Pendekar Phoenix Suci

Pendekar Phoenix Suci
CH 112. Tidak akan lama lagi


__ADS_3

"Ee iya tan eh ma" ucap Gugup Ling yue.


akhirnya ling yue dan karin pergi kedapur sedangkan tiga laki laki itu masih berada diruang tamu.


"Jadi kay selama ini kamu kemana aja" tanya Edward.


"Papa tau kay adalah anak yang istimewa, kay memiliki tanggung jawab besar jadi kay tidak bisa selalu ada disini" ucap Chu Tian.


"Tanggung jawab seperti apa, kita bisa melakukannya bersama bukan" tanya Edward.


"Sayangnya tidak pa, kay harus melakukannya sendiri, papa bisa bantu kay dengan meyakinkan mama" ucap Chu tian sambil tersenyum.


"Ehemm.. iya pa Kay memiliki hal yang luar biasa fey harap papa dan mama bisa menghargai keputusan kay" Ucap Fey


"apa maksudnya" ucap Karin yang ternyata sedari tadi masih berada didekat mereka.


"ma mama sejak kapan mama disitu"ucap Gugup fey.


"Mama disini sudah dari tadi"ucap karin


"Kak Fey sepertinya memang kita harus jujur" ucap Chu Tian.


"Huh aku memang terlalu memaksakan ini semua, mungkin aku harus berhenti berharap"Ucap Fey sambil menganggukkan kepala pada Chu Tian.


"Sebenarnya aku..."


"Mama sudah tau semuanya, mama ngerti mama paham, mama juga tau kamu bukan kay "Ucap karin memotong perkataan Chu Tian dan itu membuat semuanya kaget.


"jadi mama sudah tau" tanya Fey.


"Mama tau sebelum kejadian mark yang menewaskan kay waktu itu, perubahan dalam diri kay tidak mungkin sebegitu pesat kan, aku seorang ibu aku tau mana anakku dan mana yang bukan" ucap Karin.


"Maafkan aku tante, aku tidak bermaksud mencuri raga putramu" ucap Chu Tian.


"Tidak tidak jangan pangil aku tante, panggil aku mama sepwrti yang biasa kamu ucapkan, mama sangat bahagia kamu ada disini meski kau bukan kay yang asli tapi aku sudah menganggapmu sebagai kay ku" ucap Karin sambil mengelus pipi Chu Tian.


"Terimakasih ma udah nerima aku dikeluarga ini,meski mama tau yang sebenarnya tapi mama masih mau menerimaku" ucap Chu Tian dengan tersenyum lembut.


Ling Yue yang melihat semua kejadian itu ikut tersenyum hangat.


"Aku berharap kau terus bahagia seperti ini Chu Tian" batin Ling yue sambil tersenyum


"karena kau sudah ada disini bagaimana kalau kita Foto Bersama" ucap Edward.


"Ide yang bagus pa" ucap Fey dia lalu mengambil kameranya.


"Kaira sayang ayo gabung sini deh" ucap Karin.


"Emm tapi ma.. ehh kenapa menarikku" ucap Ling yue yang mendadak Ditarik Chu Tian.


"Kakak ambil foto kita berdua" ucap Chu Tian.


"Oke, agak deketan dong biar keliatan romantis" ucap Fey sambil mengarahkan kameranya.

__ADS_1


Pada Akhirnya mereka mengambil Banyak Foto, mereka juga banyak bercanda.


Dihari itu keluarga kay sungguh mendapatkan kembali semangat yang telah hilang mereka menemukan kembali kehidupan.


"Terimakasih atas semuanya Chu tian" ucap Fey yang mendekati Chu Tian yang sedang melihat Edward dan karin sibuk berfoto bersama Ling yue.


"Ingat untuk memangikku adik, apa kau mengerti kak" ucap Chu tian sambil tersenyum kepada Fey


"Baiklah adik kecilku yang manis" ucap Fey sambil tertawa geli.


" jika seperti itu aku malah merasa jijik" ucap kesal Chu Tian akhirnya mereka tertawa bersama


"Apa yang kalian tertawakan" tanya edward.


"nga ada kok iya kan kak" ucap Chu Tian.


"Iya " jawab Fey.


"Yaudah ayo masuk dan kita akan makan" ucap Karin.


"Oke maa" jawab Kay dan Fey.


mereka akhirnya masuk meninggalkan Chu Tian dan Ling Yue yang masih dibelakang.


"mereka sungguh sangat menyayangimu" ucap Ling Yue.


