Pendekar Phoenix Suci

Pendekar Phoenix Suci
CH 182. petunjuk


__ADS_3

"aku sangat penasaran darimana aura Ling Yue itu muncul" batin Jhin Tian


"Suamiku ada apa" tanya Ling yue saat melihat Jhin Tian melamun.


"Emm tidak ada" ucap Jhin Tian sambil tersenum.


mereka kembali menikmati acara itu dengan penuh kebahagiaan bahkan seharian penuh hanya digunakan sebagai perayaan penobatan Pangeran mahkota saja.


Hari itu diakhiri dengan munculnya jhin Sie Raja Es sebelumnya atau kakek Jhin Tian yang telah lama melakukan pertapaan dan kini kembali untuk menyambut Cucunya dan itu menambah kegembiraan semua orang.


Selesai acara itu Jhin Tian mrnemui kakeknya di sebuah altar tinggi dikerajaan Es.


"Salam kakek" ucap Jhin Tian sambil memberikan hormatnya


"Cucuku aku tidak menyangka kau sudah sebesar ini sekarang" ucap Jhin Sie.


"Tentu saja , jika boleh tau ada apa kakek memanggilku" tanya Jhin Tian.


"Huh kakek ingin menanyakan sesuatu padamu" ucap Jhin Sie dengan tatapan serius mata tuanya tidak bisa lagi menyembunyikan kekhawatirannya.


"Apa yang ingin kakek tanyakan padaku" tanya Jhin Tian .


"Apa leluhur pernah menjumpaimu" tanya Jhin Sie.


"Emm aku pernah berjumpa dengannya karena kristal sembilan warna" ucap Jhin Tian.


"Hah aku sudah menduganya, apa ada sesuatu yang penting yang sempat ia katakan kepadamu" tanya Jhin Sie.


" ya, kakek leluhur mengatakan padaku bahwa dia ingin Suku Es dan Suku Api berdamai seperti jaman dahulu, memangnya ada masalah apa kek" tanya Jhin Tian.


Jhin Sie berjalan menuju ujung altar dan berdiri disana sambil menatap indahnya suku Es yang kini sudah kembali damai.


Jhin Tian yang binggung pun hanya mengikuti kakeknya itu.


"Kau lihat disana, kehidupan suku es sungguh sangat damai, dan aku sangat bahagia karena kedamaian ini, dan kau lihat juga disana, tepat ditanah penuh aura panas berkuar kearoganan ketamakan dan kejahatan sedang berlangsung disana, katakan padaku bagaimana mungkin kita bisa berdamai dengan mereka" tanya Jhin sie.

__ADS_1


Jhin Tian terdiam m3ncerna kata kata kakeknya itu.


"Aku pasti bisa merubah masyarakat seperti itu" ucap Jhin Tian.


"Bagaiman, itu adalah adat dsn kebiasaan mereka itu adalah sifat asli dari api yang mudah marah, selalu membakar apa saja dan merugikan banyak orang" ucap Jhin Sang.


"Tapi terkadang api juga dapat membantu kita menghangatkan, juga membantu kita dalam banyak hal, kakek yakinlah Dewa api akan berubah " ucap Jhin Tian.


"Aku hanya tidak ingin kehilangan keturunanku lagi karena dewa kejam itu, aku sudah cukup banyak kehilangan anak dan menantuku" ucap Jhin Sie.


"Kakek percayalah padaku aku tidaka kan membiarkan keluargaku tiada ditangan dewa api lagi" ucap Jhin Tian.


"Aku tidak bisa berharap banyak tapi aku sangat yakin padamu, dewa api adalah orang yang licik dia akan melakukan segala cara untuk menaklukan Kerajaan Es" ucap Jhin Sie.


"Aku mengerti aku pasti akan berusaha yang terbaik" ucap Jhin Tian.


"Doa kakek akan selalu menyertaimu cucuku, " ucap Jhin Sie.


" terimakasih kakek, kalau begitu aku mohon undur diri" ucap Jhin Tian lalu memberi hormat dan pergi .


Mereka sampai disuku mimpi dan langsung memasuki ruang Raja Mimpi yaitu ruangan milik Qing yu.


Jhin Tian terpesona dengan barang barang unik yang ada disana


"Pangeran kemarilah" ucap Qing Yu.


