Pendekar Phoenix Suci

Pendekar Phoenix Suci
CH. 72 kembali kekerajaan Chu


__ADS_3

Keesokan harinya dikediam Chu Tian, Chu tian sedang duduk didepan kediaman sambil menikmati secangkir teh bersama Raja Xin.


Entah apa yang membuat Raja itu datang kekediaman Chu Tian.


"Jadi kau akan kembali hari ini" tanya Raja Xin Sambil memperhatikan Chu Tian dengan seksama.


"Aku tidak punya pilihan lagi lagi pula aku sudah terlalu lama disini dan kulihat kondisi disini sudah membaik aku khawatir dengan keadaan ayah entah mengapa beberapa hari ini perasaanku tidak enak" ucap Chu Tian.


"Itukah sebabnya kau terlihat pucat seperti kurang tidur ini" tanya Raja Xin.


"Tidak hanya saja memang aku jarang tidur akhir akhir ini" ucap Chu Tian dengan menghela nafas.


"Memang apa yang kau lakukan" raja Xin Mulai penasaran.


"Aku berlatih saat malam ,karna diaing hari selalu saja ada masalah aku tidak bisa berlatih dengan tenang, dan sekarang aku sudah terbiasa berlatih sepanjang malam" ucap Chu Tian dengan senyum Tipis.


"Ayah, kakak gawatt..!!"


"Ada apa Lan'er kenapa kau begitu panik" tanya Raja Xin pada Xin Lan yang nafasnya masih terputus putus karena berlari.


"Li Huan dia tidak ada dikamarnya aku khawatir dia melakukan hal yang tidak tidak" ucap Xin Lan dengan wajah khawatir.


Chu Tian bangkit dari duduknya dan mendekati Xin Lan.


"Tenanglah dia aman sekarang percayalah padaku" kata Chu Tian.


"Sungguh?" tanya Xin Lan memastikan


"Apa kau tidak percaya padaku" ucap Chu Tian sambil tersenyum.


Xin Lan terpesona dengan senyuman Chu Tian meski sudah pernah bertemu dalam waktu cukup lama tapi Xin Lan seperti seseorang yang baru saja menemui pria idamannya ,pipinya memerah


"te tentu saja aku percaya padamu" ucap Xin Lan malu malu.


Raja Xin Tertawa kecil melihat tingkah malu malu putri kecilnya itu.


"Itu bagus, oh ya Lan lan karena kau sudah disini maka aku akan mengatakan sesuatu padamu" ucao Chu Tian membuat wajah Xin Lan Semakin memerah


"kau ingin mengatakan apa" tanya Xin Lan.


"Aku akan kembali malam ini" kata Chu Tian dengab pelan.

__ADS_1


Bak di sambar petir dipagi hari Xin Lan begitu terkejut dia lalu memandang Chu Tian dengan Tajam.


"Kau tidak berbohong padaku kan" Tanya Xin Lan.


"Aku tidak akan berbohong padamu kan" kata Chu Tian


"Kenapa harus sekarang kenapa" tanya Xin Lan air matanya tumpah dia berlari pergi dari kediaman Chu Tian.


"Eh Lan Lan" ucap Chu Tian dan ingin mengejar Xin Lan.


"Tidak perlu kau kejar hahaha, aku tau kenapa dia begitu padamu" ucap Raja Xin


"Kenapa, aku kemarin juga sudah bilang jika aku segera pergi kan" tanya Chu Tian.


"Yah dia berharap ulang tahun ke lima belasnya kau ada disini dan sebenarnya itu hanya tinggal seminggu lagi" ucap Raja Xin sambil menghela nafas.


"Sampaikan maafku padanya" ucap Chu tian dengan sedikit menundukkan kepala


"Hahaha tenang saja pangeran dia memang sangat manja dan belum bisa berfikir dewasa jadi kau tenang saja" ucap Raja Xin.


"aku tau tapi sepertinya dia akan kecewa padaku" ucap Chu Tian


"ulang Tahun ya, "guman Chu Tian lalu masuk kekediamannya dia ingin mempersiapkan sesuatu untuk ulang Tahun Xin Lan nanti.


Siang hari dikerajaan Xin Semua orang telah berkumpul dihalaman sebagian akan pwrgi dan sebagian lainnya melepas kepergian.


hanya Xin Lan saja Yang tidak ada disana.


