
di aula yang di khususkan untuk keluarga istana.
"Astaga Xuan Xian kalian sangat lucu, nenek menyayangi kalian" ucap nenek ming sambil memeluk Xian dan Xuan.
"Jadi nenek buyut tidak sayang liyan" ucap Liyan sambil memandang Nenek Ming dan menunjukkan wajah sedihnya.
"Tentu saja Liyan juga kesayangan Nenek kemarilah" ucap Nenek Ming sambil memeluk Liyan.
kehangatan keluarga itu membuat Jhin Tian merasa bahagia, apalagi saat melihat Xian dan Xuan terlihat bahagia saat bercanda bersama Nenek ming dan kakek Han.
"Hei bukankah kau bahagia melihat itu" tanya Wen sio sambil memegang bahu Jhin Tian.
"Hmm" jawab Jhin Tian yang masih terus memandang xian Dan Xuan.
"Jadi mengapa kau masih seperti ini, bukankah kau bisa kembali seperti dirimu dahulu, Ibumu pasti tidak ingin kau yang seperti sekarang" ucap Wen Sio.
Seketika Jhin Tian memandang Wen Sio dengan wajah serius.
wen Sio yang ditatap seperti itu menjadi tegang dan berkeringat.
"Ma maksudku kau bisa.."
"Tidak ada waktu, cih aura yang menjijikkan kak lizheng paman Sio ikut aku, dan Xian ambil ini kau tau yang harus kau lakukan" ucap Jhin Tian sambil memberikan serulingnya pada Xian.
"Tapi ayah aku kan.."
"Ayah percaya padamu" Jhin Tian tersenyum lalu melesat bersama Chu Lizheng dan Wen Sio.
"Sebenalnya ada apa, kenapa ayah tellihat panik" tanya Xuan sambil memegang bonekannya.
"Aku sepelti tidak asing dengan Aura ini, Dimana pangeran Dan yang mulia raja" ucap Xiao Feng yang tiba tiba datang bersama Zaein Dan Ji Kun.
"kakek Feng, paman zaein dan paman kun, emm ayah pelgi bersama Paman Lizheng kearah sana, sepeltinya ada yang tidak beles" ucap Xian menjelaskan.
"Xian sudah kubilang panggil aku paman mengerti, dan jaga benda itu dengan baik, paman akan menyusul... Ji Kun kau tetap berjaga disini aku merasakan aura buruk" ucap Xiao Feng.
"Laksanakan tuan" ucap Ji Kun.
"Ayo Zaein" ucap Xiao Feng.
"Baik" ucap Zaein.
"Anak anak kalian tetaplah dekat dengan ibu nenek dan kakek jangan menjauh" ucap Han Ying dan Diangguki oleh Para anak anak itu.
"Yang mulia Ratu, hamba akan memeriksa beberapa bagian" ucap Ji Kun.
"Baiklah" ucap Ratu Han Ying sambil mengangguk pasti.
Disisi lain Jhin Tian,Chu Lizheng dan Wen Sio mendarat tepat didepan segerombolan Sesuatu yang menjijikkan.
"Apa itu" teriak Chu Lizheng dengan wajah terkejut dan terlihat jijik.
__ADS_1
"Jujur saja aku baru pertama kali melihat makhluk menjijikkan seperti itu" ucap Wen sio.
"Mayat Hidup" ucap Singkat Jhin Tian sambil Menatap Serius ratusan Mayat hidup yang mendekat kearahnya.
"mayat.... bagaimana makhluk seperti itu ada disini" teriak Chu Lizheng.
"Pasti ada yang membangkitkan mereka" ucap jhin tian dengan dingin.
"lalu bagaimana, cara kita mengalahkannya" ucap Wen Sio.
"Kelemahan ditiap mayat itu berbeda, dan kelemahannya ada pada besi hitam, seperti yang itu, ada di hidungnya" ucap Xiao feng yang baru saja datang sambil menunjuk salah satu mayat.
"Dan jika ingin cepat maka cari pengendalinya" lanjutnya.
" itu akan Sulit, sebaiknya kita segel" ucap jhin tian.
"itu butuh waktu lama, dan belum tentu berhasil, cara satu satunya adalah melawan" ucap xiao Feng.
" baiklah maju" teriak jhin Tian
mereka berlima maju dan menyeraang para mayat hidup, mereka berusaha melepas besi besi hitam, para mayat itu akan terus membali hidup jika besi masih menempel ditubuhnya.
cukup lama mereka terus memusnahkan para mayat hidup itu, tapi setiap mereka memusnahkan satu adalahgi yang datang dan begitu seterusnya.
