Pendekar Phoenix Suci

Pendekar Phoenix Suci
Ch. 95 Penyusup..!!


__ADS_3

Malam Itu Chu Tian tertidur dikursi dekat jendelanya dimana sinar rembulan menyinari wajahnya ?**5 the tdan membuatnya semakin terlihat tampan dengan cahaya bulan wajhanya terlihat begitu tenang dan damai membuat siappun yang melihatnya ikut tenang.


bamun dalam gelapnya malam terdapat seklebat bayangan hitam yang terus mengitari penginapan tempan Chu Tian menginap.


Swissshhh...


Chu Tian membuka matanya lalu menangkap belati yang melayang ke arahnya di gagang belati itu ada sebuah kain berwarna merah.


Chu Tian melihat kesekeliling dan menemukan ada seseorang di dengan pakaian hitam di salah satu dahan pohon dekat penginapan itu.


"Ohh ingin bermain main denganku kah" ucap Chu Tian lalu melihat kearah belati dan mengambil kain merah yang tergabtung disana kemudian melemparnya kembali kearah orang yang bersembunyi.


"Ternyata dia mengetahui keberadaanku" ucap orang itu pelan sambil menghindari belati yang dilontar kan Chu Tian.


"Aku harus segera pergi dari sini dan melapor kepada Tuan" ucap Orang itu dan berbalik ingin pergi.


"Kenapa terburu buru begitu, kau sudah datang bertamu maka aku harus menjamu kan" Ucap Chu Tian yang tiba tiba sudah muncul dibelakang orang itu.


"Ka kau bagaimana kau bisa sampai disini" ucap Orang itu dengan gugup.


"Apakah itu penting bagi penyusup sepertimu, katakan padaku siapa yang telah menyuruhmu" ucap Chu Tian dengan nada serius dan tatapan tajam.


"Aku tidak akan memberitaumu, aku lebih baik mati dari pada mengatakannya padamu" ucap Orang itu lalu mengeluarkan dua belati.


"Ohh begitu kah, baiklah jika itu maumu" ucap Chu Tian lalu mengeluarkan pedangnya .


Pada akhirnya mereka bertarung memecah kesunyian dipenginapan itu, membuat hampir semua orang terbangun .


Trang trang trang...


Suara besi beradu Chu Tian berhasil membuat lawannya dalam posisi bertahan dalam waktu singkat, bahkan sampai orang itu tidak dapat membalas serangan Chu Tian.


"Jika begini terus aku akan benar benar mati, tapi memberitau pun aku akan tetap mati" batin orang itu dengan keringat dingin disekujur tubuhnya.


"Bagaimana apa kau akan memberitauku atau kau benar benar akan mati ditanganku" ucap Chu Tian dengan senyum sinisnya.


"Diam kau" ucap Orang itu sambil terus menangkis serangan Chu tian meski gerakannya cepat namun Chu Tian lebih cepat darinya dan itu membuatnya begitu terpojok.


"ada apa ini" tanya Shi Long yang baru saja datang.


"Hey kau tidak tau kah kami sedang bertarung" ucap orang itu sehingga menjadi lengah.


slashh...


"Arrrgghh, kau curang" teriak orang itu sambil kesakitan.


"Dalam pertarungan sesungguhnya tidak ada curang atau tidak semua adil untuk menang" ucap Chu Tian lalu menggunakan energi kegelapannya untuk mengikat orang itu.

__ADS_1


"Lepaskan aku" ucap Orang itu.


"katakan padaku siapa tuanmu" tanya Chu Tian dengan nada dingin.


"Sudah kukatakan padamu aku tidak akan memberitaumu" ucap Orang itu masih dalam pendiriannya.


"baiklah" ucap Singkat Chu Tian dan mulai mengayunkan pedangnya.


"Tunggu.. baiklah aku akan mengatakannya padamu" ucap Orang itu dengan keringat dingin saat pedang Chu Tian sudah mengores lehernya.


"Katakan" ucap Chu Tian .


"Dia adalah ...Arrgghhh" orang itu belum menyelesaikan perkataannya namun tiba tiba tubuhnya menjadi cairan menjijikkan.


"Apa itu" Tanya Shi Long dengan terkejut.


"Segel Hati, " ucap Chu Tian lalu berbalik untuk memasuki penginapan.


"Apa itu segel hati" tanya Shi Long sambil mengikuti Chu Tian.


"Bukankah kau sudah hidup lebih lama dariku kenapa kau tidak tau" tanya Chu Tian dengan heran


"Aku hidup didunia dewa dan aku hanya tau tentang segel segel kuno untuk segel satu ini aku tidak tau, pasti ini segel ciptaan manusia sendiri." jelas Shi Long.