Jhin Tian berjalan kearah Qing Yu, Qing Yu menunjukkan sebuah kaca bulat dan didalamnya ada sebuah kalung yang melayang.


"Ini adalah kalung yabg kutemukan, aku telah meminta izin kepada yang mulia untuk menelitinya, namun sejauh ini tidak ada petunjuk apapun barang kali pangeran bisa mendapatkan petunjuk pangerwn boleh melihatnya" ucap Qing Yu


Qing Yu lalu mengunakan energinya dan mengambil.Kalung itu lalu memberikannya pada Jhin Tian.


jhin Tian menatap kalung itu perasaan familiar pun merasuki Jhin Tian, tanpa sadar air matanya lolos mengenai permata yang menjadi liontin dari kalung yang dipegang Jhin Tian.


perlahan Kalung itu mulai mengeluarkan Cahaya Terang Qing yu sangat terkejut lalu dengan sigap mengambil kalung itu dan menaruhnya disebuah Meja Kecil yang terus melayang didepan bola kaca besar berwarna Ungu.

__ADS_1


Cahaya berpindah kebola cahaya itu, sebuah bayangan dari seseorang yang membawa Ling Zhu pun terlihat dari sana.


Seorang mengunakan jubah bertudung dan satu satunya yang paling mencolok dari orang itu adalah pedang permata yang terselip dipinggangnya.


"Dewa Qing yu apa anda tau siapa orang itu" tanya Jhin Tian.


"Aku belum pernah melihat orang itu, tapi aku pasti akan mencari informasi dari orang itu" ucap Qing Yu.


Bayangan terus berlanjut hingga terlihat hutan gelap dengan banyak binatang iblis yang menghuni


"Tempat itu tidak, tidak ini tidak mungkin itu adalah hutan dikawasan bukit larangan, tidak seorang pun dewa boleh memasuki kawasan itu, bahkan dewa tertinggi telah menciptakan ilusi agar hutan itu tak dimasuki Seorangpun" ucap Qing Yu.


"Jika begitu bagaimana mungkin ibuku bisa sampai disana, Aku akan mencarinya sekarang" ucap Jhin Tian lalu berlalu pergi.


"Tunggu pangeran, kau masih memiliki tanggung jawab dikerajaan Es kau tidak bisa pergi begitu saja ,aku akan mengerahkan pasukanku untuk menyelidiki ini semua" ucap Qing yu.


"Tapi mungkin saja ibuku dalam bahaya dewa" ucap Jhin Tian.


"Aku tau kekhawatiranmu pangeran tapi ingatlah, jika kau bisa membuka segel tiga dunia mungkin saja ilusi itu bisa dihilangkan" ucap Qing yu mencoba membujuk Jhin Tian.


"Ibuku membutuhkanku sekarang, biarkan aku mencarinya" ucap Jhin Tian.


"Pangeran aku mohon, tindakanmu ini bisa saja akan melukai Ratusan Ribu nyawa tak bersalah, kau harus segera membuka segel tiga dunia setelah itu aku berjanji aku dan semuanya tidak akan melarangmu untuk pergi" ucqp Qing Yu.


Jhin Tian memikirkna perkataan Qing Yu yang membuatnya merasa bimbang.


"Pangeran dengarkan aku, jika kau berhasil membuka Segel tiga dunia kehiduoan dari tiga dunia akan kembali makmur, dan saudara saudaramu yang ada didaratan tengah akan mendapat berkah dari para dewa, mereka juga akan mendapat keselamatan yang mereka tidak dapatkan sebelumnya" ucap Qing Yu.


Jhin Tian memikirkan serangan serangan yabg selama ini ia hadapi dia semakin binggung hrus melakukan apa terlebih dahulu, jika ingin membuka segel tiga dunia maka ia harus melawan Dewa api terlebih dahulu, karena segel itu hanya bisa dibuka dengan kemurnian seluruh dewa dan dewa api memiliki kegelapan yang cukup dalam membuat segel dewa sulit terbuka, namun jika ia menyelamatkan ibunya akan lebih banyak korban dari kejahatan dan ketamakan dewa api, serta entah berapa lama dia akan mencari karena hutan yang diberi ilusi oleh dewa tertinggi akan sangat sulit ditemukan.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2