Pendekar Phoenix Suci

Pendekar Phoenix Suci
CH 208. kemarahan Jhin Tian


__ADS_3

mereka mulai membuka mata saat merasakan cahaya sudah menghilang.


"Mataku bisa buta jika terus melihat cahaya sesilau itu" keluh Qi Val.


"tunggu kita dimana" tanya Qing se


"pintu ini besar sekali" ucap Yan Sha.


"segelnya ini adalah segelnya" ucap Jhin Tian saat melihat Pola dan Sembilan simbol dari sembilan Suku utama.


"Sungguh, akhirnya kita menemukannya setelah sekian banyak rintangan" ucap Huang tei.


"Drama banget " kesal Yu Nan.


"Kan aku itu senang putri Yu Nan " ucap Huang tei.


"Hah senang ya senang tapi tidak perlu sampai seperti itu" ucap Yu Nan.


"Sudahlah sebaiknya kita cari cara untuk membuka segel ini" ucap Jhin Tian.


"benar yang dikatakan Jhin Tian, ini bukan waktuny bercanda" ucap Jhin Le.


"Baik "jawab Mereka.


"Apa kita coba dengan pembuka segel tingkat tinggi" ucap Qing Se.


"Tapi yang jadi pertanyaan siapa yang menguasai teknik segel tingkat tinggi, aku tidak bisa mencapai tingkat itu" ucap Jhin Le dengan wajah lesu.


"Kurasa aku bisa, tapi aku tidak yakin akan keberhasilannya" ucap Jhin Tian.


"berhasil atau tidaknya Kita pikirkan nanti setidaknya kita telah mencoba" ucap Gi Kung.


"Benar yang dikatakan pangeran Gi Kung, sebaiknya kita coba" ucap Qing Se.


"huft baiklah" ucap Jhin Tian.


Di depan pintu itu terdapat sembilan batu yang berjajar, jhin Tian menduduki batu yang ada paling Tengah.


Segel tangan yang Rumit butuh hampir 30 menit untuk menyempurnakan segel itu setelah Cukup lama Jhin Tian mengarahkan telapak tangannya kearah pintu, satu dari sembilan Simbol itu menyala namun tidak dengan lainnya.


Tiga jam lamanya Jhin Tian terus mengalirkan energinya ketelapak tangan Agar segel yang ia buat tak rusak.


"Huft ini tak berjalan dengan baik" ucap Jhin Tian setelah menghentikan energinya.


"tapi aku melihat satu simbol menyala, apa kita harus membuat kesembilan simbol itu kembali menyala" tanya Qing Se.


"Kurasa memang seperti itu" ucap Jhin Tian.


"Jadi yang harus kita lakukan.."


"Ya ambil posisi kalian masing masing" ucap Jhin Tian.


mereka mulai menempati batu batu itu.


"Baiklah Mulai" ucap Jhin Tian .


mereka mengeluarkan energi mereka dari telapak tangan kearah pintu.


mereka melakukan tahap itu selama Tiga hari, hari hari mereka lewati tanpa mengenal lelah, mereka terus mengalirkan energi mereka dengan penuh tekad.


Setelah seminggu berlalu mereka mulai kehabisa energi mereka, terlihat hanya Jhin tian yang masih sanggup bertahan.


"Teman teman kumohon bantu akubsedikit lagi" teriak Jhin Tian.


"Kami akan berusaha dengan baik pangeran" ucap Qing se.


"Aku usahakan" ucap Jhin Le.

__ADS_1


"Tidak ada kata menyerah untuk Gi Kung " teriak Gi Kung.


"meski lelah aku tidak akan menyerah" ucap Qi Val.


"Aku tak sekuat kalian tapi aku akan melakukan yang terbaik" ucap Huang tei.


"kami bersamamu pangeran Tian" ucap Yan Sha.


"Aku masih sanggup" ucap Yu Nan.


"Takkan kubiarkan perjuangan kita sia sia begitu saja" teriak Muo Sie.


Tekat mereka kembali membara pintu itu perlahan Bergetar, Pintu mulai terbuka menampilkan sesosok pria dengan Cahaya disekitar tubuhnya.


"Aku tidak menyangka generasi muda daratan Suci begitu kuat " ucap Pria itu.


"Salam Dewa Agung" ucap mereka bersembilan sambil membungkuk hormat.


"Hahaha aku terima salam kalian, nama kalian akan terukir dalam sejarah, dan Gunung Harapan Ini akan menghilang" ucqp Dewa Agung.


"Terimakasih Dewa" jawwb Mereka serempak.


Dewa agung tersenyum lalu memandang Jhin Tian. Dewa agung memandang Jhin Tian.


"Anak muda masa depanmu sunguh indah tapi Rintanganmu sungguh berat, setelah ini bersabarlah sesuatu yang besar akan menimpamu tapi aku yakin kau dapat melewatinya" ucap Dewa Agung Dengan Senyumnya.


"Apa yang Dewa agung maksudkan" tanya Jhin Tian dengan binggung.


"Semua ada didalam hatimu, anakku kau akan menjadi inspirasi dari banyak orang" ucap Dewa Agung.


"Aku masih tidak mengerti" ucap Jhin Tian.


"Kau akan mengerti seiring berjalannya waktu, bunga layu pun akan kembali mekar lagi pada masanya" ucap Dewa Agung Sambil menyentuh dahi Jhin Tian.


"Yah saatnya kalian kembali, tiga dunia telah kembali dan kalianlah yang akan menjadi penjaganya" ucap Dewa Agung.


