
"Lalu dimana kita bisa mengetahui dimana orang itu" kata Xin Jun yang mulai frustasi
"Aku tidak tau tapi leluhurku mengatakan bahwa ada satu dewa yang disegel di dunia kita ,tapi aku tidak tau dimana tempatnya" kata tabib itu.
"Pasti ada cara lain katakan padaku"Ucap Xin Lan
"Maafkan hamba putri hamba hanya tau cara itu saja yang hamba tau" ucap Tabib itu.
"Tap..." belum sempat Xin Lan menjawab Xin Jun sudah memotongnya.
"Tidak apa apa terimakasih kau boleh kembali" ucap Xin Jun Pada Tabib.
"Kakak.!!" pangil Xin Lan dengan agak kesal Xin jun hanya mengangguk pada Tabib.
"Terimakasih pangeran hamba mohon undur diri" ucap tabib itu lalu melangkah pergi.
Xin Jun melihat adiknya yang terus menangis dia sebenarnya juga kasihan namun dia juga binggung harus melakukan apa jadi dia pergi meninggalkan ruangan milik ayahnya yang kini hanya ada Xin Lan dan raja Xin saja.
***
Sementara dikerajaan Chu , tepat dua jam diluar atau sekitar dua tahun didalam istana pangeran Chu Tian masih dalam pengasingannya dan kondisi disana masih terlihat seperti biasa.
"Salam pangeran pertama ,Diperbatasan barat seorang prajurit menemukan seorang wanita sedang tak sadarkan diri" ucap seorang prajurit pada Chu Lizheng.
"Seorang wanita!! apakah dia masih hidup" tanya Chu Lizheng
"Menurut laporan dia masih hidup " kata prajurit itu.
"Baiklah bawa dia kemari" ucap Chu Lizheng memerintahkan.
" Baik" kata prajurit
Tak Berselang lama beberapa prajurit datang dengan seorang wanita cantik yang sedang tak sadarkan diri.
"Siapa wanita ini mengapa bisa ada diperbatasan barat " Tanya Chu Lizheng sambil mengisyaratkan untuk membawa wanita itu masuk.
" para penjaga perbatasan mengatakan wanita itu datang tiba tiba dan sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri" ucap prajurit
"Baiklah kau boleh pergi" ucap Chu Lizheng
"Ya " jawab prajurit
Chu Lizheng akhirnya masuk untuk memeriksa keadaan wanita itu yang sekarang tengah dipriksa oleh seorang tabib kerajaan
"Tabib apa yang terjadi pada wanita itu" tanya Chu Lizheng.
__ADS_1
" maaf yang mulia pangeran tapi hamba tidak mengerti apa yang terjadi pada nona ini karna dari pemeriksaan hamba nona baik baik saja" ucap sang tabib
"Lalu mengapa dia bisa tak sadarkan diri" tanya Chu Lizheng
Tabib Hanya mengeleng sebab dia juga tidak mengerti,, tiba tiba Chu Tian membuka pintu ruangan itu dan mengejutkan semua yanga da disana, yah hanya pangeran Chu Lizheng dan tabib tentunya.
"Adik Kau sudah selesai" Tanya Chu Lizheng kemudian menghampiri Chu Tian.
"Ya aku selesai setidaknya latihanku akan cukup untuk memepersingkat waktu perjalanan" ucap Chu Tian namun wajahnya terlihat sedikit pucat seperti kekurangan energi.
"Ada apa denganmu apa kau baik baik saja sepertinya kau butuh istirahat " kata Chu Lizheng.
"Tidak, aku tidak apa apa kak tenang lah" ucap Chu tian sebenarnya dia sama sekali tidak bisa beristirahat dengan tenang akhir akhir ini ,karena dia harus berlatih formasi disiang hari bersama Lao Hei dan dimalamnya dia akan berlatih jurus bersama Gurunya Cang He dan itu membuatnya kelelahan namun itu sungguh sepadan dengan hasil tyang dia dapatkan.
"Lalu kenapa kau kemari" tanya Chu Lizheng
"Aku merasakan aura yang sangat familiar dari sini karena sangat penadaran jadi aku melihat kemari" ucap Chu Tian
"Aura tapi disini tidak ada yang menebar aura energi" kata Chu Lizheng dengan sedikit binggung.
Chu Tian hanya diam dia mengamati sekitar dan melihat ada seorang gadis cantik di ranjang ruangan itu.
