Pendekar Phoenix Suci

Pendekar Phoenix Suci
CH 237. Dewa Shin Lie Fa


__ADS_3

Sementara Ditempat Jhin Tian saat ini, dia sampai di dunia itu, penampilannya telah berubah sepenuhnya.


Dia kini Berada di depan Sebuah perpustakaan Besar dia ingat itu berada dipusat kota.


"Sepertinya ramuan itu berada disini ... huft aku akan mencarinya" ucap Jhin Tian yang kini telah berubah menjadi Kay.


Jhin Tian memasuki perpustakaan besar itu, yang aneh adalah tidak ada satupun orang yang terlihat, kota itu terasa seperti kota mati namun sangat bersih.


Perlahan Jhin Tian menyusuri seluruh bagian perpustakaan, Karpet merah yang tergelar disepanjang lorong perpustakaan membuat kesan yang indah, lukisan lukisan indah juga tergantung didinding perpustakaan,


setiap lorong telah ia masuki ,Dia juga memeriksa setiap bagian dan tak menemukan apapun tak ada buku yang terlihat mencurigakan, Jhin Tian kemudian menaiki anak tangga dengan susunan buku disampingnya, dia masih terus menelisik kesluruh perpustakaan itu dan terus mencari tapi semua serasa sia sia.


kini dia telah berada dilantai paling atas dari Perpustakaan itu.


"Aku masih belum merasakan apapun sampai sejauh ini" ucap Jhin Tian dia masih terus mencari dengan seksama, sebelum Akhirnya dia menemukan satu pintu yang terlihat sangat usang.


Karena penasaran Jhin Tian membuka pintu itu, Didalam ruangan itu terlihat seperti ruang baca biasa Jhin Tian mencoba melangkah maju namun dia terdorong keluar oleh sesuatu yang melindungi tempat itu.


"Dinding pelindung, ditempat seperti ini!?" Jhin Tian sedikit heran tempat itu terlalu modern untuk hal seperti itu kan.


Jhin Tian tak ingin ambil pusing dia segera Mempelajari susunan formasi pada pelindung itu, tak butuh waktu lama Jhin Tian sudah menemukan titik yang melemahkan dinding pelindung itu.


Jhin Tian mencoba menggunakan energinya untuk membuat jarum es kecil dan ternyata itu berhasil , dia lalu melemparkan jarum es kearah Dinding pelindung dan Pyaarrrr..... Dinding itu pecah seketika.


"Tak kusangka energiku bisa digunakan disini" ucap Jhin Tian dengan tersenyum puas Dia lalu masuk kedalam ruangan itu tanpa ragu dan Tiba tiba Jhin Tian sudah berada disebuah padang rumput yang luas sementara pintu diperpustakaan sudah sepenuhnya menghilang.


Jhin Tian melihat sekeliling dan hanya terlihat rerumputan tidak terlihat apapun yang mencurigakan.


"Tak kusangka cepat sekali kau menemukan tempat ini hahaha" Sebuah suara mengema disekitar Jhin Tian.


Jhin Tian yang terkejut langsung bersikap siaga, dia mencoba mengeluarkan pedangnya yang ia simpan di dalam ruang dimensi namun tidak bisa.


"Apa apaan ini kenapa pedangku tidak bisa kuambil" ucap Pelan Jhin Tian.


Sementara Diruang dimensi semua nampak terkejut melihat dua pedang milik Jhin Tian terbang kesana kemari mencari jalan keluar dari ruang dimensi.


"Ada apa ini aku apa pangeran Dalam bahaya" tanya Huang Tei.

__ADS_1


"Kurasa Jhin Tian memanggil pedangnya namun ruang dimensi ini seperti tertutup sesuatu" ucap Jhin Ze.


"Gawatt.... aku tidak bisa terhubung dengan pangeran "Teriak Lao Hei yang berlari dari belakang istana mewah jhin Tian.


"Suamiku bisakan kau selamatkan Jhin Tian aku.. akuu..."


"Yan Sha Tenanglah, aku yakin pangeran baik baik saja" ucap Qing Se sambil menenangkan istrinya.


mereka semua akhirnya mencoba membuka paksa ruang dimensi tapi hasilnya nihil usaha mereka hanya sia sia.


kembali ketempat Jhin Tian berada.


"Siapa kau.. keluarlahh..!!!" teriak jhin Tian.


