Pendekar Phoenix Suci

Pendekar Phoenix Suci
Ch 120. Jadi benar..!


__ADS_3

"Kau ingin menjadikanku kutu buku ya, ini sangat banyak aku tidak akan sangup" ucap Ling Yue dengan wajah memelas.


"Emm kupikir kau ingin selalu disamping ku dan ingin menjadi kuat, yasudah kalau begitu aku ambil kembali bukunya" ucap Chh Tian.


"Eee tidak tidak, aku akan mempelajarinya" ucap lIng Yue dengan sedikit kesal.


"hahaha yasudah selamat belajar, aku akan sering sering mengunjungimu" ucap Chu Tian sambil tertawa.


"ingat untuk membawakanku kue bulan dan kue octopus" uvap Ling yue.


"Baik Tuan putri" ucap Chu Tian lalu pergi dari sana.


"Dasar orang aneh" ucap ling yue sambil tersenyum kemudian dia memandang kearah buku buku dan seketika senyumnya memudar.


"oh astaga dia itu sungguh ingin aku menjadi profesor atau bagaimana" ucap ling yue dengan kesal.


"Profesor itu apa" tanya Lao bi yang membuat Ling yue terkejut


"Astaga bisakah kau bertanya dengan baik, kau membuatku terkejut" ucap ling yue.


"Maafkan aku nona" ucap Lao Bi.


Ling yue kemudian memasuki ruangannya dan menata semua buku sebelum akhirnya dia mempelajari satu persatu.


sementara diluar Chu Tian yang masih berada didalam.kereta mendengar suara pertarungan, dia bergegas keluar dari Keretanya.


"Shi Long apa yang Terjadi" teriak Chu Tian.


"Bukan masalah besar pangeran, biarkan aku mengatasinya sendiri" ucap Shi Long dia saat ini sedang Mnghadapi lima orang berpakaian seperti seorang asassin.


"Orang orang ini seperti yang kemarin, kurasa memang satu tuan, aku akan membantu Shi Long" ucap Pelan Chu Tian


Chu tian melompat kearah shi Long dan Mengeluarkan pedangnya.


"Pangeran kenapa kau kesini" tanya Shi Long.


"Diam dan kalahkan mereka dahulu" ucap Chu Tian.


"Padahal aku masih ingin bermain main, baiklah jika begitu mari kita selesaikan" ucap Shi Long dengan bersemangat.


Chu Tian hanya diam dia mengamati semua musuhnya.

__ADS_1


"Bagaimana ada orang yang sanggup menyewa tingkat awal legenda, aku yakin orang ini bukan orang biasa" batin Chu Tian.


Dia melihat Ada Lima orang Tingkat awal legenda dan Tiga orang tingkat dewa menengah.


"Siapa yang mengirim kalian" tanya Chu Tian masih dengan mode santainya.


"Kau tidak perlu tau, kami pasti akan membunuhmu dan ya kami juga akan membalaskan dendam teman kami" ucap Salah satu dari mereka.


"ohh jadi benar yaa kalian orang yang sama seperti yang kutemui tadi pagi" ucap Chu Tian sambil menyipitkan matanya Chu Tian menancapkan Pedangnya ketanah dan membuatnya menjadi sandaran.


"Bagus jika kau tau, " ucap Orang itu dengan tersenyum sinis.


"Lalu" tanya Chu Tian dengan santai .


"Bocah apa kauingin bermain main dengankuu...!" ucap Orang itu dengan marah.


"Ayolah paman aku sudah berumur hampir 20 tahun bukan seorang bocah" ucap Chu Tian masih dengan candaannya.


"Kau benar benar menguras kesabaranku" ucap Orang Itu.


"emm berarti kau kurang bersabar lagi,aku akan mengajarimu" ucap Chu Tian sambil mengelus mata Pedangnya.


"Arrrggghhh... serang diaa dan berikan kepalanya pada tuan" ucap Orang itu dengan marah.


"Shi Long sekarang akan lebih seru bermain mainnya" ucap Chu Tian sambil tersenyum.


"hahaha pangeran memang terbaik" ucap Shi Long sambil tertawa lepas, shi Long kemudian mengayunkan tombaknya begitupun Chu Tian yang mulai mengambil posisi dengan pedang elemen di tangannya.


