
"Kau orang yang semalam kan" Tanya Chu Tian terkejut namun ekspresinya masih sangat tenang
"Iya" ucap orang itu singkat
"Kau sungguh bersemangat "Ucap Chu Tian ,yang tidak habis pikir pria berpakaian asassin itu benar benar sangat terobsesi dengan petarungan.
"Tentu saja aku benar benar ingin dikalahkan oleh seseorang" ucap Pria itu dengan wajah agak sedih.
melihat itu Chu Tian merasa aneh ,bukankah semua orang ingin menang dan dia ingin kalah, sungguh pria aneh pikir Chu Tian.
"Hah baiklah tapi aku tidak ingin bertarung disini" ucap Chu Tian pasrah
" Tenang saja aku sudah memikirkan hal itu kau tenang saja" ucap pria itu lalu melesat pergi.
Chu Tian akhirnya hanya mengikuti pria itu, toh dia juga tidak akan rugi apabila kalah atau pun menang.
Pria berpakaian asassin itu akhirnya berhenti ditengah hutan namun anehnya ditempat itu tidak ada pohon seperti sudah dibersihkan dan memang dikhususkan untuk bertarung.
"Apa ini juga perbuatanmu" ucap Chu Tian sambil memandang Pria itu.
"Tentu saja " Jawab pria itu dengan bangga
"Haih kalau begitu ayo mulai aku tidak punya banyak waktu meladenimu kau hanya perlu bertahan dari tiga seranganku jika kau bertahan artinya kau menang namun jika kau tumbang artinya kau kalah mudah kan." Kata Chu Tian santai, dia benar benar tidak bisa menunda banyak waktu lagi, lagipun Xiao Feng sudah mengerutu di ruang dimensi karena Chu Tian selalu mengulur waktu.
"Jika kau ingin seperti itu tidak masalah aku tidak akan banyak menuntut" ucap pria itu, dia sebenarnya bukan orang yang suka cari masalah namun dia sangat ingin punya tuan yang lebih kuat darinya.
Karena itulah dia selalu menantang semua orang yang dia anggap kuat namun semuanya selalu kalah darinya dan kini giliran Chu Tian yang menjadi sasaranya.
"Baik aku mulai" ucap Chu Tian mengeluarkan pedang Es abadi yang sekarang berubah nama menjadi Pedang Elemen.
"Pedang elemen..raungan phoenix halilintar!!" teriak Chu Tian lalu bayangan seekor phoenix transparan dengan petir putih menyelimutinya terbang ke arah pria berpakaian asassin.
Melihat serangan pertama Chu Tian datang ke arahnya, Pria itu lalu mengunakan dinding pelindung berwarna hitam untuk melindungi dirinya.
BOOMM...
Ledakan besar terjadi saat phoenix halilintar milik Chu Tian menghantam perisai pelindung milik pria itu, perisai itu pecah dan pria itu terhuyung kebelakang namun dia tidak mendapat luka yang serius.
__ADS_1
"Dengan serangan seperti itu kau masih bisa bertahan sungguh luar biasa ,sangat pantas jika menemaniku berpetualang" Ucap Chu Tian puas.
"Baiklah Cobalah tahan serangan keduaku" Ucap Chu Tian dengan santai .
"Pedang elemen.... tarian cahaya" teriak Chu Tian lalu Chu Tian mengayunkan pedangnya seperti orang menari dan mengakhirinya seperti posisi menghunus ke arah pria itu.
Seberkas cahaya berwarna keemasan melesat keluar dari ujung pedang Chu Tian.
Pria itu sudah memposisikan dirinya beserta perisai pelindung miliknya yang lebih kuat dari sebelumnya.
Booomm...
Seberkas cahaya itu mengelilingi perisai milik pria itu lalu menghantamnya dengan keras, ledakan yang jauh lebih besar dari yang pertama pun terjadi.
Pria itu terbang hingga menabrak pohon yang jaraknya ratusan meter, dia memuntahkan seteguk darah segar namun masih bisa berdiri dengan tertatih tatih lalu mendekat lagi pada Chu Tian.
"Kau cukup mengesankan " ucap Chu Tian dengan senyum lebar.
