Pendekar Phoenix Suci

Pendekar Phoenix Suci
CH 146. Indah


__ADS_3

"Siapa yang kau panggil kakak ipar" Chu Lizheng mulai merasa aneh dan kesal.


" Tentu saja kakak Han Ying seorang putri dari kerajaan Han dan adik dari raja Han Yang dannn Bibi dari Han Tao" ucap Chu Tian dengan tersenyum.


"Si siapa dia sebenarnya" tanya Han Ying dengan begitu gugup.


Chu Lizheng segera mengambil pedangnya yang ia letakkan disamping Kursi taman. Chu tian tersenyum.


"Kenapa begitu gegabah aku kemari hanya ingin berkunjung saja" ucap Chu Tian yang kemudian duduk dengan santainya di kursi taman yang sebelumnya di pakai Han Ying.


"hei sopanlah" teriak marah Han Ying yang mulai jengkel.


"Apakah aku harus sopan dirumahku sendiri" ucap Chu Tian sambil perlahan membuka topengnya.


Han Ying Begitu terkejut sementara Chu Lizheng tidak bisa berkata kata lagi, dia begitu bahagia saat mengetahui adiknya kembali dia tanpa basa basi memeluk Chu Tian yang sedang tersenyum saat itu.


"Anak nakal kenapa kau harus membuatku merasa khawatir" kesal Chu Lizheng sambil melepas pelukannya.


"Aku hanya ingin memberi kejutan pada kakak, dan lihat pedang tajam ini hampir membunuhku" ucap Chu Tian dengan senyuman.


"Bodoh... bagaimana bisa aku menghabisimu" ucap Chu Lizheng.


"Dan kalian tidak mengundangku saat pernikahan ohh apakah itu adil" ucap Chu Tian.


"Tentu saja adil, kau meninggalkan kami begitu lama hingga kau akan segera menjadi paman" ucap Chu Lizheng.


"Kakak ipar boleh aku menyentuh perutmu" tanya Chu Tian.


"Tentu Saja pangeran." Jawab Han Ying dengan tersenyum lembut dia juga merasakan kebahagiaan yang dialami suaminya.


"Keponakan kecil paman, kau harus tumbuh kuat sepertiku dan jangan menyusahkan ayah ibumu ya, cepatlah hadir maka pamanmu yang tampan ini akan memberimu banyak hadiah" ucap Chu tian sambil menyentuh perut Han Ying, seakan merespon Bayi Han Ying menendang.


"Dia menendang... dan ya pangeran dia baru berusia lima bulan masih butuh waktu lama untuknya lahir" ucap Han Ying.


Seakan mengingat sesuatu wajah Chu Tian menjadi sedih


"Ada apa adikku, kau ada masalah" tanya Chu Lizheng Yang melihat perubahan ekspresi adiknya.


"Tidak aku hanya lupa memberikan kakak ipar hadiah,.. kakak ipar ambil ini, ini adalah hadiah dariku jangan pernah dilepaskan ya" ucap Chu Tian sambil tersenyum dan mengeluarkan sebuah kotak dengan kalung didalamnya kalung itu memiliki liontin berbentuk bulat seperti mutiara namun ada ukiran phoenix kecil disana.


"Kalung yang sangat indah, tapi kenapa aku tidak boleh melepasnya" tanya Han Ying.

__ADS_1


"Ini adalah pemberian dari adikmu apa kau akan melepasnya, hmm begini saja jika kakak melepasnya aku anggap kakak menolak hadiahku" ucap Chu Tian


"Ying'er pakailah, Chu Tian tidak mungkin memberikan barang secara cuma cuma" ucap Chu Lizheng dengan tersenyum pada istrinya.


"melihat kakak dan kakak ipar aku jadi iri" ucap Chu Tian.


"Kalau begitu segeralah menikah" ucap Chu Lizheng dengab tertawa bersama Han Ying.


"Baiklah besok aku akan menikah" ucap Chu Tian.


"aapa kau akan menikah...!" ucap Seseorang dari belakang yang ternyata itu adalah Yan Sha.


"Yan Sha kau tidak perlu begitu serius, Chu Tian hanya bercanda benarkan" ucap Chu Lizheng.


"Tidak kakak aku sungguh sungguh" ucap Chu Tian dengan wajah serius.


Yan Sha langsung menarik Chu Tian.


"Dengan siapa ku akan menikah" tanya nya dengan serius.