Trang.. trang.. trang


Suara besi yang beradu terdengar nyaring didalam hutan itu, Chu Tian hanya mengunakan sedikit tenaganya dia juga bermaksud menjadikan Orang orang itu bahan latihannya karena selama ini Dia hanya berlatih dengan pedang tanpa adanya lawan yang cukup.


"Kalian sangat lemah, ayo tambah kekuatan kalian" ucap Chu Tian yang kini dikepung oleh empat orang tingkat legenda.


"Jangan Sombong kau bocah" ucap Seorang dari mereka sambil menghunuskan pedang besarnya secara bertubi tubi


"Ayo lah kalian belum bisa mengoresku, bahkan pakaianku masih bersih" ucap Chu Tian memancing amarah mereka.


"Ck dasar , hengh sombonglah sepuasmu setelah itu aku akan membunuhmu" ucap Orang itu.


"aku sangat takut" ucap Chu Tian dengan nada santai dan tersenyum .

__ADS_1


mereka semua semakin geram dan menyerang Chu Tian tanpa perhitungan dan asal menyerang saja.


Chu Tian dengan mudah menghindari setiap tusukan dan dia juga sempat menyerang balik dan Berhasil melukai orang orang itu.


"Dia terlalu kuat tuan bilang dia hanya anak yang lemah" ucap Salah satu dari mereka


"Kau benar tapi yang kulihatt..."


"Lalu bagaimana sekarang" tanya yang lainnya .


"Ehem apakah kalian akan mengacuhkanku, dan sampai kapan aku harus menungu kalian apa harus kutunggu sampain kalian kehabisan darah" ucap Chu Tian dengan tersenyum sinis.


mereka seketika memperhatikan tubuhnya dan masing masing satu tangan dari mereka sudah terpotong potong.


"Sejak kapan..... Arrrgghhhhh.." teriak mereka , mereka semua tidak menyangka tangannya sudah terpotong bahakan mereka tidak menyadarinya kapan hal itu terjadi.


Chu Tian semakin tersenyum mendengar teriakan mereka entah apa tapi sekarang itu menjadi candu baginya.


Chu Tian melaju keraha mereka lagi dan mengayunkan pedangnya, mereka berusaha menangkis namun bagaimanapun kecepatan Chu Tiann lebih unggul, Chu Tian menepas pedangnya keseluruh tubuh orang orang itu, hingga tubuh mereka dipenuhi darah.


Bangg..bangg...bangg..bangg


Chu Tian menendang perut mereka dengan keras hingga mereka semua terpental.


"Katakan pada Tuanmu jangan mengangguku lagi, itupun jika kalian masih hidup" ucap Chu Tian sebelumnya dia menyerang dititik Vital mereka dan jika beruntung mereka akan hidup 30 menit lebih lama dan jika tidak beruntung maka mereka akan mati dalam waktu 30 detik.


Tanpa menunggu reaksi mereka Chu Tian mulai membalikkan badannya dan menghampiri Shi Long yang juga sudah selesai dengan tugasnya.


"Ck selalu saja begini, apa mereka tidak sayang nyawa" ucap Shi Long dengan kesal karena selalu saja ada yang menganggu perjalanannya.


"Sudahlah sebaiknya kita pergi dari sini" ucap Chu Tian sambil melepas kereta dari kuda.


"Kenapa dilepas, dan dimana Ling Yue apa dia tidak ikut" tanya Shi Long.


"Ling Yue sedang berlatih didimensi dankurasa aku tidak perlu menjawab kenapa aku melepas keretanya" ucap Chu Tian lalu menungangi kuda berwarna putih sedangkan Shi Long menunggangi kuda berwarna Coklat.


mereka terus melaju dengan kuda dan Kini Chu Tian tidak ingin membuang waktu lagi untuk banyak beristirahat, dia ingin segera menemukan pedang Roh Dewa , entah kenapa perasaannya selalu saja tidak enak saat dia mulai melanjutkan perjalanan, namun Chu tian Hanya menganggap itu karena selalu ada para asassin yang selalu mengikutinya.


Mereka berkuda berhari hari dan berhenti saat Kuda merasa kelelahan dan juga lapar. Ratusan Desa telah mereka lewati dan Ratusan masalah pula sudah mereka hadapi kini mereka sudah sampai dibenua barat, namun itu tidak berarti perjalanan mereka telah selesai, mereka harus berjalan lebih jauh lagi jika ingin mencapai Gua Long Sai.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2