
"Anak ini sangat sulit diluluhkan, dia memiliki keteguhan hati yang bahkan aku tidak sanggup mendobraknya.
"Kau tidak akan sanggup mengecohnya, dia adalah keturunan dari Ling zhu dan Jhin Sao, kau tidaka akan mudah untuk menganggunya" ucap Qing Yu yang baru saja sampai.
"Cih aku hanya ingin mengujinya kmau jangan ikut campur" ucap Shi Qyu.
"apa kau lupa ini kawasan kerajan Es tentu ini adalah urusanku, dan aku hanya berpesan jauhkan dirimu darinya" ucap Qing yu lalu menghilang dari sana
"Aku tidak akan berhenti, aku sudah melepas Jhin Suo mana mungkin aku melepas Jhin Tian juga" ucap Shi Qyu lalu ikut menghilang dari sana.
Sementara Jhin Tian yang kesal kembali keistana dan melihat Ling Yue dan Jhin Cha sedang duduk mengobrol dibawah pohon Sakura.
Jhin Tian menghampiri Ling Yue.
"Yue'er , jhin Cha kalian kenapa disini, ayo masuk" ucap Jhin Tian
"Kau sudah selesai berkeliling" tanya Ling Yue sambil bangkit dari Duduknya.
" yah sebenarnya belum tapi yasudahlah" ucap Jhin Tian.
"Lalu dimana kakak Le" tanya Jhin Cha.
"Ayahmu memanggilnya entah ada urusan apa aku tidak tau" ucap Jhin Tian.
"Ayah memanggil kakak, emm baiklah kalau begitu" ucap Jhin Cha.
Mereka lalu masuk kedalam istana besar itu.
Jhin Tian meminta Ling yue untuk beristirahat bagaimana pun Jhin Tian khawatir dengan kandungan Ling Yue karena ling yue berada cukup lama Diluar, bagi Jhin Tian memang tidak dingin namun Ling Yue berbeda tentunya.
"aku akan menemui ayah, kau beristirahatlah" ucap Jhin Tian.
"Emm ingat untuk tidak mengunakan Energi spiritualmu.
"Aku mengerti " ucap Jhin Tian lalu mengecup singkat dahi Ling Yue dan langsung pergi dari sana untuk menemui ayahnya diaula.
"salam Yang mulia" ucap Jhin Tian.
"pangeran bagaiman keadaanmu" tanya Jhin Huo.
Diaula adalah tempat formal dan ditempat itu tidak ada perbedaan ditempat itu tidak ada anak dan ayah hanya ada raja dan pangeran kecuali jika keadaan aula sedang kosong, ditempat itu pula Raja Tidak boleh memihak meski yang salah adalah putranya dia juga harus dengan tegas menghukumnya begitupun dengan yang lain.
"Aku sudah lebih baik Yang mulia" ucap Jhin Tian dengan penuh hormat.
" bagus jika begitu, aku dan para pejabat lainnya sudah memutuskan bahwa kau akan dinobatkan sebagai putra mahkota kerajaan Es, dan kelak akan memimpin Suku Es" ucqp Jhin Suo.
"mohon ampun yang mulia, hamba menolak tawaran tersebut, lebih baik kedudukan putra mahkota diberikan kepada pangeran Jhin Le atau Jhin Ye karena mereka lah yang tertua" ucap Jhin Tian.
__ADS_1
"Tidak pangeran Jhin Tian hamba tidak bisa menjadi putra mahkota karena aku tidak memiliki darah murni suku es" ucap Jhin Le karena dia adalah anak jhin She.
"Aku juga tidak bisa karena aku telah memegang kendali beberapa kota disuju Es begitupun dengan Kakak kakakku" ucap Jhin Ye yang merupakan putra dari jhin Sang.
"Kau mendengarnya sendiri kan pangeran, hanya tersisa kau yang mempunyai darah murni dari suku Es dan kau juga yabg sedang terbebas dari semua tugas, lagi pula Darah phoenix mu juga dapat membuatmu menjadi pemimpin yang baik" ucap Jhin suo.
" maaf yang mulia tapi hamba sudah berjanji untuk tidak mengambil posisi ini" ucap Jhin Tian.
