jhin Shang" Tanya Chu Tian.


" Jhin Shang..? bagaimana kau bisa tau tentang dia" tanya balik Qing Yu


"Seruling putih ini saat darahku mengenai seruling putih ini seorang pria muncul dia mengatakan bahwa namanya adalah Jhin Shang dan dia juga yang mengatakan padaku bahwa seruling ini bukan milik ibunda permaisuri wen Lia" jelas Chu Tian.


" jadi seperti itu Jhin Shang adalah pamanmu dia adalah kakak dari ayahmu, dia sangat menyayangi ayahmu bagaimanapun dulu ayahmu menjadi kesayangan semua orang hingga adik dari ayahmu cemburu dengan hal itu namun dia memendamnya" ucap Qing Yu


"Jadi Jhin Shang benar benar pamanku ya" ucap Chu Tian


" yah dia adalah pamanmu dia hampir sekuat ayahmu dia juga bisa menggunakan elemen lain selain es begitupun dengan ayahmu yang terlahir istimewa " ucap Qing Yu.


"Pantas saja saat itu aku merasakan banyak energi meski hanya roh kekuatannya sungguh luar biasa" ucap Chu tian.


"Tentu saja kini dia dijuluki dewa perang suku es dan ditakuti oleh banyak musuh namun setelah dia mendapat kabar bahawa ayahmu meninggal dia pergi mengasingkan diri, bahkan aku tidak tau dia dimana dan aku juga tidak tau dia menaruh sepengal rohnya kedalam seruling hanya untuk menemuimu" ucap Qing Yu


"Aku akan berusaha menyatukan seluruh keluargaku kembali, bagaimanapun perpisahan ini sungguh hanya karena aku" ucap Chu Tian dengan menundukkan kepalanya.


Qing Yu memegang Bahu Chu Tian


"Aku percaya padamu kami semua percaya padamu ,kau pasti bisa yakinlah pada dirimu sendiri" ucap Qing Yu dan diangguki oleh Chu Tian.


"Ingatlah didalam ramalan masa depanmu aku menemukan keunikan itu bisa menjadi kebahagiaan atau bisa juga menjadi bencana kau harus bijak dalam menghadapinya , ini munhkin sulit namun kau pasti bisa" ucap Qing Yu dan tubuh chu tian mulai transparan.


"Apa keunikan itu ,bolehkan aku tau" ucap Chu Tian.


"Tidak untuk saat ini tapi yang jelas ini tentang takdir jodohmu" ucap Qing Yu dengan tersenyum dan Chu Tian kembali ke kerajaan Xin atau lebih tepatnya ketubuhnya.


.


.


.


.

__ADS_1


.


:)


__ADS_2