"Aku akan menahan serangan yang terakhir" ucap pria itu dengan tekad yang kuat
"Hoo. Apa kau yakin bisa menahan serangan terakhirku , yah aku tidak ingin kau mati sia sia" Ucap Chu Tian
"Baiklah kalau begitu ini adalah serangan terakhirku pastikan energimu cukup untuk membuat perisai" ucap Chu Tian masih dengan senyum lebarnya.
Pria itu lalu menggunakam segel tangan yang sangat rumit setelah selesai sebuah perisai besar menutupinya.
"Aku siap" ucap pria itu dengan keras.
"Baiklah aku akan mulai, " Ucap Chu Tian masih tenang
Chu tian mulai mengambil nafas panjang lalu mengayunkan pedangnya dengan perlahan dan penuh karisma itu adalah teknik yang beberapa hari lalu dia pelajari diruang dimensi dan saat ini masih berada di tingkat pertama.
"Tingkat pertama.. bunga salju" kata Chu tian lalu dari pedang muncul bayangan dengan pola bunga salju yang sangat besar dan menghantam perisai energi milik Pria itu hingga membeku dan pecah .
Sedangkan kondisi pria itu sudah sangat parah beberapa tulangnya sudah patah darah segar terus mengalir di sudut bibirnya namun yang membuat Chu Tian kagum adalah dia tetap mempertahankan kesadarannya.
Pria itu lalu menatap Chu Tian dengan senyuman.
__ADS_1
"Aku pendekar bayangan kilat Zaein Bersumpah setia kepada Tuan muda Dan akan melindungi serta mematuhi perintah tuan muda" Ucap pria itu mencoba berlutut dengan satu kaki dan nafas yang sudah terengah engah.
Chu Tian tersenyum melihat itu dia lalu memberikan sebutir pil pemulihan tingkat tinggi pada zaein lalu membantu Zaein menyerap khasiat pil itu, karena kondisi Zaein yang sangat lemah.
"Paman Feng bawa Zaein ke ruang dimensi ,dan kita akan melanjutkan perjalanan" Ucap Chu Tian pada Xiao Feng yang telah keluar dari ruang Dimensi
"Baik" ucap Xiao Feng dengan berlutut dengan satu kakinya, meski Chu Tian memintanya agar tidak seperti itu namun Xiao Feng masih ingin menghormati Chu Tian sebagai tuannya.
Setelah selesai mengantar Zaein ,Xiao Feng lalu berubah menjadi Phoenix biru dan Chu Tian naik ke punggungnya. Mereka melesat terbang ke arah ibukota kerajaan han Butuh waktu hampir dua minggu untuk sampai diibukota karena banyaknya rintangan yang dihadapi Chu Tian dan itu membuat Xiao Feng kesal.
Sesampainya di ibukota kerajaan han Chu Tian tidak menunda waktu lagi dia langsung menuju kerarah bukit dimana aura phoenix merah yang dirasakan Xiao Feng berada .
Namun naas sebelum sampai di bukit itu sebuah bola energi menyerangnya dari bawah, untung saja Chu Tian waspada dan dengan cepat meminta Xiao Feng untuk menghidar.
Setelah itu Chu Tian melihat kearah bawah ,ada sekitar dua ratus orang dengan tiga orang ditingkat Raja tahap ketiga puncak dan dua orang ditingkat kaisar tahap dua dan tiga awal selain itu hanya berada ditingkat jendral petarung dan jendral besar.
"Cih penganggu lagi, bisakah ini berjalan lebih cepat" Xiao Feng sangat marah melihat banyak orang dibawah dengan tatapan membunuh.
"Kurasa satu dari mereka aku mengenalnya " ucap Chu Tian sambil mengingat ingat.
"hahaha pendekar phoenix Tian yang sangat terkenal dikalangan pendekar dan kau juga yang telah membunuh banyak orang orang sekteku" ucap seseorang yang berada ditingkat kaisar tahap ke dua puncak.
"Hmm sekte apakah kau tetua sekte kapak darah" Ucap Chu Tian dengan memandang tajam ke bawah.
"Sungguh anak muda yang tidak sopan, bagaimana bisa kau berada diatas sedangkan kami para orang tua berada dibawah " Ucap pria yang ada diranah kaisar tahap tiga punvak dengan tersenyum.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
👋🏻see you next chapter readers🤗