
"Bawa saja dia kemari dia pasti tidak akan mengatakan apapun hahahaha" ucap Mentri Sua.
para mentri dan pejabat mwrasa sangat muak dengan kesombongan mentri Sua yang semakin ditantang maka dia semakin sombong.
"ingat mentri sua kesombonganmu akan menjadi awal kehancuranmu" ucap Chu Tian.
Chu tian memanggil Xiao Feng dan Lao Hei untuk membawa Kepala desa Wangyu keaula.
Tak Lama Xiao Feng dan Lao Hei datang dengan membawa Kepala desa Wangyu yang ketakutan, Tidak hanya itu Xiao feng menyita barang ilegal ditempat itu, semua itu atas perintah Chu tian.
"Ampun yang mulia, pangeran hamba bersalah, hamba janji tidak akan mengulanginya lagi, hamba mogon lepaskan hamba" ucap kepala desa wangyu dengan ketakutan.
"Mentri Sua apakah orang ini yang anda andalkan" ucap Chu Tian.
mentri sua kebinggungan dia tidak berfikit bahwa kepala desa wangyu bisa sepasrah itu.
"Hei bodoh katakan pada semua orang bahwa aku tidak melakukan apapun" ucap Mentri sua pada kepala desa wangyu.
"Apa yang harus kukatakan mentri Sua kau menjebakku dslan semua masalahmu, aku tidak akan membelamu lagi" ucap kepala desa Wangyu.
"Serius sekali kalian berbicaranya, lalu siapa yang salah" tanya Chu Tian.
" tentu saja kepala desa itu yang bersalah" ucap Mentri Sua.
"Tidak pengeran aku hanya mengikuti perintahnya saja, tidak pernah terpikirkan olehku sebelumnya untuk melakukan ini semua sebelum mentri sua datang dan memberiku penawaran ini.." bela kepala desa sua.
"Bohong ..., kau bahkan datang kepadaku untuk meminta tambahan dana dan kau mengatakan bahwa ada banyak pendatang baru di desamu" ucap Mentri Sua.
"Aku tidak pernah mengatakan itu, bahkan bisnis ilegal ini pun kau sendiri yang memulainya dengan mengambil dan menjual barang pada pembunuh bayaran" ucap kepala desa wangyu.
"Jangan sembarangan berbicara kepala desa kau yang telah mengajukan kerja sama ini..."
"atas perintahmuu...! ingat semua itu atas perintahmu" teriak marah Kepala Desa wangyu.
__ADS_1
"Diammm..!!" teriak Chu Lizheng dengan tegas.
Kepala desa wangyu dan Mentri Sua seketika terdiam bahkan sepertinya mereka berusaha untuk bernafas sepelan mungkin.
"Mentri Sua kau mengatakan aku bodoh bukan, sekarang buktikan kepandaianmu sekarang padakuu" ucap Chu Lizheng dengan keras .
mentri Sua hanya tertunduk dalam diam tanpa mampu mengucapkan sepatah kata pun.
"Dan kau, kau adalah seorang kepala desa bagaimana mungkin kau begitu tamak dengan harta orang lain, kau bukan satu satunya kepala desa, kau pasti juga pernah mengalami masa sulit bukan, kau seharusnya berfikir bagaimana jika kau berada di pihak kepala desa yang bantuannya tidak dia terima dan kami pihak istana sudah mengkonfirmasi bahwa bantuan telah tiba, bukankah para penduduk akan menyalahkan , bagaimana jika kau yang mendapat protes dari para rakyat apakah kau tidak memikirkan itu" ucap Chu Lizheng.
"Mohon ampun yang mulia hamba berjanji tidak melakukan hal itu lagi" ucap Kepala desa wangyu.
"Aku berikan kau waktu satu minggu untuk mempwrbaiki masyarakatmu yang rusak dan kembalikan apa yang menjadi hak orang lain itu dengan utuh" ucap Chu Lizheng pada Kepala desa Wangyu
"Sa satu minggu yang mulia itu adalah waktu yabg sangat singkat bagaimana hamba bisa mengembalikan uang yabg begitu banyak" ucap kepala desa wangyu.
"Aku tidak perduli, aku hanya punya waktu satu minggu untuk menunggumu jika kau tidak sangup kau akan tau apa hukumannya nanti" ucap Chu Lizheng yang membuat wajah Kepala desa wangyu pucat pasi dan badannya terasa begitu lemah.
