Pendekar Phoenix Suci

Pendekar Phoenix Suci
CH 169. Kematian Sing Fei dan Sing Kia


__ADS_3

"kami datang dengan damai tapi malah mendapat sanbutan seperti ini, aku sudah merendahakn harga diriku ubtuk meminta maaf pada kalian" marah Sing fei.


"Saat adikku meminta maaf atas apa yang tidak ia lakukan apa kalian memaafkannya, dia sudah berlutut meminta maaf padahal dia tau dia tidak melakukannya apa kalian pernah berfikir untuk mengampuninya, masa kecil adikku kalian renggut dengan kejam, disaat yang lain masih memeluk ibunya dengan manja dia sudah mendekap tajamnya pedang " marah Chu Lizheng bahkan terlihat dia begitu ingin menghajar Sing Fei dan Sing Kia.


"Kak Lizheng bukankah itu Sudah berlalu kami juga memminta maaf kami...."


"Jika sudah berlalu apa kalian bisa mengembalikan ibuku.. mengembalikan masa kecil adiku, aku muak dengan kalian perhi dari sini sebelum aku memporak porandakan pasukanmu dan kau" teriak Chu Lizheng penuh kemarahan.


"Aku tidak akan pergi, aku akan tetap disini" kekeh Sing kia.


"Kau Chu Tian juga telah merenggut nyawa ibuku bukankah kami juga pantas membalaskan dendam" ucap Sing fei.


"Aku tidak pernah membunuh ibumu tapi ibumu yang bodoh melindungi Pria seperti Sing Wei" ucap Chu Tian.


"Tetap saja kau yang membunuhnya, dan kau Chu Lizheng kau sudah merasa hebat kah setelah menjadi raja, kau tak beda dengan Raja Bodoh bahkan kau begitu bodoh hingga bisa dibohongi oleh Mentrimu sendiri, bahkan kau tidak tau jika di kerajanmu ada perjualan Benda terlarang hahahaaha asal kalian tau semua itu aku yang menyusunnya" ucap Sing fei.


"Kaliannn.... beraninya"


"Kenapa tidak berani bahkan kau tak pantas menjadi raja, yang pantas adalah aku" ucap Sing Fei.


"Sing Feii....!! Angkat senjatamu dan lawan aku" teriak marah Chu Lizheng.


Chu Tian mengepalkan tangannya dengan kuat dia mengingat semua tentang perlakuan dua orang kakak beradik ini padanya.


Chu Tian memejamkan matanya Mencoba meredam amarahnya namun kata kata Sing fei yang terus mengina kakaknya dan juga dirinya membuat amarah Chu tian semakin membara.


"Sing feiii jangan bicara lagi..... hiaakk" Chu Tian melompat kearah Sing fei dengan pedang elemen ditangannya dan menyerang Sing fei , dengan reflek Sing fei menahan pedang Chu Tian dengan Pedangnya.


Pasukan Sing fei mulai mengepung Chu Tian untuk membantu Sing fei. namun Chu Tian dengan pedangnya menebas seluruh pasukan sing Fei disekitarnya dengan cepat bahkan dia seperti orang yang lepas kendali membunuh puluhan musuh dengab cepan dan kemudian Chu Tian kembali bertarung dengan Sing fei.


sementara Chu Lizheng bertarung dengan Sing Kia dan semua teman Chu Tian memporak porandakan musuh didepannya. mereka mendapat perintah dari Chu Tian untuk tidak ragu membunuh musuh, mereka semua dengan penuh semangat membunuh semua pasukan Sing Fei, darah terciprat dimana mana, mayat bergelimpangan disetiap tempat, bahkan Pakaian Chu Tian penuh dengab Darah.


Chu tian menyerang Sing wei dengan amarah, dia pernah berfikir untuk memaafkan mereka jika mereka tidak menganggu mereka tapi perkiraan nya salah.

__ADS_1


"Sepertinya takdir menginginkan kau mati ditanganku" ucap Chu Tian.


"Lihat siapa yang akan mati" ucap Sing Fei.


"Pedang tumpulmu itu tidak bisa melukaiku bagaimana bisa kau membunuhku" ucap Chu Tian.


