Pendekar Phoenix Suci

Pendekar Phoenix Suci
CH. 238. Sekte Bintang Surga


__ADS_3

Sementara Di tempat menghilangnya Jhin Tian seorang lelaki tua dengan jenggot panjang tersenyum puas pandangannya terlihat memancarkan suatu harapan besar.


Kembali ketempat Jhin Tian ,kini semua orang di buat terkejut melihat kemunculan Jhin Tian yang tiba tiba.


"Adik kau baik baik saja"Tanya Chu Lizheng yang memang kebetulan berada didekat Jhin Tian.


Jhin Tian tersenyum tipis dan mengangguk sebelum akhirnya matanya terbelalak, dia melompat keatas dan langsung menyambar dia pedangnya yang saat itu hampir mengenai Chu Lizheng.


"Kembali ketempat kalian" ucap Jhin Tian, dan seperti memiliki kesadaran sendiri dua pedang itu dengan tenang melesat kembali masuk ke istana Jhin Tian.


"Jhin Tian.. beberapa saat yang lalu aku tidak bisa terhubung padamu sebenarnya apa yang terjadi" tanya Lao Hei wajah khawatirnya terlihat begitu nyata.


Yah yang terjadi saat ini adalah hening semua juga ingin mendengar jawaban Jhin Tian namun jhin tian hanya diam dia berjalan ketempat duduknya tanpa sepatah kata membuat semua semakin khawatir.


"Pangeran apa semua baik baik saja"Tanya Qing Se.


"Jhin Tian jawab kami" ucap Jhin Le .


"Yah aku baik baik saja" ucap Jhin Tian sambil mebngeluarkan botol kecil berisi ramuan.


"Ramuan itu ,pangeran kau mendapatkannya, secepat itu" ucap Huang Tei dengan bersemangat.


"Aku memang mendapatkannya dengan pertukaran yang adil, Huang Tei kemarilah" ucap Jhin Tian


"hah a aku" Huang Tei segera bergegas mendekat kearah Jhin Tian.


"Ambil ini dan jangan katakan apapun tentangku pada ayahku," Ucap Jhin Tian dengan menundukkan pandangannya.


"katakan padaku apa yang kau tukar" ucap Jhin Ze sambil menatap tajam Jhin Tian.


"Tidak ada... sudahlah ayo kita nikmati makanan dan minuman yang sudah disiapkan kak Lao Hei kalian tidak mungkin tidak memakannya kan" ucap Jhin Tian sambil memegang sumpitnya.


Chu Lizheng menatap Jhin Tian dalam Dia lalu mendekat ke arah Jhin Tian.


Plakkk.....


Sumpit Jhin Tian terjatuh karena tamparan dari Chu Lizheng semuanya terkejut.


"Chu Lizheng apa yang kau lakukann..!" teriak Yan Sha.


"Selama ini aku tidak pernah memukulnya kali ini biarkan aku memukulnya, agar aku tau rasa sakitnya" ucap Chu Lizheng sambil memandang tangannya yang bergetar bukan karena kerasnya tubuh Jhin Tian tapi karena sakitnya ia menampar adiknya sendiri, selama ini dia tidak pernah membiarkan siapapun menyakiti adiknya tapi kini dia sendiri yang menyakitinya dan itu menjadi luka tersendiri baginya.


"Lizheng tenanglah, Kita bisa bicarakan ini baik baik... Jhin Tian dia pasti mengatakannya pada kita" ucap Jhin Ze sambil menenangkan Chu Lizheng.

__ADS_1


"Ini adalah hari terakhirku, setelah ini aku harus pergi cukup lama" Ucap Jhin Tian dengan suara pelannya.


Seketika semua orang menatap Jhin Tian dengan wajah serius.


"Apa yang kau katakan.. kau akna pergi lalu bagaimana dengan Xian Dan Xuan mereka masih kecil... jangan bilang kau akan meninggalkan mereka" Yan Sha dengan marah bangkit dari duduknya, sementara Qing Se dengan sigap memegangi Yan Sha.


"Sebenarnya apa yang akan kau lakukan... kenapa kau membuat keputusan besar ini sendirian" Tanya Jhin Ze.


"Aku tidak punya banyak pilihan.. kakak bisakah kau menjaga Xian dan Xuan untukku" pinta Jhin Tian sambil menatap Chu Lizheng yang masih memalingkan pandangannya.


"Aku tidak memintamu melakukan lebih, aku hanya berharap kau bisa mengawasinya dari jauh, aku akan membawa Xian dan Xuan Ke sekte harimau Suci" Ucap Jhin Tian dengan penuh keteguhan.


"Tapi pangeran untuk anak sekecil pangeran Xian dan Putri Xuan apakah mungkin diterima di sekte, usia mereka masih terlalu muda untuk itu" ucap Huang Tei.


"Mereka adalah anak dewa mereka akan tumbuh sedikit lebih cepat dari yang lain namun tua dengan sangat lambat.. tentu kau tau itu bukan dewa Huang Tei" ucap Qing Se.