"ya kau benar ini adalah segel ciptaan manusia, dia dulu disebut sebagai dewa segel namun sebenarnya dia bukan dewa, dia bernama Sio Can dia menciptakan banyak segel namun sayangnya semua segel yang dibuat adalah segel kutukan dan sejak saat itu dia diburu para orang orang jahat untuk mengetahui teknik segel kutukannya dan pada akhirnya dia bunuh diri dengan segelnya sendiri" jelas Chu Tian .


"Manusia memang sangat serakah " celetuk Shi Long.


"Chu Tian, dari mana saja kau, aku tadi mendengar ada suara pertarungan aku sangat takut" ucap Ling Yue yang tiba tiba berada dikamar Chu Tian dan langsung memeluk Chu Tian.


"Ehem, pangeran aku perlu udara segar aku akan kembali keluar" ucap Shi Long lalu pergi dari sana.


"Hei hei jangan pergi.. ling Yue apa yang kau lakukan disini" tanya Chu Tian dengan sedikit gugup jantungnya berdetak kencang .


"Oh astaga apa aku punya penyakit jantung" batin Chu Tian.


Chu tian melepas pelukan Ling Yue lalu memegang dadanya.


"Ada apa apa kau sakit" tanya Ling yue.


"Tidak, tidak apa apa kenapa kau tidak kembali tidur" ucap Chu Tian mengalihkan pembicaraan.


"Aku ingin tapi aku tidak bisa" ucap Ling yue.


"Kenapa" tanya Chu Tian.


"tidak tau, emm bolehakah aku bertanya padamu" tanya Ling yue.

__ADS_1


"Tentu" ucap Chu Tian lalu duduk dikursi sambil menenangkan jantungnya .


"apa kau tau darimana aku berasal" tanya Ling Yue dengan menundukkan kepalanya.


"Kenapa kau menanyakan hal seperti itu, aku tidak tau jika aku tau aku sudah mengantarmu pulang" ucap Chu Tian.


"Aku selalu merasa bahwa aku bukan dari sini, semua benda disini terasa sangat asing bagiku, aku bahkan tidak mengerti kenapa ini bisa terjadi padaku" ucap Ling Yue sambil menangis entah mengapa dia menjadi sangat rapuh padahal seingatnya dia adalah wanita yang sangat jarang menangis .


Chu Tian berpikir keras tentang hal ini, dia sungguh sangat tidak tahan saat melihat seorang wanita menangis.


"kita akan mencari tau besok sekarang tidurlah" ucap Chu Tian dengan lembut.


"Benarkah" tanya Ling Yue sambil menghapus air matanya.


"Tentu kita akan mencari tau sambil melakukan perjalanan" ucap Chu Tian.


"Jika boleh aku tau sebenarnya apa yang kau cari, kau bilang kau adalah pangeran kerajaan Chu dan kau juga bilang tempat ini juga sangat jauh dari kerajaan Chu" tanya Ling Yue.


"Aish aku menyuruhmu tidur bukan bertanya" ucap Chu Tian sambil memijat pelan pelipisnya


"Aku mencari sebuah pedang, aku akan menceritakannya besok kau akan tau juga sedikit demi sedikit, jadi sekarang cepat tidur" ucap Chu Tian dengab nada marah diakhir kalimatnya.


"Jadi kau hanya mencari pedang saja, apa untungnya itu kau kan sudah punya pedang" ucap Ling Yue yang masih bertanya membuat Chu Tian kesal.


"Kau mau tidur atau tidak, aku akan meninggalkanmu jika kau bangun terlambat" ancam Chu Tian.


"Tapi bukankah kau berjanji akan mencari tau tentang jati diriku" celetuk Ling Yue dan itu berhasil membuat Chu Tian sangat kesal.


Chu Tian langsung mengendong Ling yue dan mengantarnya ke kamar.


"hei lepaskan aku, kakiku masih berfungsi" ucap Ling Yue.


"Diamlah, kau akan membangunkan seluruh orang di dalam penginapan ini" ucap Chu Tian tanpa melihat Ling Yue.


Ling Yue pada akhirnya diam dan mengalungkan tangannya dileher Chu Tian.


Saat berada dikamar Ling Yue Chu Tian meletakkan Ling Yue dikasurnya yang ternyata Ling Yue telah tertidur.


"Ling Yue sudah tertidur padahal baru sebentar berjalan, apakah ada obat tidur dipakaianku" ucap Chu Tian sambil mencium pakaiannya sendiri.


"Tidak ada hanya ada aroma cendana yang kupakai saja" ucap Chu Tian lalu melangkah pergi dan kembali kekamarnya.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2