"Aku tau, ini dimana aku merasakan kehangatan keluarga" ucap Chu Tian sambil tersenyum.


"Kenapa apa dadamu sakit" tanya Ling yue.


"Ku rasa waktu kita disini tidak akan lama lagi" ucap Chu Tian sambil terus memegang dadanya.


"Apa kau masih bisa menahannya" tanya Ling yue dengan wajah khawatir.


"Tenang saja, aku masih harus membuat mama dan papa bahagia" ucap Chu tian dengan tersenyum.


mereka berdua akhirnya masuk rumah.


"Ah kay dan kaira sudah datang, sini duduk makan" ucap karin dengan bersemangat dia bahkan mengambilkan begitu banyak nasi untuk Chu tian


Chu tian tersenyum saat Karin mengambilkan segala macam lauk.


"Anak mama harus makan banyak mengerti" ucap Karin dan diangguki chu tian dengan tersenyum.


"Terimakasih mama" ucap Chu tian.


"Dan ini untuk kak fey" ucap Karin sambil mengambilkan makanan untuk Fey.


"Terimakasih ma" ucap Fey bahkan sekarang matanya sudah berkaca kaca, hal yang sangat ia rindukan kini dapat ia rasakan kembali.


Chu Tian memegang pundak Fey.


"Terimakasih" ucap Fey dengan pelan.

__ADS_1


"Tidak masalah" ucap Chu Tian dengan tersenyum.


"Ayo Sekarang makan, ini adalah makanan kesukaan Fey dan kay" ucap Karin.


"Kenapa gaada kesukaan papa sih ma" tanya Edward.


"Besok deh" ucap Karin yang membuat edward sedikit tidak bersemangat.


"Ayolah pa coba ini sangat enak," ucap Fey.


"Hmm baiklah" ucap Pasrah Edward.


mereka semua akhirnya mulai makan dengan tenang.


Selesai makan mereka kemudian berencana untuk pergi kekantor mereka berencana untuk membuat kay memiliki bagian yang sama dengan fey.


"Papa mama tapi kay kan..."


"Mama tau, tapi ini salah satu cara agar mama dan papa tidak merasa bersalah lagi" ucap Karin.


"Tapi Bukankah itu akan sia sia jika aku akan pergi" ucap Chu Tian.


"Mama punya firasat entah kau ataupun anakmu kelak pasti akan kembali kesini, dan mama ingin kehidupan kalian akan sangat baik nantinya" ucap Karin.


Kay sedikit binggung dengan perkataan karin, karena dia sangat yakin tidak akan mungkin kembali kedunia yang menurutnya aneh.


"Kau tau Kay , mama sangat tau dari mana kau berasal" ucap Karin yang sekali lagi membuat Chu Tian terkejut.


"Maksud mama" tanya Chu Tian.


"Sebenarnya kakekmu dahulu adalah seorang ilmuan hebat dia menciptakan dan juga meneliti, sampau disuatu saat kakekmu menemukan sebuah buku yang sangat usang di perpustakaan keluarga, disana ada sebuah ramalan tentang terlahirnya seoarng anak yang terbuang dan anak itu akan terlempar kedunia ini dan memasuki tubuh seoarang anak yang berada dikeluarga paling berjaya dalam ekonomi namun lemah dalam keluarga" ucap Karin.


"Berjaya dalam ekonomi lemah dalam keluarga apa maksudnya" tanya Chu Tian.


"bisa dibilang kita kaya namun selalu bertengkar" ucap Karin


Chu Tian hanya bisa mengangguk anggukkan kepalanya.


"Tapi kulihat kalian adalah keluarga yang harmonis" ucap Ling yue.


"Tidak kaira sayang, kami dahulu tidak seperti ini kami selalu bertengkar karena sifat dan sikap kay yang diluar batas, aku selallu membela kay dan Edward sellalu memarahi kay, karena edward kesal saat Kay membuat masalah, jadi kami terus bertengkar, bahkan salah satu alasan Fey belajar diluar negri adalah karena dia tidak ingin selalu melihat Kami Bertengkar" jelas Karin Dengan air mata namun dia tetap mencoba tersenyum.


"mama, maafkan kay" ucap Chu Tian sambil memeluk karin.


"kay tidak salah , mama dan papa yang salah maafkan mama" ucap karin.


"Kay akan berusaha agarsuatu saat nanti kay bisa kembali jika aku tidak kembali aku akan berusaha agar keturunanku bisa menemui mama suatu saat nanti" ucap Chu tian.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2