Pendekar Phoenix Suci

Pendekar Phoenix Suci
Ch 53. Raja Xin


__ADS_3

setelah selesai pembahasan mereka semuanya lalu menikmati waktu bersantai karna hari yang sudah hampir gelap mereka berencana untuk membakar daging dan juga meminum anggur


"Apa minum anggur, tidak tidak aku tidak mau" ucap Chu tian saat Ji kun menawarkan anggur


"Hey ayolah kau sudah besar" Kata zaein menambahkan


"Apa kalian lupa aku baru berumur 14 tahun" ucap Chu Tian dengan kesal.


"Eh benarkah kukira tuan sudah berumur 20 tahunan" ucap Zaein yang langsung mendapat bogem mentah dari Xiao Feng.


"Sudah sudah mari nikmati malah ini mungkin dalah beberapa bulan ah tidak masudku beberapa jam diluar Chu Tian akan berlatih jadi jangan sia siakan kesempatan" ucap Chu Lizheng.


Mereka lalu meminum anggur bersama sama, bahkan mereka masih saja memaksa Chu Tian untuk minum pada akhirnya Chu Tian pun ikut minum meski itu minuman pertamanya dia cukup kuatmenahannya.


"emm rasanya sangat tidak enak" ucap Chu Tian


"Kau akan merasakan kenikmatan saat merasakan tegukan selanjutnya, semua masalahmu akan menghilang" ucap Lao Hri dengan senyuman


Mereka terus minum hingga tengah malam dan satu persatu dari mereka mulai tertidur dihalaman dimana mereka membakar daging dan meminum anggur.


Dari mereka semua tentu Chu Tian yang paling mabuk, Xiao Feng lalu membantuChu Tian untuk kembali kekamarnya.


"Xiao feng" panggil Chu Tian.


"Ya " jawab Xiao Feng


"Apa kau tau aku tidak tau siapa aku ,aku tidak mengerti jalan hidupku aku merasa aku sangat tidak berguna aku ...aku.?" ucap Chu Tian dengan suara serak matanya sudah terpejam


"Tuan tenanglah kita akan mencari tau siapa dirimu dan aku akan pastikan tuan akan menjadi orang paling berguna dan paling dihormati" guman Xiao Feng kemudian meletakkan Chu Tian di tempat tidurnya.


Xiao Feng kembali kehalaman melihat teman temannya tertidur di halaman dengan sangat berantakan bahkan Xiao feng melihan Ji kun dan Zaein tidur dengan saling berpelukan membuat Xiao Feng merasa jijik Sedangkan Ji Kun kakinya berada di kepala Chu Tian sedangkan Chu Lizheng sendiri hanya tertidur dengan nyaman tanpa terganggu kaki Ji Kun dan untuk Lao Hei dia sudah menghilang.


"Aku penasaran dengan reaksi mereka saat bangun" ucap Xiao Feng dengqn senyuman dia lqlu memberikan selimut pada teman temannya lalu dia duduk bersandar dipohon lalu memejamkan matanya.


Keesokan harinya di halaman kediaman Chu Tian terjadi keributan membuat sang pemilik kediaman menjadi terusik


Chu Tian kemudian keluar kediaman dan mendapati Xiao Feng sedang duduk diteras sambil meminum secangkir teh dia terlihat tidak perduli dengan keributan dihalaman itu.

__ADS_1


"Paman Feng apa yang terjadi mengapa mereka begitu ribut" tanya Chu Tian.


Xiao Feng melihat kearah Chu Tian lalu meminta Chu Tain duduk dia juga menuangkan secangkir teh untuk Chu Tian, lalu dia membisikan sesuatu yang membuat Chu Tian menyemburkan keluar teh yang baru saja dia teguk.


"Pufft, hahahaha apa kau serius paman" tanya Chu Tian sambil tertawa mendengar apa yang membuat mereka semua beradu mulut.


"Tentu saja aku tidak akan bohong padamu" ucap Xiao Feng kemudian kembali meminum tehnya


Pada Akhirnya Chu Tian hanya menonton mereka semua sambil sesekali mrngobrol dengan Xiao Feng , Tak lama setelah itu Lao Hei datang menghampiri Chu Tian.


"Semua sudah dipersiapkan hanya tinggal menunggumu saja" kata Lao Hei dengan sedikit membungkukkan badannya


"Emm baiklah" ucap Chu Tian.


"Teman teman sudah lah, aku akan melakukan latihan tertutup hari ini pastikan tidak ada yang mengangguku dan aku minta tolong pada kalian untuk tetap melatih para generasi muda" ucap Chu Tian dengan tersenyum lembut.


"Ini memang sudah tugas kami, kau tidak perlu sungkan lagi" ucap Ji Kun.


