
" Ka .... kau menghancurkan Dantian elemen Airku" Ucap Jhin Tian tak percaya dia menatap tangannya yang berlumur darah dengan geram.
" kau tidak Suci pangeran Tian untuk menyempurnakan kesucianmua ku menukar dengan Elemen Airmu" Ucap Kaisar dewa.
" Ka kau seharusnya menanyakan ini dulu padaku" Ucap Jhin tian sambil memegang perutnya yang masih terasa sangat sakit.
" Kau akan menolak jika aku bertanya "Ucap dewa shin Lie Fa.
" Kau pulihkanlah tenagamu baru kembali" Lanjutnya.
"Cih aku pergi sekarang" Ucap Jhin tian.
Jhin Tian berdiri dengan susah payah dia berjalan sempoyongan sambil memegang perutnya menuju kediamannya.
" Aku bilang pulihkan dulu dirimu, Aku akan membantumu" ucap Dewa Sin Lie Fa.
Jhin Tian tak menjawab dia langsung beranjak pergi dan bergegas menuju kediamannya.
" Tuan bukankah ini berlebihan" Ucap seseorang dibalik bayang bayang.
" Dia akan segera terbiasa... aku tidak punya cara lain mengurangi satu elemennya akan menyelamatkan hidupnya" Jawab Dewa Shin Lie Fa.
Orang itu tidak menjawab dan menghilang tanpa disadari siapapun.
Sementara itu Jhin tian sampai didepan kediaman nya.
Brukkk....
Jhin Tian jatuh berlutut dua pengawal kediaman Jhin Tian langsung menghampiri Jhin Tian.
"Pangeran... Apa yang terjadi" Tanya Pengawal itu.
" Ba wa aku masuk" perintah Jhin Tian sambil meringis menahan sakit.
Pengawal itu memapah Jhin tian baru sampai Didepan pintu Fu Cang datang.
" Astaga Pangeran Apa yang terjadi padamu" Tanya Fu cang dengan panik dia baru saja dari dapur istana karena lapar dan akan kembali ke kamarnya sebelum akhirnya melihat kondisi Jhin Tian.
Jhin Tian Tak menjawab dia hanya terus melangkah menuju ranjangnya.
Setelah meletakkan Jhin Tian para pengawal kembali kedepan kediaman untuk bertugas
" Fu cang bantu aku" Ucap jhin Tian sambil memposisikan duduk membentuk posisi lotus.
Fu Cang nengangguk tanda mengerti.
Tubuh Jhin Tian mengeluarkan Aura biru terang sementara Fu Cang duduk di belakang Jhin Tian dan mengarahkan dua telapak tangannya ke arah punggung Jhin Tian.
Proses yang cukup lama hingga akhirnya Jhin Tian menghentikan kegiatannya dan mengembuskan nafas panjang.
__ADS_1
"Terimakasih Fu Cang "ucap Jhin Tian .
"Sudah tugasku tapi pangeran bagaimana anda bisa kehilangan begitu banyak energi dan aku merasakan Aura yang berbeda keluar dari tubuh anda , biasanya aku akan merasakan 9 elemen dan kini aku hanya merasakan 8 elemen saja" Tanya Fu Cang.
"huft dewa Shin Lie Fa menghancurkan elemen Air ku... dan aku tidak bisa mengembalikannya karena dewa Shin Lie Fa menghancurkan dengan permata Tujuh Samudra " Ucap Jhin Tian dengan wajah rumit.
" Hah kenapa bisa seperti itu, Untuk apa dewa Shin Lie Fa melakukan ini pada mu pangeran "Tanya Fu cang.
" Sebenarnya aku tidak tau apa maksudnya yang sebenarnya dia berkata bahwa itu untuk menganti kesucianku tapi yang ku lihat lain.. tch aku dengan susah payah mendapatkan elemen elemen ini dan dia dengan senang hati menghancurkannya" Ucap Jhin Tian dengan geram.
" Apakah pangeran benar benar tidak bisa lagi mengunakan elemen air" Tanya Fu Cang dengan penasaran.
Jhin Tian mengarahkan tangannya kearah teko teh dan tidak ada reaksi apapun.
" Huftt... sepertinya sudah benar benar hancur dengan begini aku tidak bisa lagi bernafas dalam air lagi" Ucap Jhin Tian sambil menghembuskan nafas kasar.
" Fu cang kau kembali lah kekamarmu terimakasih atas bantuanmu" Lanjutnya.