"Cih Benar benar merepotkan" ucap jhin Tian saat ia juga merasakan aura menjijikkan terasa dari arah istana.
"Xian Xuan semoga kalian baik baik saja" batin Jhin Tian.
Tolong tahan mereka untukku" ucap Jhin Tian dia lalu duduk di sebuah batu dan membuat segel tangan Yang sangat Rumit.
"Segel itu... baiklah serahkan pada kami" teriak Xiao Feng pada kalimat terakhir.
"Apa kau yakin tentang segel itu Xiao Feng" tanya Chu Lizheng.
"Aku sepenuhnya percaya, dia tidak akan melakukan hal yang percuma" ucap Xiao Feng disela sela pertarungannya.
"Aayo kita lanjutkan dan serahkan tahap selanjutnya pada Tuan" teriak Zaein.
mereka semua mulai mempercepat gerakannya, disamping itu segerombolan Mayat Hidup dengan Zirah mulai bermunculan, dan ada segerombolan lagi yang terbang kearah mereka.
"Apa apaan itu," teriak Kesal Chu Lizheng.
"Hati hati, mereka berbeda dari yang sebelumnya" ucap Wen sio.
Dan Benar saja.
Bommmmmm.... Bommmmmm. ..bommmmmm
Para mayat hidup itu menembakkan bola api dari Mulutnya.
"Bukan main main, bola api itu memiliki daya ledak yang luar biasa, Siapa orang yang bisa mengendalikan begitu banyak Mayat hidup seperti ini" ucap Xiao Feng dengan wajah binggung.
__ADS_1
"Apapun itu, jika orang itu memiliki Niat Jahat Maka Aliran putih pasti akan sangat kewalahan" ucap Wen Sio.
"Sebaiknya kita berhati hati" ucap Zaein.
"Yah" ucap Chu Lizheng dengan semangat nya.
Mereka terus menyerang sementara Energi yang dikumpulkan Jhin Tian hampir selesai sepenuhnya..
mereka semua sudah sangat kewalahan, disamping kalah jumplah mereka juga harus gokus mencari besi hitam dan itu sangat Sulit.
"Semuanya menjauh dari sana" teriak Jhin Tian saat segelnya telah Selesai.
mereka melesat kearah kanan dan Kiri, jhin Tian lalu mengarahkan Tangannya membentuk huruf O ke Arah gerombolan para Mayat hidup.
"Segel" teriak Jhin Tian dan... Duarrrzztt
Semua mayat hidup menghilang menyisakan Besi besi Hitam, Jhin Tian mrngambil Semua besi hitam dengan energinya kemudian memasukkannya kekantung besar berwarna merah.
"Apakah Sudah Selesai" tanya Chu Lizheng.
"Ada satu lagi" ucap Jhin Tian sambil menatap Tajam kearah depan.
"Paman, kakak sebaiknya kalian keistana dan bantu yang lainnya, disana juga ada aku merasakan Aura menjijikan itu dimana mana" ucap Jhin Tian dengan nada Dingin.
"Apa istana bagaiamana dengan Cucu cucuku" ucap Wen Sio.
"Untuk itu aku yakin Xian dapat mengatasinya" ucap Jhin Tian.
"Xian bagaimana bisa anak sekec..."
"Dari pada meremehkan cucumu lebih baik bergegaslah, mereka yang ada disana belum tentu tau kelemahan mereka, setelah satu ini selesai aku akan datang dan menyegel mereka" ucap Jhin Tian dengan nada dingin Dan aura yang merembes keluar.
Chu Lizheng dan Wen Sio mengangguk, mereka berdua langsung melesat pergi kearah Istana, Sementara Jhin Tian sudah melihat Sosok mayat hidup dengan tubuh tinggi dan sangat besar, mungkin Tinginya tiga kali orang dewasa.
"Cih ini akan sulit, aku tidak bisa mengunakan segel ku padanya" ucap Jhin Tian dengan kesal.
"Tenang lah kami bersamamu, bukan kah selamanya akan seperti itu" ucap Xiao Feng.
Jhin Tian sedikit tersenyum.
"Hegh berhentilah bernostalgia dan ayo serang Dia" ucap Jhin Tian sambil melesat Kearah mayat hidup itu,
Sementara Xiao Feng dan Zaein tersenyum lalu ikut melesat dibelakang Jhin Tian.
.
.
.
.
__ADS_1
.