"Baik "jawab Mereka serempak.


Saat mereka membuka mata mereka sudah berada dihalaman istana Es.


"Apa kita telah kembali" tanya Huang tei.


"sepertinya begitu" ucap Jhin Le.


"Aaaaaaa Tuan putriiiiiiii" Teriak seorang dayang dari dalam istana itu mengelegar hingga keluar.


"Celaka apa yang terjadi" tanya Jhin Tian dengan Panik.


"Sebaiknya kita periksa" ucap Qing Se.


mereka semua langsung berlari kearah sumber suara..


setelah mereka masuk mereka dikejutkan Oleh seseorang yang telah bersimbah darah tergeletak dilantai.


"Li ling Yue.... tidakk " jhin Tian langsung menghampiri Ling Yue.


"Bertahanlah kumohon, HUANG TEIIIII..!!!" teriak Jhin Tian sambil membawa Ling Yue kekasur.


huang Tei langsung bergerak memeriksa ling yue dengan seksama.


Huang Tei bergerak mundur.


"TIDAK MUNGKINNN...!!"Ucap Huang Tei dengan mata terbelalak.


"katakan padaku apa yang terjadii..!!" Jhin Tian berteriak dengan panik.


"tu Tuan putri dia sudah tiada" ucap Huang tei dengan tubuh bergetar.

__ADS_1


Jhin tian langsung bangkit dan mencengkeram kerah jubah Huang Tei.


"JANGAN BERCANDA DISAAT SEPERTI INI HUANG TEIIII..!" teriak Jhin Tian dengan wajah memerah karena marah.


"Aku tidak akan bercanda soal seperti ini" ucap Huang Tei.


jhin Tian melepaskan cengkraman nya lalu terduduk disamping ranjang sambil memegang tangan Ling Yue.


Brakkk.....


"Apa Yang Terjadi" teriak Jhin Suo yang langsung membuka kasar pintu kediaman Jhin Tian.


jhin Suo melihat bercak darah dilantai, dan melihat tubuh lemah Ling yue berbaring diranjang dengan darah di bajunya.


"KATAKAN PADAKU APA YANG TERJADI DISINI...!!" teriaknya dengan marah apalagi saat dia melihat anak satu satunya itu menangis.


"Mohon Maaf yang mulia, tapi tuan putri Yue telah tiada" jawab Qing Se sambil menundukkan kepalanya.


sementara Jhin Tian masih terus menangis.


"Kau berjanji akan selalu bersamaku, sekarang kutagih janjimu tetaplah bersamaku " tangis jhin Tian kembali pecah.


"Kau berjanji untuk menungguku kembali yue'er, kau berjanji untuk selalu baik baik saja....jika kau pergi biarkan aku ikut bersamamu" ucap Jhin Tian masih dengan Air mata.


"Jhin Tian kumohon tenanglah, biarkan Ling Yue tenang dialam yang indah" ucap Jhin Le dengan air mata yang juga mengalir bebas.


"PUTRI YUEE....!!!" teriak seorang wanita yang mengendong seorang bayi dan Seorang wanita cantik yang juga mengendong bayi.


Wanita itu langsung menangis disamping Ling Yue.


"Ka kau tidak boleh pergi, aku tidak akan membiarkanmu pergi hiks hiks putri hiks" yah orang itu adalah Putri Jhin Cha yang mengendong anak dari jhin Tian dan satulagi adalah Li Gina istri dari Jhin She yang juga mengendong anak dari Jhin Tian.


Jhin Tian masih belum menyadari adanya bayi bayi itu sebelum akhirnya dua bayi itu menangis secara bersamaan dan itu membuat Jhin tian tersadar.


"jhin Cha apakah mereka ..."


"Yah dia adalah putra dan putrimu, hiks Putri Yue baru saja melahirkan Bayi Kembar, aku dan ibu baru selesai memandikan mereka tapi hiks, saat aku kembali kalian sudah ada disini dan hiks penjaga mengatakan bahwa putri Yue dia dia hik hiks" jhin Cha terus terisak.


"boleh aku mengendongnya" tanya Jhin Tian sambil mengusap air matanya.


Bayi itu langsung terdiam saat berada dipelukan Jhin Tian.


Jhin Tian kembali meneteskan air matanya namun bayi laki laki itu langsung mengelap air mata Jhin Tian dengan tangan mungilnya.


"mereka baru saja lahir tapi..." jhin Tian membatin.


"Siapa yang telah berani membunuh istriku" aura mengerikan menguar keseluruh Ruangan, jhin Tian menyerahkan Bayi itu ketangan Jhin Cha.


"JAWAB AKUU... SIAPA YANG TELAH MEMBUNUHNYA" teriak Jhin Tian.


"maaf pangeran tapi kami tidak mengetahuinya, kami baru saja pergi untuk mengambil makanan dan saat kembali tuan putri sudah seperti ini" ucap dayang itu dengan ketakutan dan air mata yang terus mengalir.


"Apa ini...?". qi val melihatsebuah pisau penuh noda darah tergeletak dipojok ruangan.


jhin tian langsung mengambilnya.


"Lambang Suku Api...?" ucap Jhin Tian dengan wajah yang menyeramkan.


"A ayah kenapa kau melakukan hal ini pada teman temanku" ucap Lirih Muo Sie.


jhin Tian langsung keluar ruangan dengan kemarahannya.


"Jhin Tian kau mau kemana" teriak JhIn Suo.


"Membuat istriku beristirahat dengan tenang" ucap Dingin Jhin Tian yang membuat semua orang terkejut.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2