"Dengan dia" ucap Chu Tian dengan menunjuk Ling Yue yang berada di sisi lain mereka dengan tersenyum.


"Kenapa, kenapa kau menikahinya" mata yan Sha berkaca kaca entah mengapa dia merasa sangat sedih.


"Kau belum lama mengenalnya bagaimana bisa kau mencintainya" Yan sha semakin berteriak seiring Ling Yue yang semakin mendekat.


"Yan Sha tenanglah, kenapa kau marah" tanya Chu Lizheng.


"Kenapa aku marah, karena dia tidak mengatakan padaku sebelumnya jika dia mencintai wanita itu" ucap Yan Sha sambil menunjuk Ling Yue.


"Bukankah aku sudah mengatakan dalam pesan yang ku titipkan pada kakak lao Hei." ucap Chu Tian sambil mengkerutkan keningnya


" tapi kau tidak mengatakna bahwa kau akan menikah, kau hanya mengatakan kau mencintai seorang wanita." elak Yan Sha.


"Aku tidak mengatakannya karena aku masih ragu, namun saat ayah sendiri yang memintaku menikahi Ling yue semua keraguanku menghilang" ucap Chu Tian.


"Tetap saja kau haru meng... tunggu kau bilang a ayah, apakah .."


" ya aku telah membebaskan sepotong jiwanya yang ada pada pedang legendaris itu" ucap Chu Tian memotong perkataan Yan Sha.


"mengapa yang mulia memintamu menikahi wanita itu" tanya Yan Sha dengan air mata yang terurai dan tatapan kosong.

__ADS_1


"Karena dia istimewa" jawab Chu Tian dengan tersenyum.


"Salam Yang mulia raja, salam permaisuri, emm salam untuk mu Yan sha" ucap Ling yue yang baru saja datang


Chu Lizheng dan Han Ying mengangguk serta tersenyum lembut sementara Yan Sha hanya diam.


"Yan Sha jika kau tidak suka aku bersama Chu Tian aku tidak keberatan aku pasti akan meninggalkannya untukmu" ucap Ling yue, dia melihat Yan Sha yang begitu terluka sementara Chu Tian dan yang lainnya begitu terkejut dengan kata kata Ling yue


Yan sha melihat kearah Ling Yue.


"Dengan Itu sama saja kau melukai Chu Tian, dia mencintaimu bukankah hidupnya akan hacur jika tanpa dirimu" ucap Yan sha dengan nada marah.


"Aku memang tidak bisa melihatnya terluka, tapi aku juga gidak ingin temanku terluka" ucap Ling yue dengan wajah tenangnya.


"Ling Yue tapi..."


"Jhin Tian seorang pangeran yang agung, dia adalah temanku kau tidak seharusnya melukai perasaannya" ucap Ling yue memotong perkataan Chu Tian


"Tapi aku.."


"Tidak Ling Yue ini semua salahku kau jangan menyalahkan Chu Tian, aku sangat bahagia melihat kalian akan segera menikah, aku hanya sedikit kecewa karena tida bisa melihat yang mulia bersama dengannya" ucap Yan sha sambil memandang Chu Tian.


"Bahkan aku hanya bertemu selama bebeeapa menit saja, bukankah wajah Chu tian dan yang mulia sangat mirip, jika kau ingin bertemu dengannya kau boleh menatap Chu tian sepuas hatimu, benarkan Chu Tian" ucap Ling yue.


"Eee tapi aku.."


"Kau ini tapi tapi tapi saja dari tadi, lihat Yan Sha dia tidak memiliki keberanian, jangan membayangkan yang mulia dengan wajahnya kalau begitu, dia sangat berbeda dengan yang mulia, yang mulia dia itu sangat ramah dan selalu yakin pada keputusannya sedangkan dia bukahkah dia selalu ragu dengan mengatakan tapi" ucap Ling yue yang berhasil membuat Yan Sha tersenyum.


"Ikut aku Ling yue aku akan memberimu sesuatu sebagi tanda pertemanan kita" ucap Yan sha sambil menarik tangan Ling Yue dan pergi dari sana tanpa memperdulikan mereka yang sedang binggung.


"Mereka itu kenapa," tanya Chu Tian pada Chu Lizheng.


Chu lizheng dan Han Ying Hanya mengangkat bahu tanda tidak tau dan tidak perduli.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2