"Ya dia benar kau fokuslah pada latihanmu aku akan melakukan yang terbaik seperti yang kau lakukan" ucap Chu Lizheng dan diangguki oleh yang lainnya Chu Tian pun hanya mengangguk dan tersenyum ,lalu masuk kekediaman bersama Lao Hei.


Sedangkan yang lainnya kembali ke tempat pelatihan namun sepanjang jalanan tetap masih saling beradu mulut karena pagi tadi saat mereka bangun mereka mendapati posisi tidur yang tidak pernah terbayangkan selama ini, dan itu membuat mereka kesal.


Sementara itu dikerajaan Xin ,Raja Xin dan para bawahannya sedang berkumpul untuk mengadakan rapat terkait serangan hewan iblis yang terjadi beberapa hari yang lalu.


"Yang mulia bagaimana ini pasukan kita pasti tidak akan bertahan lebih lama lagi, sudah banyak juga korban" kata Salah satu mentri kerajaan Xin.


Raja Xin memijat pelipisnya dia juga binggung mencari solusi dari masalah ini dia sudah mengadakan beberapa kali pertemuan namun juga tidak kunjung menemukan solusi ini membuatnya frustasi bahkan kesehatannya juga memburuk karena masalah ini.


"Ayah apa kita tidak akan meminta bantuan pada kerajaan lain."tanya Xin Lan.


"Putriku ayah sudah memikirkan cara itu bahkan ayah sudah menghubungi semua kerajaan tetangga , semua sedang dalam krisis yang sama ancaman Binatang iblis lebih buruk dari yang kita pikirkan, kerajaan Chu mengatakan padaku mereka akan membantu, tapi dengan jarak yang jauh mungkin mereka akan terlambat" ucap Raja Xin dengan sedih.


"Kakak Chu Tian semoga kau bisa membantu" batin Xin Lan.


"Ayah tenang saja selama menunggu bantuan datang aku akan kerahkan pasukan untuk memukul mundur para binatang iblis jika tidak aku akan berusaha menahan mereka hingga bantuan datang" ucap Pangeran Xin Jun


"Terima kasih putra putriku uhuk uhuk uhuk" ucap Raja Xin Kemuadian terbatuk batuk memang kondisi nya sedang tidak baik.

__ADS_1


"Ayah sebaiknya ayah kembali beristirahat aku akan memanggil tabib untuk ayah" kata Xin Lan kemudian Xin Jun memapah Raja Xin kembali ke kediamannya.


Dikediaman raja Xin.


"Tabib bagaimana keadaan ayah" tanya Xin Jun


" Yang mulia terlalu lemah saat ini, aku bahkan tidak mengerti seperti ada yang gilang dari tubuhnya sedikit demi sedikit, energinya juga semakin melemah dan ini bisa berakibat fatal jika tidak segera menemukan obatnya ,dan menurut perkiraan ku Yang Mulia hanya dapat bertahan satu bulan saja " ucap Tabib itu dengan sedih dia sebenarnya sudah lama mengetahui ini namun Raja Xin memintanya untuk tidak memberitaukan pada siapapun.


"Tidak, ayah . kau bisa menyembuhkannya kan , kau harus menyembuhkannya" ucap Xin Lan yang sudah mulai menangis.


"Aku hanya tau satu obat untuk masalah ini " ucap Tabib itu dengan serius.


"Apa obatnya aku akan mencarinya untuk ayah" ucap Xin Jun sambil menenangkan adiknya.


Tabib itu mengeleng ekspresinya sungguh sulit diartikan


"Kakak aku tidak ingin kehilangan ayah kak" ucap Xin Lan dengan tersedu sedu.


" Tenanglah kakak akan berusaha yang terbaik, tabib katakan apa obatnya" tanya Xin Jun


"Pangeran, obat ini sangat langka dan mungkin sudah tidak ada lagi didunia ini , obatnya adalah inti kehidupan dari pohon kehidupan dan hanya butuh sedikit saja dari inti kehidupan "ucap Tabib itu dengan tak berdaya.


Xin Lan dan Xin Jun hampir merasa putus asa karena kata kata Sang tabib.


"Lalu bagaimana jika pohon kehidupan tidak ada lalu apa yang bisa kulakukan untuk menyelamatkan ayah" tanya Xin Jun.


" Aku Tidak Tau banyak, hanya saja satu satunya harapan selain inti pohon kehidupan adalah darah dewa atau pun orang yang telah menyerap pohon kehidupan karena dia menjadi abadi dan bisa dikatakan sebagai dewa" Kata Tabib itu dengan serius


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Maaf semua sepertinya akan ada sedikit review karena ada Ch Yang kehapus tanpa sengaja :(mohon pengertiannya ,Terimakasih


__ADS_2