"kau bisa untuk tidak menjadi raja, tapi setidaknya kursi Putra mahkota tidak lagi kosong" ucap jhin Suo.
"Tapi aku..."
"Pangeran...! aku tidak menerima bantahan" ucap Jhin Suo dengan tegas.
"Kalau begitu hamba mohon undur diri" ucap Jhin Tian langsung pergi dia sangat kesal dengan keputusan ayahnya yang terlalu memaksanya.
Jhin Tian keluar Aula dia berjalan kesembarang tempat dan dia bertemu dengan Qing Se anak dari dewa mimpi.
"Salam pangeran" ucap Qing Se.
" kau pasti anak dari dewa mimpi" tebak Jhin Tian.
" bagaimana pangeran bisa tau, aku Qing Se pangeran suku mimpi" ucap Qing se dengan senyum.
"Kau sangat mirip dengan dewa mimpi bahkan senyum kalian pun sama" ucap Jhin Tian.
"Huft memang " jawab Jhin Tian sambil mengehembuskan nafas kasar.
"aku mengerti pasti yang mulia memintamu menjadi pangeran mahkota bukan" ucap Qing Se.
"Ya. aku hanya tidak ingin terikat dengan apapun tapi huh sudahlah akuntidak mungkin melawan ayahku" ucap Jhin Tian.
"Itu adalah keputusan bijak pangeran, bagaimanapun pangeran adalah anak satu satunya dari yang mulia" ucap Qing Se.
"Aku tau" ucap Jhin Tian.
"Apa ada masalah lain pangeran" tanya Qing se.
" kau bisa memasuki mimpi kan, bisakah kau memasuki mimpi ibuku" tanya jhin tian penuh harap.
"Aku memang bisa memasuki mimpi seseorang namun untuk yang mulia ratu aku tidak bisa, bahkan ayahku sang Raja Mimpi pun tidak dapat melacak keberadaan Ratu zhu." jelas Qing Se.
"Huh aku berharap ada petunjuk, bagaimana bisa ibuku hilang begitu saja, Tunggu tadi aku bertemu dengan Shi Qyu dan dia mengatakan dia tau dimana ibuku apa kau juga bisa memasuki mimpinya" tanya Jhin Tian.
" aku akan mencobanya, aku tidak tau apakah berhasil atau tidak" ucap Qing Se.
Jhin Tian hanya mengangguk dan berharap Qing se dapat mengetahui sesuatu .
__ADS_1
Qing se duduk dan bersandar disebuah pilar dan memejamkan matanya, dan menciba memasuki mimpi Shi Qyu
Cukup lama Jhin Tian menunggu sebelum akhirnya Qing Se terbangun sambil terbatuk batuk.
"Uhuk uhuk.. maaf pangeran aku tidak bisa menembus mimpi Shi Qyu karena ada oenghalang yang sulit aku tembus" ucap Qing Se.
" tidak masalah setidaknya kita telah mencoba, aku berterimakasih padamu" ucqp Jhin Tian.
"Sebuah kehormatan bagiku bisa membantu pangeran Tian" ucap Qing se dengan tersenyum.
Jhin Tian tersenyum dan mengangguk.
"Apakah kau mengetahui petunjuk atau semacam tanda tentang keberadaan ibuku" tanya Jhin Tian.
" maafkan aku oangeran aku tidak pernah tau ada hal seperti itu, tapi paman Jhin She dan ayahku pernah menyelidiki tentang menghilangnya Ratu Zhu mungkin Pangeran Bisa menanyakan pada mereka" ucap Qing se.
"benarkan, aku akan menanyakan pada mereka setelah rapat itu usai, aku melihat mereka ada didalam tadi" ucap Jhin Tian
" tentu saja, sebelum itu ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda," ucap Qing Se.
" bertemu denganku siapa, dan mengapa" tanya Jhin Tian.
"Dia " ucap Qing Se.
Dan seorang pria dengan pakaian serba hitam dan wajah pucat dan penampilannya hampir menyamai suku elf datang menghampiri Jhin Tian.
"Pangeran... perkenalkan aku adalah Nang Rai putra dari dewa kegelapan Nang Hui, ayahku memintaku untuk menemuimu pangeran" ucap Nang Rai.
.
.
.
Nang Rai
Qing Se
.
.
.
__ADS_1