"Dan untuk kau mentri sua, aku sudah memberimu begitu banyak kepercayaan namun dengan bodohnya kau menghianati semua itu, Dan hanya ada satu hukuman menurut hukum kerajaan tentang penghianat yaitu hukum mati" ucap Chu Lizheng.
"Dimana kesombonganmu yang kau kau bangga banggakan tadi mentri Sua" ucap Chu Tian dengan tersenyum.
" tidak ada yabg bisa aku banggakan saat ini pangeran hamba mohon pengampunan" ucap mentri Sua dia ingin menangkupkan tangannya namun seluruh badannya terikat saat ini.
"Aku tidak akan mengampunimu kali ini mentri sua, aku sudah banyak diam dengan perlakuan burukmu pada rakyat karena aku yakin kau bisa berubah namun kali ini tidak lagi, cukup sudah kau menganggapku bodoh seperti biasa karena terus memberimu kesempatan... Dengan ini aku Chu Lizheng Raja Kerajaan Chu menyatakan gian Sua bukan lagi mentri dari kerajaan Chu Dan besok pagi hukuman pasung akan berlaku bagi Gian Sua ditempat hukuman istana, dan aku berjanji akan memenuhi semua kebutuhan keluarga Gian Sua sampai mereka mwndapatkan hidup yang layak" ucapan Chu Lizheng mengelegar, semua mengangguk menyetujui hukuman Bagi Gian Sua.
Sementara Gian Sua menangis tanpa suara dengan badan yang masih terikat.
"pengawal bawa Gian Sua ke penjara dan berikan penjagaan yang ketat" ucap Chu Lizheng.
"Baik Yang Mulia" ucap Dua pengawal.
"yang mulia mohon ampuni aku, jangan memberiku hukuman seperti ini" teriak Gian Sua dia sudah diserat oleh dua pengawal .
__ADS_1
"dan Kau, pergilah sebelum aku merubah keputusanku" ucap Chu Lizheng pada kepala desa wangyu.
"Ba baik yang mulia hamba mohon undur diri" ucap Kepwla desa wangyu lalu keluar dari ruang aula dengan tergesa gesa.
"Yang Mulia bolehkan hamba bertanya" tanya Penasehat istana.
"Tentu penasehat tanyakanlah" ucap Chu Lizheng sambil kembali duduk .
"Kenapa kepala desa itu hanya diberikan waktu satu minggu, padahal mengumpulkan uang sebanyak itu bukan hal yang mudah" ucap Penasehat istana dan dibenarkan oleh beberapa mentri dan pejabat.
"Aku sudah mengatakannya padamu penasehat bahwa kalian semua akan tau nanti tapi tidak sekarang, tapi akubminta kalian untuk bersiap siap dan meningkatkan kekuatan" ucap Chu Lizheng.
"Memang ada apa yang mulia apakah kerajaan kita akan diserang" tanya pejabat Hen.
" bisa dibilang seperti itu, aku hanya minta kepada kalian untuk terus berjaga jaga dan waspada" ucap Chu Tian.
"Tapi siapa yang begitu bodoh menyerang kerajaan sekuat kerajaan Chu ini" tanya mentri Khi.
"Jangan meremehkan musuh meski kita kuat mungkin musuh juga bisa lebih kuat, kalian jangan sampai lengah, untuk saat ini itu saja yang bisa ku katakan kalian boleh kembali kerjakan pekerjaan kalian, dan aku ingin semua selesai dalam satu minggu" ucap Chu Lizheng.
" tapi yang mulia.."
"Aku tidak menerima bantahan" ucap Chu Lizheng
mereka semua akhirnya memberikan hormat pada Chu Lizheng dan Chu Tian namun tidak bisa dipungkiri mereka masig sangat binggung dengan kata kata Chu Lizheng yang penuh teka teki bagi mereka.
"Kakak tenangkan dirimu, kau terlalu memaksakan diri hari ini, aku akan kembali kekediaman" ucap Chu Tian.
"Baiklah aku juga masih punya beberapa pekerjaan yang belum kuselesaikan" ucap Chu Lizheng dan diangguki oleh Chu Tian.
.
.
__ADS_1
.
.