"Jangan Sombongg" ucap Sing fei sambil terus menyeran Chu Tian dengan membabi buta.


Slashhh.... tebasan Chu Tian mengenai leher Sing Fei.


"Arrrgghhhhh...." Teriak Sing wei sambil mencoba menutup lukanya.


"Kakak...." Sing Kia ingin berlari menuju kakaknya tapi Chu Lizheng menahannya dan berhasil menebas tangan Sing Kia.


"Aaaaaa..." teriak pilu Sing Kia.


"Ini adalah tangan yang dengan tega memukul dan mencambuk adikku" teriak Chu Lizheng.


"kakak maafkan aku aku sungguh menyesal, Arrgh tolong lepaskan aku dan kak Fei" ucap Chu Kia dengan menangis kesakitan.


Chu Tian terduduk didekat kepala Sing fei dan Sing Kia.


"Untuk membalas kekejaman aku juga ikut kejam" ucap Chu Tian sambil melihat tangannya yang penuh darah.


"Ini sudah takdirnya, sebaiknya kita urus semua mayat ini" ucap Xiao Feng yang menghampiri Chu Tian.


"Makamkan mereka dengan layak bagaimanapun mereka juga pernah menjadi bagian dari kerajaan Chu" ucap Chu Lizheng lalu membantu adiknya berdiri, Beberapa prajurit dipanggil untuk membantu membereskan semua kekacauan ini .


Chu tian kembali kekediamannya dengan pikiran yang campur aduk dia merasa lega telah membunuh Sing Fei namun juga merasa bersalah karena bagaimanapun mereka pernah menjadi kakak untuk Chu Tian.


Chu Tian berdiri didepan pintu kediamannya tanpa berani masuk, dan entah kebetulan apa Ling Yue keluar dan melihat Chu Tian yang penuh dengan noda darah.


"Suamiku apa yang terjadi padamu, kenapa kau berlumuran darah seperti ini" tanya Ling Yue dengan panik.

__ADS_1


"Aku membunuhnya, aku sama kejamnya dengan mereka " ucap Chu Tian dengan tatapan kosong.


"Katakan padaku siapa yabg kau bunuh, dan apa yang terjadi" ucap Ling yue sambil memegang kedua pipi Chu Tian.


Wajah Tampan Chu Tian tak terlihat karena banyaknya noda darah, yabg terlihat kini hanya tatapan kosong entah kesedihan ataupun kebahagiaan tak bisa Chu Tian rasakan bersamaan


"Sing Fei dan Sing Kia mereka telah Tiada Dikerajaan Dimana mereka dilahirkan" ucap Chu Tian sambil menatap Ling Yue.


"Kupikir siapa yang terbunuh, jika itu mereka mungkin memang mereka ditakdirkan mati ditanah kelahirannya sendiri, kau tidak perlu khawatir lagi ini semua sudah ditakdirkan" ucap Ling Yue untuk menenangkan Chu Tian.


"Aku hanya tidak bisa menerima diriku yang bersikap begitu kejam" ucap Chu Tian.


"Sudahlah pergi bersihkan dirimu aku akan siapkan makanan untukmu" ucap Ling Yue.


Chu Tian akhirnya masuk dan membersihkan dirinya sementara Ling Yue menyiapkan makanan, Selesai semua itu Chu Tian dan Ling Yue datang kepemakaman Sing Fei dan Sing Kia.


Tidak ada airmata yang menetes ditempat itu, mereka telah memberikan kehormatan dengan menguburkan penghianat dengan layak.


"Setidaknya aku telah berusaha memaafkannya" ucap Chu Lizheng.


"itu sudah lebih dari cukup kak" ucap Chu Tian.


mereka lalu kembali keistana Chu Tian berjalan berdampingan dengan Ling Yue.


"Hari ini adalah awal dari Sebuah akhir, ini hanya serangan kecil tak lama lagi kita akan mendapat serangan besar" ucap Chu Tian.


"Aku mengerti, disaat itulah kita akan kehilangan banyak hal" ucap Ling Yue.


"Maafkan aku ini semua adalah kesalahanku" ucap Chu Tian dan ditanggapi gelengan oleh Ling Yue.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2