"Siapa wanita itu kak" tanya Chu Tian
"Bolehkan aku memeriksanya" tanya Chu Tian pada Chu Lizheng.
"Kau tidak perlu bertanya begitu ,kau bisa memeriksanya bahkan jika kau menginginkannya kakak tidak keberatan" ucqp Chu Lizheng sambil menggoda adiknya.
"hish kakak kau ini aku hanya penasaran dengan aura nya saja" kata Chu Tian kemudian mendekati wanita itu dan memegang pergelangan tangannya sambil menutup matanya .
Setelah beberapa saat Chu tian terpejam akhirnya Chu Tian membuka matanya ekspresinya sungguh sulit ditebak bahkan sang tabib menjadi sangat penasaran akan hasil yang di lihat Chu Tian.
Chu Tian memandang sang tabib
"Kau boleh pergi" ucapnya lalu sang tabib pergi dengan perasaan kecewa karena Chu Tian tidak ingin memberitahu padanya apa yang terjadi pada nona itu.
"Adik apa kau menukan sesuatu tentang wanita itu" tanya Chu Lizheng dengan serius.
"Ya aku menemukannya dia bukan orang bumi dia adalah penghuni daratan suci" kata Chu Tian lalu melepas tangan wanita itu namun saat Chu Tian akan beranjak tangan wanita itu memegang tangan Chu Tian.
"Nona kau sudah sadar" tanya Chu Tian dengan tersenyum.
"Ka kau " wanita itu menyipitkan matanya melihat Chu Tian.
"Aku Chu Tian pangeran kerajaan Chu, nona sendiri siapa dan mengapa berada di perbatasan barat kerajaan Chu." tanya Chu Tian
__ADS_1
Chu Lizheng sendiri masih terkejut saat Chu Tian mengatakan wanita itu adalah penghuni daratan suci.
"A aku yan sha , Aku mendekati bola terlarang suku duyung lalu aku aku, aku tidak ingat" kata wanita itu yang bernama Yan Sha
"Nona Yan Sha apa kau dari suku duyung" ucap Chu Tian dengan terkejut.
"Emm" Yan Sha hanya mengangguk .
"putri duyung bagaimana kau bisa didarat" pekit Chu Lizheng terkejut dia benar benar seoerti wanita.
"kami para putri duyung daratan suci memang bisa berjalan diatas tanah dalam waktu tertentu dan bagi keluarga kerajaan duyung memiliki mutiara air yang bisa membuat kami bisa bernafas lama di dalam air" ucap Yan Sha
mendengar itu Chu Lizheng masih seperti tidak percaya namun dia juga harus percaya, Yan Sha mencoba untuk bangkit namun sayang dia kehabisan energi dan itu membuat tubuhnya lemah.
"Nona kau masih lemah sebaiknya kau beristirahat dahulu , aku akan membantumu memulihkan energi" kata Chu Tian lalu dia duduk di belakang Yan Sha.
"Tapi aku adalah putri dari kerajaan duyung tidak mungkin energimu masuk kedalam tubuhku itu akan sia sia saja " kata Yan Sha dia tau energi makhluk bumi tidak akan mampu untuk memasuki tubuhnya
"Kau tenang saja ini pasti akan berhasil" Ucap Chu Tian.
"Tidak adik energimu belum stabil jika kau melakukannya kau akan terluka" kata Chu Lizheng
"Aku akan memakan beberapa pil pemulih" kata Chu Tian meyakinkan.
"Tap.."
"Sudahlah kak aku baik baik saja kakak bisa menemui Zaein dan katakan padanya untuk menyelidiki apa yang terjadi di perbatasan barat" kata Chu Tian memotong kata kata Chu Lizheng.
"Huh baiklah terserah kau saja" ucap Chu Lizheng kemudian melangkah pergi dengan kesal.
Chu tian hanya mengelengkan kepalanya lalu dia menelan tiga pil pemulihan sekaligus.
"Eee bukankah itu sangat berbahaya menelan pil begitu banyak sekaligus" kata Yan Sha.
"Tidak akan terjadi apapun , apa kau siap cobalah untuk menerima energiku dan jangan melawannya " ucap Chu Tian kemudian meletakkan kedua tangannya dipunggung Yan Sha
"Baik" jawab Yan Sha mulai memejamkan mata bersiap menerima energi yang dialirkan oleh Chu Tian.
.
.
.
🙂
__ADS_1