"Yang mulia terimaksih telah menerima kami selama ini" ucap Chu Tian.


"Seharusnya aku yang berterimakasih pangeran karena kau sudah mau membantu kerajaanku, sungguh kerajaan Xin berhutang budi pada pangeran" ucap Raja Xin.


" itu adalah sebuah kewajiban yang mulia kita adalah teman tentu sesama teman kita harus saling menolong" ucap Chu Tian dengan tersenyum.


"Kau memang benar" kata Raja Xin.


"Jika begitu kami akan pergi sekarang yang mulia," ucap Chu tian sambil membungkukan badan dan tangan kiri menyilang dan diikuti oleh semua bawahannya.


"Berhati hatilah pangeran semoga perjalananmu lancar dan selamat sampai tujuan" ucap Raja Xin dan diangguki oleh Chu Tian.


Chu Tian membuat segel tangan dan sebuah formasi teleportasi muncul dihadapannya dan saat semuanya masuk Tiba tiba Chu Tian dan yang lainnya menghilang seperti tidak pernah ada disana.

__ADS_1


"Kakak" teriak Xin lan dari kejauhan.


"Lan'er kenapa kau baru sampai" tanya Xin Jun.


"Kakak tian benar benar pergi ya" ucap Xin Lan dengan wajah sedih.


"Tenanglah dia adalah seorang pangeran hebat tugasnya sangat berat jadi kamu tidak boleh egois seperti itu" ucap Xin jun menasehati adiknya dan Xin Lan hanya menangis tanpa mengeluarkan suara.


"Pangeran berhati hatilah semoga tujuanmu tercapai, sungguh aku ingin membantumu namun sepertinya aku tidak cukup layak, kau adalah pangeran dari dunia dewa aku hanya semut dimatamu jika saja kau adalah orang jahat sudah kupastikan dunia ini bisa saja hancur karenamu namun karena kau berjalan di jalan kebaikan maka aku yakin dunia ini pasti akan aman dibawah perlindunganmu" batin raja Xin.


"Ehh sudahlah mari kita masuk dan buat persiapan perayaan ulang tahun Xin Lan" ucap Raja Xin kemudian semua orang bubar dan melakukan aktivitas masing masing dan sebagian mempersiapkan sebuah pesta mewah untuk perayaan ulang tahun Putri Xin lan yang pastinya kan dihadiri oleh banyak bangsawan nantinya.


Disisi Chu tian masih didalam ruang teleportasi dirinya duduk bersandar didinding ruangan itu.


"Chu tian apa kau baik baik saja" tanya Yan Sha yang melihat Chu tian seperti kesakitan.


"Segel formasi kerajaan Chu ,argh ada yang mencoba menghancurkannya" ucap Chu Tian sambil memegang dadanya yang terasa sesak


"Bagaimana kau bisa begitu kesakitan jika hanya formasi yang dihancurkan" tanya Xiao Feng.


"Uhuk uhuk, aku mengkhawatirkan keselamatan keluargaku jadi aku meletakkan lebih dari separuh kekuatan jiwaku untuk memperkuat formasi itu dan sekarang itu terjadi" ucap Chu tian dengan terbatuk batuk suaranya juga sudah sangat berat.


"Aku heran kenapa kau selalu saja bodoh menyerahkan nyawamu untuk orang lain" ucap Yan Sha dengan nada marah.


"Tidak, aku tidak apa apa kita harus segera sampai dikerajaan Chu aku akan gunakan tenagaku untuk mempercepat teleportasi ini" ucap Chu Tian lalu dia duduk bersila dan menutup mata.


yan Sha memegang tangan Chu tian dengan keras.


"Sudah Cukup jika kau kehabisan energi dan kehabisan kekuatan jiwa kau akan mati, apa kau tidak punya cara lain." kata Yan sha menghentikan Chu tian


" tidak ada.. ayah, kakak lizheng, kakak yun , zaein, kakak ji Kun dan yang lainnya sedang dalam bahaya sekarang, formasiku sangat kuat tidak mungkin seorang kultivator biasa bisa menghancurkannya, jika orang ini bisa merusak bahkan menghancurkan formasiku sudah dipastikan dia adalah orang yang kuat" ucap Chu Tian sambil menahan sakit didadanya yang semakin memburuk.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2