"Aku adalah yang kau cari... aku membawa ramuan penawar yang kau cari" ucap orang itu dengan suara anggun namun mengema keseluruh bagian.


"Kalau begitu berikan padaku ramuan itu" ucap Jhin Tian dia tentu tidak ingin berbasa basi lagi.


"Untuk seukuran anak dewa kau sungguh tidak sabar, untuk hal ini kau harus memenuhi dua syaratku, hmm apa kau sanggup??" tanya orang itu .


"Kau harus perbaiki kesabaranmu itu huh.. baiklah syarat pertama kau harus berada disini selama Tiga purnama yang artinya sembilan tahun diduniamu..."


"Kau gila ya sembilan tahun putra putriku masih terlalu kecil untuk ini" ucap Jhin Tian dengan kesal dia tentu tidak ingin pergi selama itu.


"aku belum selesai dengan kata kataku..!!, haih jika kau tidak mau aku tidak masalah pergilah tanpa ramuan itu" ucap suara itu.


Jhin Tian sedikit berfikir, dia tau tanpa ramuan itu ayahnya tidak akan selamat.


"Apa syarat kedua" tanya Jhin Tian dengan wajah serius.


"Kau harus mencari 7 simbol" ucap Suara itu dengan puas.


Jhin Tian terdiam dia masih memikirkan 3 purnama.


"Jika kau ragu aku masih punya satu pilihan untukmu," ucap Suara itu dengan tenang dia sepertinya tau apa yang ada difikiran Jhin Tian.


"Apa itu" tanya Jhin Tian.

__ADS_1


"Ikut bersamaku selama satu tahun aku akan melatihmu dan menjadikanmu penerusku" ucap Suara itu.


"Penerusmu..?" Jhin Tian bertanya dengan mengkerutkan alisnya.


"Ya kau akan mendapat kekuasaan tahta tertinggi dialam semesta, kau punya hak atas seluruh semesta, kau juga akan memiliki kekayaan tak terhitung dan apapun yang kau inginkan pasti terkabul dan satu lagi kau tidak perlu jauh dari anak anakmu itu bagaimana?" Jelas suara itu.


"Kau dewa Shin Lie Fa...?" tanya Jhin Tian.


Seketika itu sebuah cahaya muncul didepan Jhin Tian dan seorang pria paruh baya dengan aura penuh wibawa terlihat tersenyum didepan Jhin Tian.


Jhin Tian membungkuk hormat dia tentu tau kedudukan dewa itu meski tidak pernah tau wujudnya tapi dia tentu sering membaca bahkan mendengar cerita orang.


"tak kusangka kau mengenalku, Aku merestuimu putraku... jadi bagaimana apa kau mau" tanya dewa Shin Lie sambil menegakkan kembali tubuh Jhin Tian.


"Maaf yang mulia hamba merasa tidak pantas untuk itu semua, saya memilih syarat yang pertama tapi hamba mohon kabulkan satu permintaanku"ucap Jhin Tian meski bagaimanapun rasa hormat masih ada didiri Jhin Tian.


"Ahh Sayang sekali.. baiklah apa permintaanmu"Tanya dewa Shin Lie dengan senyum lembut.


"berikan aku waktu satu hari untuk menghabiskan waktu bersama putra dan putriku" ucap Jhin Tian.


"Aku mengerti aku akan berikan kau waktu satu hari saja lewat dari itu kau akan mendapat hukuman berat dariku" ucap Dewa Shin Lie dengan serius.


"Hamba mengerti... dan untuk 7 simbol itu.."


"Kau akan tau seiring berjalannya waktu nanti... ambil ini dan segera temui anakmu" ucap Dewa Shin Lie yang memberikan botol kecil berisi ramuan dan langsung menghilang.


Jhin Tian menerima botol ramuan itu, dia sedikit berfikir sambil mengerutkan keningnya.


"perasaanku tidak enak" ucap Jhin Tian dengan wajah masam


dan benar saja Sesuatu menyedot Jhin Tian dengan paksa dari tempatt itu....... brakkkkk


Jhin Tian terjatuh ditempat lain untung saja dia sempat memposisikan diri sebelum jatuh dengan posisi yang tidak etis.


"dewa sialan bisa bisanya dia melemparku untuk kembali" kesal jhin Tian sebelum dia menyadari sesuatu.


"Ehh.."

__ADS_1


__ADS_2