"Aku tidak setuju dengan keputusanmu... aku akan merawat Xian Dan Xuan kau tidak perlu membuat mereka hidup sengsara disana, kita tidak tau apa yang akan terjadi nantinya" ucap Yan Sha.


"Xian dan Xuan sudah berada didalam kemewahan istana sedari kecil apa itu tidak menganggu kenyamanan mereka" tanya Jhin Le.


"Aku tau apa yang kalian fikirkan, Putraku dan Putriku aku tidak ingin mereka terlalu dimanja oleh keadaan aku ingin mereka merasakan pahitnya kehidupan baru kemudian mereka akan siap dengan segala sesuatu yang akan terjadi dimasa depan" ucap Jhin Tian.


"Tapi mereka terlalu kecil untuk itu semua" ucap Yan Sha masih dengan ekspresi tidak senangnya.


"Ayahh..."Dua orang anak kecil yang sedari tadi mendengarkan obrolan orang dewasa.


"Xian Xuan sejak kapan kalian disana"Tanya Jhin Tian dengan ekspresi tidak senang.


Melihat Jhin Tian yang marah Xian Dan Xuan mendekat, mereka lalu menarik telinga mereka dengan dua tangan mungil mereka itu.


"Ayah maaf Xian tidak sengaja, Xian janji Tidak akan mengulangi lagi" Ucap Xian dengan wajah sendu namun membuatnya terlihat semakin mengemaskan.


"Ayah tadi Xuan yang meminta kakak untuk mendengalkan pembicalaan kalian maaf" ucap Xuan sambil menundukkan kepalanya.


"Apa ayah pernah mrngajari kalian hal seperti ini, mendengarkan pembicaraan orang dewasa itu tidak sopan..!" marah Jhin Tian.


"Jhin Tian tenang lah mereka masih kecil" ucap Jhin Ze.


"Ya karena mereka masih kecil maka aku harus mendidik mereka, "Ucap Jhin Tian.


"Sudahlah jangan berdebat lagi" ucap Jhin Le.


"Ayah.... Bisakah ayah tetap belada disini, aku tau ini sangat penting tapi aku tidak mau ayah pelgi" ucap Xuan dengan suara sendunya Air matanya mengalir melewati pipinya.

__ADS_1


Xian yang melihat adiknya menangis menjadi emosional.


"Ayah apa kau tidak sayang lagi pada kami hingga kau halus pelgi" ucap Xian dengan wajah marah.


"Xian kau tidak boleh seperti itu nak" Ucap Yan Sha dia ingin mendekat dan menenangkan dua anak kecil itu tapi Jhin Tian mengangkat tangannya.


"Aku akan menemui kalian nanti, bisa tolong tinggalkan aku bersama Xian Dan Xuan"Ucap Jhin Tian dia lalu menurunkan tangannya.


mereka mengangguk dan menghilamg satu persatu kini tersisan Chu Lizheng yang masih enggan untuk pergi, Yan Sha sebenarnya juga tidak ingin pergi tapi Qing Se berhasil membujuknya.


"Kak aku mohon" ucap Jhin Tian.


"Tch Kali ini jangan mengecewakanku" ucap Chu Lizheng dan diangguki oleh Jhin Tian.


Tak lama setelah itu Chu Lizheng menghilang dan kini hanya ada Xian Xuan Dan Jhin Tian.


"Apa ayah pernah mengajarkan hal ini kepada kalian" tanya Jhin Tian dengan lembut dia tau jika dengan kemarahan anaknya tidak akan mengerti.


Sementara itu Xian Dan Xuan menggeleng.


"Lalu jika ayah tidak mengajarkannya kenapa kalian seperti itu, ayah tau ayah salah karena harus meninggalkan kalian, tapi apa kalian tau terkadang kita harus merelakan sesuatu untuk mendapatkan sesuatu"Ucap Jhin Tian, xian dan Xuan mendengarkan dengan seksama mereka memandang Jhin Tian dengan wajah imutnya.


Jhin tian mrmbalikkan badannya membelakangi kedua anaknya.


"saat ini ayah hanya berharap kalian belajar dengan baik, kelak saat ayah kembali, ayah bisa melihat kalian sebagai dewa muda terkuat," Ucap Jhin Tian.


"Ayah bukankah ayah tidak halus pelgi untuk melihat kami"ucap Xian yang masih ragu.


Jhin Tian tersenyum tipis


"Jika ayah Disini bukankah kalian akan bergantung pada ayah, maka dari itulah ayah akan mengirim kalian ke sebuah sekte" Ucap Jhin Tian.


"Sekte?"Xuan masih belum mengerti tentang perkataan Jhin Tian.


"Ya ayah akan mengirim kalian ke sekte Bintang Surga, bukan sebagai anak dari dewa melainkan menjadi anak biasa" ucqp Jhin Tian sambil bwrbalik dan memandang kedua anaknya.


"Tapi Aula dewa pada dili kita tidak bisa dihilangkan" ucap Xian entah apa dia lebih tertarik dengan perkataan Jhin Tian dari pada meluapkan emosinya.


"Ayah punya cara untuk itu" ucap Jhin Tian.


.


.

__ADS_1


__ADS_2