" Ba baik pangeran kalau begitu aku pergi dulu jika ada sesuatu anda bisa memanggilku" Ucap Fu Cang dengan membungkuk hormat dan melangkah pergi.
Jhin Tian turun dari ranjangnya mrmbersihkan dirinya dsn menganti pakaiannya.
" Ada sesuatu dibalik hancurnya dantianku selain rasa sakit itu kurasa energiku masih sama tidak berubah padahal dantianku telah hancur" Guman Jhin Tian setelah duduk dikursinya dan memandang sebuah buku.
" Dewa tua itu sungguh membuatku tidak bisa memikirkan apapun dia sangat sulit ditebak... aku harus mencari tau sendiri" ucap pelan Jhin Tian sebelum akhirnya dia terlelap dengan buku masih ada ditangannya.
" Tuan Tuan Tian Tuan bangun Tuan..."
" Umm... ah Yan yan " Ucap jhin tian
" Mengapa anda tidur disini" Tanya yan yan sambil membereskan meja Jhin tian.
" hah aku ketiduran setelah membaca buku huh " Ucap jhin Tian sambil mengusap Wajahnya.
" Sebaiknya pangeran bersiap sebelum pangeran terlambat" Ucap fu Cang yang baru saja datang.
ya Dua orang yang bisa keluar masuk kediaman Jhin Tian tanpa hambatan hanyalah Fu cang dan yan Yan selain mereka bahkan dewa Shin Lie Fa harus bertanya pada Jhin Tian jika ingin masuk meski dia adalah kaisarnya.
" memang ada masalah apa" Tanya Jhin Tian.
" Dewa Shin Lie Fa akan pergi sore ini dan hari ini dia akan mengumumkan tentang pengalihan tahta sementara pangeran Li fian" Ucap fu cang.
" Bagaimana kau bisa tau" tanya Jhin Tian.
" Ah itu aku bertemu pengawal yang akan menyampaikan titah ini dan aku mengantikannya" ucap fu Cang dengan canggung.
" Kau tau pengawal itu tidak akan menyampaikan titah dengan caramu itu" ucap Jhin Tian dengan mengulum senyum.
" Dia memang tidak bisa diandalkan pangeran.. aku bahkan heran mengapa anda memilih orang bodoh seperti dia" Ucap yan yan dia memang senang adu mulut dengan Fu Cang jafi tak heran mereka akan saling mengejek satu sama lain bahkan didepan jhin Tian.
__ADS_1
" Heh wanita aku ini adalah yang terhebat asal kau tau diluar sana banyak wanita tergila gila akan kepintaran dan ketampannku jadi jaga ya bicaramu itu" Ucap Fu Cang.
" Ck aku bahkan tidak percaya jika itu kau" Ucap Yan Yan dengan wajah sombong .
" Tuan Hamba permisi sebentar anda bersiplah dan hamba akan membawakan sarapan anda" Ucap Yan Yan dengan hormat.
" Hegh" yan yan mengalihkan pandangabnya saat melewati Fu Cang dengan wajah malas.
" Cih pergi sana" kesal fu cang.
" Haih kalian ini sudahlah aku akan bersiap" Ucap Jhin Tian ssmbil mengeleng pelan.
Di depan Istana semua orang berkumpul bahkan dewa Shin Lie Fa telah berada ditempatnya.
" maaf yang mulia hamba dstang terlambat" Ucap yi fian sambil membungkuk hormat.
" Duduklah" Ucap Kaisar Dewa dengan sedikit senyum.
" Tch kakak aku mendahuluimu kali ini" ucap Lu Ziqan sambil menyilangkan kedua tangannya didada.
"aku bahkan heran untuk apa kau datang sepagi ini hmm" Yi Fian tersenyum mengoda Lu ziqan.
" Aih kak kau ini selalu saja , dimana jhin Tian apa kakak tidak mengajaknya tadi" Tanya Lu Ziqan.
" Kufikir dia sudah kemari " JawabYi Fian.
" Tidak ad.."
" Maaf aku Terlambat" Seorang pria tampan berjalan tegab dengan pakaian indahnya dan diikuti oleh seorang pria lagi yang tak kalah tampannya.
" Dia selalu saja menambahkan pesona" Ucap yi fian.
Kaisar dewa tersenyum lega karena dia sempat Berfikir Jhin tian tak akan menemuinya lagi
Jhin Tian dan fu cang membungkuk Hormat dihadapan Dewa Shin Lie Fa lalu berjalan ke arah tempat duduknya dan masih diikuti oleh Fu Cang.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1